Tag: PMI

Kepala BP2MI: Perkuat Satgas, Kerja Sama dan Pola Operasi Melawan Sindikasi

Benny Rhamdani, Kepala BP2MI (Foto Istimewa)

JAKARTA, Suluttoday.com – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Selasa (19/5/2020) memimpin rapat melalui video conference (Vidcon) dengan 23 Unit Pelayanan Teknis (UPT) BP2MI seluruh Indonesia. Rapat media daring yang dilaksanakan pukul 18.80 waktu Jakarta itu berjalan lancar, Benny menegaskan kepada jajarannya agar terus intens melakukan edukasi pada masyarakat dan rencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) serta kerja sama.

‘’Kemudian kita juga melakukan edukasi kepada masyarakat. Semangat ini harus terus digenjot. Lalu kita membentuk Satgas, itu pasti. Karena tanggung jawab sepenuhnya atas perang melawan sindikasi adalah Satgas. Kerja sama (Mou) dengan Kementerian (Lembaga) akan kita lakukan, ditentukan kemudian. Polri, TNI, Kumham, Imigrasi, BIN, Pemerintah Daerah dan masyarakat sipil untuk melawan sindikasi penjualan manusia terhadap manusia secara illegal,’’ kata Benny, yang juga mantan anggota DPRD Provinsi Sulwesi Utara  (Sulut) dua periode itu.

Politisi yang mengawali karirnya dari daerah Bolaang Mongondouw Raya (BMR) Provinsi Sulawesi Utara tidak segan-segan mengajak perang terhadap praktek penjajahan gaya baru yang dilakukan untuk memperbudak anak bangsa sendiri. Memerangi Sindikasi merupakan perjuangan mulia, tanpa mentolerir, meski sekalipun pelakunya ada di dalam pemerintahan sendiri.

‘’Sebagai yang mengeksploitasi rakyat, melakukan perbudakan modern, maka itulah lawan kita. Dukungan semua pihak, Bapak dan Ibu BP2MI di daerah agar sama-sama kita bekerja serius dan kompak. Saya tak main-main dalam urusan ini. Mereka para bandit, para penghianat Republik, para penghianat Merah Putih, sekali pun hari ini mereka menggunakan atribusi kekauasaan, akan kita lawan. Meski berada di rumah kita sendiri, tak ada toleransi, saya mengambil sanksi tegas,’’ ujar Benny, sambil menitikberatkan pada kerja bersama, Benny mengaku tak akan mampu berbuat banyak jika bekerja sendiri tanpa ditopang jajarannya.

BP2MI juga, tambah Benny akan menyurat kepada para Bupati/Wali Kota se-Indonesia untuk mewujudkan sinergitas dalam tugas dimaksud. Selain itu, Kepala Badan menyentil perusahaan brengsek yang sering kali bermain dalam urusan Sindikasi. Yang tidak taat terhadap aturan-aturan yang berlaku. Benny berharap semua pihak bisa menyongsong perubahan di BP2MI.

‘’Nah, saya juga akan menyurat ke suluruh Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia untuk bisa bersinergi kita perangi Sindikasi. Selanjutnya, saya minta para pekerja Migran Indonesia (PMI) kita lindungi, jangan sampai ada kekuatan yang mengeksploitasi mereka. Pekerja-Pekerja kita punya kompetensi, apalagi diperkuat dengan pelatihan-pelatihan. Yang menolak pembebasan pembiayaan penempatan ini pasti perusahaan-perusahaan brengsek, yang model operadandinya Bapak/Ibu pasti tau. Kita berantas monopoli pembodohan terstruktur yang dilakukan,’’ tutur Benny, politisi Partai Hanura ini tegas.

Dalam Vidcon yang berakhir pukul 23.00 WIB itu, jebolan Aktivis ’98 ini menyebut telah mengetahui praktek-praktek buruk yang harus diselamatkan. PMI menurutnya adalah anak-anak bangsa, Benny mengajak jajarannya jangan takut dengan para perusahaan brengsek yang melakukan tindakan standar ganda. Benny mengajak seluruh jajarannya di Indonesia untuk taat dan patuh terhadap Pasal 30 dalam Undang-Undang 18 Tahun 2017, tentang Perlindungan Pekerja Migrasi Indonesia, yang lebih spesifik berkaitan dengan tidak adanya pembebanan penempatan terhadap PMI.

(*/Bung Amas)

Benny Rhamdani: BP2MI Melayani dan Melindungi dengan Nurani

Berlangsungnya rapat virtual, dipimpin Benny Rhamdani (Foto Istimewa)

JAKARTA, Suluttoday.com – Usai melaksanakan proses serah terima jabatan, Benny Rhamdani, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar berbagai terobosan. Senin (27/4/2020), Benny melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) virtual Kepala BP2MI dengan Pejabat Pusat dan UPT BP2MI di Suluruh Indonesia, membahas dan mengevaluasi program kinerja 100 Hari Kepala BP2MI dalam Melayani dan Melindungi PMI dengan Nurani.

Ketika diwawancarai Suluttoday.com, Brani sapaan akrab Wakil Ketua Komite 1 DPD RI periode 2014-2019 ini mengatakan bahwa beberapa agenda dilaksanakan serentak pada Senin (27/4/2020). Pria asal Sulawesi Utara (Sulut) itu memang sedang mewujudkan visi besar perubahan yang diusungnya melalui slogan ‘’BP2MI Melayani dan Melindungi dengan Nurani’’ untuk hal itu, Brani bekerja dengan tertib dan terukur.

‘’Agenda Hari ini di Kantor, sejak jam 08.30 WIb s.d 14.30 Wib dihabiskan dengan Menerima beberapa tamu dan diskusi dengan Staf Khusus. Masih seputar Focus Penanganan Kepulangan PMI ditengah Pandemi Covid-19 dan Agenda 100 Hari,’’ kata Brani, Senin (27/4/2020).

Seperti dilansir melalui laman Facebook milik Brani, hampir sekitar 6 Jam, dari Jam 15.30 s.d 21.30 Wib, politisi vocal itu memimpin Rapat Koordinasi via Vcon dengan Para Kepala UPT BP2MI di 23 Propinsi se-Indonesia. Brani menyampaikan arahan terkait berbagai kebijakan yang sudah dan akan diambil.

‘’Melalui Rakor itu para UPT BP2MI memyampaikan laporan terkait tata kelola orgamisasi BP2MI di daerah, kerja-kerja penanganan pemulangan PMI, koordinasi di daerah dengan stakeholder, strategi perang melawan Sindikasi dan rencana-rencana agenda aksi,’’ ujar Brani.

Benny Rhamdani saat memimpin rapat (Foto Istimewa)

Komitmen jebolan aktivis ’98 ini untuk kerja tanpa kompromi terhadap hal-hal yang destruktif menjadi pola kerjanya yang penuh disiplin, namun selalu memposisikan para jajarannya sebagai mitra strategis dan kawan dalam menyukseskan segala program yang dirancangnya. Melalui kesempatan Rakor, Brani mendengarkan penyampaian laporan dari para Kepala UPT BP2MI seluruh Indonesia. Termasuk yang membuatnya terlibat pembicaraan hangat adalah saat berbincang dengan Kepala UPT BP2MI dari Sulawesi Utara.

‘’Ketika sesi mendapatkan Laporan dari Kepala UPT BP2MI, Pak Marentek via Vcom. Langsung deh saya Ingat Manado, Sulawesi Utara dan BMR. Muncul rasa rindu pengen segera ke Kampung Halaman. Salut dan Hormat saya untuk para Kepala UPT BP2MI di Seluruh Indonesia. Hormat saya untuk para Avant Garde Pelayanan dan Perlindungan bagi PMI dan Keluarga,’’ kata Brani.

Akrab, Benny Rhamdani saat turun lapangan (Foto Istimewa)

Tidak hanya itu, Brani yang juga Ketua DPP Partai Hanura ini menyampaikan rasa syukurnya karena terlibat pembicaraan akrab dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menurut Brani menerjemahkan program besar melayani dan melindungi dengan Nurani perlu dijalankan secara kolosal, tidak boleh sendiri-sendiri di tubuh BP2MI.

‘’Saya juga bersyukur, karena sebelum memimpin Rakor, saya berkesempatan bertemu dan berbincang-bincang dengan para Purna PMI yang berhasil dan sukses melakukan pengembangan usaha dengan berbagai produk unggulannya. Mari kita bumikan dan jadikan BP2MI sebagai tempat melayani dan melindungi dengan Nurani,’’ ucap Brani menutup.

(*/Bung Amas)

Sebelum Pimpin Rapat, Kepala BP2MI Lakukan Hal Mengejutkan

Benny melakukan pengecekan ruang kerja jajarannya (Foto Istimewa)

JAKARTA, Suluttoday.com – Setelah dilantik menjadi Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani langsung tancap gas. Terlebih sesudah melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab), Brani sapaan akrab politisi Partai Hanura itu memastikan adanya suasana kerja yang kondusif. Seperti yang disampaikannya, Minggu (19/4/2020).

”Saya harus pastikan seluruh Pejabat Eselon, Staf, Satpam, Sopir sampai office boy bekerja dengan nyaman. Karena kenyamanan kerja menentukan maksimalnya kerja,” ujar Benny.

Mantan Wakil Ketua Komite 1 DPD RI itu terpantau setelah Sertijab, Kamis (16/4/2020), dirinya harus memimpin rapat yang dihadiri Sestama dan Para Deputi di Lingkungan BP2MI. Rapat di agendakan pukul 14.00 Wib, Jumat (17/4/2020). Tanpa diketahui Sekretatis Utama, para pejabat dan Staf di Lingkungan BP2MI, pukul 09.00 Wib, Brani sudah tiba lebih awal di kantor. Dan langsung meninjau ruang-ruang kerja, sarana dan prasarana di lingkungan BP2MI.

Kepala BP2MI ketika memberi arahan (Foto Istimewa)

”Seluruh ruangan dari lantai 1 hingga lantai 7 saya habiskan waktu kurang lebij selama 2,5 jam. Tidak hanya ruangan kerja para Pejabat Eselon dan para Staf. Tapi seluruh kamar kecil (toilet), pantri pun saya periksa dengan seksama. Tindakan yang saya lakukan sesungguhnya untuk memastikan bahwa ruang kerja mereka semua bisa dirasakan nyaman. Dimana fasilatas kerja benar-bennar tersedia, pantri benar-benar bersih dan demikian juga kondisi toilet yang bersih dengan ketersediaan air yang lancar dan tidak berbau. Saya wajib memastikan semua itu,” kata Benny.

Pria vokal asal Sulawesi Utara (Sulut) itu berkeyakinan bahwa tidak mungkin tim kerjanya bisa bekerja maksimal tanpa dukungan fasilitas, sarana dan prasarana yang menunjang. Dengan kondisi yang baik. Benny mendapati ada AC yang tidak berfungsi dan kerusakannya menyebabkan salah satu dinding ruang kerja tampak kotor, ia pun beraksi. Benny lantas memerintahkan jajarannya bergerak cepat memperbaiki kerusakan tersebut.

Bersama jajarannya, Benny terlibat diskusi santai (Foto Istimewa)

”Saya langsung perintahkan untuk diperbaiki tidak boleh lebih dari 1×24 jam. Ada juga pantri yang kotor dan penuh puntung rokok, langsung saya panggil supervisor OB, dan meminta untuk jangan sampai hal-hal seperti itu terulang lagi. Saya sempatkan ketemu dan berbicara dengan para sopir dan menanyakan gaji serta kesejahteraan mereka. Selanjutnya saya menengok langsung kondisi pos Security baik di gerbang belakang maupun di depan, dekat pintung gerbang kantor BP2MI,” tutur Benny yang juga pernah beberapa periode menjadi anggota DPRD Provinsi Sulut ini.

Eksponen aktivis 98 itu juga menemukan pemandangan dimana warna vat seluruh dinding tampak sudah kusam. Dan 1 pintu pos penjagaan sudah dalam keadaan rusak. Langsung bergegaslah Ketua BP2MI ini meminta Karo Umum agar dalam waktu 1×7 Hari untuk disegera dirapihkan dan diperbaiki agar lebih menunjukkan wibawa sebagai lembaga pelayanan dan pelindungan PMI.

Benny Rhamdani akrab bersama stafnya (Foto Istimewa)

”Kenyamanan kerja adalah utama. Saya tidak ingin kerja-kerja para aparatur di lingkungan BP2MI terkendala hanya karena ketidaknyamanan sarana dan prasarana pendukung kerja. Saya pastikan itu tidak boleh terjadi. Saya ingin semua tertib dan nyaman. Bagi saya, dholim lah seorang pemimpin yang mendapatkan ruang kerja denagn segala Fasilitasnya yang istimewa, tapi pada saat yang sama membiarkan para aparatur di lingkungan BP2MI memiliki keterbatasan sarana prasarana yang bisa menunjang dan meningkatkan kualitas kerja. Dan membiarkan para sopir, Satpam dan Office Boy tidak sejahtera,” tutur Benny tegas.

(*/Bung Amas)

Saat Sertijab, Benny Rhamdani Nyatakan Perang Terhadap Sindikasi Pengiriman PMI Ilegal

Presiden Joko Widodo dan Benny Rhamdani saat berjabat tangan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab), Kamis (16/4/2020), Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani secara tegas dalam pidatonya mengatakan perang terhadap praktek gelap sindikasi pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI). Benny menilai sikap tegak lurus dan tak diskriminasi dalam menerapkan aturan harus dilakukan untuk perbaikan kinerja di BP2MI.

”Insya Allah saya ingin mengukuhkan sikap, tidak mentolerir dan menyatakan perang terhadap sindikasi pengiriman Pekerja Migran Indonesia ilegal dan non prosedural. Mereka adalah musuh negara dan kita wajib melindungi hak dan martabat PMI, karena sejatinya kita adalah pelayan mereka,” kata Benny, mantan Ketua GP Ansor Sulawesi Utara (Sulut) dua periode ini.

Benny yang mengganti Tatang Budie Razak selaku Plt Kepala BP2MI itu, berkomitmen memperbaiki tata kelola penempatan PMI. Hal tersebut dikatakan sebagai langkah ampuh untuk mengikis Pekerja Migran ilegal secara signifikan. Sehingga selain melindungi PMI, negara juga akan diuntungkan dari peningkatan devisa yang dihasilkan.

”Kita akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, Kementerian Tenaga Kerja, Ditjen Imigrasi Kementerian hukum dan HAM, perwakilan RI di negara-negara penempatan untuk mengatasi persoalan tersebut,” tutur Benny di Jakarta.

Disampaikan Benny bahwa sebagai Badan baru mengganti BNP2TKI, posisi BP2MI sangat strategis sebagai pelaksana kebijakan pelindungan PMI dan keluarganya. Terutama di tengah pandemi Covid-19, BP2MI menurut Benny mesti membuktikan kepeloporannya dengan kebijakan yang tepat dan tindakan yang cepat, mengantisipasi kepulangan PMI, maupun yang masih bertahan di negara-negara tujuan penempatan.

”Saya ambil conroh, seperti di Malaysia. Perkiraan saya ribuan PMI kita yang undocumented dan bekerja harian, dan tidak tertangani, bahkan kelaparan dan butuh bantuan segera, kita akan segera upayakan untuk mengatasi masalah tersebut, sesegera mungkin dengan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga serta kedutaan kita di Malaysia,” kata Benny, mantan aktivis 98 ini tegas.

Selain itu, protokol penanganan kepulangan PMI yang komprehensif, multisektor dan sinergi lintas Kementerian/Lembaga, tambah Benny sangat diperlukan. Tidak hanya itu, Benny menegaskan pentingnya sinergi kelembagaan, menjalin kerjasama, dan koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Luar Negeri serta pemerintah daerah di semua jenjang hingga ke pemerintah Desa.

Pidato Benny Rhamdani ketika Sertijab (Foto Istimewa)

”Saya mengoptimalkan sinergitas. Akan segera dilakukan pencegahan, menanggulangan dan mengantisipasi dampak Covid-19, bagi PMI dan keluarganya. Kemudian, sejak kemarin saya dilantik dan serah terima hari ini saya akan tancap gas bekerja tanpa berlama-lama dan tidak mengenal fase jeda. Mari lari bersama dalam bekerja, karena jika memilih jalan kaki dalam bekerja pasti akan tertinggal kereta. Karena itu saya memilih cara berlari dalam bekerja,” ujar Benny.

Sekedar diketahui, Benny dilantik berdasarkan Keputusan Presiden No 72/TPA tahun 2020 tentang pengangkatan pejabat pimpinan tinggi utama di lingkungan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) tertanggal 13 April 2020. Benny merupakan pimpinan pertama BP2MI setelah adanya perubahan kelembagaan dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), sejak dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 pada akhir 2019.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, proses serah terima jabatan tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, dengan menjaga jarak sekitar 1 meter dan tanpa adanya jabatan tangan untuk pemberian ucapan selamat. Seluruh undangan yang hadir juga diharuskan menggunakan masker.

(*/Bung Amas)

Kemendes ‘Kuliti’ Pengelolaan Transmigrasi di Sulut

Tim memeriksa dan mengklarifikasi temuan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Irjen Kementrian Desa (Kemendes) PDTT Republik Indonesia turun langsung memeriksa pengelolaan wilayah transmigrasi di Sulawesi Utara. Tim dipimpin langsung oleh Ewandari selaku Inspektur wilayah 3 Irjen Kemendes PDTT Republik Indonesia memeriksa sejumlah temuan sejak tahun 2003.

Di wilayah transmigrasi yang ada di Sulawesi Utara seperti di Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Utara dan hingga saat ini belum ditindak lanjuti oleh keempat Kabupaten penyedia transmigrasi.

Didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny Tumundo, Ewandari bersama tim Selasa (27/08/2019) di aula Disnakertrans mengkuliti instansi pemerintah kabupaten yang wilayahnya terdapat kawasan transmigrasi. Beragam pertanyaan berdasarkan hasil temuan pun dicecar tim kepada perwakilan instansi pemerintah keempat kabupaten di Sulawesi Utara.(cat)

iklan1