Tag: poskamling

Antisipasi Teror Bom, Poskamling Diaktifkan Lagi

Wakil Gubernur Steven Kandouw saat diwawancarai wartawan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk mencegah aksi teror bom yang menyasar rumah-rumah ibadah dan fasilitas umum. SE bernomor 300/2827/Sekr.Ro.Pemhumas tersebut juagt ditandatangani dan oleh Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw Senin (14/05/2018) jumpa pers.

SE tersebut ditujukan kepada Bupati dan Walikota se Sulut, dimana Dondokambey meminta pemimpin Kabupaten dan agar meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah masing masing.

Penegasan Dondokambey juga agar Bupati dan Wali Kota meningkatkan peran aktif warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) dan melakukan ronda malam secara kontinu.

“Jemaat dan warga masyarakat sekitar agar dapat meningkatkan pengamanan di rumah-rumah ibadah terutama saat umat sedang melaksanakan peribadatan, dan dapat melibatkan aparat keamanan serta wajibkan tamu yang menginap 1 x 24 jam di lingkungan masing-masing untuk melaporkan diri pada pemerintah setempat. Perketat pengawasan dan penjagaan di tempat-tempat umum, perkantoran/fasilitas pemerintah dan pusat-pusat keramaian sesuai dengan Standar Operasional Prosedur,” papar Kandouw.

Lebih jauh, Wagub mengingatkan Bupati dan Walikota untuk mengawasi pengguna media sosial yang menyebarkan paham radikalisme dan jika didapati ada yang terindikasi paham radikalisme agar dapat melaporkannya pada pihak yang berwenang.

Diketahui, seluruh tindakan antisipasi tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Sulut.(*/Cat)

Tragis Nasib Tetty, Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu Benarkah?

Nenek Tetty (Foto Ist)

Nenek Tetty (Foto Ist)

JAKARTA/MANADO – Pepatah surga di bawah telapak kaki ibu tak berlaku bagi anak-anak nenek Tetty (78). Bayangkan, anak-anaknya dengan tega tak merawat sang Ibu di sisa umurnya. Bahkan, ketiga anak perempuannya tak segan memukulinya karena kesal memiliki ibu seperti Tetty.

Kini, nenek Tetty hidup mengenaskan tinggal di Poskamling di Perumahan Griya Rejo Indah PGRI Dusun Japunan, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. AJ Soetono (64), Ketua RT 10 Perumahan Griya Rejo Indah PGRI menjelaskan bahwa Nenek Tetty sudah tiga bulan tinggal di bekas poskamling perumahan setempat.

Pihaknya pernah beberapa kali menghubungi salah satu anaknya yang tinggal di Karanggading Kota Magelang. Namun, mereka hanya berjanji akan menjemput dan sampai saat ini Nenek Tetty belum juga dijemput anak kandungnya.

“Kami kasihan dengan Nenek Tetty, dia sudah sepuh (lansia), kami khawatir dia sakit, padahal musim hujan begini,” kata Soetono.

Berikut kisah sedih nenek Tetty yang dibuang anaknya hingga tidur di poskamling.

1. Nenek Tetty tidur di poskamling beratap seng dan tanpa penutup

Perumahan Griya Rejo Indah PGRI di Dusun Japunan, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tak ubahnya sebagai sebuah permukiman dan perumahan umum biasa. Namun di pos keamanan lingkungan (poskamling) di RT 10 RW 18, tinggal seorang nenek renta.

Padahal, bangunan beratap seng dan tanpa penutup itu sangat jauh dari kata layak. Bersama dengan sang nenek, terdapat sejumlah bungkusan plastik kresek berikut sebuah kasur yang diikat serta dilapisi tikar.

Dengan ukuran bangunan 3 meter x 3 meter tersebut, Nenek Tetty (78), demikian panggilan akrab seorang ibu berumur 78 tahun itu, tak bisa berbuat banyak dalam melakukan aktivitas.

“Setiap hari saya tidur di sini. Kasurnya tidak saya pakai karena sayang takut kalau kotor karena atapnya bocor setiap hujan. Kalau mau mandi, buang air dan lainnya, saya ke masjid,” ujar Nenek Tetty kepada merdeka.com, Magelang, Sabtu (21/3/2015).

2. Tidur hanya beralaskan triplek dan koran

Nenek Tetty mengaku biasa tidur hanya beralaskan triplek yang dilapisi kardus untuk sekadar menghangatkan. Bantalnya, berupa gulungan-gulungan koran bekas. Sementara gulungan kasur kapuk miliknya hanya dipakai untuk melindungi tubuh dari terpaan angin saat malam hari datang.

Nenek Tetty mengaku selama tinggal di poskamling itu, warga sekitar cukup baik kepadanya. Sesekali ada warga yang belas kasihan memberi makanan dan minuman ataupun uang sekadarnya.

“Makannya dikasih sama ibu-ibu yang baik hati. Ini saya sekarang belum makan sama sekali karena yang biasanya memberi lagi sakit. Saya doakan saja semoga lekas sembuh,” terang nenek Tetty kepada merdeka.com Sabtu (21/3/2015) kemarin. (Merdeka.com/Amas)

iklan1