Tag: PT PG Gorontalo

Ade Permana Pimpin Langsung Pengamanan Demo Warga Wonosari

Berlangsungnya demo (FOTO Suluttoday.com)

GORONTALO, Suluttoday.com – Kapolres Boalemo AKBP. Ade Permana memimpin langsung anggotanya untuk mengamankan Demo warga wonosari, demo yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan yang berjumlah 100-an orang.

Menuntut PT. Pabrik Gula Gorontalo agar 9 titik embun dikeruk supaya menjadi tempat menampungan air hujan dan banjir pun paling tidak bisa diminimalisasi dengan adanya embun.

Lanjut permana, walau pun warga melakukan penyandaraan 9 dam truk milik PT PG Gorontalo namun situasinya masih aman dan terkendali, dimana warga kembali melepaskan kendaraan yang disandera serta membubarkan diri setelah tuntutannya mendapat jaminan dari pemerintah boalemo dan perusahaan dan situasipun kembali kondusif. (Robby).

Demo Warga Wonosari Menyandera 9 Kendaraan Perusahaan

Warga saat melakukan demo (FOTO Suluttoday.com)

GORONTALO, Suluttoday.com – Demo aliansi masyarakat peduli lingkungan kecamatan wonosari yang tak kunjung didengar oleh perusahaan atau pun pemerintah boalemo, akhirnya massa menyandera 9 unit dam truck bermuatan bahan baku dan nanti akan dibiarkan beroperasi ketika tuntutan dipenuhi tegas koordinator aksi Fatul Rahman ketika diwawancarai terpisah setelah melakukan orasi, Jumat (11/05/2018).

Sementara itu wakil Bupati Boalemo Anas Jusuf ketika turun langsung menemui warga yang melakukan demo didepan kantor polsek wonosari kecamatan wonosari mengatakan, bahwa perusahaan akan mengerjakan kembali 9 titik embun namun ternyata perusahaan PT PG Gorontalo memenuhi janji tetapi tiba-tiba alatnya ditarik kembali dan sambil menunggu alat perusahaan.

Pemerintah menurunkan 1 unit eskapator untuk mengerjakan embun yang dianggap besar, dan langkah kedepan pemerintah akan melakukan pertemuan lagi dengan melibatkan seluruh berkepentingan, supaya masalah ini cepat terselesaikan dan masyarakat sudah bisa beraktivitas seperti biasa.

Perwakilan PT PG Gorontalo Amir Tahir mengatakan untuk saat ini perusahaan memberikan bantuan dana sebesar Rp. 20 juta dalam penyewaan alat eskapator sekaligus operasionalnya. Namun, Senin tanggal 14 Mei 2018 perusahaan akan menurunkan eskapator atau pun alat lainnya ke titik embun yang akan dikerjakan, janji perwakilan PT PG Gorontalo.

Setelah mendengar jaminan dari perwaikilan perusahaan dan pemerintah, akhirnya masyarakat membubarkan diri, sambil mengawal dan menantikan realisasi janji perusahaan atas tuntutan yang sampaikan. (Robby).

PT PG, Gorontalo Bukan Penyebab Banjir di Wonosari

Abdullah (FOTO Suluttoday.com)

GORONTALO, Suluttoday.com – Banjir yang selama ini melanda kecamatan wonosari kabupaten Boalemo provinsi Gorontalo bukan semata-mata akibat adanya perusahaan, sebab perusahaan berusaha untuk mengantisipasi banjir dengan melakukan penanaman pohon karet dan juga memperbaiki drainase jika ada yang rusak juga dilakukan oleh perusahan tegas staf manager PT PG Gorontalo Abdullah ketika dihubungi lewat telepon selulernya pada Kamis (13/04/2018).

Abdullah juga menambahkan jika terjadi banjir bukan selalu disalahkan pada perusahaan sendiri, tetapi ini faktor lain yang harus dipertanggung jawabkan secara bersama.

Perusahan selalu berusaha mengantisipasi banjir lewat penanaman pohon karena, lagi-lagi pohon karet yang ditanam memang membutuhkan waktu tetapi ada juga pohon karet dicabut oleh masyarakat setelah ditanam pada hal pohon karet tersebut sebagai penyangga banjir kedepan nanti. (Robby).

Stop Melakukan Penanaman Tebuh Dijalan Protokol

Wakil Bupati Boalemo (Foto Ist)

GORONTALO, Suluttoday.com – Wakil Bupati kabupaten Boalemo, provinsi gorontalo H. Annas Jusuf, memberikan warning terhadap PT. PG Gorontalo agar lebih profesional lagi dalam menjalankan usahanya dikabupaten Boalemo, dan silahkan saja bagi perusahaan gula memperluas area usahanya karena ingin mengambil keuntungan yang lebih besar namun tetap punya batasannya.

Jangan hanya mengejar keuntungan sampai-sampai badan jalan sekalipun ditanami tebuh, kalau bisa jalan aspal sekalipun jika bisa ditanami akan ditanam tebuh sehingga pemerintah akan melayangkan surat dalam waktu dekat ini kepada perusahaan gula, pada Senin (28/08/2017).

“Dalam surat tersebut agar perusahaan segera menghentikan penanaman tebuh sepanjang jalan protokol, boleh menanam tebuh disepanjang jalan protokol yang penting 2 cm dari badan jalan, sebab rata-rata jalan protokol setiap dilewati jalannya semakin sempit akibat tebuhnya sudah dibadan jalan protokol. Dan itu rawan kecelakaan namun apakah setiap ada kecelakaan perusahaan tersebut dituntut, tetapi yang mengalami kecelakaan yang menanggung segala resikonya sehingga pemerintah tegas dalam hal ini,” ungkap Jusuf. (Robby).

iklan1