Tag: PT Duta Tunggal Jaya

GAWAT, LSM Angkat Bicara Soal Dugaan Pelanggaran Pembangunan Spam di Bitung

Pembangunan proyek (FOTO Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Gelombang musiham atau masalah hukum terus bergantian datangnya. Kali ini Dirjen Cipta Kaya yang seakan tidak pernah bebas dari permasalahan korupsi, bagaimana tidak baru beberapa waktu yang lalu salah satu pejabat di lingkungan kerja dirjen cipta karya satker spam yaitu Anggiat Simare Mare ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kini kepala satuan kerja sistem penyediaan air minum (Spam) diminta harus bertanggung jawab atas dugaan korupsi pada proyek pekerjaan pembangunan Jaringan Perpipaan Spam Ranowulu untuk KEK Kota Bitung yang dikerjakan PT Duta Tunggal Jaya tahun 2018 dengan anggaran 18,7 milyar rupiah karena diduga proyek pekerjaan spam tersebut diduga bermasalah. Hal itu disampaikan Ketua Umum LSM Transparansi Sulut, Donald Pakuku, S.IP.

”Proyek tersebut diduga kuat pengeraannya tidak sesuai dengan spesifikasi teknik yang ada seperti adanya pembuat Reservoir yang hanya dibuat sebanyak tiga titik. Padahal seharusnya dalam kontrak kerja pembuatan reservoir tersebut ada 6 titik yang harus dibuat. Kemudian, pembuatan Reservoir yang dikerjakan sebanyak tiga titik hanya di rehab dari reservoir lama yang sudah ada dari pekerjaan tahun 2016 dan tidak dibuat baru seperti yang di perintahkan dalam kontrak kerja,” ujar Pakuku pada sejumlah wartawan, Kamis (21/3/2019).

Selain itu, kata Pakuku bahwa volume panjang pekerjaan yang dikerjakan tidak sesuai dengan volume yang ada dalam kontrak kerja karena volume panjang pekerjaan yang dikerjakan hanya sampai pada titik di Desa Danowudu. Sedangkan dalam kontrak kerja seharusnya pekerjaan tersebut dikerjakan sampai pada titik yang ada di desa papusungan.

Dugaan pelanggaran pembangunan protek (FOTO Suluttoday.com)

”Pemasangan sambungan jaringan air ke rumah warga sebanyak 300 rumah tidak dikerjakan padahal item pekerjaan tersebut ada dalam kontrak kerja. Volume kedalaman galian tanah untuk penanaman pipa yang tidak sesuai dengan volume kedalaman yang ada dalam kontrak kerja yaitu 60 cm. Ada pula penggunaan beberapa peralatan pada pembuatan reservoir hanya menggunakan peralatan bekas yang diambil dari desa pinokalan. Maka untuk itu kami dari LSM Transparansi Sulawesi Utara meminta agar kepala satuan kerja (Kasatker) pengembangan spam Sulawesi Utara Dirjen cipta karya kementerian pu dan penjabat pembuat komitmen PPK pada proyek ini serta Tim PHO,” tutur Pakuku, didampingi Jerry Rumagit sebagai Kabid Investigas LSM Transparansi Sulut.

Diakhir pernyataannya, Pakuku mengingatkan agar PT Duta Tunggal Jaya sebagai perusahaan rekanan pelaksana proyek pekerjaan harus bertanggung jawab atas dugaan kerugian negara yang ditimbulkan akibat pelaksanaan proyek pekerjaan ini yang diduga telah merugikan negara sebesar RP. 3,6 milyar. (*/Redaksi)

iklan1