Tag: polri

Modernisasi di Tubuh BP2MI, Benny Nyatakan Perang Terhadap Mafia

Benny Rhamdani saat mengenalkan jajarannya (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tak ada perjuangan yang berjalan mulus, namun Allah SWT adalah penentu takdir bagi tiap manusia. Ucap Benny Rhamdani, ketika sedikit menceritakan betapa dinamisnya konteks perpolitikan di daerah ini. Lebih utama dari semua pertarungan dan adaptasi politik di republik ini adalah bagaimana menjaga komitmen. Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) ini, menggelar Silatuhrami dan Sosialisasi UU No 18 Tahun 2017 Era Baru BP2MI bersama tokoh agama, aktivis mahasiswa, LSM, dan para awak media. Kamis (6/8/2020) di RM Afisha Tikala Ares Manado.

Mantan Anggota DPD RI Dapil Sulut 3 Periode itu menyampaikan saat ini BP2MI sedang melakukan modernisasi. Mohon dukungan semua warga Manado dan Provinsi Sulawesi Utara, saya berkomitmen melawan praktek suap, penyimpangan dan cara-cara ilegal yang sering dilakukan oknum bandit tertentu.

”Diantaranya menggratiskan pengiriman TKI, semua urusan ijin, paspor kita gratiskan. Sampai menempatkan para Pekerja Migran Indonesia di negara tempatan masing-masing,” tutur Benny.

Selaku Kepala BP2MI, lanjut Benny mengatakan perang terhadap mafia atau sindikat yang selama ini menyusahkan pekerja migran Indonesia (PMI) Sesuai data, PMI yang ada diluar negeri kurang lebih 9 juta jiwa dari jumlah tersebut, hanya 3.7 juta yang dikirim melalui prosedur. Berarti 5,3 jiwa PMI di luar Negeri non prosedur disalurkan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang Nakal.

“Hal ini saya sudah sampaikan ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memerangi sindikat yang menyusahkan PMI. Hasilnya Presiden Jokowi mengatakan, Ayo kita perang dengan mafia atau sindikat penyaluran PMI ilegal, termasuk mereka yang punya atribut kekuasaan yang memback-up sindikat,” kata Brani sapaan akrabnya.

Kepala BP2MI menyapa undangan (Foto Suluttoday.com)

Sebelumnya Putra Daerah di Bumi totabuan ini, sudah mendatangi panglima TNI, Kapolri, Pimpinan NU, Muhamadiyah, PGI dan KWI untuk meminta dukungan dalam memerangi sindikat penyaluran PMI ilegal ini. Sebagai bentuk keseriusan ini BP2MI sudah membentuk Satgas khusus, dan akan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2020. Agar supaya oknum-oknum yang terlibat praktik ilegal akan kita bersihkan agar tidak ada lagi praktik kejahatan komplotan mafia sindikat pengirim tenaga kerja ke luar negeri secara ilegal,” jelas Benny.

Selain itu, Benny mengatakan semua ini mengacu dari Pertimbangan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2020 tentang Tata Cara Penempatan Pekerja Migran Indonesia oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia adalah untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5O ayat (2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

”Maka perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Cara Penempatan Pekerja Migran indonesia oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Landasan hukum PP 10 tahun 2020 tentang Tata Cara Penempatan Pekerja Migran Indonesia oleh BP2MI adalah: Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nornor 242, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6141),” ungkapnya.

(*/APN)

KKSS Sulut: Selamat HUT Bhayangkara ke-74, Jaya Selalu

Sekretaris Umum KKSS Sulut, Djasman Sidak, SE (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Hari Jadi Bhayangkara di tahun 2020 juga mendapat regam ucapan dan dukungan dari masyarakat. Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Sulawesi Utara (Sulut) juga tak lupa menyampaikan kegembiraan, sekaligus harapannya. Hal itu disampaikan Ketua Umum KKSS Sulut, Lembertus Liling, SE, saat diwawancarai Suluttoday.com, Senin (29/6/2020).

‘’Keluarga Besar KKSS Sulawesi Utara mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74, jayalah selalu. Kiranya Polri makin maju, professional, terus dicintai masyarakat. Menjadi pengayom bagi seluruh masyarakat Indonesia. Menjadi pelindung bagi segenap negeri, jaya jaya dan jaya selalu menjadi pelopor dalam kedamaian,’’ kata Liling yang juga diaminkan Sekretaris Umum KKSS Sulut, Djasman Sidak, SE dan Bendahara KKSS Sulut, Hi. Sudarmono.

Hari Bhayangkara yang jatuh tepat pada, Rabu (1/7/2020) itu, kata Liling menjadi titik tolak kemajuan pelayanan publik. Tambahnya lagi, KKSS Sulut akan terus menjadi organisasi Paguyuban yang menjalin keharmonisan dengan Polri. Itu sebanya, Liling mengajak seluruh kerabat KKSS Sulut agar mendukung penuh program yang dilaksanakan Polri dengan mewujudkan sinergitas dan partisipasi.

‘’Doa sekaligus dukungan kami untuk lembaga Polri agar selalu maju. Menjadi contoh juga dalam disiplin dan pelayanan prima bagi masyarakat. Mari kita menjaga harmonisasi, ikut menciptakan lingkungan yang aman dan tentram. KKSS Sulut sudah berkomitmen untuk memberi dukungan terhadap tiap kegiatan Polri di derah ini. Konsistenlah selalu mengabdi untuk tanah air Indonesia tercinta,’’ ujar Liling menutup.

(*/Bung Amas)

IPW Desak Kapolri Copot Kapolda Sulawesi Utara

Kapolri Jenderal Idham Azis (Foto Istimewa)

JAKARTA, Suluttoday.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Idham Azis telah memberikan instruksi untuk cegah penyebaram Virus Corona, dengan memnuat imbauan larangan Massa berkumpul sampai tak timbun Sembako. Hal tersebut ternyata tidak berjalan mulus. Pengamat Kepolisian, Neta S Pane menyebut ada pembangkangan di daerah.

Pane mendesak Polri melakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang bersifat pengumpulan massa. Apalagi ada maklumat khusus dari Kapolri Jenderal Idham Azis.

Bagi masyarakat yang tetap nekat keluyuran ke kawasan kawasan terpapar virus Corona, kata Neta, polisi harus mampu mencegah dan mengingatkannya.

“Masyarakat berharap jajaran kepolisian menjadi pengayom dan pelindung masyarakat harus terus menerus mengingatkan agar anggota masyarakat mengikuti imbauan Presiden maupun maklumat Kapolri,” kata Neta kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Lanjut disampaikan Neta bahwa anggota polri sendiri mesti patuh dengan maklumat Kapolri.

“Kapolri harus segera melakukan terapi kejut segera mencopot anak buahnya yang bandel, yang tidak patuh pada imbauan Presiden maupun Maklumat Kapolri,” kata Neta seperti dikutip dari media online merahputih.com, Senin (23/3/2020), kemarin.

Kapolri juga harus berani menindak tegas dan mencopot bawahannya yang bandel tetap melakukan kegiatan yang bersifat pengumpulan massa. Dari pendataan Presidium Indonesia Police Watch (IPW) ada dua kegiatan yang bersifat pengumpulan massa yang dilakukan pejabat Polri pasca imbauan Presiden.

IPW menyebut diantaranya, pertama, Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan bagi bagi masker di Tanah Abang. Kedua, Kapolda Sulut melakukan kegiatan sepeda di Manado.

Presidium IPW ini menunggu sanksi apa yang akan diberikan Kapolri kepada kedua pejabat kepolisian itu. Seharusnya, setelah ada imbauan Presiden yang ditindaklanjuti oleh maklumat Kapolri, semua pihak.

“Terutama jajaran Polri mampu menahan diri untuk melakukan pencitraan yang mengumpulkan massa agar virus Corona tidak makin menyebar,” tutur Neta tegas.

(*/Adm)

Kolaborasi MUI-POLRI Gelar Dialog Nasional Tokoh Lintas Agama di Sulut

Para narasumber saat menyampaikan materi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Memastikan agar demokrasi tetap jalan pada koridor, lahirnya ketertiban dan terus terjaga kerukunan ditengah masyarakat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bersama Mabes Polisi Republik Indonesia melaksanakan Dialog Nasional di Kota Manado Sulut, Sabtu (15/12/2018). Kegiatan ini dihadiri ratusan pimpinan Ormas Kegamanaan dan tokoh agama se-Sulut bertempat di Hotel Aryaduta Manado.

Menurut Dr dr Taufiq Pasiak selaku panitia lokal saat menyampaikan laporannya menyampaikan pentingnya pelaksanaan dialog tersebut. Pasiak yang juga akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu menuturkan apa yang dilakukan panitia guna tersebarnya nilai-nilai dan target dialog yang dilaksanakan tersebut dengan strategi komunikasi, pendekatan serta cara mengumpulkan para tokoh.

Peserta Dialog Nasional (FOTO Suluttoday.com)

”Dialog Nasional ini bertujuan untuk melahirkan suasana yang kondusif jelang Pemilu 2019, sampai pada momentum setelahnya. Panitia kali ini mengundang ratusan pimpinan Ormas Keagamaan, tokoh agama, pers dan orang-orang yang secara umum menjadi panutan di komunitas (organisas) mereka masing-masing. Kita memerlukan kualitas dari dialog ini. Setelah dialog, kiranya pengetahuan dan nilai-nilai positif yang didapat ini disampaikan ke halayak umum, guma kita menjaga ketertiban bersama, kerukunan, dan kebersamaan,” ujar Pasiak.

Untuk diketahui, kegiatan Dialog Nasional yang dirangkaikan dengan Deklarasi Pemilu Damai ini mengangkat tema: ”Peran Tokoh Lintas Agama di Tahun Politik”. Pembukaan diawali dengan doa yang dibawakan Usram Manto, S.Ag Sekretaris Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama Sulut, kemudian deklarasi dibacakan Hery Anwar, S.IP, Sekretaris Jenderal LPK Khairah Ummah.

Dr dr Taufiq Pasiak (FOTO Suluttoday.com)

Selaku pemateri kunci Irjen. Pol. Drs Gatot Eddy Pramono, Asrena Kapolri yang juga Kepala Satgas Nusantara mengingatkan agar masyarakat terus menjaga soliditas tidak terprovokasi ditengah politik yang mulai meningkat tensinya secara Nasional.

”Demokrasi idealnya diterapkan dalam masyarakat yang telah memiliki kesadaran tinggi, diantaranya ialah kesadaran kelas menengah (middle class). Menyongsong Pemilu 2019 memang berbagai isu dihembuskan, terutama bila kita mengikuti perkembangan media sosial, itu sebabnya masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax. Polri mengajak kita terus meningkatkan edukasi dan praktek literasi sehingga tidak mudah tercerabut dari nilai-nilai kearifan lokal serta tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Gatot.

Berlangsungnya deklarasi Pemilu Damai (FOTO Suluttoday.com)

Bertindak sebagai moderator yakni Dr Muksin Pasambuna, hadir pula Wakapolda Sulut, dan yang menjadi narasumber dialog Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur, pengurus Sinode GMIM, PGI, MATAKIN Sulut, KWI dan KPU Sulut Salman Sailani selaku Komisioner. (*/Redaksi)

Sulut Kaji Terap Mekanisme Pelaksanaan Samsat Online Nasional

Kunjungan kerja ke salah satu samsat di Bali (FOTO Ist)

DENPASAR, Suluttoday.com – Dalam upaya optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah melalui PKB dan BBN-KB serta sinergitas pelayanan Samsat di Sulawesi Utara, Sekretariat Tim Pembina Samsat Provinsi Sulut melakukan Kaji Terap. Menurut Sekretaris Bapenda Sulut yang bersama tim melakukan kaji terap di Denpasar Bali kepada media ini adalah mempelajari dan memperoleh informasi terkait sistem informasi pendapatan dan pelayanan Samsat.

Lebih lanjut Kuhon mengatakan bahwa materi kaji terap yang didiskusikan bersama antara lain, mekanisme pelaksanaan Samsat Online Nasional, Pengintegrasian Data Antara ERI Korlantas, Bapenda dan Bank Persepsi; penanganan, pencatatan, pengakuan dan penghapusan piutang serta aturan yang mengatur. Kegiatan selama 2 hari tersebut juga dimanfaatkan tim untuk kunjungan dibeberapa layanan Samsat di Kota Denpasar Bali.

Untuk pemilihan lokasi kaji terap Kuhon menandaskan bahwa Provinsi Bali dinilai terbaik dan berhasil dalam hal transaksi Samsat Online Nasional selain Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan kaji terap turut mendukung dengan keikutsertaan pihak Bank SulutGo sebagai Bank persepsi dalam pelaksanaan Samsat Online Nasional, yang nantinya akan lebih memudahkan masyarakat Sulawesi Utara dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Selain itu diungkapkan Kuhon bahwa kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan mengikuti Rapat Koordinasi Pembina Samsat Nasional Tahun 2018, yang dihadiri oleh Mendagri, Kapolri, dan 27 Gubernur se-Indonesia, bersama Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia dan 7 Bank Nasional lainnya.(Cat)

iklan1