Tag: PRD sulut

Namanya Dicatut Tanpa Konfirmasi, Jim Tindi Berang

Jim R Tindi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Beredarnya berita berjudul “Dua Tokoh Masyarakat Talaud Kecewa Pernyataan Wagub Steven Kandouw”, Jim R Tindi aktivis muda Sulawesi Utara (Sulut) yang juga putra Nusa Utara angkat bicara. Selasa (14/1/2020), Tindi menilai judul berita terkesan tendensius dan dirinya tak mendapat konfirmasi soal namanya dicantumkan dalam berita tersebut.

“Menyikapi yang di siarkan Kawanuainside pada kesepatan ini, saya menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:
1. Bahwa saya tidak pernah di hubungi wartawan media yang bersangkutan.
2. Benar sesuai isi berita berhubungan dengan status saya di Medsos FB yang meminta semua pihak menahan diri dalam menyikapi persoalan Talaud.
3. Saya tidak pernah membantah pernyataan Wakil Gubernur.
4. Saya berkomunikasi dengan saudara Engel Tatibi bahwa sepakat semua pihak menahan diri untuk kepentingan kabupaten Talau agar aman dan tentram,” kata Tindi kepada Suluttoday.com.

Ketua PRD Sulut yang dikenal aktivis parlemen jalanan itu menambahkan bahwa dirinya merasa tidak nyaman dengan berita yang dimuat. Atas alasan tersebut, Tindi meminta pihak media yang memuat berita menggunakan namanya agar mengklarifikasi.

“Judul berita yang disampaikan media tersebut sangat jauh panggang dari api. Malah dianggap memperkeruh situasi. Untuk itu saya mendesak agar media tersebut dapat mencabut judul berita tersebut. Jika media ini tidak mencabut berita saya akan segera memgambil tindakan hukum. Dan saya juga berkeberatan dengan pemasangan foto yang diambil tanpa seijin saya,” ujar Tindi tegas. (*/Redaksi)

PRD Sulut Kecam Aksi Kriminal Oknum Sekwan Saat Terima Pendemo

Ketua PRD Sulut, Jim R Tindi kecam oknum Sekwan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (25/9/2019) sempat ricuh. Ironisnya, ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dalam hal ini Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sulut bertidak tidak sewajarnya kepada salah satu demonstran. Seperti adanya video yang tersebar, oknum ASN ini memukul pendemo.

Menyikali hal itu, Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulawesi Utara mengecam keras tindakan aparat dan oknum ASN dalam menyikapi aksi mahasiswa Tanggal 25 September 2019. Menurut Jim R Tindi, sebagai Ketua PRD Sulut bahwa sejak kran demokrasi terbuka luas oleh gerakan mahasiswa 98, maka hak kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum adalah milik setiap warga negara.

”Aksi Mahasiswa Sulawesi Utara pada tanggal 25 September 2019 kemarin adalah murni gerakan moral dalam menolak RUU KPK, RUU KUHP, dan beberapa Rancangan Undang-undang yang tak selaras dengan Nafas Reformasi. Kami mengejak perilaku bar-bar yang ditunjukkan oknum ASN Pemprov Sulut tersebut, mohon ditindak tegas diberi sanksi yang sepadan,” ujar Tindi.

Lanjut disampaikan Tindi, aksi yang awalnya berlangsung damai tiba-tiba berlangsung ricuh yang di akibatkan beberapa hal: 1. Mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya masuk tidak di ijinkan masuk je Halaman Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara 2. Ada Provokasi oknum ASN yang berdiri di Pagar DPRD dan Menantang Para Demonstran. 3. Pihak Sekretariat DPRD tidak Komunikatif dalam memfalisitasi keinginan Demonstran dengan Anggota DPRD.

Maka dengan ini KPW PRD Sulut mengecam tindakan anarkis yang dilakukan aparat terhadap para mahasiswa. Mendesak agar aparat mengusut tuntas oknum Sekwan Provinsi Sulut yg melakukan pemukulan terhadap mahasiswa karena ini merupakan tindakan barbar yang tak layak di lakukan oleh seorang Pegawai Eselon 2. (*/Redaksi)

Aktivis LMND Desak Rencana Reklamasi Manado Utara Dibatalkan

Bung Mesak, Gubernur Olly dan Bung Jim Tindi (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Gelombang protes atas rencana dilakukannya reklamasi di wilayah Manado Utara terus berdatangan. Setelah Walhi Sulawesi Utara (Sulut), sejumlah tokoh masyarakat menolak, kali ini aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulut angkat bicara. Menurut Mesak Habari, aktivis LMND Sulut reklamasi tidak ada manfaatnya bagi masyarakat.

”Coba dilakukan studi komparasi secara komprehensif terkait reklamasi, sebetulnya tak ada manfaatnya bagi masyarakat. Masyarakat akhirnya dijadikan bagian yang dikomersilkan, segala urusan masyarakat terkait akses pantai akhirnya tidak bebas, tidak alamiah lagi dan tentu berbayar. Padahal mereka yang sebelumnya masuk keluar area pantai dengan kendaraan tidak dipungut biaya. Itu sebabnya, saya menilai bila baru sebatas rencana reklamasi pantai di Manado Utara sebaiknya dibatalkan saja,” ujar Mesak tegas.

Jebolan Fakultas Hukum Unsrat itu mendesak Gubernur Sulut Olly Dondokambey agar mengutamakan kebutuhan masyarakat pesisir. Solusi untuk masyarakat ialah pemberdayaan bagi warga sekitar pantai, bukan reklamasi. Aktivis yang dikenal keras dalam orasi-orasinya saat berdemonstrasi itu mengkritik kebijakan pemerintah yang memberatkan masyarakat.

”Sebetulnya Pak Gubernur Sulut ini punya niat baik memberdayakan masyarakat pesisir, itu juga kami support. Tapi, solusinya bukan memberikan kesempatan kepada pengembang untuk mereklamasi pantai, ini tidak tepat. Masyarakat nelayan itu butuh fasilitas dan sarana untuk pengembangan usaha atau profesi mereka. Kalau diberikan pemberdayaan, maka ekonomi masyarakat lebih meningkat pesat. Kami juga akan turun berkomunikasi dengan masyarakat guna melakukan advokasi soal rencana reklamasi pantai ini,” tutur Mesak, Selasa (10/9/2019).

Hal senada juga ditanggapi PRD Sulut, Jim R Tindi menilai pengembangan ekonomi dan pengembangan wilayah itu tidak hanya terfokus pada reklamasi. Pemerintah daerah disampaikannya juga punya sasaran pembangunan yang harus direlasikan dengan kebutuhan masyarakat, jangan ada kesan represif.

”Prinsipnya kami juga mendorong pembangunan, tidak anti terhadap pembangunan. Asalkan catatannya jangan mengabaikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Terutama hak hidup masyarakat jangan diganggu, membangun daerah itu bukan hanya dengan melakukan reklamasi, saya mengajak pemerintah berfikir jauh kedepan. Jangan sampai efek reklamasi ini menyusahkan anak cucu kita kedepannya. Selain itu, kebijakan pemerintah harus dihitung matang dan diminimalisir konsekuensi negatifnya, agar tidak berdampak merepresif masyarakat kecil,” ucap Tindi tegas. (*/Redaksi)

Rayakan HUT ke-23, PRD Sulut Gelar Diskusi

Berlangsungnya diskusi disaat HUT PRD (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Menyambut momentum bersejarah, Komite Pimpinan Wilayah (KPW) Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan diskusi. Sebagai wujud syukur atas Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23, Jim R Tindi selaku Ketua KPW PRD Sulut menyampaikan sekilas soal evaluasi pergerakan PRD di wilayah Nyiur Melambai.

”Sejak pergerakan reformasi 1998 memang PRD Sulawesi Utara tak pernah alpa dalam gerakan-gerakan advokasi kepentingan rakyat, aksi unjuk rasa. Kita bahkan selalu terdepan, menjadi aktor dan mempelopori pergerakan demontrasi menyapampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Intinya, kita menghendaki keadilan, jangan tindas rakyat termarginal, wujudkan kesetaraan dan tidak ada diskriminasi di Indonesia,” ujar Bung JRT, sapaan akrab Tindi.

Tidak hanya itu, perayaan HUT PRD kali ini dilaksanakan KPW PRD Sulut di Asrama Merauke Tondano. Momentum HUT kali ini di laksanakan dalam bentuk Diskusi, kata Tindi. PRD walaupun tidak menjadi peserta Pemilu 2019, namun PRD adalah Partai Politik yang keberadaaannya di akui Negara melalui Surat keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor: M.UM.06.08-164, tanggal 24 Februari Tahun 1999.

Kader PRD Sulut antusias melaksanakan diskusi (FOTO Suluttoday.com)

”Kita menyambut hari bersejarah ini dengan menggelar diskusi. Kawan-kawan pengurus mengundang Bung Irvan Basri, kader muda NU menjadi salah satu pemantik diskusi bersama sama. Kita merefleksikan pergerakan PRD yang berfikir dan bertindak progresif, semangat tersebut harus terus dihidupkan serta dikembangkan. Untuk diketahui, PRD juga pada Tahun 1999 pernah di sahkan sebagai Partai Peserta Pemilu lewat keputusan Mendagri Nomor 31 Tahun 1999. Jadi berita yang mengatakan bahwa PRD Partai ilegal adalah Hoax sebagaimana yang di sebarkan sisa-sisa orde Baru anti Demokrasi merupakan penghianatan terhadap sejarah dan perbuatan pembohongan publik,” tutur Tindi tegas.

Foto bersama usai diskusi (FOTO Suluttoday.com)

Untuk diketahui, diskusi ini mengusung tema; Ini jalan kita ke depan: ”Bangun persatuan nasional wujudkan kesejahteraan sosial menangkan Pancasila”. Para peserta diskusi tidak hanya dihadiri keluarga besar PRD Sulut, melainkan aktivis organisasi cipayung, tokoh masyarakat dan pengurus organisasi adat. (*/Redaksi)

Peringati Hari Lahir Pancasila, PRD Sulut Launching Hastag 2019 Ganti Haluan Ekonomi

Jim R Tindi menyampaikan pidato politik (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dilakukannya peluncuran (launching) hastag atau tagar 2019 ganti haluan ekonomi (#2019GantiHaluanEkonomi) dilaksanakan PRD Sulawesi Utara (Sulut) dan LMND Sulut yang diawali dengan diskusi dan buka puasa bersama. Kegiatan ini bertempat di warong kopi Tampa Dudu Kota Manado, yang dihadiri pengurus dan kader LMND maupun PRD, pimpinan aktivis mahasiswa, terlihat pula DPD KNPI Manado.

Menurut Jim R Tindi, Ketua KPW PRD Sulut melalui pidato politiknya mengajak elemen rakyat untuk bersama-sama membumikan Pancasila dengan mengusung hastag (#MenangkanPancasila). Tindi memberikan sejumlah uraian dan dasar pemikiran tentang pentingnya 2019 Ganti Haluan Ekonomi digelakkan, bagi Tindi hal krusial bagi Negara ini tak lain adalah permasalahan ekonomi.

Berlangsungnya diskusi (FOTO Suluttoday.com)

”Mari kita menangkan Pancasila, jangan sekali-kali kita abai terhadap kondisi bangsa Indonesia yang kini pemerintah tengah berusaha mensejahterakan rakyat. Sebab rakyat memerlukan kebijakan yang adil, berpihak pada kepentingannya bukan pada kepentingan pemodal. Kita konsisten melawan kebijakan ekonomi pro asing yang berbau Neolib. Hari ini PRD dan LMND Sulut resmi melakukan launching ‘hastag 2019 Ganti Haluan Ekonomi’, kita berharap dengan berbagai bacaan terhadap kondisi bangsa, kajian yang radikal, serta usulan-usulan konstruktif dapat menjadi tawaran konseptual untuk pembangunan arah Indonesia kedepannya yang lebih progresif,” ujar Tindi.

Amas Mahmud ikut memberikan tanggapan dalam diskusi (FOTO Suluttoday.com)

Sekedar diketahui, kegiatan diskusi sebelum berbuka puasa bersama ini menghadirkan Eko R Yahya sebagai moderator, kemudian narasumber Jim R Tindi, Septian Paath (Ketua LMND EW-Sulut), dan juga Marline Djurubasa (Ketua API KARTINI Sulut). Para narasumber menyampaikan pemikirannya satu per satu, yang secara umum menegaskan tentang perlunya rekomendasi, potret dan wajah Indonesia yang jauh dari perlakukan diskriminatif, serta kebijakan yang pro pada kaum marginal.

PRD dan LMND Sulut kompak launching 2019 ganti haluan ekonomi (FOTO Ist)

Sementara itu, menurut Sekretaris DPD KNPI Manado, Amas Mahmud saat menyampaikan pendapatnya dalam diskusi tersebut menyampaikan apresiasi dan menilai apa yang dilakukan PRD dan LMND merupakan terobosan positif karena lebih berefek konseptual yang substantif.

2019 Ganti Haluan Presiden (FOTO Suluttoday.com)

”Kita memang membutuhkan gagasan besar untuk membangun Indonesia, bukan sekedar bersuara 2019 Ganti Presiden. Namun, lebih dari itu seperti salah satu upaya yang dilakukan PRD dan LMND Sulut ini yakni 2019 Ganti Haluan Ekonomi dengan menyertakan tawaran gagasan atau konsep. Artinya, kita membutuhkan kajian radikal, koreksi kritis terhadap problem bangsa ini, lalu memberikan kontribusi konkrit, berupa konsep yang hari ini dilaunching. Mari kita kawal dan bumikan,” ujar Amas yang juga jebolan FISPOL Unsrat Manado itu. (*/Redaksi)

iklan1