Tag: provinsi sulawesi utara

Pilkada Serentak, Kemenangan Masyarakat dan Kerakusan Politisi

Ilustrasi, politisi rakus (Foto Istimewa)

Oleh : Amas Mahmud, jurnalis dan Alumni FISPOL Unsrat

TIDAK semudah mengedipkan mata, bagaimana para politisi membumikan narasi besar yang diperjuangkan. Bentuk narasi yang direpresentasikan melalui jargon, visi misi dan perencanaan program juga begitu penting dirumuskan. Selain berfungsi sebagai penanda bahwa politisi tersebut punya visi, ada identitas pikiran yang dipromosikan ke masyarakat. Politisi tanpa gagasan, itu mustahil dipilih masyarakat. Hanya masyarakat yang hilang kewarasan dan masyarakat putus asa yang memilih pemimpin tanpa mempertimbangkan visi perjuangan.

Fenomena kekinian, demokrasi kita menyajikan itu. Bahwa dimana masih ada segelintir masyarakat yang kurang optimis, karena skeptis terhadap politisi, akhirnya tidak melihat program dan visi sebagai indikator penting. Masih ada masyarakat yang pasrah, sehingga kurang percaya lagi terhadap politisi. Hasilnya, yang mereka kedepankan hanyalah pilihan-pilihan pragmatis. Memilih politisi dengan mengandalkan ukuran uang. Bagi politisi yang punya uang, mereka menjadi sasaran dikeroyok masyarakat untuk dipilih tentunya.

Rumah politisi berduit biasanya ramai saat musim politik tibas. Seperti dalam agenda Pilkada Serentak 2020, masyarakat yang ragu terhadap kemampuan politisi melakukan perbaikan ekonomi mulai menyasar, membuat list siapa politisi berduit yang akan mereka jadikan tempat mereka bersandar. Tentu, bersandar dalam konteks politisi yang dinilai memiliki modal finansial tersebut akan mendapat banyak tawaran dari masyarakat untuk menjadi tim sukses. Cukup dengan pendekatan, politisi punya banyak uang saja, masyarakat dengan sendirinya merapat. Walau logika politik ini sangat berbahaya.

Tak sejalan dengan semangat kita membangun demokrasi. Sejatinya, demokrasi itu memberi penghargaan pada masyarakat sebagai pemegang kendali terhadap kedaulatan. Bukan malah suaranya diobral, terjadi perdagangan elektoral. Ini sangat memalukan, menggambarkan bahwa seolah-olah martabat kita sebagai manusia hanya dihargai dengan sebongkah uang. Semestinya, masyarakat berhijrah dalam menilai calon pemimpin. Baik mereka calon Kepala Daerah (pasangan calon Gubernur, Bupati dan Wali Kota) yang diperiksa utama adalah kemampuan berjuang untuk masyarakat.

Komitmen, kesetiaan, kemudian keberpihakan pemimpin tersebut kepada masyarakat. Kompetensi dan integritas pemimpin itu lebih penting, bukan uang atau materi yang dipamerkan. Untuk konteks Sulawesi Utara, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur akan dihelat. Yang dalam waktu bersamaan juga akan dilakukan pemilihan Wali Kota serta Wakil Wali Kota Manado, masyarakat sudah harus selektif memilih. Menjadikan Pilkada sebelumnya sebagai cerminan.

Apakah pemimpin yang mereka pilih, contohnya di Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado sudah amanah berpihak pada masyarakat sesuai master plan dan program prioritas?. Ataukah, malah semua yang dijanjikan pada masyarakat, nihil dalam realisasinya. Realitas hari ini rasanya cukup menjadi referensi bagi masyarakat. Memilih bertahan dengan pilihannya, atau berpindah memilih figur lain. Tergantung hasil renungan masyarakat terhadap kondisi sosial saat ini. Tidak ada paksaan dalam milih.

Pilkada Serentak 2020 seyogyanya menjadi fondasi bagi kemenangan masyarakat. Menjadi tapal batas terhadap kelahiran pemimpin yang populis. Seluruh keputusan itu berada pada pilihan masyarakat di tanggal 23 September 2020 nantinya. Masyarakat jangan lagi memberi ruang terhadap para bandit perusak demokrasi. Jangan sampai Pilkada Serentak dikapitalisasi menjadi kemenangan para politisi. Itu artinya, masyarakat jangan lagi menjadi pikun.

Kita dihebohkan dengan virus Corona, biarkan saja isu itu meluas. Toh, nantinya akan berhenti sendiri. Tapi, jangan biarkan para penjahat demokrasi bermain, kemudian mesra mengepung kepentingan masyarakat. Kemudian, diakhir dari Pilkada Serentak, masyarakat menderita 5 tahun lagi. Masyarakat harus menjadi pemenangnya di Pilkada Serentak 2020. Pendekatan kemenangan masyarakat itu terlihat dikala masyarakat tidak lagi salah memilih pemimpinnya. Jangan biarkan demokrasi mati di atas tangan-tangan kaum kapitalis. Demokrasi harus terus hidup dalam ruang dialektikanya.

Tentu kita semua tidak mengharapkan kehidupan ini berjalan mundur. Masyarakat juga tidak mau membiarkan para perusak memimpin daerah, maupun Negara Indonesia tercinta. Lantas, kita berdiam saja?. Diam bukanlah solusi. Sikap kita adalah bergerak, membuat hal-hal positif yang konstruktif. Kesadaran membangun yang bersifat universal perlu kita gerakkan terus, tanpa henti. Masyarakat bisa terlibat aktif dalam mengawasi proses Pilkada agar tidak terjadi kecurangan. Janganlah sekali-kali masyarakat pasif, apalagi Golput dalam Pilkada Serentak 2020. Silahkan menjadi pelopor dalam mewujudkan demokrasi yang bersih, berkeadilan, maju dan profesional.

Agenda mendesak yang patut diselamatkan masyarakat yaitu merebut kemenangan. Tidak termakan bujuk rayu, lalu memilih para calon pemimpin yang sepantasnya tak layak dipilih sebagai pemimpin. Kedepan pemimpin kita punya banyak tugas yang perlu ia buat, bukan sekedar memasang slogan politik. Pemimpin kita harus menjadi pembeli ide publik, pihak yang ragus dalam bekerja demi kepentingan banyak orang. Mereka pemimpin yang mampu menjawab kecemasan publik, bukan malah menjadi pemicu dan aktor penyebar kecemasan di tengah masyarakat. Hentikan gesitnya manuver para politisi rakus yang punya kepentingan memperkaya diri sendiri.

Humiang Tekankan Kesiapan Panitia PKN-Revmen

Rapat persiapan menyambut BP-GNRM dan PKN-Revmen tahun 2018

MANADO, Suluttoday.com – Bertempat di Ruang Kerja Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Senin (15/10/2018), Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengadakan rapat persiapan menyambut Bulan Pemantapan Gerakan Nasional Revolusi Mental (BP-GNRM) dan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-Revmen) tahun 2018.

Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Sulut, Edison Humiang yang juga didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Prov Sulut, Mecky Onibala membahas akan kesiapan panitia guna mensukseskan kegiatan tersebut.

Mengingat puncak kegiatan BP-GNRM dan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (26/10), Humiang sekali lagi mengevaluasi kesiapan setiap SKPD terkait yang masuk dalam kepanitiaan. Pada rapat tersebut juga, dibahas lokasi pembukaan yang dicanangkan di Lapangan Koni Manado.

Disamping itu juga, pusat kosentrasi kedatangan Presiden serta rombongan diapndang Humiang menjadi pusat kesiapan ekstra, khususnya dalam segi pengamanan. Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-Revmen) Indonesia tahun 2018 mengangkay tema “Revolusi Mental Untuk Indonesia Satu, Mandiri dan Melayani”.

Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam menyemarakan gerakan revolusi mental, yakni gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih (9 Oktober), gerakan Indonesia tertib (18 Oktober), gerakan Indonesia Mandiri (19 Oktober) dan gerakan Indonesoa bersatu (20 Oktober).

Dalam gerakan Indonesia melayani, Pemerintah Sulut melaksanakan gerakan aksi nyata berupa; pembuatan E-KTP bagi pemilih (didalamnya pemilih pemula) di 15 kab/kota se Sulut oleh dukcapil mulai 1-25 Oktober 2018 sebanyak 3000 E-KTP yang akan diserahkan pada tanggal 26 Oktober 2018, pengurusan 1000 sertifikat tanah bagi masyarakat di 15 kab/kota oleh ATR BPN mulai tanggal 15 oktober 2018.

Pelayanan pembuatan 500 SIM dengan metode mobile kerjasama polda dan dinas perhubungan Sulut seriap hari kerja + Sabtu Minggu sampai dengan 23 Oktober 2018, peningkatan Mall Pelayanan Publik oleh DPM PTP di kab/kota di Bitubg dan Tomohon sepanjang bulan Oktober 2018.

Sementara pada acara puncak pada tangal 26-28 Oktober diagendakan acara PKN-Revmen yakni, forum dialog bela negara, forum dialog pembaruan kebangsaan, pembukaan PKN-Revmen, pemutaran film dan bedah film, seminar tentang ada dan kepercayaan, rembuk nasional (5 gerakan), pameran inovasi pelayanan publik dan inovasi kreatif anak bangsa, pementasan seni dan budaya daerah dan kontemporer serta karnaval budaya.

Nampak juga dalam rapat tersebut kehadiran dari setiap kepala SKPD yang masuk dalam susuan kepanitian, para pihak pengamanan baik TNI dan POLRI (Cat)

Tingkatan PAD, Atteng Siap Turunkan BOA

Kepala Bapenda Sulut bersama BOA (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pencapaian target dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) jelang berakhirnya kwartal ketiga terus digenjot Bapenda Sulawesi Utara. Bahkan instansi pemerintah yang dikomandani Olvie Atteng siap menurunkan BOA.

BOA bukanlah sejenis ular yang berukuran besar, tapi Bapaenda Orange Army yang disiapkan untuk merazia serta penelusuran penunggak pajak kendaraan bermotor.

Menurut Atteng kepada media ini Kamis (23/08/2018), tim akan diturunkan di sejumlah lokasi dan diperlengkapi data kendaraan bermotor yang sudah akan jatuh tempo maupun yang sudah melewati dan belum melakukan pembayaran. Penelusuran seperti dirangkum media ini akan berada di lokasi termasuk di instansi pemerintah.(Cat)

Pemprov Sulut Salurkan Bantuan di Kawasan Transmigrasi

Tumundo menyerahkan bantuan dari Gubernur Sulut (FOTO Ist)

WIOI, Suluttoday.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, akhir pekan lalu menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang mendiami wilayah transmigrasi di Desa Wioi Timur Kabupaten Minahasa Tenggara.

Bantuan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey berupa peralatan olahraga dan obat-obatan tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erny Tumundo.

Penyerahan ini juga disaksikan oleh Sekda Kabupaten Minahasa Tenggara dan instansi terkait serta anggota DPRD Provinsi NTT yang kebetulan sedang melakukan kunjungan kerja meninjau masyarakat NTT yang menjadi transmigran di wilayah tersebut.(Cat)

Lolong : Media Ujung Tombak Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella

Imunisasi Campak dan Rubella demi masa depan Anak Hebat (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Promosi maupun kampanye tak akan berjalan baik tanpa peran serta media massa, termasuk di antaranya mengkampanyekan program pemerintah. Untuk itu, Plh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulawesi Utara, Dr Rima Lolong MKes memandang penting peran media dan menjadikan media sebagai ujung tombak dalam Kampanye Nasional Imunisasi Campak dan Rubella.

“Media ujung tombak kampanye Imunisasi Campak dan Rubella,” ujarnya kepada media ini usai membuka kegiatan temu media di salah satu hotel di Kota Manado Jumat (20/07/2018) siang.

Lebih lanjut kegiatan yang diprakarsai oleh Unicef tersebut juga dilaksanakan pernyataan sikap untuk memberikan dukungan kepada Kampanye Nasional Imunisasi Campak dan Rubella di Provinsi Sulawesi Utara yang dibacakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Utara, dr Franky Maramis.  

Maramis menjelaskan bahwa Kampanye Nasional Imunisasi Campak dan Rubella (MR) di Indonesia menyasar sekitar 70 juta anak yang terdiri atas 2 tahap yaitu fase 1 tahun 2017 di 6 provinsi di pulau Jawa yang telah mencakup 37 juta anak dan fase 2 tahun 2018 di 28 provinsi lainnya yang menargetkan 31.963.000 anak usia 9 bulan – 15 tahun.

Untuk Provinsi Sulawesi Utara memiliki sasaran 591.775 anak di 15 kabupaten dan kota. Lolong menambahkan bahwa Imunisasi Measles Rubella untuk mencegah penyakit campak dan rubella merupakan satu program Kemenkes yang akan dilaksanakan bulan Agustus dan September 2018.

Seperti dirangkum media ini, tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, tetapi penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus.

Untuk itu, Kabag Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Christian Iroth yang menjadi salah satu narasumber menghimbau agar media cetak, elektronik dan online di Sulut turut membantu dalam kampanye tersebut.

Menurut Iroth, peran media akan membantu masyarakat memahami pentingnya Imunisasi MR diberikan untuk melindungi generasi penerus bangsa dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.(Cat)

iklan1