Tag: PUPR manado

Legislator dan Warga Mahawu Apresiasi Kadis PUPR Manado

Pembangunan yang dilaksanakan PUPR Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Pembangunan yang universal memang selalu saja ada tantangannya dalam tiap waktu. Tak ada praktek pembangunan yang berjalan mulus-mulus saja. Begitu pula seperti yang disuarakan wakil rakyat Kota Manado, Lucky Datau. Anggota Komisi III DPRD Kota Manado ini dikenal begitu terbuka dan sportif dalam memberikan pandangan soal pelayanan.

Seperti yang terpantau dalam postingan Facebooknya, Rabu (8/7/2020), Lucky menyampaikan apresiasi terhadap Dinas PUPR Kota Manado. Melalui aspirasi yang disampaikan masyarakat Mahawu kepada Lucky terkait pembangunan Talud yang begitu lama tidak diberi perhatian pemerintah, kini mendapat respon positifa. Dimana pembangunan langsung dilakukan pemerintah Kota Manado, melalui Dinas PUPR.

”Apresiasi kepada Pak Kadis PUPR Royke Mamahit dengan langkah cepat yg diambilnya Aspirasi masyarakat Kelurahan Mahawu tentangtg Talud Penahan Jalan yang pada hari ini mulai melakukan pekerjaan pembangunan Taludnya,” kata Lucky, Rabu (8/7/2020),

Lanjut legislator dari Fraksi PAN Kota Manado itu, koordinasi dan sinergitas seperti ini yang sangat dibutuhkan seluruh komponen yang ada di Kota Manado.

”Atas nama Lembaga Legislatif Kota Manado kami Komisi III mengucapkan banyak-banyak terima kasih kpd Kadis PUPR dan jajarannya yg terlibat dlm hal ini Kabid Bina Marga Pak Alva Pandey. Semoga pembangunan ini dpt menghilangkan Rasa Khawatir dari masy Kel Mahawu ttg Jalan yg hampir Putus,” ujar Lucky.

Sementara itu, Mudasir Sulemen warga Mahawu menyampaikan kegembiraannya. Datsir begitu aktivis muda dan jurnalis ini akrab disapa mengucapkan terima kasih kepada legislator Lucky Datau. Pria murah senyum itu berharap agar Lucky selalu konsisten dengan apa yang dilakukannya saat ini.

”On progres. Doa dan ucapan terima kasih Pak Aleg Lucky Datau. Semoga tetap istiqomah dalam mengemban dan mengawal aspirasi rakyat. Pembuatan Talud di Kelurahan Mahawu, Lingkungan III sedang berlangsung, kiranya berjalan lancar. Masyarakat juga berterima kasih kepada Pemkot Manado dalam hal ini Kadis PUPR Manado,” tutur Datsir putra Mahawu tersebut.

(*/Bung Amas)

Dinas PUPR Manado Langsung Turun, Warga Mahawu Apresiasi LUCKY Datau

Lucky Datau saat Turlap di Mahawu (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Bentuk kepedulian dan aktivitas Turlap (Turun Lapangan) yang dilakukan Anggota Komisi III DPRD Kota Manado, Lucky Datau membuahkan hasil. Pasalnya, dari Turlap yang digelar, Senin (29/6/2020), sesuai temuan yang didapat, Lucky melakukan tindaklanjut ke instansi terkait. Alhasil, Selasa (30/6/2020), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Manado langsung turun melakukan pengkuran, sebagai upaya responsif terhadap apa yang disampaikan Lucky selaku wakil rakyat.

Mudatsir Suleman, warga Kelurahan Mahawu Kecamatan Tuminting begitu bergembira terkait hal tersebut. Menurut Mudatsir yang juga aktivis muda muslim Sulawesi Utara itu, Dinas PUPR Manado telah menjawab doa dan kerinduan warga sekitarnya untuk pembangunan Talud. Madatsir juga menyampaikan terima kasih kepada Lucky yang merupakan Anggota DPRD Dapil Wenang-Wanea dari Fraksi PAN DPRD Manado tersebut.

”Alhamdulillah, Dinas PUPR sudah melalukan peninjauan dan pengukuran/diameter untuk pembuatan Talud di Kelurahan Mahawu, Lingk III. Ucapan terimakasih dari Warga Mahawu kepada Bapak Aleg Kota Manado Lucky Datau¬†atas dedikasihnya dan rasa tanggungjawab serta kepeduliaannya. Satu kerinduan warga Mahawu mulai terwujud,” kata Mudatsir.

Pengukuran dilakukan Pemkot Manado melalui Dinas PUPR (Foto Istimewa)

Sebelumnya, Senin (29/6/2020) Lucky melalui postingan Facebooknya menyampaikan bahwa dirinya melakukan kunjungan ke Kelurahan Mahawu dan menerima aspirasi yang disampaikan masyrakat. Setelahnya, Lucky berkoordinasi dan menyampaikan keluhan masyarakat ke Dinas PUPR Kota Manado. Selaku wakil rakyat politisi vokal itu berharap apa yang dikeluhkan masyarakat segera ditindaklanjuti PUPR Manado.

”Setelah mendapat aspirasi dari Masy Kel Mahawu tentang Talud Penahan Jalan yg longsor. Kami lgsg mengunjungi tempat yang dimaksud dan ternyata benar bahwa Taludnya sdh roboh dan jalannya hampir putus di Kelurahan Mahawu lingk III. sampai-sampai ada penduduk yang sudah takut untuk tinggal di dekat situ dan rmhnya di tinggalkan karena takut. Dimana hati pemerintah yang kesannya tidak peduli dengan masyarakat yang ketakutan dengan situasi ini. Dan saya langsung berkoordinasi dengan pihak PUPR Manado agar segera merespon aspirasi masyarakat Mahawu tersebut,” ujar Lucky tegas.

Dinas PUPR Manado tindaklanjuti keluhan masyarakat Mahawu (Foto Istimewa)

Sekedar diketahui, sesuai informasi yang disampaikan masyarakat, selama ini sudah beberapa kali dilaporkan ke pemerintah tentang Talud tersebut tapi tidak pernah ditanggapi. Dan kepedulian Lucky akhirnya membuahkan hasil, dari Dinas PUPR Manado langsung gerak cepat turun melakukan pengecekan lokasi dan langsung pengukuran untuk dilakukan pembangunan.

(*/Bung Amas)

Wah, Mantan Kadis PUPR Manado Diduga Belum Kembalikan Barang Milik Daerah

Kantor Walikota Manado

MANADO, Suluttoday.com – Pergantian pejabat atau Kepala Perangkat Daerah (PD) di Kota Manado yang nyaris mendapat perhatian ialah soal barang milik Negara yang sering kali raib. Hal ini terjadi di Dinas Pekerjaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Manado, dimana mantan Kadis Bart Assa setelah mendapat rolling belum juga mengembalikan sejumlah barang yang menjadi milik Dinas PUPR Manado.

”Setelah beliau diganti dari jabatan Kepala Dinas PUPR, sampai sekarang beberapa fasilitas kantor yang beliau gunakan menjadi pimpinan, sekarang setelah tidak lagi menjadi Kadis PUPR Manado, tapi barang-barang itu belum dikambalikan. Padahal setahu kami, aturannya harus dikembalikan ke Dinas. Sudah beberapa kali kami hubungi bahkan sempat datang ke rumah beliau Pak Bart, tapi beliau alasannya tidak ada di rumah,” ujar sumber yang adalah pegawai PUPR Manado yang meminta namanya tidak disebutkan.

Untuk diketahui, terdapat 7 item barang milik PUPR Manado dan satu mobil Hilux hitam Double Cabin milik Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Manado yang masih ditangan Bart Assa. Diantara barang-barang itu yakni¬†1 unit komputer notebook merek Apple MacBook (MLHC2ID/A) – Silver tahun 2017, 1 unit komputer tablet, Apple ipad pro wi-fi + celluar 128 GB 9.7” Gold tahun 2017, kemudian 2 unit hard disk eskternal seagate backup plus sim USB 3.0 2TB tahun 2017, 2 unit mikrometer digital tahun 2017, dan 1 unit komputer PC merek Apple iMac MK452+Office 2016 tahun 2017.

Menanggapi hal itu, Senin (27/11/2018), Ketua Umum Tommy Turangan SH, AMTI menyorot perilaku tersebut. Dikatakan Tommy pejabat daerah harus bermental jujur dan tau apa yang menjadi hak milik mereka, cara itu akan menjadi c0ntoh teladan yang baik bagi Aparatur Sipil Negara dibawahnya. Aktivis vokal ini mengatakan agar mantan Kadis PUPR Manado segera mengembalikan barang-barang tersebut karena itu menjadi aset pemerintah.

”Ini soal mentalitas, kalau pejabat tau akan hak dan kewajiban tentu peristiwa seperti ini tidak terjadi. Harusnya setelah dirolling Kadis PUPR Manado mengembalikan aset yang digunakan beliau, karena barang-barang itu adalah milik Negara yang harus dipertanggung jawabkan. Pejabat Perangkat Daerah sebetulnya menjadi contoh bagi bawahannya bukan berperilaku menyimpang,” tutur Turangan tegas. (*/Redaksi)

BART ASSA Dilapor Soal 10-15 %, Mengaku Terkejut dan Ini Respon Netizen

Penggalan postingan Bart Assa di Facebook (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ada saja perilaku dan model yang ditunjukkan tiap orang di Media Sosial (Medsos), termasuk diantaranya para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Manado. Seperti terpantau media ini, Kamis (9/11/2017) di Facebook (FB) atas nama Bart Assa yang diketahui adalah Kepala Dinas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado menyampaikan keluh-kesahnya.

Seperti inilah klarifikasi dari komentar Bart Assa yang dikutip Suluttoday.com.

Tadi pagi saat saya sementara dalam perjalanan ke kantor SMi, telepon berdering dan ketika saya angkat, agak terkejut juga saya ketika diinformasikan bahwa ada LSM yg melaporkan ke pihak berwajib tentang dugaan korupsi yg dilakukan DPUPR Manado yaitu pemotongan pencairan dana 10-15% kepada semua penyedia jasa yang melaksanakan pekerjaan di dinas PUPR Kota Manado.

Mengantisipasi jangan sampai informasi ini melebar dan menjadi liar kemudian berujung timbulnya keresahan di tengah masyarakat, terutama keluarga saya maka saya merasa berkewajiban untuk mengklarifikasi isi laporan LSM tersebut, bahwa:
1). Tidak ada pemotongan sepeserpun yg dilakukan DPUPR Kota Manado terhadap pencairan dana 100% dari penyedia jasa yg menjalin kontrak pekerjaan dengan DPUPR. Bahkan tidak ada sama sekali pungutan/fee/ijon yg pernah dilakukan di instansi DPUPR Manado. Pihak LSM, bijaksananya sebelum melaporkan ke pihak berwajib sebaiknya datang terlebih dulu ke Kantor kami untuk minta penjelasan tentang hal yg (mungkin) didengar/dikeluhkan dari pihak penyedia jasa tentang hal pemotongan 10-15% tersebut apa benar atau tidak.
2) Yang kami lakukan justru adalah tindakan antisipatif preventif untuk maksud agar kontraktor lebih bekerja profesional dan menghindarkan diri dari praktek curang dalam pekerjaan, serta mengamankan keuangan negara, atau menghindarkan pihak ketiga dari upaya lari dari tanggung jawab untuk melunasi TGR yg mungkin dapat terjadi di kemudian hari. Mengingat tren bisnis yg telah lama berakar yaitu banyaknya oknum pihak penyedia yang sering pinjam perusahaan tanpa perjanjian kerjasama (sub kontraktor) secara resmi dan/atau membuat perusahaan dengan menempatkan fake pemegang saham yang dijadikan sebagai direktur boneka sehingga membuat sulit pengguna anggaran untuk meminta pertanggungjawaban penyedia jasa bila dikemudian hari didapati temuan BPK yg mengharuskan pihak penyedia jasa membayar TGR tersebut.

Respon Amos Kenda (Foto Sulutoday.com)

3). Kebijakan antisipasi yg kami lakukan sebagaimana maksud pada point 2, adalah mengusulkan pada pihak ketiga untuk sepakat dengan kebijakan yg kami ambil dan menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yg berisi 7 point, salah satu diantaranya adalah pada termyn terakhir (100%) penyedia jasa bersedia untuk dilakukan pemblokiran dana yg telah cair ke rekeningnya sebesar 10% dari nilai kontrak sampai selesai pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan daerah. Jadi bukan berupa pemotongan dana yg cair ke rekening penyedia jasa. Sekali lagi bukan pemotongan sebagaimana dimaksud oleh LSM pelapor. Justru dana yg dicairkan telah tersimpan dalam rekening perusahaan pihak penyedia jasa. Hanya dilakukan pemblokiran sementara atau tidak bisa ditarik uang 10% kontrak untuk sementara waktu saja.

4). Kebijakan pada point 3 tersebut telah kami utarakan kepada seluruh pihak penyedia jasa pada pertemuan awal sebelum pekerjaan dimulai dan semua menyetujui, bahkan sampai saat ini dari seratus lebih kontraktor yg melaksanakan pekerjaan di Dinas PUPR Kota Manado untuk tahun anggaran 2017, hanya ada 1 (satu) kontraktor yg belum bersedia menandatangani SPTJM tersebut.

Demikian klarifikasi terbuka yang kami lakukan, semoga menjadikan semua pihak terkait dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkup dinas PUPR manado dan masyarakat umum dapat memahami dan maklum. Terima kasih. Salam hormat.

Menariknya dari sejumlah komentar yang menarik dikutip media Suluttoday.com, dimana salah satu pengguna akun yang diketahui adalah mantan Kepala Dinas Tata Kota Amos Kenda menyampaikan respon yang cukup baik. Menurut Kende status yang diposting Bart Asa adalah bagian dari kebenaran dan pembenaran.

”Antara kebenaran dan pembenaran,” komen Kenda.

Selanjutnya, Kenda memberikan penjelasan soal komentarnya tersebut ”Yang kebenaran adalah tindakan pemblokiran / penahanan dana yg merupakan hak pihak ketiga. Apabila (disangka) ada kemungkinan TGR, maka secara implisit sdh menyiratkan pengawasan yg tidak optimal, tindakan ini (kemungkinan) menyalahi aturan. Pembenaran adalah tindakan ini disepakati / disetujui oleh para pihak yg melakukan perikatan”.

Untuk diketahui, kebiasaan ‘mengeluh’ di FB memang bukan baru kali ini ditunjukkan Assa. Tapi, sebelumnya sudah pernah dilakukan Ass. Beberapa netizen lainnya, saat membaca klarifikasi Assa hanya melemparkan senyum. (Amas)

Terkait Pembangunan RSUD, GERAK Minta Kadis PUPR Manado Jangan Terburu-Buru

Jim R. Tindi (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Manado yang awalnya direncanakan akan dibangun di kawasan Mapanget, kini dipindahkan ke areal jalan Ringroad Kecamatan Wanea Kota Manado. Hal tersebut menyedot perhatian sejumlah aktivis LSM, pasalnya saat ditetapkan lokasi pembangunan RSUD di Mapanget telah melalui studi kelayakan, dan biaya juga tersedot disitu.

Menanggapi keseriusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado, Bartje K.B Assa itu, Direktur Eksekutif LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulawesi Utara (Sulut), Jim Robert Tindi angkat bicara. Tindi kali ini mengingatkan Kadis PUPR Manado agar tidak gegabah dan tergesah-gesah melakukan pembangunan, karena penempatan wilayah pembangunan RSUD masih perlu dipertimbangkan lagi.

”Kami meminta Kadis PUPR Manado, Bart Assa untuk tidak terburu-buru melakukan pembangunan RSUD Kota Manado di kawasan Ringroad. Karena berdasarkan informasi sudah ada pemenang tendernya, ini agak riskan karena warga disekitaran pasti belum tersosialisasi dengan baik, belum lagi diareal itu ada Rusun, kasihan keberadaan mereka akan terganggu nantinya. Belum lagi AMDAL, IPAL, serta izin lain yang harus disampaikan ke publik, kami mengikuti pemberitaan, tidak spesifik memuat soal kelengkapan surat izin bangunan, kelayakan lokasi, proses pengurusan dari Kementerian, dan seterusnya, GERAK Sulut menyarankan agar Kadis PUPR tidak gegabah karena boleh jadi berpotensi buruk kedepannya,” ujar Tindi yang sedikit mencurigai percepatan pembangunan yang didorong Assa.

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Manado (Foto Ist)

Jebolan aktivis mahasiswa ’98 ini juga berharap agar pembangunan RSUD Manado kedepan tidak terjadi polemik seperti kasus pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras di DKI Jakarta. Sehingga dengan begitu, Tindi mengingatkan perlunya kajian komprehensif dan selektif dilakukan.

Sementara itu, Bart Assa saat dikonfirmasi, Jumat (14/4/2017), membenarkan bahwa mega proyek tersebut telah ada pemenang tendernya. Bahkan, Assa menyebutkan pembangunan proyek di kawasan Ringroad itu sejauh ini tidak mendapatkan kendala yang berarti.

”Ya, sudah ada pemenang. Tetap di Ringroad, sampai saat ini tidak ada masalah,” ungkap Assa singkat. (Amas)

iklan1