Tag: polisi

Residivis Curanmor Dilumpuhkan, Ironis Baru Dua Bulan Bebas Penjara

Ilustrasi, pelaku pencuri Curanmor saat diamankan polisi (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Luar biasa, pelaku pencurian sepeda motor berinisial MK alias Mario (24), warga Kelurahan Pandu, Lingkungan I, Kecamatan Bunaken, akhirnya berhasil ditangkap Tim Paniki Rimbas III Polresta Manado. Pelaku ditangkap saat berada di tempat persembunyiannya yang berada di Desa Lantung, Lecamatan Wori, Jumat (6/10) siang, sekira pukul 13.00 Wita.

Pelaku terpaksa ditembak Polisi, karena mencoba melarikan diri saat pengembangan kasus. Informasi yang dirangkum, kejadian berawal saat Tim Paniki Rimbas III dibawah pimpinan Aiptu Karimudin, mendapat laporan di Mapolresta Manado, bahwa telah terjadi kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) merek Kawasaki Ninja R warna Orange di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken. Selanjutnya Tim langsung bergerak ke lokasi kejadian dan mengumpulkan data dari saksi-saksi yang ada. Setelah mendapatkan data, identitas pelaku terungkap dan ternyata pelaku residivis kasus yang sama dan baru keluar penjara dua bulan lalu.

“Dari situ kami langsung melakukan pencarian terhadap pelaku, namun karena pelaku yang sering berpindah tempat, sehingga tim kami sulit untuk menangkapnya,” ujar Karimudin.

Setelah selama hampir dua Minggu mencari keberadaan pelaku, Tim berhasil mencium tempat persembunyian pelaku, yakni di Desa Lantung, Kecamatan Wori. “Berkat kerja keras tim, pelaku akhirnya dapat dibekuk bersama kendaraan Kawazaki R yang dicurinya,” jelas Karimudin.

Selanjutnya, pelaku digiring ke Mapolresta Manado. Dan dari pengakuan pengangguran itu, ada satu unit sepeda motor Honda Beat warna Merah Putih yang dicurinya dan digadaikan di Molibagu, Kabupaten Bolsel. Setelah itu, dari Kota Manado, Tim membawa pelaku untuk menjemput barang buktu berupa satu unit sepeda motor Honda Beat.

Sampai ditempat yang dimaksud, Polisi berhasil menemukan barang bukti yang dikatakan oleh pelaku, selanjutnya Tim bersama pelaku kembali ke Manado. Mirisnya, saat dalam perjalanan menuju Kota Manado, pelaku mencoba melarikan diri, sehingga anggota Tim Paniki Rimbas III terpaksa melepaskan satu tembakan tima panas telak dibagian kaki kiri.

Selanjutnya pelaku mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Bhayangkara Karombasan, setelah itu bersama barang bukti berupa digiring ke Mapolresta Manado untuk proses lebih lanjut. Kasubag Humas AKP Roly Sahelangi membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Pelaku sudah dijebloskan ke dalam sel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Sahelangi tegas. (*/TimST)

Jangan Ada Pembiaran, Saatnya Calo SIM Diproteksi Pergerakannya

Stop berikan kesempatan kepada calo SIM (Foto Ist)

JAKARTA – Personel Satlantas Polrestabes Medan mengamankan lima orang yang diduga calo surat izin mengemudi (SIM) yang selama ini meresahkan masyarakat mengurus administrasi dan berkas. Penertiban dilakukan untuk merespon keluhan masyarakat mengenai banyaknya praktik percaloan.

Kanit Regiden Satlantas Polrestabes Medan AKP Ali Umar mengatakan, para calo tersebut ditangkap di samping Mako Satlantas dan di tempat pengurusan surat kesehatan di depan Mako Polrestabes Medan. “Di dua tempat terpisah itu, petugas akhirnya berhasil mengamankan lima laki-laki yang diduga sering melakukan penipuan kepada peserta uji kompetensi SIM,” ujar AKP Ali, seperti dilansir Antara, Minggu (2/4/2017).

Ia menyebutkan, dari depan Mako Polrestabes Medan, ada 2 calo yang diamankan, yakni berinisial RS (34) dan FS (36) warga Jalan Asrama Kowilhan Medan. Sedangkan, di belakang Unit Laka Satlantas Polrestabes Medan, petugas mengamankan 3 calo, yaitu berinisial AR alias Acun (32) warga Jalan Adinegoro Medan, WY alias Ajan (29) warga Jalan HM. Said Medan, dan RZ alias Iwan Mangkok (30) warga Jalan HM. Said Medan.

“Petugas melakukan penyisiran dan merazia calo tersebut, setelah mendapatkan keluhan dari masyarakat,” ucapnya.

Ali menambahkan, dalam penyisiran itu, petugas memeriksa seluruh barang bawaan para calo. Dari kelima calo yang diamankan, dan didapati beberapa berkas pengurusan SIM, serta dokumen milik para korban.

Setelah diinterogasi, para calo tidak dapat memberikan identitas dan mereka juga membantah melakukan penipuan terhadap masyarakat. “Kepada kelima calo tersebut, diingatkan agar tidak melakukan penipuan lagi, dan khususnya peserta uji kompetensi SIM. Dan mereka menyanggupinya, lalu dipulangkan,” katanya. (*/Jimmy)

TKI Ilegal Buat ‘Onar’, Kali Ini Mereka Akan Diberangkatkan ke Taiwan

Para TKI saat berangkat ke Luar Negeri (Foto Ist)

Ilustrasi, Para TKI saat berangkat ke Luar Negeri (Foto Ist)

JAKARTA – Insiden TKI ilegal kembali terjadi di Indonesia, kali ini di Kampung Babakan RT 2/RW 2, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, digerebek polisi. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan tiga orang calon TKI bakal diberangkatkan ke Taiwan sebagai ABK.

“Kami menangkap satu orang tersangka berinisial RBN (26) dalam penggerebekan itu,” kata Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Umar Suryafana, Rabu (24/8/2016) saat dilansir Merdeka.com.

Umar menjelaskan, penggerebekan itu bermula ketika anak buahnya mendapatkan informasi di lokasi dijadikan tempat penampungan calon TKI, pada Senin (22/8). Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya ditemukan satu perempuan dan dua lelaki.

“Mereka hendak diberangkatkan ke Taiwan melalui agen di Taiwan oleh tersangka,” kata Umar.

Menurut Umar, setiap calon TKI yang sudah diberangkatkan akan dikenakan biaya sebesar Rp 12 juta, melalui sistem transfer dari Taiwan.

Hasil pemeriksaan sementara, kata dia, diduga pelaku mengeksploitasi warga Indonesia untuk dipekerjakan di Taiwan. Ironisnya, lanjut dia, pelaku mengancam akan menganiaya para korban jika tidak menurut.

Atas perbuatannya, kini tersangka mendekam di sel tahanan Polresta Bekasi Kota. Tersangka dijerat dengan undang-undang tindak pidana perdagangan orang dan atau undang-undang penempatan dan perlindungan tenaga kerja di luar negeri.

“Ancamannya hukuman pidana penjara 15 tahun,” kata dia.

Dalam kasus itu, kata dia, penyidik menyita 60 paspor palsu, dokumen TKI, laptop, printer, stempel perusahaan penyalur TKI berikut stempel tanda tangan, dan satu unit telepon seluler. (*/Ghopal)

Saat Pesta Anggota Polisi dan TNI Berkelahi

Oknum Polisi saat merampas megaphone milik pendemo

Oknum Polisi saat merampas megaphone milik pendemo, ilustrasi

JAKARTA – Tindakan kriminal memang dipicu atas berbagai sebab, Sabtu (20/8/2016) diduga mabuk minuman keras (miras) saat acara pesta pernikahan di Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dua aparat kepolisian dan tentara terlibat perkelahian.

Mereka adalah anggota Kepolisian Resor setempat Brigadir Polisi (Brigpol) Robinson Penna dan Sersan Dua (Serda) Jefry A Banokdari Komando Distrik Militer (Kodim) 1627.

Perkelahian itu pun mengakibatkan keduanya terluka.

Kejadian itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) NTT, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jules Abraham Abast, saat dihubungi Kompas.com via pesan multimedia, Sabtu (20/8/2016) malam. Namun Jules enggan menjelaskan secara detil kronologis kejadian tersebut.

“Saya dengar hanya salah paham dan sudah berdamai di Kodim. Keduanya sama-sama menyadari kesalahan dan sudah berdamai di Markas Kodim Rote Ndao. Coba dicek saja ke Komandan Kodim Rote Ndao,” kata Jules singkat.

Sementara itu Komandan Korem 161 Wira Sakti Kupang, Brigjen Heri Wiranto yang dihubungi secara terpisah melalui pesan singkat namun hingga berita ini tayang belum juga dibalasnya.

Hal yang sama juga saat Kompas.com menghubungi Kepala Penerangan Korem 161 Wira Sakti Kupang, Mayor ARM Ida Bagus Putu Diana, belum merespon pertanyaan Kompas.com.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian itu bermula ketika acara syukuran pesta pernikahan di rumah milik Mole Henuk di Lingkungan Lekioen, Kelurahan Mokdale. Kedua anggota tersebut dalam keadaan mabuk karena sama-sama mengonsumsi miras.

Saat sedang joget, Brigpol Robinson Penna dan Serda Jefry Banok salah paham sehingga sang polisi itu pun sempat dipukul, namun tidak berlangsung lama karena berhasil dilerai oleh warga yang berada di pesta.

Setelah kejadian itu, Brigpol Robinson langsung pulang ke rumahnya dan diantar oleh temannya yang bernama Frans. Sedangkan Serda Jefry masih berada di tempat pesta, karena memang rumahnya berdekatan dengan tempat pesta.

Tak berselang lama, Serda Jefry pun pamit pulang ke rumah. Namun saat berada di gang menuju rumahnya, rupanya Brigpol Robinson sudah berada di gang tersebut dan berteriak dari arah belakang dan menuju ke Serda Jefry kemudian langsung mengayunkan pukulan ke arah sang tentara dan mengenai bagian kepala sehingga mengakibatkan luka robek sepanjang 5 sentimeter.

Keduanya pun lalu terlibat perkelahian sengit, namun masyarakat yang ada di tempat pesta lantas berdatangan dan mengeroyok Brigpol Robinson. Lantaran merasa terdesak, Brigpol Robinson melarikan diri menuju Kantor Pegadaian.

Aksi perkelahian itu berhasil direda, setelah pejabat kedua institusi itu turun ke lokasi dan mengamankan kedua oknum tersebut.

Untuk menghindari aksi saling balas dendam, sekitar pukul 17.30 Wita sore tadi, bertempat di Markas Kodim 1627 Rote Ndao telah dilaksanakan apel luar biasa yang dilakukan oleh dua instansi yang dipimpin langsug oleh Komandan Kodim dan Kepala Polres Rote Ndao.(*/Mat)

Sidang Perdana Kasus Pemerkosaan Eno Dimulai, Ini Sikap Polisi

Aksi kekerasan yang dilakukan oknum aparat Kepolisian pada masyarakat saat demo

Ilustrasi pengamanan sidang oleh polisi

JAKARTA – Aparat kepolisian hari ini siap melakukan pengamanan dalam sidang perdana kasus pembunuhan Eno Farihah (19), karyawati PT Polyta Global Mandiri yang diperkosa dan ditusuk alat kemaluannya dengan gagang cangkul. Sidang tersebut akan menghadirkan satu terdakwa, yakni RAI (16).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, pengamanan tersebut guna mengantisipasi kericuhan. Pasalnya, menurut informasi yang diperolehnya, bakal ada massa yang akan melakukan unjuk rasa di luar gedung PN Tangerang.

“Sudah diantisipasi dan tentunya kalau memang ada orasi-orasi demo di jalan tentunya juga akan kita amankan kita tempatkan sesuai jumlah massa ya,” kata Awi di Polda Metro Jaya, Selasa (7/6/2016).

Selain itu, Awi juga menegaskan akan memperketat pengamanan, apabila ada peningkatan jumlah massa aksi dalam sidang kasus pembunuhan sadis tersebut.

“Kalau memang dibutuhkan kekuatan lebih juga kita akan lakukan pengamanan,” tegasnya.

“Jika pengawalan terdakwa dalam setiap sidang di pengadilan akan dikoordinasikan dengan Kejaksaan. Tentunya juga biasanya kejaksaan akan minta ke kita dan ini sudah berlaku ya dalam artian SOP sudah berjalan tiap tahanan kita lakukan pengawalan itu sudah selama ini sudah terlaksana dengan baik,” bebernya.

Dari data yang dihimpun, sidang perdana pembunuhan Enno akan digelar secara tertutup, mengingat terdakwa RAI masih di bawah umur. Sidang yang nantinya akan mengagendakan pembacaan surat dakwaan dikabarkan akan dimulai pukul 13.00 WIB.

Aparat kepolisian telah menetapkan tiga tersangka kasus pemerkosaan dan pembunuhan Enno. Mereka adalah RAI, RAR (24) dan IH (24). Ketiganya dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yakni Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 339 KUHP dan atau Pasal 354 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 285 KUHP, dengan ancaman hukuman hukuman pidana seumur hidup. (Mrdk/Ikhy)

iklan1