Tag: pwi

Perkuat Kemitraan, Mappilu PWI Sulut Lakukan Sosialisasi Bersama KPU

Moderator ketika mengarahkan sosialisasi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Bertempat di rumah kopi Basombar, Tikala Ares Kecamatan Tikala Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (20/11/2020), Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilihan Umum (Mappilu) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulut dalam kegiatan sosialisasi.

Melalui sosialisasi dan pendidikan pemilih Komunitas Masyarakat dan Pers pemantau Pemilu PWI pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahun 2020 yang mengangkat tema: Menuju Pilkada 2020 Berkualitas dan Aman dari Covid-19 menurut Ketua PWI Sulut, Drs. Voucke Lontaan, sebagai narasumber menyampaikan perlunya kegiatan seperti ini guna mengedukasi masyarakat. Dikataknnya pula, sinergitas seperti yang dilakukan PWI Sulut bertujuan menjaga independensi, profesionalisme dan marwah pers dalam dinamika politik.

‘’Sosialisasi yang digelar ini bermaksud agar ada partisipasi public yang baik dalam Pilkada Serentak 2020. PWI juga bertugas mengedukasi dan mengawasi masyarakat, terlebih para jurnalis agar tetap bekerja pada prinsip-prinsip jurnalisme. Menjaga independensinya, profesionalisme sekaligus memantapkan agar pers tetap bekerja pada koridornya. Jangan sampai kita mencederai marwah, dan nama baik pers di tengah Pilkada Serentak 2020 ini,’’ ujar Voucke tegas.

Berlangsungnya foto bersama (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, narasumber berikutnya adalah Ketua Mappilu PWI Sulut, Jemmy H. Senduk, S.Kom, dan Ketua KPU Sulut, Dr. Ardiles Mewoh, dipandu Hery Rumondor selaku moderator yang juga Ketua Mappilu PWI Manado mengingatkan kerja-kerja Mappilu PWI di tingkat Kabupaten/Kota. Senduk mengingatkan pentingnya membangun hubungan baik dan mendorong sinergitas yang produktif dengan KPU dan Bawaslu yang ada di Sulut.

‘’Mappilu PWI secara nasional akan membangun hubungan kemitraan, hubungan konstruktif dengan seluruh penyelenggara Pilkada maupun pengawas (KPU dan Bawaslu) dalam upaya mewujudkan Pilkada damai, bersih dan terhindari dari Covid-19. Saya mengajak Mappilu Kabupaten/Kota se-Sulut untuk meningkatkan produktifitas dengan membangun kerja sama. Terutama seperti kegiatan-kegiatan sosialisasi seperti ini. Kita berharap ini menjadi pemicu untuk kita melakukan koordinasi lintas sektoral, demi terwujudkan Pilkada yang berkualitas,’’ kata Senduk.

KPU Sulut saat menyampaikan materi (Foto Suluttoday.com)

Diakhir diskusi, setelah tanya jawab dan adanya saran dari para peserta yang terdiri dari perwakilan pers, aktivis LSM dan aktivis mahasiswa, maka didapati beberapa rekomendasi. Diantaranya seperti yang disimpulkan moderator yakni menghindari politisasi SARA (Suku Agama Ras dan Antar golongan), edukasi publik dimaksimalkan.

Peserta sosialisasi ketika memberikan pertanyaan (Foto Suluttoday.com)

‘’Kita melahirkan beberapa poin penting, diantaranya pers tetap bersinergi dengan berdiri tegak menjalankan amanah dari UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Kita harus membebaskan masyarakat dari politik sentimental yang berbau SARA, informasi hoax, ujaran kebencian, stop politik uang dan mengingatkan masyarakat agar mengikuti protokol Covid-19 dalam Pilkada. Tugas pers menyelamatkan demokrasi agar tetap hidup, bernafas dengan melahirkan kepemimpinan yang merakyat di Pilkada Serentak tahun 2020. Kemudian, Pilkada juga kita pastikan berjalan jujur dan adil, langsung umum bebas rahasia,” tutur Rumondor.

Jemmy H Senduk ketika memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui panitia pelaksana juga selain membagikan makanan, juga tak lupa membagikan masker dan hand sanitizer kepada seluruh peserta sosialisasi. Suasana pertemuan dalam sosialisasi tersebut diatur sesuai ketentuan protokol kesehatan Covid-19.

(*/Amas)

Media Online Diminta Miliki Sertifikat

DR Jemmy Kumendong M.Si (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Seiring munculnya media-media online, Pemerintah Sulawesi Utara melalui Kepala Biro Pemerintahan Setda, DR Jemmy Kumendong M.Si menuntut adanya sertifikat yang sah. Hal tersebut disampaikan Kumendong saat mewakili Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE saat membuka Seminar Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional Tahun 2018 di ruang FJ Tumbelaka Kamis (31/05/2018).

Lebih lanjut Kumendong menandaskan dalam kegiatan yang dihelat Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Daerah Sulut bahwa dengan memiliki sertifikasi yang sah, diharapkan dapat lebih bijak dengan menghindar dari berita yang tidak disertai dengan prinsip kehati-hatian dan bukti yang jelas sehingga informasi yang diberikan kurang akurat bahkan palsu atau yang dikatakan hoax.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema Peran Pers Di Era Digitalisasi diikuti oleh insan pers di lingkup Pemprov Sulut, AJI, PWI dan IJTI, Kumendong mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi sangat menyadari akan pentingnya peran jurnalistik atau insan pers yang ada di Sulawesi Utara.

Untuk itulah, dalam kesempatan tersebut Kumendong mengharapkan adanya sinegritas dan kemitraan aktif guna mencapai cita-cita bersama dalam mewujudkan Sulut berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya. (Cat)

Hadirkan Ketua PWI Sulut, Pemuda Muhammadiyah JAROD Gelar Dialog dan Deklarasi Lawan Informasi Hoax

Ketua PWI Sulawesi Utara saat memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Sekaligus melakukan ‘Deklarasi Melawan Hoax’ dan Musyawarah Luar Biasa, Jurnalis Online Manado (JAROD) menggelar Dialog Publik, dengan membahas tema seputar ‘’Peran Ormas Dalam Menangkal Informasi hoax Radikalisme di Sulawesi Utara’’. Dua narasumber yang diundang, diantaranya Voucke Lontaan (Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sulut) dan Salman Saelani, (Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulut) mengingatkan pentingnya masyarakat menangkal isu hoax.

‘’Kini informasi hoax menjadi trending topik, dan menghiasi pemberitaan media massa. Seperti juga munculnya kelompok sarachen, nah ini fenomena yang patut diwaspadai masyarakat terutama pengguna sosial media (sosmed) agar tidak ikut terprovokasi dengan beredarnya informasi hoax. Sebab, tujuan informasi hoax ini adalah untuk membentuk opini public, menggiring masyarakat dan melahirkan konflik tentunya. Sehingga itu, dari perspektif media kita punya acuan yaitu UU Pers, dan khusus media cyber yakni pedoman media cyber,’’ ujar Lontaan bertempat di Hotel Aston Manado, Rabu (20/9/2017).

Berlansungnya Dialog Publik (Foto Suluttoday.com)

Hal senada juga diulas Saelani, menurut Ketua Muhammadiya Sulawesi Utara (Sulut) yang pernah menjadi salah satu Timsel Panwaslu Kabupaten/Kota di Sulut ini menjelaskan bahwa informasi hoax harus diproteksi para pimpinan Organisasi Kemasyarakat (Ormas) yang keberadaannya sebagai agen pelopor. Dikatakannya pula, aktivitas Ormas ditengah pusaran informasi hoax harus ikut memberi kontribusi dalam mencerahkan masyarakat agar tidak menjadi tumbal atau objek informasi hoax tersebut.

‘’Dari pusaran informasi hoax yang kini mengepung atau menyandera ‘masyarakat kita’ perlu diawasi. Apalagi, kita selaku pimpinan Ormas atau pengurus Ormas lalu terbawa arus derasnya informasi hoax, ikut tereksploitasi, untuk itu menjadi suatu keharusan Ormas berperan didepan melawan informasi atau isu-isu hoax yang pada muaranya membenturkan sesama masyarakat, melahirkan konflik SARA dan memprovokasi publik, memang adakalanya informasi hoax ini ‘dipelihara’ kelompok tertentu untuk memuluskan kepentingannya, mari kita lawan secara bersama,’’ tegas Saelani.

Deklarasi bersama menolak informasi hoax (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Amas Mahmud selaku Ketua JAROD dalam sambutannya mengajak seluruh elemen Ormas dan pers untuk berperan aktif melawan produksi informasi hoax. Publik harus diberikan pencerahan sehingga kemudian tidka ikut-ikutan mendistribusi informasi yang belum valid kebenarannya, masyarkat perlu diedukasi agar menjadi cerdas, selektif dan tidak muda percaya pada pemberitaan yang tidak benar sumbernya.

Untuk diketahui, yang bertindak selaku moderator pada dialog publik kali ini ialah Jendri Frans Mamahit (JFM), yang juga pimpinan redaksi dan owner Media Online ManadoSatuNews.com. Kegiatan ini dihadiri sejumlah Pembina JAROD, dinataranya Didi Sjafi’I, Tommy Sumelung, Iwan Moniaga, dihadiri juga aktivis muda Sulawesi Utara, Awaluddin Pangkey, Muin Sumaila, Baso Affandi, Iskandar Polontalo, Ronaldy Thalib, H. Enda, Abdul Tulusang, hadir juga pengurus HMI Cabang Manado, PMII Cabang Manado dan mahasiswa FISIP Unsrat Manado.

Selanjutnya, usai dialog publik dilangsungkan dengan Musyawarah JAROD yang menghasilkan Steven Supit sebagai Ketua JAROD terpilih, Romel Najoan, Sekretaris dan Zulkifly Dukalang sebagai Bendahara JAROD. (*/TimST)

Benahi Citra Buruk Wartawan, JMT Laksanakan Uji Kompetensi Wartawan

Jefry Rawis, SE (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Pekerja pers (wartawan) merupakan suatu profesi yang sangat dibutuhkan masyarakat dengan penyajian berita yang berimbang kontekstual serta profesional, hal ini seperti yang tertuang dalam undang undang pers nomor 40 tahun 1999 pasal 1:1.

”Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.”

Sebagai organisasi wartawan yang ada dikabupaten minahasa tenggara (mitra) yakni Jurnalis Minahasa Tenggara (JMT) merasa bertanggung jawab untuk menjadikan wartawan yang bertugas dikabupaten mitra melaksanakan perintah undang undang tersebut yaitu jurnalis yang punya kompetensi sebagai pekerja jurnalis.

“STANDAR Kompetensi Wartawan adalah alat ukur profesionalitas wartawan. Ditetapkan oleh Dewan Pers pada 2 Februari 2010, Standar Kompetensi Wartawan disusun demi kelancaran tugas dan fungsi Dewan Pers dan untuk memenuhi permintaan perusahaan pers, organisasi wartawan, dan masyarakat pers. Disebutkan, Standar Kompetensi Wartawan diperlukan untuk melindungi kepentingan publik dan hak pribadi masyarakat. Standar ini juga untuk menjaga kehormatan pekerjaan wartawan dan bukan untuk membatasi hak asasi warga negara menjadi wartawan.”

Jika tidak ada kendala dan halangan, Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diprakarsai Jurnalis Minahasa Tenggara (JMT), akan dilaksanakan pada tanggal 27-28 Februari 2017 mendatang.

Ruland Sandang (Foto Ist)

Wartawan senior asal mitra Jefry Rawis, SE menyambut baik program dan gagasan JMT yang secara sukarela melaksanakan uji Kompetensi bagi pekerja pers di Mitra, pasalnya menurut Rawis kedepan pekerja pers dituntut untuk lebih profrsional dan terakreditasi sehingga tak ada lagi jurnalis yang Asal -asalan, lanjut Rawis.

“Dalam pelaksanaan uji kompetensi wartawan akan diketahui oleh tim penguji bahwa wartawan yang bersangkutan hanyalah wartawan jadi -jadian untuk memeras narasumber atau menakut -nakuti pejabat tegas Rawis yang telah lulus UKW saat sebagai Wartawan Kantor Berita Antara.

Sementara ketua Jurnalis Minahasa Tenggara (JMT) Rulan Sandag mengharapkan semua jurnalis yang ada dikabupaten mitra untuk ikut serta dalam Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) sesuai persyaratan yang ada agar supaya baik pemerintah kabupaten maupun masyarakat mitra akan lebih mengenal pekerja pers yang terakreditasi sesuai perintah dewan pers nasional, harap Sandag.

Ditambahkan Rulan “UKW memantapkan profesionalitas, wawasan dan etika wartawan. Sebab itu kita harus mengikuti perubahan ke arah peningkatan kompetensi guna mendapatkan sertifikat menjadi wartawan yang berkompeten dengan profesinya,” katanya.

Menurut dia, ke depan wartawan tidak hanya ditanya perihal identitas tetapi sudah mengacu pada kompetensi melalui kartu kompetensi yang telah dimiliki. “Apalagi oleh dewan pers tegas menyebutkan baik instansi pemerintah dan swasta tidak boleh memberikan informasi kepada wartawan yang tidak terkompetensi. Bahkan dewan pers sendiri akan bekerjasama dengan aparat TNI dan Polri,” ujarnya.

Hal yang sama juga dusampaikan Noldy Pangkerego, sebagai wakil ketua didampingi Otni Tamod sekretaris dan Indry Rambi sebagai bendahara JMT bahwa sebanyak 20-an anggota JMT akan ikut serta pada pelaksanaan UKW kategory atau level muda dengan tim penguji berasal dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat di Jakarta.

“Atas nama pengurus dan anggota JMT, kami menyampaikan apresiasi serta penghargaan yang tinggi kepada pemerintah daerah khususnya Bupati James Sumendap SH yang mensuport penuh kegiatan UKW ini. Dan kepedulian ini tentunya menunjukan komitmen kemitraan pemerintah daerah dengan para pekerja pers yang tergabung dalam JMT,” ungkap ketiganya disekretariat JMT kelurahan Wawali Pasan.

Ditambahkan ketiganya, untuk lokasi pelaksanaan UKW sendiri akan dipusatkan di kawasan wisata rohani Lamet Desa Rasi, Kecamatan Ratahan, 27-28 Februari 2017. (jemmy k)

Gubernur Olly Dukung Penuh Tim Porwanas Sulut

Gubernur Olly Dondokambey saat acara pelepasan tim PORWANAS Sulut (Foto Ist)

Gubernur Olly Dondokambey saat acara pelepasan tim PORWANAS Sulut (Foto Ist)

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sepertinya mendukung penuh, kegiatan Persatuan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas), hal ini sebagaimana dilakukan Gubernur Olly Dondokambey ketika melepas Tim Persatuan Olahraga Wartawan  Nasional 2016 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) asal Sulut yang akan bertanding di Kota Bandung Jawa Barat pada tanggal 25 -30 juli mendatang.

Acara pelepasan Tim Porwanas PWI Sulut tersebut dilaksanakan di kediaman Gubernur Olly Dondokambey Desa Kolongan Minahasa Utara, Sabtu (23/7/2016) malam. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menyerahkan Pataka kepada Ketua PWI Sulut, Voce Lontaan.

Sebanyak 37 atlit dan ofisial dari berbagai awak media yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara akan bertanding pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional 2016 di Kota Bandung Jawa Barat.

Gubernur Olly mengatakan pemerintah provinsi sangat berterima kasih kepada wartawan lebih khusus kepada PWI. Yang telah siap untuk mengikuti pekan olahraga wartawan nasional di Bandung.

“Target tak perlu medali. Tapi syukur-syukur kalau kalian wartawan bisa mendapatkan medali. Bukan bendera wartawan yang berkibar melainkan bendera Sulut yang berkibar dan mengharumkan nama daerah dikancah nasional,” kata Gubernur.

Lanjut Gubernur mengatakan walaupun dengan persiapan pas-pasan yang disiapkan oleh Pemprov Sulut.

“Namun sangat membantu kalian (wartawan-red). Sekali lagi saya minta agar berlombalah dengan sportifitas yang tinggi. Mudah-mudahan kalian memperoleh medali dalam perlombaan tersebut sehingga dapat mengharumkan daerah Sulawesi Utara,” pungkas Gubernur Sulut.

Diketahui adapun cabang olahraga (Cabor) yang diikuti PWI Sulut pada Porwanas kali ini meliputi, cabang olahraga bulu tangkis, Bowling, Futsal, Tenis Meja, Bridge, Catur, Atletik dan billiard. (*/Ikhy)

iklan1