Tag: PT Garuda Indonesia

Kerjasama Garuda Indonesia dan Rarampa Restaurant Sukseskan Puncak Acara Sulut Expo 2019

Penyerahan naskah kerjasama disaksikan Gubernur Sulut (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Perjanjian Kerja Sama PT Garuda Indonesia Direktur Teknik dan Layanan, Iwan Joeniarto dan pemilik Rarampa Restaurant Alvin Chester SarayarA, SE,Ak yang disaksikan langsung Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey,SE dan Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra, pada tanggal 29 September 2019 yang bertempat di SMESCO convention Hall Gatot Soebroto Jakarta, di saat Acara Puncak Sulut EXPO 2019.

Dalam bentuk Redemption Kuliner untuk semua Pemegang Garuda Miles yaitu merupakan ,Program penukaran Mileage menjadi e-voucher potongan harga untuk menikmati Kuliner Sulawesi Utara di Rarampa Restaurant Jl Mahakam II No 1, Blok M Depan Taman Ayodya.

E-Voucher ini dapat dilakukan untuk semua transaksi Makanan, Minuman dan Bakery termasuk Aneka Kue Kue Manado yg disediakan oleh Rarampa Restaurant. Programme ini akan disupport dengan menggunakan Komunikasi Promosi di Media Asset PT Garuda Indonesia dan Rarampa Restaurant.

Kerjasama PT Garuda Indonesia dan Restaurant Rarampa untuk kedepannya akan diadakan ‘SULUT-DAY’ dan ‘INFLIGHT’ dengan menyajikan Aneka Makanan dan Dessert khas Sulawesi Utara misalnya Klapertaart, Nasi Kuning, Nasi Goreng Roa atau Cakalang dari Restaurant Rarampa.

Iwan Joeniarto bersama istri (FOTO Ist)

Jadi jangan heran jika nanti masyarakat Sulawesi Utara saat terbang bersama Garuda, akan disajikan Makanan Khas Sulut dari Rarampa Restaurant. Rarampa Restaurant terkenal dengan makanan sehat karena tidak menggunakan MSG /Vetsin dalam menyajikan makanannya. Ini membuktikan bahwa kuliner Sulawesi Utara mulai diperhitungkan dalam kancah nasional dan international.

”Kami memang mulai masuk dalam Makanan Tradisional Nusantara, awalnya di mulai dengan Makanan Padang yg sudah ‘INFLIGHT’ duluan dengan mendapatkan responce yang sangat baik,” ujar Iwan Joeniarto Direktur Tehnik dan Layanan PT Garuda Indonesia.

Untuk diketahui, saat ini pihak Garuda memilih makanan khas Sulawesi Utara. Untuk bisa menjadi salah satu Makanan di dalam Penerbangan Garuda,dan kami sudah memilih Restaurant RARAMPA Jakarta untuk menjadi Mitra sekaligus Penyedia, dan sudah terbukti dengan adaya Perjanjian Kerja Sama antara PT Garuda Indonesia dan Owner Restaurant Rarampa Bapak Alvin Chester Sarayar SE,Ak. (*/Redaksi)

Garuda Tambah Frequensi Penerbangan ke Banyuwangi

Pesawat Garuda Indonesia saat melakukan penerbangan (Foto Ist)

Pesawat Garuda Indonesia saat melakukan penerbangan (Foto Ist)

BANYUWANGI – Bisikan maut Menpar Arief Yahya ke Direksi PT Garuda Indonesia terus membuahkan hasil. Satu per satu, komitmen maskapai penerbangan nasional milik BUMN ini mulai konkret untuk mendukung pengembangan pariwisata nasional. Mulai 16 Mei 2016, maskapai plat merah itu menambah frekwensi penerbangan di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, menjadi dua kali dalam sehari.

Garuda juga sudah punya skenario untuk mengangkut lebih banyak penimpang ke Morotai, Silangit, Labuan Bajo, Wakatobi dan destinasi pariwisata lainnya. “Terima kasih Garuda, terima kasih menjadi motor Indonesia Incorporated,” sebut Arief Yahya yang juga asli Banyuwangi itu.

Sebelumnya, jadwal penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Blimbingsari hanya satu kali PP. Rute penerbangan Surabaya-Banyuwangi dilayani pukul 11.35–12.35 WIB dan Banyuwangi–Surabaya pukul 13.05–14.00 WIB. Dengan adanya penambahan rute, arus tranportasi udara akan bertambah di sesi pagi hari. Nantinya, Garuda Indonesia akan melayani rrute Surabaya-Banyuwangi pukul 06.00–07.00 WIB dan Banyuwangi–Surabaya pukul 07.30 – 08.25 WIB.

“Izin dari Kemenhub untuk tambahan jadwal sudah keluar pada 2 Mei lalu. Saya sangat mengapresiasi ini katena sudah banyak yang mengeluh karena tidak kebagian kursi kalau dari dan ke Banyuwangi,” terang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (5/5/2016).

Sekedar gambaran, jumlah penumpang di Bandara Blimbangsari terus mengalami lonjakan sejak beroperasi. Penumpangnya mengalami peningkatan hingga 1.308 persen. Dari hanya 7.826 penumpang pada 2011, menjadi 110.234 penumpang di 2015. Garuda Indonesia pun tak ingin kehilangan momentum. Penerbangan malam hari di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi ikut dilirik. Dari paparan Anas, Garuda Indonesia juga berencana membuka kembali rute penerbangan Denpasar-Banyuwangi PP yang sempat ditutup beberapa bulan yang lalu.

“Kalau Denpasar, kami masih tunggu konfirmasi selanjutnya. Masih dalam kajian,” jelasnya. Saat ini, persiapan kelengkapan navigasi untuk pendaratan malam hari di Banyuwangi sedang disiapkan oleh Airnav.

“Semoga bisa dibangun tahun ini,” harapnya. Bandara Blimbingsari saat ini baru memiliki satu peralatan navigasi yaitu Non Directional Beacon (NDB) yang digunakan untuk mendukung pendaratan malam hari.

Namun, alat ini hanya untuk pendaratan darurat. Sementara untuk pesawat komersial, menurut Bupati Anas, dibutuhkan peralatan lebih canggih seperti ILS (Instrumen Landing System) yang digunakan untuk memandu pesawat agar dapat mendarat dengan aman pada saat cuaca buruk, jarak pandang minimum, maupun penerbangan pada malam hari. (**/Amas)

Terobosan Cerdas, 22 Maret Garuda Terbang Perdana Jakarta-Silangit

Pesawat Garuda Indonesia saat melakukan penerbangan (Foto Ist)

Pesawat Garuda Indonesia saat melakukan penerbangan (Foto Ist)

JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut baik rencana penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Jakarta ke Bandara Silangit, Danau Toba. Ini merupakan bentuk komitmen dan kesungguhan PT Garuda Indonesia dan Angkasa Pura II persero, untuk pengembangan konrktivitas menuju objek wisata yang diproyeksikan sebagai Bali Baru di Sumatera Utara itu.

“Presiden Joko Widodo sudah menggariskan, tahun 2016 sebagai tahun percepatan, jadi langkah dua BUMN itu sangat responsif,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata, di Jakarta memberi apresiasi.

Mantan Dirut PT Telkom ini juga menaruh rasa hormat pada Menteri PU PR yang terus ngebut membangun akses dari Kuala Namu ke Tebing Tinggi, lalu pelebaran sampai Parapat. Juga Kemenhub yang melakukan percepatan terhadap pelebaran runway bandara Silangit itu.

“Saya melihat ada spirit Indonesia Incorporated di percepatan 10 top destinasi prioritas ini,” jelas dia.

Kedua BUMN itu Rabu (16/3/2016) secara resmi bersinergi untuk mewujudkan penerbangan perdana Jakarta-Silangit yang akan berlangsung pada 22 Maret 2016. Ini sebagai upaya mendukung pertumbuhan pariwisata di kawasan Danau Toba, dan pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara.

Pengumuman sinergi tersebut dilaksanakan dalam acara sosialisasi “Pre-inaugural Flight Jakarta – Silangit” oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (16/3/2016) belum lama ini.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Yayasan Percepatan Pembangunan Danau Toba, Pemda Tapanuli Utara, jajaran direksi kedua BUMN, dan instansi terkait lainnya. Melalui sinergi tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) – selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Silangit – mendukung layanan penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta – Silangit – Jakarta yang akan dilayani sebanyak tiga kali penerbangan setiap minggunya dengan menggunakan pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet” yang memiliki kapasitas sebanyak 96 penumpang dengan konfigurasi all economy class.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya mendukung seluruh maskapai termasuk Garuda Indonesia untuk mengembangkan konektivitas penerbangan di kawasan Barat. Selain meningkatkan pariwisata di kawasan Danau Toba, sinergi antara BUMN ini juga mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan di Silangit, dan Sumut.

”PT Angkasa Pura II berterimakasih atas dukungan dari seluruh pihak diantaranya Kemenhub, Kemenpar Pemkab Tapanuli Utara, dan Pemprov Sumatera Utara sehingga penerbangan langsung Jakarta – Silangit cepat realisasi. Kami optimistis wisatawan mancanegara dan domestik makin tertarik ke Danau Toba karena mudahnya akses dan waktu tempuh yang hanya 30 menit hingga 1 jam dari Bandara Silangit,” kata Budi Karya Sumadi.

Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo cukup bersemangat atas sinergi Garuda dan AP II itu. Dia berharap ini tidak hanya akan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan, namun juga dapat memberikan kontribusi positif bagi negara – khususnya dalam bidang pengembangan pariwisata nasional.

”Pembukaan rute Jakarta – Silangit itu bagian dari pengembangan jaringan yang kami lakukan di wilayah barat. Ini juga wujud komitmen Garuda mendukung program pengembangan destinasi Danau Toba sebagai salah satu dari 10 Destinasi Wisata Prioritas di Indonesia,” tambah Arif Wibowo.

Jembatan udara ke Toba itu juga tindak lanjut Garuda Dari Rapat Terbatas Percepatan 10 top destinasi Kawasan yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Maret 2016. Arif menambahkan, penerbangan rute Jakarta – Silangit ini juga akan meningkatkan konektivitas Silangit dan kawasan di sekitarnya dengan kota-kota lainnya di Indonesia sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan perkembangan Silangit sebagai pusat ekonomi baru.

Sejalan dengan upaya Garuda untuk terus mengembangkan dan memperkuat jaringan penerbangannya di pasar domestik khususnya ke wilayah-wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan tujuan wisata di remote area di Indonesia, maka sejak akhir 2013 lalu, Garuda Indonesia telah memperkenalkan sub-brand “Explore” dan “Explore Jet”, yaitu pesawat ATR72-600 dan Bombardier CRJ1000 NextGen yang mampu melayani rute-rute penerbangan ke wilayah-wilayah di Barat dan Timur Indonesia yang memiliki keterbatasan landasan.

Sebagai bagian dari program pengembangan armada yang berkelanjutan, tahun 2016 Garuda Indonesia Group menerima kedatangan total 17 armada baru yang terdiri dari satu Boeing 777-300ER, empat Airbus A330-300, empat ATR72-600, dan delapan Airbus A320 untuk Citilink. Dengan demikian, hingga akhir 2016 ini Garuda Indonesia Group akan mengoperasikan total 188 armada yang terdiri dari 144 armada Garuda Indonesia dan 44 armada Citilink.

Selain itu, sebagai bentuk pengakuan atas program transformasi dan pengembangan bisnis yang terus dilaksanakan, Garuda Indonesia dapat mempertahankan predikat. (**/Amas)

”Kurang Berkembang” Pariwisata Sulut Diminta Berbenah

Panorama Laut Taman Nasional Bunaken, Manado Sulawesi Utara (Foto Ist)

Panorama Laut Taman Nasional Bunaken, Manado Sulawesi Utara (Foto Ist)

MANADO – Banyaknya wisatawan yang datang melancong ke Sulawesi Utara (Sulut), sangatlah bergantung pada pariwisatanya. Apabila tempat wisatanya tidak dirawat, tentunya ditinggal pengunjung.

General Manager PT Garuda Indonesia Branch Office Manado, Dedy Irawan mengatakan salah satu penunjang pariwisata di daerah ini, yakni infrastruktur. Namun sangat disayangkan, infrastruktur yang dimiliki Bumi Nyiur Melambai masih sangat minim.

”Masalah infrastruktur masih sangat minim. Inilah yang membuat wisatawan masih rendah,” ucapnya. Ia mencontohkan tempat wisata Bukit Kasih Kanonang.

Menurut dia, tempat wisata yang berada di Kabupaten Minahasa tersebut, seharusnya menjadi andalan daerah ini. Namun sebaliknya malah terancam ditinggal wisatawan karena kurangnya perawatan. Dari kurangnya tempat wisata dan infrastruktur penunjang yang tak mendapat perhatian dengan baik, maka imbasnya akan mengena ke maskapai penerbangan.

”Maskapai melakukan ekspansi harus memikirkan untung dan ruginya, jika pariwisata Sulut meningkat maka rute penerbangan dari dan ke Manado akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Dia pun meminta kepada pemerintah agar lebih fokus lagi ke dunia pariwisata karena semua sektor akan naik jika pariwisata dikembangkan. ”Pariwisata itu gede loh. Akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” kuncinya.

Pengusaha Biro Perjalanan Wisata Manado, Mohammad Naliko mengatakan pemerintah perlu lebih meningkatkan pengembangan wisata bahari Sulut, yang selama ini belum dikembangkan secara profesional. ”Wisata bahari harus dikembangkan untuk menjadi andalan Sulut menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, yang datang berkunjung ke daerah ini,” katanya.

Saat ini, menurutnya tinggal wisata bahari yang bisa diandalkan Sulut, sehingga mampu menyaingi keindahan Raja Ampat di Papua Barat. ”Pemerintah Sulut harus bekerja keras untuk mengembangkan pariwisata alam, baik di darat maupun di laut,” pintanya.(**/Don)

Maju Pilwako Manado, RJP Diminati Kaum Muda

Rudy Pontoh (Foto Don)

Rudy Johanis Pusung(Foto Don)

MANADO – Munculnya nama Rudy Johanis Pusung (RJP) sebagai bakal calon Wali Kota Manado terus mendapat dukungan, Sofyan Maku SH tokoh pemuda menyampaikan kehadiran RJP sebagai calon Wali Kota Manado merupakan suatu hal yang patut mendapat dukungan publik.

”RJP yang muncul dalam perhelatan Pilkada di Kota Manado haruslah di maknai dalam konteks jangka panjang, ibaratnya kita investasi jangan hanya di manfaatkan dalam jangka pendek. Contohnya seperti kita sedang membangun sebuah Rumah, sudah haruslah rumah yang kuat dan berkualitas untuk jangka waktu yang panjang, tidak cepat rapuh,” ujar Opan pada Suluttoday.com, Senin (16/3/2015).

Lanjut ditambahkan Opan bahwa sosok RJP akan menjawab berbagai kerinduan dan harapan masyarakat Kota Manado dalam membangun Manado dengan konsep yang universal. Dirinya juga mengajak masyarakat untuk memilih figur yang visioner seperti RJP.

”Masyarakat harus memilih pemimpin yang aman seperti Pak Rudy Pusung ini, karena tidak bisa di bayangkan kalau masyarakat salah memilih pemimpin pasti Kota Manado akan tidak maju. Kita bisa memilih figur yang di anggap bisa mewakili dan memperjuangkan aspirasi kita semua, tanpa membeda-bedakan kelompok dan saya melihat figur yang pas untuk Kota Manado yaitu Pak Rudi Johanis Pusung,” tukas Opan menutup. (Amas Mahmud)

iklan1