Tag: program uc

Kampanye di Malalayang, GSVL-Mor Bastiaan Diserang Warga

GSVL-Mor Bastiaan saat melakukan kampanye dialogis (Foto Ist)

GSVL-Mor Bastiaan saat melakukan kampanye dialogis (Foto Ist)

MANADO – Jadwal kampanye pasangan calon (Paslon) Wali Kota, GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Manado, Mor D Bastiaan, Rabu (23/9/2015) kemarin berlangsung meriah dan mendapat sambuat luar biasa ditengah masyarakat. Tak hanya itu, penampilan Palon Wali Kota ini terkesan unik serta berbeda, hal tersebut terpantau langsung wartawan media ini, kampanye yang berlokasi di Perumahan Bangun Indah Celebes Kelurahan Malalayang I Barat Kota Manado ini begitu menyedot perhatian warga. Bahkan warga terlihat menyerbu kelokasi tersebut untuk melihat langsung calon pimpinan Manado kedepan ini.

Dengan cara bertatap muka dan berdialog langsung dengan masyarakat, terlihat juga warga yang hadir dalam kampanye tersebut sangat akrab dengan Paslon GSVL-Mor. Incumbent GS Vicky Lumentut pada kesempatan itu, memaparkan keberhasilannya menjalankan 8 program pro rakyat yang pernah ditawarkannya kepada masyarakat, saat maju pada perhelatan Pilwako Manado 2010 lalu.

Kedelapan program tersebut diantaranya, pengobatn gratis melalui program Universal Coverge (UC), santunan dana duka, tunjangan naik bagi Kepala Lingkungan (Pala), insentif untuk rohaniawan, progrm berbasis lingkungan (PBL) Mapalus, dan lain sebagainya.

”Kalau Tuhan berkenan dan masih diijinkan masyarakat untuk memimpin kembali kota manado periode 2015-2020, Saya dan pasangan Wakil Walikota Pak Mor Bastian akan melanjutkan dan meningkatkan kualitas 8 program pro rakyat,” ucap GSVL disambut aplous dan teriakan dari masyarakat yang hadir, sekaligus teriakan L a n j u t k a n.

GSVL sapaan akrab Lumentut menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, yang sekolah di sekolah negeri akan digratiskan alias tidak dipungut biaya, tetapi program ini tidak berlaku di sekolah swasta. Begitu juga bagi yang mau melanjutkan study ke perguruan tinggi, akan ada seleksi program mahasiswa dari tingkat Lingkungan, Kelurahan dan Kecamatan.

”8 program itu telah dirumuskan untuk ditingkatkan. Seperti, tunjangan Pala akan naik Rp3 juta per bulan, insentif rohaniawan akan naik menjadi Rp1,5 juta per bulan, santunan dana duka akan naik jadi Rp3 juta. Kemudian pelajar, yang sekolah di sekolah negeri akan digratiskan, tidak ada biaya. Untuk peningkatan program unggulan UC akan dibangun Rumah Sakit Daerah milik Pemkot Manado, agar program UC bisa lebih berkualitas. Begitu juga dengan Lansia ada dana bulanan untuk lansia,” kata GSVL yang juga ketua APEKSI ini.

Sementara itu, sejumlah warga mengapresiasi cara berkampanye dari Paslon berjargon CERDAS (GSVL-Mor), dengan tatap muka langsung dan berdialog dengan masyarakat. Mereka pun mendukung GSVL-Mor untuk melanjutkan dan tingkatkan 8 prtogram pro rakyat, yang telah berhasil di jalankan oleh GS Vicky Lumentut selama menjabat Wali Kota manado periode 2010-2015.

”Program Pro rakyat sangat membantu kami masyarakat manado, apalagi program UC dan Dana Duka itu sudah kami rasakan semuanya dan benar sangat bermanfaat. GSVL-Mor itu pasti dan jelas program kerjanya, untuk membangun dan mensejahterahkan masyarakat Kota Manado, Lanjutkan….” papar Ibu Agnes saat di wawancarai Wartawan media ini, usai tatap muka dan berdialog dengan Paslon GSVL-Mor. (Amas)

Kunjungi Manado, DPRD Cilacap Belajar Program UC dan Santunan Duka

Kantor Walikota Manado...

Kantor Walikota Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kunjungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilacap Provinsi Jawa Tengan (Jateng), ke kantor DPRD Manado, Kamis (17/9/2015) belum lama ini tak lain bertujuan mempelajari program Universal Coverage (UC), program kesehatan gratis yang dicanangkan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut ini ternyata memiliki ketertarikan tersendiri bagi warga di daerah lain.

Kunjungan kerja (kunker) rombongan Dekab Cilacap, Jawa Tengah yang dipimpin Wakil Ketua Dekab Cilacap, Barokatul Anam dan Mujiono, di gedung Parlemen jalan Balaikota Tikala. Maksud kunker tersebut untuk melakukan komparasi terkait fasilitas publik yang ada di Manado.

”Dalam kunker kali ini kita melakukan sharing atau tukar pikiran mengenai Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pemeliharaan jalan dan drainase,” kata Mujiono.

Ditambahkannya lagi, selain itu juga membahas terkait penataan kota. ”Kita juga membahas mengenai tata ruang kota, pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), penataan pemukiman rakyat, dana hibah dan masalah ketenagakerjaan,” tutur Anam salah satu anggota DPRD Cilacap.

Rombangan Dekab Cilacap ini diterima Komisi C Dekot Manado antara lain Lineke Kotambunan, Dijana Pakasi, Fatma Abubakar, Stenly Tamo, Anita De Blouwe dan Abdul Wahid Ibrahim. Hadir juga dalam kesempatan ini perwakilan Dinas Kesehatan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Manado.

Para legislator Manado ini juga secara bergantian memaparkan tentang visi dan misi Manado serta berdiskusi tentang program unggulan Pemkot Manado, seperti pengobatan gratis melalui program Universal Coverage, Santunan Dana Duka, serta program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL) Mapalus, sebagaimana dicetuskan Walikota GS Vicky Lumentut (GSVL). Legislator Cilacap pun kagum dengan program unggulan Pemkot Manado.

”Ini program bagus yang bisa diadopsi dan diterapkan di daerah kami,” ujar Anam. (Tim Redaksi)

Castro Nilai 8 Program Pro Rakyat Belum Dijalankan Lurah dengan Baik

Calvin Castro (Foto Ist)

Calvin Castro (Foto Ist)

MANADO – Program pemerintah Kota Manado yang dinilai begitu menyentuh dengan kepentingan masyarakat, seperti program kesehatan gratis atau Universal Coverage (UC), bantuan santunan duka, dan yang lainnya, selain mendapat respon positif dari aktivis pemuda juga ternyata ditemukan sejumlah catatan. Seperti yang disampaikan Calvin Castro, Ketua Aliansi Ormas dan LSM Anti Korupsi menyebutkan perlunya 8 program pro rakyat Pemkot Manado dimaksimalkan.

”Ini 8 program pemerintah Kota Manado sangat luar biasa dan menyentuh pada kebutuhan masyarakat. Tapi, sayangnya Lurah dan Kepala Lingkungan belum mampu mensosialisasikan secara maksimal program ini, contoh salah satunya program UC. Karena lemahnya Lurah, pada akhirnya warga Kota Manado yang masuk RS menggunakan uang pribadi, padahal Pak Wali Kota Manado sudah mencanangkan ini dan sangat baik bagi warga Manado,” tukas Calvin.

Ditambahkan aktivis vokal ini mengatakan terkait dana duka masih ditemukan beberapa contoh kasus yang buruk dilakukan di Kelurahan tertentu. Dirinya mencurigai, ada oknum Lurah nakal yang sengaja merusak nama baik Wali Kota Manado, sehingga dengan demikian, kata Castro ‘kelemahan’ tersebut harus diperbaiki.

”Kemudian soal dana duka yang disalurkan ke masyarakat yang berhak menerima bantuan, namun sebagian besar juga Lurah yang kami temukan dilapangan tidak memberikan ini ke masyarakat. Misalkan di Kelurahan Istiqlal sampai saat ini warga belum pernah terima bantuan santunan duka, terutama warga yang berduka. Berarti masyarakat yang layak menerima hanya saja dimanfaatkan pihak atau oknum Lurah, dan akhirnya mencoreng nama baik pemerintah Kota Manado,” ujar Calvin. (Amas Mahmud)

Program UC Pro Rakyat, Kaunang: Terima Kasih Pak Vicky

GSVL saat melakukan pengecekan program Kesehatan Gratis (Foto Ist)

GSVL saat melakukan pengecekan program Kesehatan Gratis (Foto Ist)

MANADO – Sejumlah pasien yang menjalani proses cuci darah di ruang Dahlia Instalasi Tindakan Khusus Haemodialisis Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou Manado, menyatakan salut dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Walikota GS Vicky Lumentut. Pasalnya, sejak mereka mulai melakukan proses cuci darah di RSUP Prof Kandou dengan memanfaatkan program Universal Coverage (UC) atau layanan kesehatan gratis, mereka tidak pernah dipungut biaya oleh pihak rumah sakit.

Padahal, sekali cuci darah saja pasien harus merogoh uang Rp500 ribu. Jika seminggu harus dua kali cuci darah, warga harus menyediakan uang Rp1 juta.

”Terima kasih Pak Vicky, program UC benar-benar telah saya rasakan. Sampai saat ini tidak sepeser uang saya keluarkan untuk cuci darah, semuanya gratis. Terima kasih Pak Vicky, terima kasih,” ujar Julin Kaunang, warga Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Paal Dua, saat bertemu Wali Kota, Selasa lalu.

Menurut warga, program UC yang ditelorkan Walikota Lumentut sangat membantu, khususnya bagi warga kota dengan tingkat ekonomi lemah. Olehnya, warga berharap program UC dapat dilanjutkan Walikota sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

”Pak Wali, terima kasih saya tidak membayar untuk cuci darah di Rumah Sakit Malalayang ini. Kalau boleh Pak Wali, launjutkan saja,” tukas Hadijah Karim, pasien cuci darah warga Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil.

Hal senada dikatakan Sherly Nayoan, pasien cuci darah dari Karombasan, Kecamatan Malalayang. Dikatakan, apa yang diprogramkan Walikota Lumentut merupakan program pro rakyat yang menyentuh masyarakat. Walikota Lumentut secara rutin melakukan pemantauan dan pengecekan pelaksanaan program UC di enam Rumah Sakit (RS) yang bekerjasama dengan Pemkot Manado. Ketika berada di ruang Dahlia, tampak sejumlah pasien cuci darah sedang menjalani proses cuci darah didampingi para medis.

”Program UC masih tetap kita jalankan, dan tidak benar jika ada kabar telah dihentikan. Saya rutin melakukan pengecekan di Rumah Sakit apakah berjalan baik atau tidak. Dan selama ini, program UC berjalan dengan baik, sehingga banyak warga yang meminta saya untuk melanjutkan program ini,” tandas GSVL, sapaan akrab Wali Kota, seraya mengatakan program UC menjamin semua penyakit mulai dari flu sampai cuci darah tanpa bayaran.

”Yang tidak dilayani dengan program UC adalah mereka yang ingin melakukan operasi plastik, serta bukan penduduk Kota Manado yang dibuktikan dengan adanya Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga. Program UC hanya sampai kelas tiga, kalau ingin ke kelas dua atau kelas satu, itu bayar sendiri,” paparnya menutup.(Tim Redaksi)

Mantapkan Pelayanan, Wali Kota Lumentut Pastikan UC Tetap Jalan

Wali Kota GSVL saat berkunjung ke pasar tradisional (Foto Suluttoday.com)

Wali Kota GSVL saat berkunjung ke pasar tradisional (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Komitmen pemerintah Kota Manado untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warganya terbukti. Hal ini seperti yang dilakukan pemerintah Kota Manado, begitupun seperti yang disampaikan Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut menandaskan program Universal Coverage (UC) atau layanan kesehatan grartis bagi warga Kota Manado memberikan jaminan kesehatan secara menyeluruh dan dibiayai melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado.

Sehingga, layanan kesehatan ini harus dipastikan dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Manado, khususnya mereka yang tidak mampu. Olehnya, Walikota sering melakukan pengecekan di enam Rumah Sakit (RS) yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yakni RS Pancaran Kasih, RS Advent Manado, RS Sitti Maryam, RS Bhayangkara, RS Ratumbuysang dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou.

“Saya selalu datang mengecek ke Rumah Sakit yang punya kerjasama dengan pemerintah Kota Manado terkait layanan UC. Saya datang untuk memastikan apakah program UC telah benar-benar dirasakan masyarakat kota,” ujar Wali Kota Lumentut ketika menyambangi RS Pancaran Kasih, belum lama ini.

Menurutnya, selain mengunjungi RS untuk melihat secara langsung layanan UC, dirinya juga berdialog dengan dengan warga Kota Manao yang menjadi pasien RS.

”Rata-rata pasien ataupun keluarga pasien mengaku sangat terbantu dengan layanan kesehatan gratis yang diberikan pemerintah kota. Saya berharap, program ini tetap kita lanjutkan agar masyarakat bisa merasakan manfaat yang besar dari program ini,” tandas Wali Kota GSVL.

Sementara, warga mengapresiasi program Pemkot Manado dibawah kepemimpinan Wali Kota Lumentut. Apalagi, dengan program tersebut banyak warga yang telah merasakan manfaatnya terutama mereka dengan tingkat ekonomi lemah.

”Terima kasih kami kepada Pak Walikota Vicky Lumentut yang telah memberikan jaminan kesehatan gratis bagi kami. Mudah-mudahan program ini akan terus berlanjut dan kami akan terus mendukung apa yang menjadi program Pak Walikota,” tukas Christin MD Ginogaha, warga Malalayang, yang ditemui di RS Pancaran Kasih. (Amas Mahmud)

iklan1