Tag: PT telkom

Langkah Maju, Kemenpar Akan Standarisasi Instruktur Selam

Ilustrasi, instruktur saat memberikan latihan menyelam (Foto Ist)

Ilustrasi, instruktur saat memberikan latihan menyelam (Foto Ist)

JAKARTA – Menpar Arief Yahya tidak menutup mata, ketika ada wisman yang tidak tertolong jiwanya ketika menjalani wisata bawah laut di beberapa dive site di tanah air. Pihaknya akan memperbanyak instruktur selam yang bersertifikat internasional.

“Juga akan dibentuk tim search and rescue, untuk memberikan pertolongan cepat ketika ada peristiwa terkait penyelaman,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata, menjawab pertanyaan wartawan di Labuan Bajo, 23 Mei 2016.

Kemenpar, kata Arief Yahya, juga akan terus menaikkan level instruktur yang ada, agar semakin profesional membawa wisman. Di Raja Ampat, sudah ada pelatihan buat para dive masters itu.

“Itu akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, dengan target wisman ke deatinasi wisata bahari kita,” jelas Mantan Dirut PT Telkom ini.

Wisata bahari itu, menurut Arief Yahya, dibagi ke dalam tiga zona. Yakni coastal zone atau wisata pantai. Lalu underwater zone, atau wisata selam untuk menikmati keindahan bawah laut. Dan sea zone, yang menikmati yacht dari pulau ke pulau.

“Di masing-masing zone itu, kami ada shadow management-nya, orang profesional yang membantu percepatan semua kebutuhan pengembangan pasar dan destinasinya,” jelas Arief Yahya. Hari ini (23/5/2016), underwater tourism Indonesia berhasil mengukir sejarah baru.

Seorang putra Papua, Ruben Sauyai, berhasil mencapai jenjang instruktur selam internasional berakreditasi International Standard Organization (ISO) dan European Norm (EN). Ruben adalah putra Papua pertama yang lulus ujian selam berstandar internasional.

“Ini adalah sejarah baru bagi under water tourism Indonesia. Selama ini belum ada putra Papua yang berhasil mencapai jenjang instruktur selam internasional berakreditasi ISO dan EN,” terang Cipto Aji Gunawan, tenaga ahli underwater tourism Kementerian Pariwisata, Senin (23/5/2016).

Bukan perkara mudah untuk mendapatkan sertifikat instrukstur selam berakridetasi ISO dan EN. Fisik dan waterskillsnya harus di atas rata-rata. Menyelam ratusan meter dengan bantuan alat selam dan tanpa selam, harus bisa dilakukan. Dan semuanya, di bawah pengawasan instruktur yang berkualitas.

“Pengujinya itu adalah Scuba Schools International (SSI). Itu satu-satunya sekolah menyelam yang berstandar internasional,” papar Cipto Sebagai bagian dari industri yang menangani 2,5 juta penyelam aktif dan 67 juta snorkeling, SSI adalah nama yang paling dipercaya dalam Scuba Diving.

SSI telah mengatur standar untuk sertifikasi para penyelamnya sejak 1970, dengan lebih dari 27 kantor cabang yang mewakili lebih dari 110 negara dan lebih dari 2.400 lokasi-lokasi internasional. Material-material yang dicetak pun tersedia dalam 25 bahasa. “Ini adalah karya nyata pengembangan SDM selam berkualitas internasional di Indonesia. Ini prestasi Papua, prestasi Indonesia, prestasi kita semua,” papar Cipto.

Ruben Sauyai adalah satu di antara 20 putra Raja Ampat yang pada 2010 silam mengikuti pendidikan awal peningkatan SDM selam berkonsep ‘berjenjang dan terseleksi’ berbasis kompetensi yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata. Pendidikan tersebut di konsep oleh Cipto Aji Gunawan sebagai konsep terobosan baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan di Indonesia.

Dari total 20 peserta pendidikan, dalam waktu sekitar tiga minggu didapatkan lima SDM siap pakai yang kemudian tetap dibina sehingga dapat berkiprah di industri selam. Selama ini, Ruben dan kawan-kawan terjun langsung di industri selam Raja Ampat. Dia bahkan ikut mengelola home stay disamping menjadi guide selam.

Setelah enam tahun berlalu, akhirnya Ruben mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan selam sebagai seoang Instructor. Puncaknya hari ini, Ruben dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan predikat SSI Open Water Instructor. Selanjutnya Ruben memiliki tugas berat untuk membina dan mengembangkan SDM selam Indonesia khususnya di Raja Ampat dan Papua Barat. (*/Amas)

Kian Menjadi Magnet, Seratus Persen Diving Spot Penuh Wisatawan

Situasi keindahan alam bawah laut (Foto Ist)

Situasi keindahan alam bawah laut (Foto Ist)

JAKARTA – Libur panjang 5-8 Mei 2016 ikut dinikmati industri diving nasional. Hampir 100% spot untuk menyelam atau diving yang tersebar dari Sabang sampai Merauke diserbu wisatawan. Bahkan top 10 spot diving favorit sudah tak bisa lagi melayani pesanan sejak Kamis (5/5/2016).

“Tiga hari terakhir seluruh dive site favorite di Indonesia penuh. Para pengelola spot diving sudah tak bisa lagi melayani lonjakan permintaan menyelam di spot-spot eksotis,” terang tenaga Ahli Underwater Tourism Kemenpar, Cipto Aji Gunawan, Sabtu (7/5/2016).

Bagi Cipto, hal itu terbilang sangat wajar lantaran Indonesia punya garis pantai sepanjang hampir 100.000 kilometer dan puluhan ribu pulau. Kuantitas dan kualitas lokasi penyelaman Indonesia sangat baik. Patokannya, bisa berkaca dari survei yang dilakukan majalah Scuba Diving. Pada survei itu, Indonesia seringkali berada pada top 5 ranking lokasi penyelaman terbaik di Asia-Pasifik.

“Di Kepulauan Banda, Maluku, 25 spot menyelam yang paling terkenal seperti Sonegat, Pulau Keraka, Pulau Syahrir Batu Kapal, Pulau Hatta, serta Pulau Ai, semuanya penuh,” tambah Cipto.

Hal yang sama, juga terjadi di 20 titik penyelaman di Bunaken – Sulawesi Utara, Taman Nasional Wakatobi, 88 titik penyelaman di Selat Lembeh – Sulawesi Utara serta tiga spot diving di Pulau Weh – Aceh.

“Sejumlah titik penyelaman yang tersebar di Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Rinci -NTT, 50 titik menyelam laut Alor, 28 titik penyelaman di Derawan, spot diving di Teluk Cenderawasih dan Raja Ampat juga penuh sepenuhnya. Ini sukses besar bagi pariwisata Indonesia,” urainya.

Pria yang pernah mendapatkan penghargaan Platinum Pro 5000 Diver, World Most Elite Water Explorer di Diving Equipment and Marketing Association (DEMA), Show, Las Vegas 2010 itu menyebut, ada banyak faktor yang menyebabkan wisata diving banyak diburu wisatawan. Dari mulai kehadiran teknologi foto di dalam air, promosi gencar yang dilakukan Kemenpar, hingga pameran diving seperti Deep & Extreme Indonesia, ikut mempengaruhi minat wisatawan.

“Apalagi pekan ini cuaca sangat bersahabat. Dari BMKG, cuaca di kawasan penyelaman sangat bagus. Diving jadi nyaman,” pungkas Cipto.

Menpar Arief Yahya terharu dengan animo masyarakat yang mulai bangga dengan Wonderful Indonesia. Mereka lebih bergengsi menyelami eksotisme alam dan bawah laut negeri sendiri. “Ini luar biasa. Wisnus kita sendiri sudah menjadi fundamen ekonomi berbasis pariwisata. Kita bangga dan cinta dengan alam dan budaya yang kita miliki sendiri. Sebuah kesadaran yang amat menyentuh,” ucap Menpar Arief Yahya.

Itulah salah satu pemantik spirit Menpar Arief Yahya dalam membangun destinasi pariwisata nasional. Publik diam-diam, sangat mengapresiasi kinerja Kemenpar dengan lebih banyak berwisata ke negeri sendiri.

“Itulah yang membedakan Indonesia dengan yang lain, domestic market kita luar biasa besar, 255 juta perjalanan di tahun 2016,” paparnya. Menpar juga menegaskan, soal wisata bahari, tidak ada yang mengalahkan Indonesia. Dive site Indonesia, menguasai hampir dua per tiga coral di dunia.

“Mumpung coral kita masih bagus, pertahankan dan jaga kelestariannya! Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” tutur Mantan Dirut PT Telkom ini. (**/Amas)

Gandeng OJK, Kemenpar Kembangkan Destinasi

Menpar dan OJK saat memulai kerja sama (Foto Ist)

Menpar dan OJK saat memulai kerja sama (Foto Ist)

JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Ketua Dewan Komisioner OJK –Otoritas Jasa Keuangan– Muliaman Darmansyah Hadad membuat kesepahaman, 19 April 2016 lalu di Gedung Sapta Pesona. Terutama untuk mengembangkan destinasi dan industri pariwisata, yang terus didorong makin kuat dan makin cepat.

Hal tersbeut juga menjadi indikator, bahwa investasi di sector pariwisata, seperti hotel, convention, pengembangan kawasan, dan segala kelengkapan amenitas lainnya akan makin besar.

“Karena itu perlu ada skema pembiayaan oleh lembaga keuangan non-bank, seperti perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun, pasar modal, dan sebagainya yang akan membantu mempercepat pembangunan destinasi dan industri pariwisata di Indonesia,” terang Menpar Arief Yahya.

Menurut dia, kebijakan dan harmonisasi aturan juga ikut diselaraskan, untuk menjamin proyek-proyek pengembangan infrastruktur pariwisata seperti resort, jalan dan bandara makin cepat. Kedua instansi pemerinah itu akan makin intensif melakukan pertukaran data dan informasi, sosialiasi dan edukasi, serta mendorong kemitraan usaha antara pelaku industri pariwisata dengan LJK.

”Ujungnya adalah pengembangan destinasi dan industri pariwisata secara optimal. Hidupnya kawasan pariwisata itu akan memutar roda perekonomian di daerah,” kata dia.

Kerjasama ini dinilai penting, mengingat kebutuhan investasi pariwisata terhitung besar. Nilai realisasi investasi pariwisata pada 2015 saja sudah mencapai USD 1.049 juta dengan penanaman modal asing (PMA) USD 732,46 juta dan penanaman dalam negeri (PDMN) USD 316,61 juta. Pertumbuhan realisasi investasi tumbuh 53,17% dari tahun sebelumnya.

Jumlah itu terbilang wajar, mengingat ada target pembangunan 120.000 kamar hotel, 15.000 restoran, 100 taman rekreasi berskala internasional, 100 operator diving, 100 marina, 100 KEK, dan infrastruktur pariwisata lainnya yang dipancang Kemenpar. Semua itu, adalah upaya untuk mendungkung pencapaian target kunjungan 20 juta wisman dan pergerakan 275 juta wisnus di Tanah Air hingga 2019 mendatang.

Skema pembiayaan tersebut, kata Marketeer of The Year 2013 itu, adalah untuk membiayai proyek-proyek pariwisata yang dilakukan pelaku usaha pariwisata, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, masyarakat (kelompok sadar wisata), dan sebagainya. Juga re-finance untuk pelaku usaha pariwisata seperti biro perjalanan wisata serta asuransi keselamatan jiwa bagi wisman dan wisnus untuk aktivitas wisata beresiko tinggi seperti diving, arung jeram, dan wisata minat khusus lainnya.

“Pemerintah telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector. Presiden telah menetapkan target pariwisata akhir tahun 2019 harus memberikan kontribusi 15% dari PDB nasional, menghasilkan devisa Rp 240 triliun, serta menciptakan lapangan kerja sebanyak 13 juta orang. Arahan Presiden, 2016 adalah tahun percepatan. Untuk sektor pariwisata, pembangunan 10 destinasi prioritas sebagai ’10 Bali Baru’ harus mengalami kemajuan atau percepatan,” kata mantan Dirut PT Telkom yang asli Banyuwangi itu.

Sebagai tahap awal, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) akan melakukan perjanjian kerjasama terkait dengan pembiayaan pengembangan destinasi dan industri pariwisata yang besarnya diproyeksikan mencapai Rp 2 triliun – Rp 10 triliun. Penandatangan kerjasama itu akan dilakukaan saat Rakernas PHRI di Bali, 20 April 2016. Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D.Hadad, menyambut baik kerjasama pengembangan destinasi dan industri pariwisata melalui peningkatan peran Lembaga Jasa Keuangan (LJK).

Maklum, saat ini belum banyak kemudahan akses pembiayaan dari lembaga keuangan ke industri pariwisata. Utamanya, pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pariwisata.

“Karenanya OJK mendorong lembaga jasa keuangan memperbesar pembiayaan sektor pariwisata. Ini adalah bentuk dukungan pembangunan 10 destinasi wisata baru,” kata Muliaman.

Sejauh ini, pemerintah sudah menetapkan 10 destinasi prioritas. Penetapan 10 destinasi prioritas ini merupakan amanat Presiden, melalui surat Sekretariat Kabinet Nomor B 652/Seskab/Maritim/2015 tanggal 6 November 2015 perihal Arahan Presiden Republik Indonesia mengenai Pariwisata dan Arahan Presiden pada Sidang Kabinet Awal Tahun pada tanggal 4 Januari 2016. Kesepuluh destinasi wisata itu adalah Danau Toba, Belitung, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Candi Borobudur, Gunung Bromo, Mandalika Lombok, Pulau Komodo, Taman Nasional Wakatobi, dan Morotai.

“Kita harapkan nantinya selain mudah juga bisa murah pembiayaan. Pembiayaan dipakai untuk bangun infrastruktur dasar seperti resort, jalan, bandara, dan sebagainya. OJK akan mengupayakan regulasi dan insentif bagi lembaga-lembaga yang selama ini memiliki dana besar jangka panjang, bisa mendanai proyek-proyek pengembangan pariwisata. Selain itu, dibuka juga akses pembiayaan dari pasar modal dan pasar keuangan,” papar mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia. (**/Amas)

Presiden Jokowi Endorse Wonderful Indonesia di Inggris

Menpar Arief Yahya bersama Presiden Jokowi (Foto Ist)

Menpar Arief Yahya bersama Presiden Jokowi (Foto Ist)

INGGRIS – Pidato Presiden Jokowi di depan Parlemen Kerajaan Inggris, 19 April 2016 lalu benar-benar mencubit perhatian Bangsa Great Britania itu. Dari soal komitmen Republik Indonesia terhadap demokrasi, nilai-nilai universal kemanusian, pluralisme, toleransi sampai HAM. Sampai catatan sejarah hubungan Indonesia-Inggris di akhir abad 16, ketika Francis Drake datang ke Maluku.

Lalu tahun 1602 ketika John Lancaster tiba di Aceh membawa surat dari Ratu Elizabeth I untuk memulai hubungan dagang. Materi pidato itu sangat mengesankan. Bahkan cenderung mengharukan, karena banga Indonesia sangat perhatian kepada Inggris dengan segala pernak perniknya. Sebaliknya, Inggris tak banyak tahu tentang Indonesia, selain Bali.

“Jangan hanya Bali, tapi juga tempat-tempat indah lain yang jumlahnya ratusan di Indonesia. Ada penerbangan regular dari Jakarta ke London,” ujar Presiden Jokowi.

Apa yang disampaikan Presiden Jokowi itu sebenarnya adalah cara yang sangat smart mempromosikan Wonderful Indonesia, dengan destinasi beragam, banyak, bukan hanya Bali saja. Bahkan saat ini sedang dikebut percepatan 10 Bali Baru, atau 10 Top Destinasi Baru. Presiden Jokowi juga sedang mempromosikan Garuda Indonesia, national flag carrier yang menjadi connectivity Jakarta-London direct. Tidak sulit bagi warga Inggris untuk menikmati sensasi keindahan Indonesia saat ini.

“Terima kasih Pak Presiden Jokowi, sudah mempromosikan Wonderful Indonesia di Inggris,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom ini juga menegaskan 10 “Bali Baru” yanh sedang dibangun adalah Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Babel, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, Bromo Tengger Semeru Jatim, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra, dan Morotai Maltara.

Menpar juga mengundang investor Inggris yang tertarik untuk berbisnis pariwisata di Indonesia, agar kerjasama antar kedua negara ditindaklanjuti dengan Business to Business (B to B). Arief Yahya menyebutkan, dari sisi atraksi Wonderful Indonesia, tidak ada yang mengalahkan di muka bumi. Baik culture maupun nature-nya, tinggal memoles saja. Dan, pemerintahan Presiden Jokowi sedang menempatkan Pariwisata sebagai salah satu leading sector, selain infrastruktur, pangan, energi dan maritime.

“Silakan berinvestasi di pariwisata,” ucap Arief Yahya yang selalu mempresentasikan bahwa portofolio bisnis patiwisata sedang seksi-seksinya sekarang.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia lebih mengenal Inggris, ketimbang sebaliknya. “Di Indonesia, pertandingan antara Manchester United dan Arsenal kadang-kadang menjadi sumber ‘pertengkaran’ dalam keluarga,” ujar Presiden ketika menyampaikan pidato di depan Parlemen Kerajaan Inggris, Selasa itu.

Bahkan, lanjut Presiden, masyarakat Indonesia lebih hafal bait-bait lagu One Direction, Coldplay, Genesis, the Beatles, Led Zeppelin, Queen, dan Iron Maiden.

“Di Indonesia, kami sangat tahu nama produk-produk Inggris seperti Mark&Spencer dan Debenhams, bahkan beberapa dari kita sangat mengerti dimana Harrods itu,” kata Presiden.

Presiden ingin produk-produk Indonesia juga semakin mudah dan semakin banyak masuk ke pasar Inggris. Termasuk dalam hal pariwisata dengan brand Wonderful Indonesia. “Saya ingin kerja sama Indonesia dan Inggris semakin kokoh, dalam dan luas,” kata Presiden.

Kini, setelah lebih dari 400 tahun, hubungan panjang ini harus diperkuat untuk kemakmuran rakyat kedua bangsa. Untuk persahabatan dan kerja sama kedua negara. Indonesia saat ini sedang bekerja keras, untuk menjadi negara maritim yang makmur.

“Negara menjunjung nilai-nilai universal kemanusian, pluralisme, dan toleransi. Negara yang mengedepankan demokrasi dan menghormati hak asasi manusia. Negara di mana Islam dan demokrasi berjalan seiring. Negara dimana moderasi, tradisi dan modernitas disatukan oleh satu rujukan. Rujukan ke Pancasila, yang menjadi dasar negara kami,” ucap Presiden.

Presiden meyakini bahwa Indonesia yang sedang membangun ini, akan menjadi “rahmat” bagi dunia, “blessing” bagi dunia. Dunia yang saat ini masih berkutat melawan kemiskinan. Dunia yang masih kental dengan ketidakadilan. Dunia yang diwarnai oleh berbagai konflik multidimensi. Dunia yang terganggu oleh terorisme dan ekstrimisme kekerasan.

Dunia yang masih sarat dengan prasangka dan sikap intoleran. Keyakinan Presiden itu didasarkan pada kenyataan, bahwa Indonesia dianugrahi dua aset penting dalam kehidupan bangsa kita, yakni Islam dan demokrasi. Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dengan jumlah lebih dari 200 juta penduduk muslim, dengan ciri utama yang moderat.

“Kami bangga bahwa islam di Indonesia memiliki peran penting dalam mengkonsolidasikan demokrasi. Bertindak sebagai penjaga kemajemukan dan toleransi. Menyerukan moderasi dalam masyarakat. Menentang radikalisme, segala bentuk terorisme, dan ekstrimisme kekerasan dan dapat menjadi inspirasi bagi dunia,” ujar Presiden.

Sejak reformasi 1998, Indonesia telah menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Pemilu demokratis dan damai, yang telah berjalan selama empat kali, kini menjadi satu-satunya mekanisme pergantian kekuasaan. Semua warga negara, terlepas dari latar belakang ras, jender dan agama adalah sama di mata hukum dan memiliki persamaan hak dan kewajiban. Militer di Indonesia tidak lagi terlibat dalam politik.

“Kebebasan berbicara, kebebasan pers dan kebebasan beragama, semuanya dijamin oleh konstitusi. Setiap WNI mempunyai hak menjadi Presiden, termasuk saya,” ujar Presiden.

Seperti di banyak negara lain, dua aset penting dalam kehidupan di Indonesia, yakni Islam moderat dan demokrasi, masih mendapat berbagai tantangan, seperti tindakan intoleransi dalam masyarakat, radikalisme dan ektremisme kekerasan, aksi-aksi terorisme yang mengatasnamakan agama.

“Bahkan ada juga warga negara kami yang bergabung dengan gerakan-gerakan teroris asing di luar negeri meskipun jumla hnya sangat kecil sekali di antara 252 juta penduduk Indonesia,” kata Presiden. (**/Amas)

Menpar Arief Yahya: Ada Spirit Indonesia Incorporated

Menpar Republik Indonesia, Arief Yahya (Foto Ist)

Menpar Republik Indonesia, Arief Yahya (Foto Ist)

WAKATOBI – Komitmen yang sungguh-sunggu diperlihatkan Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat ini beliau menyambut positif semangat Wakatobi untuk menjadi Badan Otorita Pariwisata. Itu adalah pintu menuju pengembangan kawasan yang paling cepat. “Saya percaya, selama ini Wakatobi sudah dikembangkan sebagai destinasi wisata. Pak Bupati Hugua juga semangat dan commited di pariwisata,” jelas Arief Yahya Menpar RI.

Jika Hugua sering menyebut dirinya “gila-gilaan” membangun Wakatobi dari nol. Bahkan harus setengah gila kalau tidak mau gagal di tengah jalan. Menpar Arief menyadari itu, bahkan sejak dilantik Oktober 2014 lalu, edisi “gila kerja” juga sudah dijalani di Kemenpar. Istilahnya berangkat kantor pagi, pulang sudah pagi lagi.

“Saya bercaya: Hasil yang luar biasa caranya pasti tidak biasa. Hasil yang luar biasa hanya bisa didapatkan dengan cara yang tidak biasa,” kata Arief Yahya.

Maknanya sebenarnya sama. Harus banyak terobosan, banyak ide inovatif, yang bisa mrlompat lebih tinggi, berlari lebih kencang, dan konsisten. “Semangat yang tinggi akan mencari jalannya sendiri untuk sukses! Saya sudah bisa membayangkan, sulitnya dulu ketika mrmulai menempatkan pariwisata sebagai leading sector. Pasti banyak pertentangan, pro kontra, dan sebangsanya. Tapi fase itu sudah dilewati 5-10 tahun silam,” ungkap Menpat.

Yang dibutuhkan saat ini adalah; percepatan! Akselerasi. Toh, ini sudah ada contohnya, Toba, yang skemanya akan dikeroyok lintas kementerian juga. Infrastruktur dasar, jalan, listrik, air, dengan Kemen PU PR, dermaga dan bandara dengan Kemenhub. Konservasi bawah laut dengan KKP dan Kemen LHK. Soal status lahan dengan Kemen Agraria.

“BOP inilah yang akan mendata dan mengurus akses dan menjaga atraksi,” kata dia.

Sedang swasta, atau private sector yang akan menanamkan modalnya ke amenitas, seperti hotel, resort, convention hall, golf course, resto, cafe dan transportasi lokalnya. Masyarakat juga akan merima manfaat langsung. Bisa melalui homestay, persewaan mobil motor, pemancingan, sewa perahu, snorkeling diving, supplay makanan minuman, kesenian, pentas budaya, souvenir, mechendising, pemandu wisata dan lainnya.

“Pesan saya, khusus Wakatobi ini adalah jagalah harmoni dan keselarasan ekosistem alam. ingat semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” kata Mantan Dirut PT Telkom ini.

Gagasan untuk menyatukan dan mengemas beberaoa objek wisata kabupaten sekitarnya menjadi satu paket, itu juga disambut positif. Itu yang biasa disebut Indonesia Incorporated. Bersatu untuk Merah Putih, mengabaikan ego sektoral, ego daerah.

“Saya senang, spirit ini sudah menguat di daerah-daerah. Sinergi itu akan menguatkan,” kata Menpar Arief Yahya.

Selain 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas, juga ada satu hal yang terpenting. CEO Commitment, komitmen pemimpin daerahnya, Bupati dan Walikotanya. Kalau itu bisa direalisasi, saya yakin Makatobi bisa lebih cepat dari 10 top destinasi yang lain. Cepat atau lambat, itu tergantung dari komitmen dan keseriusan kepala daerahnya. Jika berniat, tidak ada yang bisa menghalangi. Menpar juga yakin, soal atraksi pariwisata alam dan budaya di beberapa kabupaten itu, tidak perlu diragukan. Pasti “layak jual” dan menarik wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Tutup mata soal atraksi, sudah pasti menarik.

“Hanya akses dan amenitas yang pasti belum bisa diandalkan. Saya selalu berawal dari akhir, mengawali sesuatu, dari situasi terakhir. Maka dua titik itulah yang harus didahulukan,” kata dia.

Secara paralel, proses membereskan akses dan amenitas itu, pihaknya akan mempromosikan paket Wakatobi Plus lebih gencar lagi. Lalu menegosiasi airlines dari mana saja, untuk bisa direct flight ke Wakatobi. Dari internal sendiri, peningkatan kapasitas SDM juga dilakukan, pada semua industri pariwisata di daerah. “Semua dilakukan secara simultan,” kata Menpar. (**/Amas)

iklan1