Tag: pmkri manado

Safrin Titdoy Dilantik Sebagai Ketua GMNI Cabang Manado Periode 2016-2018

Safrin Titdoy saat memberikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Safrin Titdoy saat memberikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Proses regenerasi kepemimpinan yang terus berjalan dengan baik ditubuh organisasi kemahasiswaan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Manado mengharuskan tiap pengurus dapat meningkatkan kemampuan, disiplin dan dedikasi membangun organisasi GMNI yang dicintai.

Sabtu (3/12/2016) bertempat di Minahasa Law Center pengurus DPC GMNI Manado periode 2016-2018 resmi dilantik Presidim Pusat GMNI. Kegiatan pelantikan dirangkaikan dengan Seminar dengan tema: ”Aktualisasi Pancasila Dalam Perspektif Budaya”, yang menghadirkan Andre Mongdong (Mantan Ketua GMNI Sulut), Olfi Lomboan (Wakil Ketua Persatuan Alumni GMNI Sulut), dan Bung Pius Bria (Sekjen Presidium GMNI Pusat) masing-masing selaku narasumber.

Usai dilantik Safrin Titdoy, selaku Ketua GMNI Manado dalam sambutannya menyampaikan bahwa GMNI sebagai organisasi kader yang berjuang mengangkat martabat kaum Marhaenis Indonesia akan terus konsisten melawan belengguh penjajahan yang kini telah berubah wajah melalui kapitalisme dan neoliberalisme. Bahkan melawan kelompok radikal yang mengerogoti pancasila dan nasiolisme.

”GMNI sudah jelas dalam sejarah perjuangannya kita akan menjaga pancasila dan nasionalisme, kita berjuang untuk menjaga kaum Marhaenis agar tidak dijajah atau dirampok haknya oleh kepentingan modal. GMNI berkomitmen merawat keberagaman, mengokohkan nasionalisme dan mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila dengan benar, kita selalu terdepan dalam menyuarakan kepentingan bangsa, GMNI menjaga agara Indonesia tetap kokoh, utuh dan tak diganggu kelompok-kelompok radikal yang memiliki kepentingan menghancurkan NKRI,” ujar Aldo sapaan akrab Titdoy tegas, Sabtu (3/12/2016) kemarin.

Pengurus DPC GMNI Manado yang dilantik (Foto Suluttoday.com)

Pengurus DPC GMNI Manado yang dilantik (Foto Suluttoday.com)

Sekedar diketahui, pelantikan DPC GMNI Manado dilakukan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Presidium Pusat GMNI, Pius Bria, didampingi Wakil Ketua Korda GMNI Sulut-Go Bidang Kaderisasi, Farland Lengkong, S.IP, M.AP. Mewakili Ketua Korda, Clance Teddy, S.IP, M.Si, Farlan mengingatkan pentingnya kaderisasi dimaksimalkan pengurus GMNI cabang Manado, dan upaya mekahirkan kader yang tidak mengabaikan urusan akademis.

”Banyak selamat Bung Aldo Titdoy dan jajaran pengurus GMNI cabang Manado periode 2016-2018 yang baru saja dilantik. Semoga semangat untuk membesarkan GMNI di Kota Manado makin kuat, serta amanah yang diemban dijalankan dengan baik. Saya mewakili Ketua Korda GMNI Sulut-Go menyampaikan pentingnya kita memperhatikan kaderisasi, meningkatkan kualitas dan kuantitas, serta kita harus menjadi contoh yang baik untuk proses penyelesaian studi, secara akademik kader GMNI harus tak boleh kalah,” tutur Farlan.

Jajaran Pengurus GMNI Manado Periode 2016-2018 dengan susunan pengurus sebagai berikut:
– Ketua: Safrin Titdoy,
– Wakil Ketua Bidang Organisasi: Peter Ch. Mamangkey
– Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Dan Ideologi: Salmon Bihuku,
– Wakil Ketua Bidang Politik: Romario Tombokan,
– Wakil Ketua Bidang Advokasi Hukum Dan HAM: Waraney Damongilala,
– Wakil Ketua Bidang Penelitian Dan Pengembangan: Brian G. Pelupessy,
– Wakil Ketua Bidang Pengorganisasian Lintas Sektoral: Ramar Tagaroa G. Rahasia,
– Wakil Ketua Bidang Komunikasi Dan Informasi: Almer Paususeke,
– Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Gerakan Sarinah: Florida Tilar.

Sekjen Presidium GMNI ketika memakaikan atribut peci kepada Safrin Titdoy (Foto Suluttoday.com)

Sekjen Presidium GMNI ketika memakaikan atribut peci kepada Safrin Titdoy (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, para undangan yang hadir dalam pelantikan ini antara lain dari Polresta Manado, pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Manado, pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Manado, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Sulawesi Utara. (*/Amas)

Cipayung Plus di Manado Suarakan NKRI Harga Mati

Cipayung plus saat menyampaikan orasi (Foto Ist)

Cipayung plus saat menyampaikan orasi (Foto Ist)

MANADO – Beragam permasalahan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia, sehingga mengundang berbagai elemen organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok cipayung plus di Manado, mengambil langkah dan sikap dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Adapun elemen organisasi mahasiswa Cipayung plus di Manado, yang ikut malam refleksi dan Doa bersama untuk NKRI. Yakni, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia).

Aksi damai yang berlangsung aman ini, dilakukan malam ini(red kemarin malam) di Monumen Pahlawan Nasional Wolter Monginsidi dan Pierre Tendean Boulevard Manado. Aksi tersebut dimulai dengan pemasangan lilin, orasi refleksi dari setiap perwakilan organ, doa lintas agama untuk NKRI, pembagian bunga untuk masyarakat kota Manado, penandatanganan petisi serta pembacaan pernyataan sikap kelompok cipayung plus Manado oleh Ketua GMKI Cabang Manado Hizkia R Sembel didampingi ketua GMNI, PMKRI, PMII dan KMHDI.

Ketua GMNI Manado, Aldo Titdoy dalam orasinya mengungkapkan, menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika merupakan hal yang wajib bagi seluruh rakyat Indonesia. Demi terciptanya masyarakat yang saling mencintai kemajemuk untuk menjaga toleransi dalam nilai-nilai kemanusiaan.

Persoalan tentang bangsa saat ini yang sudah mengiring isu sara sebagai asumsi publik, maka harus segera diselesaikan oleh Pemerintahan Jokowi-JK.

“Hal tersebut merupakan bukti, bahwa perbedaan yang menyatuhkan kita semua dalam NKRI,” ucap Aldo.

Senada Ketua PMKRI Manado Andreas Sasuang mengatakan bahwa, bangsa Indonesia adalah bangsa yang damai, bangsa yang satu, bangsa yg utuh dan bangsa yang mempunyai sikap toleransi yang tinggi. Tapi apa nyatanya saat ini? Tanya Andreas.

Lanjut dia, NKRI seakan telah dirusak oleh oknum yg tidak ingin ada kedamaian di bumi pertiwi ini. “Banyak elit elit politik yang membawa isu sara untuk bisa memecah belahkan NKRI,” ucapnya, sembari menambahkan kita sebagai anak bangsa, tetap teguh dalam menghadapi persoalan yg ada.

Bagi Pemerintahan Jokowi-JK harus lebih jelih dalam mengambil keputusan dan lebih jelih melihat persoalan yg ada serta untuk masyarakat Indonesia. Agat tetap saling menjaga toleransi antar umat beragama dan selalu tetap saling menjaga keutuhan NKRI,” urainya.

Sasuang menambahkan bahwa segenap elemen bangsa harus menjaga keutuhan NKRI. Karena ini merupakan bentuk dari implementasi ideologi dari bangsa kita yaitu Pancasila.

“Marilah terus menjaga toleransi dan saling menghargai, karena kadang berselisih paham bukan karna kita berbeda, tetapi karena kita tidak saling mengenal,” terangnya.

Tampak masing-masing perwakilan. Diantaranya, perwakilan KMHDI Made Sudana, PMII Budiarto Usman. Ketua GMKI Manado Hizkia R Sembel membeberkan, kegiatan ini bukan hanya sebagai kegiatan ceremonial saja. Tetapi Cipayung Plus Manado akan terus menjaga dan mengawal keutuhan NKRI di Sulawesi Utara pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Kader-kader harus terus didorong untuk memahami nilai kebangsaan dan Nasionalis seutuhnya. Diharapkan rasa nasionalisme ini, dimulai dari diri sendiri. Kedepan, kegiatan positif seperti ini akan terus dilakukan oleh kelompok Cipayung plus,” papar Sembel. (*/Red)

Jokowi Kunjungi Sulut, PMKRI Gelar Demo

Demo yang dilakukan PMKRI Sulawesi Utara (Foto Suluttoday.com)

Demo yang dilakukan PMKRI Sulawesi Utara (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kunjungi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Presiden Ir Joko Widodo, Kamis (28/5/2015) siang tadi disambut beragam masyarakat Sulut. Puluhan kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ((PMKRI) Sulawesi Utara yang tergabung dari DPC PMKRI Kota Manado dan DPC PMKRI Tondano melakukan aksi demo menuntut Jokowi menyelamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam aksi yang digelar di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado ini, Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Tondano, Lucky Rumlus mendesak Jokowi untuk menyelamatkan KPK dari upaya kriminalisasi dan pelemahan lembaga itu.

”Arogansi dan ketamakan yang ditunjukkan oleh orang–orang yang memetingkan diri sendiri mau menghancurkan institusi hukum kita yang Independen ini yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi. Jokowi harus tegas menyelamatkan KPK,” papar Rumlus bersama sejumlah pengurus PMKRI lainnya seperti Presidium Pendidikan dan Kaderisasi, Karel Welerubun, dan Presidium Pengembangan Organisasi, Bryan Bethan.

Lanjut dia, begitu banyak tugas yang sedang dijalankan untuk memerangi korupsi akan tetapi langkah KPK dipersulit ruang geraknya dengan cara dikriminalisasi oleh oknum-oknum tertentu secara terstruktur. Dalam aksi ini, puluhan mahasiswa juga menuntut penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

”Saat ini kita dibutakan dengan ketidakjelasan harga BBM yang naik turun tidak konsisten. Pemerintah hanya terpaku pada harga minyak global. Padalah kita tahu sendiri bahwa negara kita ini merupakan salah satu penghasil minyak yang cukup besar. Namun, mirisnya harga BBM yang dipasarkan di Indonesia sangat tidak berpihak kepada kaum arus bawah. Justru subsidi yang harusnya diperuntukkan bagi masyarakat marginal malah dinikmati oleh segelintir orang yang hidupnya berkelimpahan,” tegas Benny Supit, Presidium Pendidikan dan Kaderisasi DPC PMKRI Cabang Manado. Aksi yang berlangsung lebih kurang satu jam itu, berakhir dengan tertib beberapa jam sebelum Jokowi meresmikan Jembatan Soekarno.(***/Ady)

iklan1