Tag: PT Angkasa Pura

Tingkatkan Pelayanan, Angkasa Pura I Manado Ikut Bimtek Pengelolaan Lingkungan

Bandara Sam Ratulangi Internasional (Foto Ist)

Bandara Sam Ratulangi Internasional (Foto Ist)

MANADO – Untuk penerapan Eco Airport di Bandara Sam Ratulangi Manado, manajemen PT. Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado bekerja sama dengan Direktorat Bandar Udara Bidang Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara mengadakan kegiatan

“Bimbingan Teknis Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup Bandar Udara,” Rabu (28/9/2016) siang tadi.

Acara yang diperuntukkan bagi mitra kerja, mitra usaha dan komunitas Bandara ini dibuka oleh Sugito, yang bertindak sebagai PTS (Pelaksana Tugaas Sementara) General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado.

Selain Sugito, hadir pula Riyanto, Kepala Seksi Pengoperasian Pelayanan Bandar Udara (P2BU) Otban Wilayah VIII Manado. Sementara sebagai narasumber adalah Eka Novi Adriani, Ketua Tim Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Direktorat Bandar Udara Kementerian Perhubungan RI dan Indra Nasution, SMS dan OSH Section Head Bandara Sam Ratulangi Manado.

”Untuk menunjang program penerapan Eco Airport di Bandara Sam Ratulangi dibutuhkan kerjasama seluruh pihak terkait, yang bukan saja menjadi tanggung jawab PT. Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara, namun juga seluruh stakeholder yang ada di Bandara Sam Ratulangi,” ujar Sugito.

“Kami manajemen PT. Angkasa Pura I Cabang Bandara Sam Ratulangi Manado telah menerapkan dan mengimplementasikan program kerja secara berkala untuk mewujudkan bandara yg ramah lingkungan dan kami terus berusaha memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sesuai dengan salah satu misi Perseroan,” tambahnya.

Sebagai salah satu narasumber, Indra Nasution menjelaskan bahwa terdapat 8 (delapan) aspek dalam pengelolaan lingkungan di bandar udara. “Sebagai badan usaha yang ada diantara lingkungan dan masyarakat maka aspek kualitas udara, kualitas air, kebisingan, getaran, pemanfaatan energi, pengelolaan limbah, flora – fauna, dan sosial-ekonomi-budaya-kesehatan masyarakat wajib menjadi perhatian sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Dari hasil pengelolaan, pemantauan dan pengujian lingkungan hidup yg tertuang dlm laporan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) Semester 1 Tahun 2016, kondisi lingkungan di Bandara Sam Ratulangi Manado dalam keadaan baik sesuai standar peraturan yg ada. Hal senada juga disampaikan Novi bahwa pelayanan dan pengaturan di bandara Sam Ratulangi Manado sudah berjalan baik.

”Dari hasil observasi dan pengamatan kita di bandara Sam Ratulangi Manado, untuk pengelolaan lingkungannya sudah berjalan dengan baik. Ada beberapa catatan saran dan masukan guna meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di bandara ini,” tuturnya.(*/Amas)

Pihak Bandara Sam Ratulangi Manado Lakukan Pemusnahan Prohibited Items

Berlangsungnya pemusnahan (Foto Suluttoday.com)

Berlangsungnya pemusnahan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Bandara Sam Ratulangi Manado melaksanakan pemusnahan barang-barang yang dilarang diberangkatkan dalam pesawat udara (prohibited items) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 127 tentang program keamanan penerbangan nasional, Jumat (16/9/2016).

“Prohibited items ditemukan dalam pemeriksaan oleh petugas aviation security. Sesuai amanat PM 127 tersebut, barang-barang yang masuk kategori prohibited items kami amankan dan pembawa barang telah diperiksa sesuai ketentuan,” ujar Rudy Supriadi PTS General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado.

Acara pemusnahan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Kantor Otoritas Bandara, Polsek Mapanget, Maskapai, Angkasa Pura Supports, dan Angkasa Pura Logistics. Prohibited items yang dimusnahkan sejumlah 412 liter minuman keras, 4.367 korek api, dan 2.498 benda tajam.

“Untuk minuman keras dimusnahkan dengan cara dituangkan ke dalam galian tanah. Karena berwujud cairan yang sudah diolah menjadi alkohol, sehingga aman dituang dalam galian tanah. Namun kemasannya dalam bentuk botol plastik tidak ikut dibakar agar tidak mencemari lingkungan,” ungkapnya.

Sejumlah minuman yang akan dimusnahkan (Foto Suluttoday.com)

Sejumlah barang-barang yang dilarang saat dimusnahkan (Foto Suluttoday.com)

Sementara korek api dan benda tajam diserahkan ke unit Safety Health Environment (SHE) untuk disimpan di rumah limbah B3 (Barang Beracun Berbahaya).

“Selanjutnya nanti diserahkan ke pihak lain yg berwenang mengangkut dan mengolah barang-barang B3,” lanjutnya.

Sebagai gerbang pergerakan barang dan manusia, bandara wajib memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasanya. “Apresiasi bagi kawan-kawan aviation security yang berhasil mendeteksi prohibited items. Ke depan, agar kewaspadan terus ditingkatkan,” pungkasnya. (*/Amas)

Angkasa Pura Intens Sosialisasi Pelarangan Pengaktifan Perangkat Samsung Galaxy

Sosialisasi yang dilakukan PT Angkasa Pura I di bandara Sam Ratulangi Manado (Foto Ist)

Sosialisasi yang dilakukan PT Angkasa Pura I di bandara Sam Ratulangi Manado (Foto Ist)

MANADO – Menanggapi maraknya sejumlah laporan mengenai perangkat Samsung Galaxy Note 7 yang terbakar atau meledak, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor SE.18 Tahun 2016 tentang baterai lithium, power bank, dan smart phone Galaxy Note 7 tertanggal 13 September 2016.

Surat Edaran ini dikeluarkan setelah sebelumnya Federal Aviation Administration (FAA-USA) mengeluarkan Surat Edaran Keselamatan Penerbangan tanggal 8 September 2016 yang melarang para penumpang pesawat terbang untuk mengaktifkan maupun mengisi daya (baterai) pada perangkat Samsung Galaxy Note 7 selama penerbangan.

”Selain dua surat tersebut, dasar internasional lainnya adalah Safety Information Bulletin European Aviation Safety Agency (EASA) No. 2016-13 tanggal 9 September 2016 tentang Fire Hazards Associated with Samsung Galaxy Note 7 Devices,” kata Nugroho Jati General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Rabu (14/9/2016).

”Aspek keamanan dan keselamatan penerbangan wajib menjadi prioritas. Oleh karena itu, seluruh bandara di bawah kelolaan PT Angkasa Pura I (Persero), telah mendapat arahan agar mensosialisasikan himbauan ini kepada para pengguna jasa,” urai Jati.

Sesuai surat edaran tersebut, baik penumpang dan personel pesawat udara tidak diijinkan untuk mengaktifkan dan mengisi daya perangkat Samsung Galaxy Note 7 selama penerbangan dan dilarang menempatkannya dalam bagasi tercatat (checked baggage).

“Jika perangkat tersebut harus dibawa, agar dalam keadaan tidak aktif dan tidak diisi daya, baik dengan powerbank maupun sumber tenaga lain yang ada dalam pesawat (in flight entertainment device) selama dalam penerbangan,” tutur Jati.

Upaya lain sebagai bentuk sosialisasi adalah dengan memasang pengumuman dalam bentuk standing banner, terutama di terminal keberangkatan.

”Kami sebagai operator bandara juga diwajibkan untuk memastikan agar penumpang dan personil pesawat udara tidak menempatkan baterai lithium, power bank, dan perangkat Samsung Galaxy Note 7 dalam bagasi. Jika ditemukan hal demikian saat pemeriksaan, maka petugas Aviation Security (Avsec) akan berkoordinasi dengan pemilik barang dan maskapai untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya menutup.

Untuk itu Jati menambahkan, selain memperkuat pengawasan dari personil Avsec, pihaknya juga berharap agar para pengguna jasa bandara hendaknya lebih waspada dengan kejadian ini serta bersedia bekerjasama jika harus dilakukan pemeriksaaan. (*/Amas)

Konsisten Berkreasi, Bandara Sam Ratulangi Manado Sajikan Beragam Hiburan

Kreasi dan inovasi yang dilakukan pihak Bandara Sam Ratulangi Manado (Foto Suluttoday,com)

Kreasi dan inovasi yang dilakukan pihak Bandara Sam Ratulangi Manado (Foto Suluttoday,com)

MANADO – Perbaikan pelayanan konsisten dilakukan di Bandara Sam Ratulangi Manado. Hal ini merupakan wujud dari sinergitas pihak PT Angkasa Pura wilayah Manado dengan pemerintah, pihak Bandara Sam Ratulangi terus berkreasi untuk menciptakan pengalaman (creating experience) selama berada di bandara untuk para pengguna jasanya.

“Sulut sebagai Provinsi yang tengah menggeliat pariwisatanya memberikan dampak positif bagi peningkatan jumlah penumpang di bandara,” ujar GM Bandara Sam Ratulangi, Nugroho Jati kepada Suluttoday.com, Sabtu (3/9/2016).

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulut menyebut setidaknya ada 24 festival selama Tahun 2016 yang terbaru, Provinsi Sulut menjadi tuan rumah Festival dan Lomba Seni Siswa Nusantara (FLS2N) yang diprakarsai Kementarian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Hari ini (Sabtu) menjadi puncak kepulangan peserta FLS2N. Sejumlah 2.000 orang akan kembali via Bandara Sam Ratulangi. Sehingga selain mengoptimalkan operasi dan keamanan bandara, kami juga berupaya menghadirkan hiburan agar anak-anak tidak bosan menunggu,” kata Jati.

Hiburan yang dimaksud adalah Tarian Kabasaran di selasar drop off keberangkatan, photobooth, wall of comment, dan free internet corner. Hal itu mendapat menuai tanggapan positif, Salmia warga Sulut yang merupakan pengguna di Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Seru, bisa eksis selfie-selfie di photobooth. Gurunya lebih dulu eksis daripada muridnya,” ucap Salmia, guru pendamping rombongan SMP Negeri 1 Pasangkayu Sulawesi Barat.

Sementara itu, lanjut Jati menegaskan bahwa berdasarkan evaluasi dan kerja yang terintegrasi dirinya memastikan semua operasi di Bandara Sam Ratulangi Manado berjalan lancar.

“Seluruh operasi berjalan lancar dan kami bangga bisa terlibat dalam festival nasional sebesar FLS2N. Ke depan, kami akan terus memperbaiki layanan dengan tetap memaksimalkan pemenuhan basic operation, namun juga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa sebagai upaya creating experience. Jika kembali dengan happy, mari jo baku dapa ulang di Manado (mari kembali berjumpa di Manado),” tutur Jati.(*/Amas)

Surat Terbuka LSM Maesa’an Tou Malesung Untuk PT Angkasa Pura

Meiyer Tanod (Foto Ist)

Meiyer Tanot (Foto Ist)

MANADO – Dinilai kurang akomodatif terhadap kepentingan masyarakat Adat Minahasa, pengurus LSM Maesa’an Tou Malesung Kota Manado, melalui Ketua Meiyer Tanot, Selasa (17/5/2015) menyampaikan surat terbuka kepada pihak PT Angkasa Pusa I, pengelola Bandara Sam Ratulangi Manado. Ini kutikan surat terbuka yang dilayangkan LSM Maesa’an Tou Malesung.

Kepada Yth : PT. ANGKASA PURA I pengelola Bandara Sam Ratulangi Manado c/q General Manager Halendra Waworuntu Di Manado Tabea!

Dengan Hormat, Kami selaku masyarakat yang menjunjung Adat dan budaya Minahasa merasa perlu mengutarakan beberapa hal kepada pihak pengelola Bandara Internasional Sam Ratulangi yakni:

1. Kami melihat dan merasakan bahwa pihak pengelola Bandara Sam Ratulangi belum bersama-sama masyarakat adat Minahasa dalam melaksanakan upaya upaya pelestarian dan pengenalan budaya Minahasa di areal Bandara, seperti tidak/belum dibuatnya ornamen ataupun hasil seni yang berciri khas budaya dan adat Minahasa khususnya. Sementara bandara ini berada di Tanah Minahasa.

2. Pihak Pengelola Bandara Sam Ratulangi saat ini, terkesan tidak/kurang memperhatikan masyarakat adat di Minahasa, padahal masyarakat adat juga memiliki hak ulayat terhadap aktifitas Bandara Sam Ratulangi, teristimewa kepedulian angkasa pura, terhadap pelestarian dan pengungkapan kembali budaya Minahasa, lewat masyarakat adat, lsm maupun ormas adat secara adil dan merata.

3. Perlunya disediakan ruang adat istiadat dan budaya, di areal Bandara Sam Ratulangi yang dikemas sehingga menarik orang baik tamu/wisatawan maupun warga yang berada di dalam kawasan bandara.

4. Perlu diperhatikan kualitas serta kuantitas gerbang baik masuk maupun keluar dari Areal Bandara Sam Ratulangi, sehingga kenyamanan pengunjung terwakili. Sebab dalam pengamatan kami, gerbang gerbang ini sudah tidak representatif dan sangat mengganggu aktifitas pengunjung. Baik ketika hendak masuk dan keluar sering terjadi antrian panjang.

5, selesai. Dan semoga hal hal diatas dapat menjadi perhatian pihak pengelola Bandara Sam ratulangi PT. ANGKASAPURA I (PERSERO) Melalui General Manager yang ada. Terima kasih. I JAJAT U SANTI Hormat Kami Meiyer TANOD,S.Sos Ketua MTM Sulut. (**/Redaksi)

iklan1