Tag: Politik uang

Serangan Politik Uang Semakin Menjadi, Tim SERU Bakal Laporkan Salah Satu Paslon

Ilustrasi politik uang-edit

Ilustrasi politik uang (Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Dugaan serangan politik uang berupa beras 5 Kg dan uang Rp 50 ribu, untuk mendapatkan dukungan suara menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boltim, yang kerap dilakukan oleh salah satu Tim Sukses (TS) Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Boltim, akan segara dilaporkan oleh tim Paslon Bupati dan Wakil, Sehan Landjar-Rusdi Gumalangit (SERU) ke Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten.

“Persoalan dugaan money politik uang ini akan kita laporkan ke Panwas. Sebab, ini sudah yang keberapa kalinya,” tegas ketua tim SERU, Yusra Alhabsyi pada Senin, (30/11/2015).

Menurut dia, laporan dari koordinator tim SERU Kecamatan Kotabunan, dimana tiga pendukung SERU di Desa Kotabunan dan Bulawan didatangi oleh TS paslon tertentu kemudian membagikan beras dan uang sejumlah Rp 50. TS tersebut katanya mengarahkan agar memilih calon mereka. Namun setelah TS itu pergi, pendukung SERU tersebut langsung melaporkan dugaan politik uang tersebut ke tim kecamatan, sekaligus dengan barang bukti uang Rp 50 ribu dan beras sebanyak 5 Kg.

“Ini sudah sering terjadi, jadi harus dilaporkan agar masyarakat tidak selalu dibodohi,” tegas.

Kordinator tim SERU Kecamatan Kotabunan, Sayuti Lamaluta ketika dikonfirmasi soal dugaan serangan politik uang kata dia itu memang benar. Dimana pada Sabtu (28/11/2015) pekan lalu, tiga warga pendukung SERU mendatanginya dan melaporkan adanya dugaan politik uang itu.

“Kami didatangi oleh TS salah satu paslon, kemudian dibujuk dengan uang dan beras, tetapi imbalannya harus memilih calon mereka,” kata Lamaluta, mengutip perkataan tiga warga tersebut.

Namun untuk membawa masalah ini ke ranah hukum atau dilaporkan Panwas, mereka masih membutuhkan saksi yang kuat.

“Barang bukti sudah ada, tapi untuk menguatkan laporan ini ke Panwas kami masih membutuhkan saksi-saksi selain tiga warga tersebut,”terangnya.

Hal yang sama pula di temukan di desa moyongkota kecamatan modayag barat, sejumlah pendukung Paslon SERU di datangi oleh TS Paslon tertentu dengan membagikan beras 5 kg dan sejumlah uang Rp 200 ribu. Namun aksi ini gagal setelah di ketahui oleh masyarakat setempat dan barang tersebut langsung di kembalikan oleh penerima kepada TS.

“Kami tidak menerima pemberian itu, karena menurut kami ini hal tidak baik untuk di lakukan, karena sudah jelas merusak tatanan demokrasi, kami tidak ingin suara kami di beli,” beber sejumlah warga yang enggan namanya di beritakan. (Rahman)

iklan1