Tag: program uc

Warga Rasakan Manfaat UC, GSVL Diharapkan Pimpin Manado Lagi

Salah seorang ibu saat berbisik dengan Wali Kota GSVL (Foto Ist)

Salah seorang ibu saat berbisik dengan Wali Kota GSVL (Foto Ist)

MANADO – Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dibawah kepemimpinan Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, terhadap masyarakat Kota Manado melalui program-program Pro Rakyat yang diluncurkan sangatlah bermanfaat bagi warga Manado. Apalagi dengan program Universal Coverage (UC) dan Dana Duka, yang dinilai sangat tepat dan menyentuh langsung kepada masyarakat.

”Terimakasih banyak Pak Walikota GS Vicky Lumentut, atas perhatian yang diberikan for torang masyarakat manado. Terutama untuk Dana Duka dan UC, itu sangat bermanfaat disaat ada keluarga yang meninggal bisa mendapatkan santunan duka untuk membantu biaya pemakaman. Begitu juga dengan UC saat torang sakit boleh dapat pelayanan kesehatan gratis, itu torang tahu adalah perhatian dari Pak Walikota GSVL for torang masyarakat yang membutuhkan,” ucap Juliana Tagah, Warga Mahakeret Timur Lingkungan II Kecamatan Wenang, Rabu (1/4/2015) kemarin kepada wartawan.

Warga ramai-ramai bertanya dan memberikan dukungan pada Wali Kota Manado (Foto Ist)

Warga ramai-ramai bertanya dan memberikan dukungan pada Wali Kota Manado (Foto Ist)

Ditambahkan Ibu Juliana, pihaknya juga sangat berterimakasih karena Pak Walikota GSVL, telah menyerahkan dana bantuan PSKS dari Pemerintah Pusat kepada kami masyarakat Manado. ”Sebagai warga Manado kami akan terus mendoakan agar Tuhan selalu menyertai Pak Wali Kota GSVL, kami juga berdo’a supaya Pak Wali Kota terus diberkati Tuhan dalam memimpin Kota Manado. Torang juga akan terus mendukung dan mendoakan, nanti Pak Wali Kota GSVL boleh terpilih dan kembali menjadi Wali Kota Manado kedua kali (periode 2015-2020),” uajar Juliana diaminkan oleh beberapa warga yang sama-sama menerima bantuan dana PSKS program Pemerintah Pusat. (Amas Mahmud

Dinilai Layak, Prof Dr Lombok Salut Kepada GSVL

Prof Dr Jan Lukas Lambertus Lombok (Foto Ist)

Prof Dr Jan Lukas Lambertus Lombok (Foto Ist)

MANADO – Dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Prof Dr Jan Lukas Lambertus Lombok, mantan Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA) mengaku bangga dengan kepemimpinan Walikota Manado, Dr GS Vicky Lumentut. Acungan jempol pun terangkat mengakui, akan sejumlah program Pro Rakyat yang di gulirkan oleh GSVL guna memberikan kesejahteraan bagi warga Kota Manado.

Menurutnya, program-program yang digulirkan GSVL sapaan akrab Lumentut, sangatlah membantu bagi warga manado seperti Universal Coverage (UC), Dana Duka dan lain sebagainya hingga pada seleksi Kepala Lingkungan dan Lurah. Lebih khusus diakui Lombok, terkait dengan program dalam bidang pendidikan yakni akan disiapkannya Kelas Khusus bagi para siswa yang memiliki IQ tinggi.

”Salut dan bangga dengan ide dan semua program Pro Rakyat dari Pak Vicky Lumentut, serta khususnya program dibidang pendidikan akan disiapkan kelas khusus bagi siswa pintar. Itu Berarti Pak Walikota telah mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas, untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang handal bagi Kota Manado kedepannya,” ujar Prof,Dr.Jan LL Lombok, Kamis (5/2/2015) saing tadi.

Dr GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

Dr GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

Ditambahkannya, program kelas khusus dari Pak Vicky Lumentut pasti menjadikan para siswa dan siswi di semua sekolah di Kota Manado, termotivasi untuk lebih giat belajar sehingga bisa mendapatkan kursi di kelas khusus. Apalagi, akan dikirim ke luar negeri untuk melakukan study banding, dengan beberapa negara maju di Dunia yang telah menjalin kerjasama Sister City dengan Kota Manado.

”Ini adalah ide yang cemerlang Pak Vicky dalam menyiapkan SDM bermutu bagi generasi muda di Kota Manado yang berdedikasi,jujur,inovatif, tekun dan ulet. Sehingga generasi muda di Kota Manado bisa bersaing dengan para generasi muda di negara-negara maju di Dunia,” ujar Lombok sambil menambahkan bahwa Wali Kota GS Vicky Lumentut, adalah seorang pemimpin yang bisa menjadi panutan oleh pemimpin-pemimpin lain di Indonesia. (Amas Mahmud)

Masuk Kerja Sama UC, RS Pancaran Kasih Manado Dikeluhkan Pasien

Kondisi ruangan Rumah Sakit Pencaran Kasih Manado yang kelihatan kumuh

Kondisi ruangan Rumah Sakit Pencaran Kasih Manado yang kelihatan kumuh

MANADO – Pelayanan kesehatan Gratis ole pemerintah Kota Manado melalui program Universal Coverage (UC) diakui sangat membantu masyarakat, terutama bagi masyarakat ekonomi lemah. Tak hanya itu, selain pengobatan Gratis masyarakat juga ternyata mengharapkan kenyamanan disaat mereka berada dan dilayani pihak Rumah Sakit (RS).

Minggu (14/12/2014), sepertinya beberapa pasien di RS Pancaran Kasih kurang merasa nyaman dengan kondisi RS yang menurut mereka sedikit mengabaikan aspek kebersihan. Hal tersebut disampaikan salah satu keluarga pasien yang dirawat di RS Pancaran Kasih, bagi mereka pihak RS tidak benar-benar memperhatikan kenyamanan para pasien.

”Kami keluarga yang datang mendampingi pasien juga merasa tidak nyaman, hal ini tentu sangat mengganggu kenyamanan pasien. Coba dipikir, kami yang sehat saja merasa kurang nyaman apalagi pasien, Rumah Sakit Pancaran Kasih seolah luput dari perhatian Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado. Lihat saja, toilet di RS ini yang kotor dan fasilitas lain yang kurang layak,” ujar sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.

Toilet di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado yang memprihatinkan

Toilet di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado yang memprihatinkan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, Robby R Mottoh saat dikonfirmasi terkait keberadaan RS Pancaran Kasih dalam kerja sama dengan pemerintah Kota Manado mengatakan kalau RS Pancaran Kasih juga masuk dalam kerja sama UC.

”Iya Rumah Sakit Pancaran Kasih juga masuk kerja sama dengan kami untuk program Universal Coverage. Kami juga berharap kerja sama ini dapat berlanjut sesuai MoU,” ujar Mottoh belum lama ini.

Berdasarkan pantauan Suluttoday.com air di kamar mandi dan toilet hanya ditampung dalam gayung kecil, kemudian beberapa botol akua terisi air diletakkan dalam toilet. Kebersihan Rumah Sakit juga kurang terpelihara, salah satu ruang rawat inap pasien juga terlihat gelap-gulita lantaran listrik tidak dinyalakan. Selain itu, fasilitas yang kurang memadai tersebut ikut memunculkan keprihatinan beberapa pasien yang akhirnya menjadi keluhan mereka. (Amas Mahmud)

iklan1