Tag: polsek

AKBP Ade Permana Lakukan Infeksi Mendadak ke Polsek-Polsek

AKBP. Ade Permana, SIK, MH saat turun ke Polsek (FOTO Suluttoday.com)

GORONTALO, Suluttoday.com – Janji kapolres Boalemo provinsi Gorontalo AKBP. Ade Permana, SIK, MH akan melakukan infeksi mendadak terbukti, dimana ada dua polsek yang diinfeksi oleh kapolres antara lain ; Polsek Tilamuta dan Polsek Botumoito.

Dari hasil infeksinya didua polsek, ternyata ditemui masih ada juga anggota yang belum disiplin dalam tugas dan tanggung jawab, pada Selasa (24/04/2018). Selain melakukan infeksi mendadak dijajarannya, Ade Permana juga bersuah dengan warga Botumoito dengan menanyakan apa yang diharapkan warga terhadap kepolisian ? Salah satu warga menjawab Efendi Dunda, warga berharap agar kepolisian dapat memberikan rasa aman bagi warga dan menerapkan hukum tanpa pilih kasih.

Apa yang menjadi harapan warga Boalemo Insya Allah bisa diwujudkan dengan melakukan perbaikan dan terus meningkatkan kualitas kerja dijajarannya, dan secara berlahan-lahan pembenaha dan perbaikan akan terus dimaksimalkan. (Robby).

Lakukan Pungli di Pasar, Dua Bajingan Ini Diamankan Polsek

Ilustrasi dua preman yang diamankan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Senin (11/9/2017), aparat Kepolisian Sektor Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menangkap dua orang yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) di sekitar Pasar Cikampek.

“Dua orang yang ditangkap masing-masing bernama Iwan alias Betok dan Budi Alamsyah alias Enggih,” kata Kapolsek Cikampek Kompol Doni Satria Wicaksono, di Karawang, Senin (9/11/2017). Demikian dikutip dari Merdeka.com.

Dua pelaku tersebut merupakan warga Kampung Kamojing, Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Karawang.

Dia mengatakan, kedua pelaku diduga melakukan pungutan liar, dengan cara meminta uang retribusi terhadap kendaraan barang yang masuk ke dalam pasar dengan nominal cukup besar.

Saat ditangkap, dua pelaku itu memungut uang retribusi kendaraan barang yang masuk ke areal Pasar Cikampek sebesar Rp 20.000. Menurut dia, pungutan uang tersebut dilakukan dengan cara paksa. Kedua pelaku itu melakukan pungutan uang dengan mengatasnamakan “Handaw”.

Sejumlah uang yang berhasil dipungut oleh kedua pelaku itu kemudian diserahkan kepada Fajar yang disebut-sebut sebagai koordinator lapangan “Handaw”.

Dari penangkapan dua pelaku itu, polisi menyita uang senilai Rp 157 ribu, karcis tanda masuk, tiga buah stempel, sebuah buku rekap, sebuah buku kuitansi, tiga buah dompet, satu unit handphone, serta satu unit sepeda motor. (*/Fahry)

Kapolresta Manado Diminta Awasi Kinerja Polsek Wenang

Kapolresta Manado saat mengikuti suatu giat, belum lama ini (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kinerja Kepolisian dalam penanganan kasus hukum kembali disorot masyarakat. Kali ini keluhan itu diungkapkan terkait dengan proses penanganan kasus dan tersangkanya di Polsek Urban Wenang, Kota Manado. Yasri Badoa secara resmi membeber keluh kesahnya atas kinerja Polsek Wenang pada media ini Minggu, (20/8/2017) belum lama ini.

Yasri menilai prosedur penanganan kasus atas nama Citra Oroh perlu diawasi Kapolresta Manado. ‘’Citra Oroh itu adalah ponakan saya yang dibesarkan di keluarga kami,’’ ujar ibu rumah tangga ini menerangkan hubungannya dengan Citra Oroh.

Yasri menceritakan bahwa Citra yang mempunyai dua anak balita itu telah ditetapkan Polres Wenang sebagai tersangka kasus penggelapan oleh manajemen perusahaan tempatnya bekerja, yaitu minuman keras bermerek Casanova. Dalam pertemuannya dengan media, Yasri membeber banyak fakta kejanggalan penanganan kasus Citra Oroh di Polsek Urban Wenang. Menurutnya, Citra Oroh mendatangi Polres Wenang tanggal 25 Juli 2017. Dari kantor perusahaan miras yang berada di toko peralatan tangkap nelayan, Citra serta merta pergi mengunjungi Polsek Wenang.

Kunjungan itu dilakukannya setelah dia diberi info oleh pimpinan di kantornya bahwa pihak polisi sedang mencarinya. Di Polsek Wenang setelah bertanya-jawab dengan petugas polisi di sana, Citra ternyata langsung ditahan dalam sel tahanan perempuan. Pihak keluarga yang menjemputnya dan menjamin Citra akan dihadirkan keesokan harinya tidak dipedulikan.

‘’Saya meminta dan menjamin agar Citra dapat pulang dulu pada tanggal 25 Juli, karena penanganan kasus itu belum jelas, tapi polisi bersikeras menahannya,’’ ujarnya.

Penahanan Citra itu terbilang aneh, karena laporan resmi pihak perusahaan ke Polres Wenang terkait tuduhan penggelapan resmi nanti diterima oleh Polres Urban Wenang pada tanggal 26 Juli 2017, yaitu Laporan Polisi: LP/156/VII/2017 Sek Urban Wenang. Laporan itu dilakukan oleh Lamende Siregar, yaitu manajer perusahaan miras itu yang menyatakan dirinya mendapat kuasa dari pemilik pabrik minuman keras Casanova.

Pelapor ini meski menyatakan dirinya mendapat kuasa dari pemilik perusahaan, namun pada keluarga Citra dia menyatakan akan bernegosiasi nasib Citra, jika dana yang dituduhkan digelapkan Citra itu dapat diganti sepenuhnya. ‘’Bukan cicil mencicil atau jaminan sertifikat, mestinya ayam ganti ayam,’’ ujarnya pada Yasri Badoa.

Polisi, demi menerima laporan aduan itu, langsung melakukan pemeriksaan pada tanggal 26 Juli 2017. Citra pun pada hari itu segera ditetapkan sebagai tersangka. Ternyata pada tanggal 26 Juli 2017, Kapolsek Wenang mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan bernomor SP.Kap/44/VII/2017/Polsek Wenang terhadap Citra, meski yang bersangkutan terhitung sudah sehari ditahan di sel tahanan Polsek.

Menyusul sesudahnya keluar Surat Penahanan No. SP. Han/42/VII/2017/Polsek Wenang tanggal 27 Juli 2017. Kedua surat resmi tu ditandatangani Kapolsek Urban Wenang Deli Manullang, AM.d. Atas banyak kejanggalan yang dikeluhkan oleh keluarga Citra Oroh, Yasri Badoa meminta agar proses pengawasan terhadap penanganan kasus ini. ‘’Jika anak kami itu benar melakukan tindak pidana, kami mohon agar proses hukumnya dilakukan pantas dan patut,’’ ujar Yasri.

‘’Kami duga penanganan kasus ini karena kedekatan emosional beberapa oknum polisi dengan perusahaan,’’ ujar Yasri. ‘’Jelas kami kecewa jika, perusahaan miras itu bisa mengambil oper kekuasaan kepolisian negara untuk urusan tagih menagih dalam internal perusahaannya, ‘’ papar Yasri.

‘’Citra bukan pegawai yang buron dan dia telah menyatakan pada pimpinannya akan menggantikan dana yang sekadar telah dipinjam dan dipakainya untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah,’’ tambah Yasri.

Senada dengan itu, pengacara Novian Baeruma, SH dari LBH Manado, menyatakan juga menemukan beberapa kejanggalan penanganan Citra.

‘’Kanit Reskrim bahkan enggan memberi akses pada kami untuk bertemu klien kami,’’ ujar Baeruma. ‘’Katanya itu aturan di Polsek, padahal kan itu bertentangan dengan UU?’’ ujarnya.

Pengacara dari LBH Manado ini kini meminta pemeriksaan tambahan atas Citra. ‘’Kami minta agar Citra didampingi pengacara saat diperiksa, karena sebelumnya dia diperiksa tanpa pendampingan hukum,’’ tambah Baeruma. Kanit Reskrim AKP Kasad Mokodongan yang ditemui di sebuah rumah kopi (Sabtu, 19/8) menyatakan tidak perlu lagi pemeriksaan tambahan dan menyatakan agar tersangka dapat mengungkapkan semuanya di proses peradilan nanti. (*/Rahmat)

Gelar Razia Pengguna Lem Ehabon, Satu Pelajar SMP Diamankan Polisi

Anak masih terbilang di bawah umur pengguna lem ehabon saat di amankan Polsek Urban Kotabunan dan langsung mendapat pembinaan dari Kapolsek Urban Kotabunan (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Kepolisian Sektor Urban Kotabunam terus berupaya meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih khusus terhadap perilaku anak remaja yang sering mabuk dengan menghirup lem ehabon.

Kapolsek Urban Kotabunan Kompol. Meidy Wowiling mengungkapkan, tepat pada sabtu malam (Malam minggu, red) pekan lalu mengamankan seorang anak remaja yang baru berumur 12 tahun sedang menghirup lem ehabon.

“Kita lakukan operasi menindaki laporan masyarakat dimana banyak anak remaja yang melakukan tindakan mabuk dengan menghirup ehabon. Kita amankan satu anak laki yang masih bersatus pelajar SMP dari desa bulawan dua.” Ungkapnya.

Dirinya menambahkan, pelaku yang masih dibawah umur tersebut diamankan di kantor polisi dan diberikan pembinaan agar jangan sampai mengulang lagi perilaku bermasalah terebut.

“Kita bina, panggil orang tua yang bersangkutan dan diingatkan jangan sampai mengulang lagi. Karena jika ditemukan, maka pembinaan yang lebih tegas akan diberikan.” Ujarnya.

Dirinya menambahkan, operasi terhadap perilaku kenakalan remaja tersebut akan terus digiatkan oleh polsek Urban Kotabunan.

“Kita akan laksanakan rutin untuk memberikan pembinaan pada anak remaja, sekaligus mencegah tindakan kriminal yang bisa saja dilakukan para remaja jika dalam pengaruh lem maupun mabuk minuman keras.” Tegasnya.

Hal ini mendapat dukungan dari tokoh pemuda di Boltim. Salah satunya, Ketua KNPI Boltim Harris Sumanta. Dirinya mengapresiasi tindakan dari polsek Urban Kotabunan yang melakukan penindakan terhadap para anak muda yang masih menghirup ehabon.

“Tindakan ini perlu agar para remaja terhindar perilaku yang merugikan masa depan sendiri. Sambil itu, pemerintah berupaya agar ada pengalihan aktivtas postif dan bermanfaat bagi masa depan generasi muda Boltim.” Ungkapnya. (Rahman)

Percobaan Pemerkosaan Gagal, ABG Singkil Diringkus Polisi

Oknum MA (Foto Ist)

Oknum MA (Foto Ist)

MANADO – Anak Baru Gede (ABG) yaitu MA (17), warga Kecamatan Singkil Manado, diringkus aparat Kepolisian Polsek Singkil, karena diduga percobaan pemerkosa gadis dibawa umur sebut saja Anggun (15) warga yang sama, saat remaja putri tersebut sementara tertidur pulas didalam kamarnya.

Korban menjelaskan, saat dirinya sedang tidur di kamar tiba-tiba merasa ada yang menindih bagian wajah dengan menggunakan bantal, hingga dirinya terbangun tapi tidak langsung begerak dan dirinya hanya menahan nafas dan berpura-pura sudah dalam kondisi pingsan.

“Kita so tako, cuma kita coba tahan nafas supaya dia kira kita so pingsan atau meninggal,” tutur Anggun.

Lanjut Anggun, beberapa saat kemudian, dirinnya merasa tidak ada lagi yang menindihnya dan dia pun langsung mengangkat bantal yang berada di wajahnya dan saat itu juga korban melihat sepintas ada bayangan orang keluar dari pintu kamar.

“Kita sempat lihat ada orang yang keluar dari kamar, karena sudah terlalu mengantuk trus lanjut tidur ulang,” katanya lagi.

Disaat korban tidur kembali, tak lama kemudian korban merasa ada yang menarik selimut serta memegang kakinya, mungkin rupanya sipelaku baru menyadari kalau tadinya korban hanya pura-pura pingsan sehingga pelaku kembali mencoba memperkosa. Nah saat korban membuka mata remaja putri ini kaget ketika melihat pelaku MA berada dikamar tidurnya, sontak Anggun pun langsung berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan korban, si pelaku yang takut akan ketahuan aksi bejatnya itu langsung melarikan diri, dan orangtua yang mendengar teriakan korban langsung mendatangi kamar putrinya itu, saat itu juga kasus percobaan pemerkosaan ini langsung dilaporkan oleh orangtua korban ke kantor Polisi terdekat.

Polsek Singkil yang menerima laporan dan di arahkan Tim Resmob Polsek Singkil langsung bergerak cepat dan berhasil meringkus pelaku dirumahnya, lalu pria tersebut diserahkan ke Mapolresta Manado, untuk diproses hukum, Minggu (17/07/2016).

Diwawancarai sejumlah media, pelaku mengaku ingin memerkosa korban karena pelaku sudah di pengaruhi oleh minuman keras serta mengisap lem ehabon, sehingga pelaku ingin melakukan hal itu selayaknya pasangan suami istri.

”Kita kwa suka skali mo bekeng itu, pas ada lewat di dia pe rumah kong kita ada lia pintu kamar masih terbuka, langsung kita masuk,” tutur pelaku dengan wajah menyesal.

Sementara itu Kasubag Humas Polresta Manado AKP Agus Marsidi membenarkan adanya penangkapan pelaku percobaan pemerkosaan. “Saat ini pelaku sudah kami tahan selanjutnya akan di proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (Ghopal)

iklan1