Tag: PMI

Kemendes ‘Kuliti’ Pengelolaan Transmigrasi di Sulut

Tim memeriksa dan mengklarifikasi temuan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Irjen Kementrian Desa (Kemendes) PDTT Republik Indonesia turun langsung memeriksa pengelolaan wilayah transmigrasi di Sulawesi Utara. Tim dipimpin langsung oleh Ewandari selaku Inspektur wilayah 3 Irjen Kemendes PDTT Republik Indonesia memeriksa sejumlah temuan sejak tahun 2003.

Di wilayah transmigrasi yang ada di Sulawesi Utara seperti di Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Utara dan hingga saat ini belum ditindak lanjuti oleh keempat Kabupaten penyedia transmigrasi.

Didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny Tumundo, Ewandari bersama tim Selasa (27/08/2019) di aula Disnakertrans mengkuliti instansi pemerintah kabupaten yang wilayahnya terdapat kawasan transmigrasi. Beragam pertanyaan berdasarkan hasil temuan pun dicecar tim kepada perwakilan instansi pemerintah keempat kabupaten di Sulawesi Utara.(cat)

PMI Kota Manado Laksanakan Simulasi Evakuasi Mandiri Bencana

Glend Lumingkewas memberikan simulasi dan materi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Jumat (26/4/2018), bertepatan dengan hari Kesiapsiagaan bencana Bencana Nasional tahun 2018. PMI kota Manado (pengurus PMI dan Relawan) mengambila bagian dengan mengadakan Kegiatan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Di SD N 11 Manado.

Sekertaris PMI kota Manado Hendah Murtanti, SH mengatakan Kegiatan ini merupakan kegiatan Nasional yang Di gagas oleh BNPB dan Kami PMI se Indonesia juga mengambil bagian dalam kegiatan ini, Kami mengambil Tempat di sekolah dasar dengan maksud adalah pendidikan Kesiapsiagaan Bencana Dimulai dari Usia Dini, selain itu SD N 11 merupakan SD Binaan PMI kota Manado dalam kegiatan PMR (Palang Merah Remaja).

Simulasi melibatkan 300 siswa, kelas 3, 4 dan 5. Ketua PMI kota Manado Prof.J.P.A Runtuwene,MS Di tempat terpisah mengatakan PMI kota Manado akan selalu mendukung program Nasional, baik Program BNPB Maupun PMI Pusat, dan Kegiatan HKBN 2018 ini menjadi pengingat kepada kita masyarakat Kota Manado untuk lebih Peduli terhadap ancaman bencana yang bisa terjadi terhadap kita, dengan kita laksanakan simulasi kita akan semakin iap Menghadapi Bencana karena kesiapan menghadapi bencana harus di mulai dari diri kita.

”Keluarga dan Lingkungan Kita bekerja, sebagai Ketua PMI kota Manado Saya berharap Masyarakat kota Manado akan semakin Tangguh Menghadapi Bencana, anak – anak kita juga semakin terdidik dalam kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, Selamat Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2018 ujar Bunda Paula,” ujarnya.

Kordinator Lapangan Simulasi, Glend Lumingkewas mengatakan, proses simulasi berjalan baik, dan Berharap Semua Sekolah di kota Manado bisa melaksanakan Kegiatan Simulasi Bencana yang sesuai dengan ancaman bencana yang ada, selain lingkungan Sekolah, lingkungan Keluarga da Tempat Kerja.

Simulasi bencana akan menjadi modal bagi setiap individu untuk siap menghadapi bila terjadi Bencana, mari jo torang siaga bencana, mulai dari Torang pe Diri, torang pe keluarga dan torang pe tampa kerja, #siapuntukselamat #budaysadarbencana. (*/Redaksi)

Demi Kemanusiaan, Bapenda Sulut Sumbang Belasan Kantong Darah

Berlangsungnya donor darah (FOTOS Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Aksi peduli sesama dengan mendonorkan darah dilakukan jajaran Bapenda Sulawesi Utara belum lama ini. Alhasil, aksi kemanusian yang dilaksanakan di lobi instansi pengelola dana bagi pendapatan daerah tersebut, 13 kantong darah boleh dibawa pulang PMI untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Kepala Bidang Retribusi dan PLL, Lukman Lapadengan yang turut menyumbangkan darahnya bahwa aksi donor darah ini sebagai bentuk tindakan kemanusiaan terhadap warga Sulawesi Utara yang membutuhkan.

“Semoga kantong darah yang dihasilkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat terkhusus masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Lapadengan kepada Suluttoday.com.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda, Conny Kuhon menjelaskan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kesadaran di jajaran ASN dan THL, agar mau mendonorkan darahnya.

“Donor darah merupakan aksi kemanusiaan, karena setiap satu tetes darah yang didonorkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tandas Kuhon.(Cat)

Tak Gentar Ditetapkan Tersangka, Firasat Lapor Artha Graha ke Istana

Firasat Mokodompit bersama Wapres Jusuf Kalla (FOTO Ist)

MANADO, Sulutoday.com – Penetapan tersangka oleh Polda Sulut terhadap Firasat Mokodompit, SE atas laporan pencemaran nama baik, mendapatan perlawanan balik dari tokoh masyarskat Bolaang Mongondow (Bolmong) yang juga pemerhati sosial ekonomi ini.

Menurut Firasat, Jumat (23/3/2018) dirinya bersama Lawyer Irwan Lalegit, SH (Peradi Jakarta) telah menemui Wapres JK di Istana untuk menyampaikan laporan mengenai penyimpangan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Artha Graha, di wilayah Kabupaten Bolmong.

“Kami telah melaporkan kejadian itu ke Wapres dengan membawa laporan tertulis berupa bukti dan fakta lapangan mengenai penyimpangan sistemik KUR Artha Graha, karena diduga telah terjadi pidana penggelapan serta penipuan terhadap masyarakat Bolmong selang 2017-2018,” ujar Firasat.

Sebelumnya persoalan ini pernah diungkap di media sosial olehnya, sehingga pihak bapak angkat sebagai penyalur KUR Artha Graha melaporkan dirinya atas tuduhan pencemaran nama baik, ke Polda Sulut. Dalam laporannya kepada Wapres di istana, Firasat menjelaskan kronologi penyimpangan penyaluran KUR Artha Graha oleh oknum bapak angkat, Hanny Pontoh sebagai penyalur.

“Laporan secara lisan ke Wapres sudah disampaikan mengenai telah terjadi penyaluran kredit KUR yang tidak sesuai dengan akad,” kata Firasat.

Pada laporannya dijelaskan bahwa setiap nasabah yang mengajukan kredit 25 juta setelah dianggap layak dan telah menandatangani Akad Kredit antara Bank Artha Graha (BAG) dan calon nasabah, oleh bapak angkat dan agen kemudian mencairkan dana itu tapi sudah tidak sesuai dengan jumlah kredit yang tertera dalam akad.

“Kejanggalan ini disamping tanpa kwitansi, dana yang diserahkan pun hanya senilai 2 sampai 5 Juta, bahkan ada yg tidak terima sama sekali (Fiktif). Seperti yang dialami nasabah Hamid Mokoginta, warga desa Mondatong Kecamatan Poigar Kabupaten Bolmong, yang dananya diserahkan oleh Sangadi (Kepala Desa), dimana yang bersangkutan merasa tidak pernah menguasakan untuk mencairkan dana tersebut. Nilainya pun hanya 2 Juta, sedangkan pada rekening koran BAG tertera nilai pinjaman sebesar 25 Juta Rupiah,” tuturnya.

Dia mengaku tak gentar ditetapkan sebagai tersangka demi rakyat Bolmong, yang menurutnya patut dibela. Sebab mereka sudah dibodohi dengan jeratan hutang yang mereka sendiri tidak menikmati.

“Sebagai tersangka, saya akan proaktif dan tak akan lari kemana-mana, dan akan menghargai proses hukum di Polda maupun Kejaksaan, serta Pengadilan yg sedang berjalan. Saya siap lahir bathin dipenjarakan, tapi jika Hakim putuskan bebas karena tidak bersalah, maka pada saat itu pula saya minta Bank Artha Graha Manado ditutup dan akan melaporkan balik Hanny Pontoh di Polda Sulut,” sambungnya.

Pria aktivis PMI ini menambahkan, bahwa ini adalah pintu masuk membongkar kebobrokan penyaluran KUR Bank Artha Graha oleh pihak bapak Angkat yang telah merugikan rakyat secara sistemik. Kejadian ini telah dilaporkan kepada Bupati Bolmong Yasty Soepredjo Mokoagow, dan beliau sangat prihatin dengan kejadian ini. Wapres menurutnya, sempat menanyakan apakah ada komplain dari masyarakat penerima dana KUR ke pihak BAG, atau melaporkan yang dialami mereka ke pihak Kepolisian.

Menanggapi pertanyaan itu, kepada Wapres dia menjelaskan bahwa sudah beberapa kali LSM LAKI Sulut bersama 60 orang nasabah yang dirugikan melakukan demo ke Bank Artha Graha, OJK Sulut, serta Polda Sulut. Sehingga pihak BAG datang ke Kecamatan Poigar pada tanggal 24 Nopember 2017 (saya Hadir), dimana 60 orang nasabah yang hanya terima 5 Juta pada Juni-Juli 2017 disanggupi ditambah 9,8 Juta, jadi total yang diberikan cuma 14,8 Juta, dari yang harus dikembalikan 25 Juta ditambah bunga. (*/Redaksi)

Relawan PMI kota Manado Terus Bekerja Membantu Korban Bencana Kota Manado

Saat hujan deras tim Relawan PMI Manado turun ke lokasi banjir (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dua hari pasca Bencana Banjir dan Tanah longsor di Kota Manado, Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Manado terus Bekerja membantu masyarakat korban bencana. PMI kota Manado di bawah ketua Prof. DR. Juleya Paula Runtuwene, MS dan Sekertaris PMI kota Manado Hendah Nuryanto, SH terus Bekerja, pasca Bencana bunda paula sapaan akrab Ketua PMI Kota Manado langsung bergerak, bersama Tim PD Pasar Kota Manado membantu korban Bencana dengan memberikan bantuan Alkon, selain itu Kata Bunda Paula, relawan PMI kota Manado sudah bekerja pada saat bencana terjadi.

”Tim PMI membantu proses evakuasi, dan memberikan pelayanan Ambulance, selain itu Pasca Bencana relawan bersama Tim Gabungan Melakukan pencarian terhadap korban longsor dan hanyut di Das Sawangan,” ujar Bunda Paula.

2 hari pasca bencana Relawan PMI kota Manado melakukan kegiatan bersih bersih fasilitas umum seperti sekolah (SD 96 Di kelurahan Wanea ling IV dan SD 109 Di Pakowa) dan Membagikan Masker di perampatan Banjer kelurahan Banjer.

PMI Kota Manado sudah bekerja, dan akan terus bekerja, Sebagai Ketua PMI Kota Manado saya turut prihatin dengan bencana ini, secara pribadi dan keluarga turut merasakan kesedihan masyarakat kota Manado yang tertimpa Bencana, ke depan mari bersama-sama pemerintah kita tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan kita terhadap ancaman bencana.

”Himbawan saya mari hindari daerah rawan bencana, jangan membuang sampah sembarangan, dukung program pemerintah kota Manado, peran serta masyarakat sangat di butuhkan agar kita terhindar dari ancaman bencana,” tuturnya.

Relawan PMI Manado saat membantu masyarakat (Foto Suluttoday.com)

Terakhir terima kasih Relawan PMI kota Manado, KSR PMI Unit dan KSR Perguruan Tinggi. anak -anak Muda yang tanpa pamri membantu masyarakat, masa muda di isi dengan nilai-nilai kemanusiaan. Hendah Murtanti,SH sebagai sekertaris PMI kota Manado, terus berkoordinasi dengan Semua Pihak, baik Pemerintah Kelurahan, kecamatan dan pemerintah kota Manado, PMI Kota Manado sebagai Organisasi Kemanusiaan Sesuai dgn Mandat PMI memberikan Bantuan pada saat Bencana.

”Kami akan terus memberikan pelayanan yg prima sesuai dengan tujuan PMI,” ucapnya.

Kegiatan yang sudah di lakukan PMI kota Manado. 1. Proses evakuasi pada saat Bencana(Kelurahan Banjer dan kelurahan Tanjung batu) 2. Pemberian bantuan Pertolongan Pertama bagi masyarakat yang luka (tanjung Batu dan kelurahan Wanra). 3. Pembersihan Lumpur SD N 96 Manado dan SD 109 Manado (18-19 Desember) 4. Distribusi Masker di kelurahan Banjer dan dendengan dalam 18-19 Desember. 5. Bersama tim Gabungan membantu proses pencarian korban hanyut di Sungai Sawangan. (*/Fahry)

iklan1