Tag: proyek bermasalah

Proyek Asal Jadi di Mitra, LSM Serang Balai Jalan Nasional Sulawesi Utara

Papan proyek yang dikerjakan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dinilai pengerjaan asal jadi proyak pelebaran jalan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapat sorotan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kali ini, LSM Transparansi Sulut menyampaikan kritik kerasnya atas proyek yang diduga kuat abal-abal tersebut.

“Pekerjaan proyek Pelebaran Jalan pontak Kalait Lobu Di kabupaten minahasa tenggara Tahun 2019 dari Balai pelaksanaan Jalan nasional BPJN XV Wilayah Sulawesi Utara, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2019 yang dikerjakan oleh Perusahan Kontraktor PT. Dayana Cipta dengan anggaran Rp.18.570.147.000 (delapan belas milyar Lima ratus tujuh puluh juta seratus empat puluh tujuh ribu) kami menilai asal-asalan dikerjakan. Selaku warga Mitra kami mempertanyakan pengerjaannya. Duit sebanyak itu tidak sebanding dengan hasil kerja yang ada,” tutur Donald Pakuku, S.IP, Ketua LSM Transparansi Sulut, Selasa (31/3/2030).

Menurutnya pihanya tengah melakukan investigasi terkait proyek tersebut. Dan berencana membawa laporan ke pihak berwajib untuk menindaklajuti adanya temuan yang mereka dapatkan.

“Uang rakyat harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk rakyat. Proyek jalan yang dibangun itu diduga sarat penyimpangan dan aroma korupsi, karena dikerjakan tidak sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang Ada didalam kontrak Sehingga hasil pekerjaan banyak yang tidak berkualitas atau mudah rusak. Kami juga berencana melaporkan temuan ke pihak Kepolian agar diusut tuntas,” ujar Donal menutup.

(*/Bung Amas)

Ada 3 Kadis di Pemkot Manado yang Istrinya Kontraktor, Aktivis Minta Diawasi

Rakyat melakukan demo akibat praktek monopoli, ilustrasi (Foto Ist)

MANADO – Aktivis LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) Tommy Turangan, SH selaku Ketua Umum mengingatkan kepala Dinas hingga para Camat di jajaran pemerintah Kota Manado agar hat-hati dalam melaksanakan tugasnya. Pasalnya, banyak contoh kasus akibat penyalahgunaan wewenang membuat para pejabat birokrasi ini bersentuhan hukum.

”Kami selaku masyarakat hanya bisa mengingatkan agar para pejabat birokrasi, apalagi yang berprestasi dan dikenal memiliki integritas agar berhat-hati, jangan ceroboh. Apalagi, karena helap mata dikarenakan godaan uang lantas mengabaikan aturan, lihat sudah banyak contoh kasus pimpinan SKPD yang akhirnya bersentuhan dengan hukum,” ucap Turangan saat diwawancarai Suluttoday.com, Rabu (5/4/2017).

Lanjut dikatakannya bahwa disinyalir untuk Kepala Dinas (Kadis) di Kota Manado yang istrinya. Meski kata Turangan, pekerjaan kontraktor dan hubungannya dengan mencari hidup itu merupakan tuntutan kemanusiaan tinggal bagaimana Kadis itu profesional dan transparan bila ada lelang proyek di instansinya, jika kemudian istrinya mengikuti lelang proyek.

”Memang agak rawan dan sensitif, bisa jadi bila istri pejabat mengikuti lelang proyek atau menang dalam pengerjaan proyek yang disitu kepala SKPDnya adalah suami dari si kontraktor ini, akan memunculkan resistensi dan spekulasi publik. Sehingga demikian, perlu waspada, profesional dan juga transparan memang pekerjaan kontraktor itu tak ada salahnya, disini perlu dipilah jangan ada unsur nepotisme nantinya. Kan kita semua mencari hidup, tinggal dengan cara-cara yang benar sajalah. Seperti kami mendapatkan informasi ada 3 Kadis di Pemkot Manado yang istrinya kontraktor dan akan kami beberkan nanti, iya kami juga minta DPRD Manado serius mengawasi ini,” ujar Turangan yang juga jebolan Fakultas Hukum Unsrat ini tegas. (Amas)

iklan1