Tag: PT MMP

Mahasiswa FISPOL Unsrat GM PLN Suluttenggo Segera Dicopot

Mahasiswa Unsrat sedang menyampaikan orasi di kampus FISPOL Unsrat Manado (Foto Suluttoday.com)

Mahasiswa Unsrat sedang menyampaikan orasi di kampus FISPOL Unsrat Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Refleksi memperingati Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015 Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU), LAM Fakultas Hukum UNSRAT, HIMAJU Pemerintahan Unsrat, HIMAJU Administrasi Unsrat, HIMAPRO Administrasi Negara UTSU yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulawesi Utara melakukan aksi dengan mengajak seluruh Masyarakat Sulawesi Utara untuk sejenak merenungi kondisi Republik Indonesia.

Rabu (28/10/2015), Boyke R Paparang, Selaku lordinator lapangan, menyampaikan bahwa sekalipun kami tidak tergabung dalam system pemerintahan namun kami tetap selalu hadir dalam menyampaikan aspirasi rakyat terkait untuk mendorong perubahan di negeri ini. Boyke R Paparang yang juga selaku Ketua Senat Mahasiswa FISPOL Unsrat ini juga menyebutkan bahwa terkait dengan aksi yang dilakukan oleh

Aliansi Mahasiswa Sulawesi Utara menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya:

1. Tolak revisi UU Nomor 30 KPK Tahun 2002 yang jelas melemahkan KPK sebagai lembaga independen yang mengatasi tindak pidana korupsi. 2. Menuntut General Manager PT.PLN Persero Kanwil Suluttenggo agar dicopot dari jabatannya, karena dinilai tidak becus dalam mengatasi kelistrikan di Provinsi Sulawesi Utara.

3. Sangsi tegas berupa pencabutan izin perusahaan yang terbukti membakar hutan di Indonesia. 4. Nasionalisasi Aset : PT.MMP Milik Cina yang beroperasi di pulau Bangka Minahasa Utara PT. Freeport di Papua. (Faruk)

Penanaman 1 Juta Terumbu Karang, SOLL Juga Datangkan Kaka Slank

Suasana berlangsungnya kegiatan SOLL (Foto Suluttoday.com)

Suasana berlangsungnya kegiatan SOLL (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kedatangan Kaka Slank di Kota Manado kali ini selain untuk kegiatan Save Our Littoral Life (SOLL) yang digelar di bibir pantai Malalayang Kota Manado berlangsung sukses. Kegiatan yang dilaksanakan TNI AL- Lantamal VII Sulut, Sabtu (16/8/2015) dipadati ribuan masyarakat. Untuk melestarikan ekosistim laut, SOLL juga bertujuan melakukan dengan penanaman 1 juta terumbu karang, atraksi terjun payung juga di meriahkan konser group rock legendaris Indonesia, Slank.

Dari atas kapal perang milik TNI AL, Kaka Slank terus mengkampanyekan pentingnya pelestarian ekosisim laut terutama terumbu karang demi kelangsungan kehidupan dimasa datang.

Kaka dengan suara lantang menyebutkan, salah satu sorga dunia itu ada di Utara pulau Sulawesi. Keindahan terumbu karang yang membentang dari pulau Bunaken hingga pulau Bangka harus kita jaga dan lestarikan. ”Kalau ada sorga di dunia. Sorga itu ada di utara pulau Sulawesi, Save Pulau Bangka,” ucap Kaka dari atas kapal milik TNI AL kepada ribuan penonton disepanjang bibir pantai Malalayang dan Kalasey.

Diketahui, sampai saat ini keberadaan perusahaan tambang PT MMP yang beroperasi di pulau Bangka masih terjadi pro dan kontra.

Kegiatan penanaman 1 juta terumbu karang ini juga didukung penuh Pemprov Sulut. ”Kegiatan SOLL ini digelar untuk melestarikan ekosistem laut demi menyelamatkan habitat laut. Kegiatan yang termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) ini, untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” tutur Drs Sanny Parengkuan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulut.

Sekedar diketahui, kegiatan SOLL ini juga dihadiri Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil yang didampingi Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lementut dan unsur Forkompimda serta sejumlah kepala SKPD Jajaran Pemprov Sulut.

SOLL diisi dengan penanaman satu juta bibit terumbu karang di daerah seluas 100 hektare yang berada di 160 titik. Penanaman sudah dilakukan di 17 titik perairan Indonesia, yakni di Pantai Labuhan Brondong Lamongan, Pantai Desa Cemandi Sedari di Sidorarjo, Pantai Delegan di Gresik, Pantai Riang Desa Tawiri di Ambon, Pantai Labuan Banten, Pantai Teluk Ratai Lampung, Pantai Bama dan Pantai Pasir Putih Sidoarjo.

Selanjutnya Pantai Tugu Trikora Selat Lembeh Bitung Sulawesi Utara, Pulau Tidung dan Kepulauan Seribu, Pantai Ketapang Teluk Pandan Lampung, Pantai Melur Batam Kepuluan Riau, Pulau Berhala Sumatera Utara, Pasir Tanjung Lesung Banten, Pantai Kadingareng Sulawesi Selatan, Pulau Pramuka Kepulauan Seribu, dan yang terakhir Pulau Weh. (Tim Redaksi)

Kementrian Surati Operasi Tambang Pasir Besi di Minut

Peta wilayah Ijin Usaha Pertambangan di Pulau Bangka

Peta wilayah Ijin Usaha Pertambangan di Pulau Bangka

MANADO – Operasi pertambangan bijih besi PT Mikgro Metal Perdana (MMP) di Pulau Bangka, Minahasa Utara (Minut) Sulut, harus dihentikan. Demikian penegasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lewat suratnya tertanggal 3 Oktober 2014. Surat yang ditandatangani Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara R Sukhyar, dan ditujukan kepada Direksi PT MMP, memuat lima poin.

Pada poin pertama, berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 4/2009 tentang Pertambangan dan Mineral, pasal 134 ayat 2 menyatakan, kegiatan usaha pertambangan tidak dapat dilaksanakan pada tempat yang dilarang. Sementara pada poin keempat, PT MMP diminta untuk tidak melakukan kegiatan penambangan dan konstruksi sampai diterbitkannya aturan tentang rencana zonasi dan wilayah pesisir. “Ini sudah jelas. Jadi harus dihentikan,” kata Aktivis Anti Tambang Fakar Tahumil.

Ditegaskan, sejak dikeluarkan putusan MA No 291 k/TUN/2013 pada 24 September 2013 dan pembekuan IUP Operasi oleh Menteri ESDM sebagaimana surat Dirjen Minerba Kementerian ESDM No 1737/30/DJB/2014 pada 3 Oktober 2014, sudah jelas PT MMP ilegal. “Ini harus dipatuhi. Tapi, sampai sekarang masih saja beroperasi,” ujar Tahumil Selain surat dari ESDM, dia memperlihatkan surat dari Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tertanggal 24 Oktober 2014.

Surat yang ditujukan kepada Bupati Minahasa Utara (Minut) itu, menyatakan KKP belum memberikan izin kepada PT MMP untuk pemanfaatan Pulau Bangka. Sementara itu, Kepala ESDM Sulut Marly Gumalag, ketika ditemui rabu (29/4/15) Pemerintah Provinsi dan Pemkab Minut masih terus memperjuangkan PT MMP untuk beroperasi, meskipun terus berpolemik. Bahkan, mendukung pernyataan PT MMP.

”Dalam surat tersebut tidak ada kalimat penghentian operasi PT MMP, hanya untuk menunda kegiatan. Jadi selagi belum ada izin dari kehutanan, kegiatan dihentikan. Tetapi hanya dikawasan hutan. Jadi kegiatan operasi lainnya terus dilakukan karena tidak masuk kawasan hutan. Yakni reklamasi,” katanya.

Dibeberkannya, sebelum dibangun reklamasi tersebut, PT MMP sudah mengurus UPL lewat Kementerian Perhubungan sesuai Peraturan Presiden No 122 Tahun 2012 pasal 2 untuk pelabuhan khusus , terminal khusus. ”Malahan UPL tersebut saat ini sudah ditingkatkan menjadi amdal,” tuturnya. Selain itu, dia menyebut sementara menyusun Peraturan Daerah (Perda) Zonasi. ‘

‘Perda Zonasi sementara kami upayakan, dan sekarang sementara diproses”. Terangya. Dijelaskannya, pemkab mengurus izin tersebut dikarenakan Menteri KKP mempersilakan pemkab untuk mengurus izin pinjam pakai kawasan hutan, jika pengoperasian PT MMP berada di kawasan hutan.

”Intinya, pemkab Minut masih sementara mengacu pada aturan normatif yang jalan sekarang, mengacu pada keputusan Menteri ESDM, berdasarkan izin operasi produksi 17 Juli 2014,” tutupnya. (Fajri Syamsudin)

Dua Kelompak Massa Akan Lakukan Demo di Kantor DPRD dan PLN Suluttenggo

Kantor PLN Suluttenggo saat di demo warga belum lama ini (Foto Ist)

Kantor PLN Suluttenggo saat di demo warga belum lama ini (Foto Ist)

MANADO – Rencana aksi unjuk rasa, Senin (2/2/2015) pagi ini, sekitar dua kelompok massa berencana turun ke jalan. Diantaranya, yakni sebagai berikut, sekitar pukul 08.00 sampai dengan 17.00 Wita, Aliansi Masyarakat Sulut Menggugat (AMSM) yang dipimpin Agus Rindonuwu, sebagai korlap yang juga selaku Ketua Aliansi Masyarakat Sulut Menggugat berencana menggelar unjuk rasa.

Demonstrasi atau unjuk rasa ini bertujuan menuntut agar dihapuskannya Outsoucing di PLN Suluttenggo, serta pengusutan kasus-kasus hukum yang belum tuntas. Adapun sasaran aksi di Kantor PLN Suluttenggo, DPRD Sulut dan Kejati Sulut.

Sementara itu, berdasarkan informasi resmi yang diterima Suluttoday.com, kelompok masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menolak Limbah Tambang (Ammalta) Sulut, juga berencana melakukan demo, Senin (2/2/2015) pagi ini. Demo Ammalta dipimpin Revoldi Koleangan alias Didi.

Massa Ammalta akan diikuti masyarakat Desa Kahuku Pulau Bangka Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mereka berencana dari taman makam pahlawan, menuju KONI Sulut dan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Massa aksi dalam tuntutannya menolak pertambangan bijih besi di pulau Bangka yang dilakukukan oleh PT. Mikhro Metal Perdana (MMP). (Amas Mahmud)

Takaliuang: Bebaskan Pulau Bangka Dari Cengkraman Asing

Aksi protes warga Pulau Bangka Minut

Aksi protes warga Pulau Bangka Minut

MANADO – Dalam rangka menyikapi kasus Pulau Bangka Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Ammalta Sulut dan Yayasan Suara Nurani Minaesa (YSNM) berencana menggelar konfrensi pers. Minggu (23/11/2014), Jull Takaliuang menyampaikan hal tersebut pada Suluttoday.Com.

”Pelanggaran hukum yang terjadi di Pulau Bangka patut mendapat perhatian masyarakat, mari kita berikan hak-hak masyarakat pada mereka yang berhak. Bukan pada para investor yang mengganggu kenyamanan masyarakat serta hak milik mereka atas tanah,” ujar Yull.

Lanjut Yull masuknya perusahaan PT. MMP di Minut secara sporadis membuat masyarakat sekitar tidak lagi hidup nyaman, pihaknya meminta pemerintah daerah mengambil langkah tegas pro pada masyarakat dan menjalankan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

”Yang mengakibatkan Pulau Bangka hancur karena aktivitas MMP secara sporadis dalama mengeksplorasi lingkungan, kami minta Pulau Bangka dibebaskan dari cengkraman Asing, Minggu (23/11/2014) sore ini bersama ICW, Ammalta dan YSNM sendiri menggelar konfrensi pers di Cafe The Blitz, jalan korengkeng nomor 2 Manado. Tepatnya didepan Sekretariat AJI Manado, kami berharap partisipasi kita semua guna membantu masyarakat Pulau Bangka,” ujar Yull yang juga Ketua YSNM menutup. (Amas Mahmud)

 

iklan1