Tag: radikalisme

Dondokambey Ajak Kaum Bapa Katolik Jadi Panutan Masyarakat

Gubernur Olly Dondokambey saat pembukaan Festival Seni Budaya (FOTO Ist)

KEMBES, Suluttoday.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mengajak kepada seluruh umat Katolik terlebih khusus kepada Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado memegang arti yang sangat penting dan menjadi panutan dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat baik sebagai pribadi maupun sebagai sebuah organisasi pelayanan serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut disampaikan Dondokambey saat menghadiri Perayaan Ekaristi Dan Pembukaan Festival Seni Budaya I Kaum Bapak Katolik Keusukupan Manado yang dirangkaikan dengan Hut Ke 29 Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado serta Perayaan Tahun Yubelium 150 Tahun Gereja Katolik di Keuskupan Manado di Gereja Katolik Kristus Raja Kembes, Kabupaten Minahasa, Jumat (20/04/2018).

Gubernur juga mengharapkan agar dalam kegiatan ini tercipta pula berbagai terobosan positif dan inovatif yang mampu menunjang gerak langkah pembangunan gereja dan daerah. Dalam kesempatan yang sama pula, Gubernur mengajak kepada umat katolik yang hadir untuk menyikapi isu SARA, radikalisme dan terorisme dengan cerdas dan bijak, serta membudayakan empat pilar kebangsaan yakni; Pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhinneka tunggal ika dalam setiap lini kehidupan sosial kemasyarakatan, serta hal positif lainnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh uskup Manado Mrg Benedictus Esthepanus Rolly Untu MSC, Kapolda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito, Penjabat Bupati Minahasa Royke Mewoh DEA, Ketua Umum Badan Pengurus Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado Drs Edwin L Kindangen MSi, Ketua Panitia Festival Seni Budaya I Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado Ir Henky Kaunang serta seluruh umat Katolik.(*/Cat)

Cegah Gangguan Kamtibmas, Presidium KAHMI Manado Gelar FGD

Rapat finalisasi kegiatan FGD dari KAHMI Manado (Foto Suluttoday.com)

Rapat finalisasi kegiatan FGD dari KAHMI Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Isu dan bahkan tindakan radikalisme yang menjadi ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahkan seolah gerakan radikalisme ini tak pernah berakhir. Mengantisipasi hal tesebut, Korps Alumni HMI (KAHMI) Manado menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada, Kamis (24/11/2016).

Saat diwawancarai di Regal Kedai Kopi & Resto Kawasan Mega Mas Manado, Rabu (23/11/2016) malam ini, H. Usran Mantow, S,Ag.,M.Hi, selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari wujud komitmen KAHMI Manado dalam menjaga kerukunan dan pentingnya toleransi antar umat beragama di Manado, dan Sulawesi Utara pada umumnya.

”KAHMI Manado menyadari tentang pentingnya kita menjaga kerukunan, saling menghargai dan mengedepankan yang namanya toleransi antar umat beragama. Akhir-akhir ini yang menjadi ancaman antara keamanan di daerah, bahkan di tingkat nasional adalah munculnya paham radikal yang selain mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) juga merongrong kokohnya NKRI, disinilah kita harus solid melawan radikalisme,” ujarr Usran pada Suluttoday.com.

Selain itu, Usran juga menyampai terkait kesiapan teknis kegiatan dan keynote speaker serta audiensi (peserta FGD) yang terlibat. Bahkan secara luas Usran memberi pemaparan terkait tema yang diusung yakni: ”Bahaya Radikalisme dalam menanggapi isu-isu Kamtibmas di Sulawesi Utara (Sulut)”.

”Kegiatan akan dilaksanakan di Hotel Sahid Kawanua Manado, Kamis 24 November 2016, pukul 13.00 – Selesai dengan tujuan juga adalah bagaimana kita mengkonsolidasi gerakan Ormas, LSM dan eksistensi kaum muda di daerah ini dalam rangka menguatkan proses demokrasi. Kita lawan secara bersama yang disebut diskriminasi dan embrio munculnya gerakan radikalisme, kegiatan ini menghadirkan Kapolda Sulut, Rektor UNIMA, Danrem, dan Kakanwil Sulut, serta peserta FGD dari pimpinan Ormas, aktivis pemuda, LSM dan para pemuda agama,” ucap Usran yang didampingi Ketua Presidium KAHMI Manado, Drs. Yahya W. Pasiak, MM. (Amas)

Dialog Publik JAROD, Hanny Solang Berikan Cara Efektif Cegah Radikalisme

Berlangsungnya Dialog Publik JAROD (Foto Suluttoday.com)

Berlangsungnya Dialog Publik JAROD (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Berlangsung sukses, kegiatan yang dilaksanakan pengurus Jurnalis Online Manado (JAROD), Sabtu (12/9/2015) yang bertempat di Hotel Formosa Manado. Kali ini, Komunitas JAROD menghadirkan Drs Hanny Solang, M.Si (Kaban Kesbang-Pol Manado), Delmus Salim (Dosen IAIN Manado), dan Jim Robert Tindi, SE (Aktivis Muda Sulut dan mantan Ketua PRD Sulut) untuk mengulas tema Dialog Publik ‘Mencegah Radikalisme Pada Generasi Muda Dengan Mempertembal Wawasan Kebangsaan’.

Dr Hanny Solang dalam pemaparan materinya menyebutkan bahwa pemerintah selalu memberikan perhatian penting pada persoalan keamanan lingkungan. Menurut Alumnus FISPOL Unsrat Manado itu, aktivitas masyarakat yang mengarah pada dukungan terhadap radikalisme harus diwaspadai karena hal itu dapat merusak keamanan.

”Soal pembahasan wawasan kebangsaan ini perlu diselesaikan ditingkat hulu, baru kemudian hilir. Kadang banyak pihak karena kurang mengerti wawasan kebangsaan, akhirnya bertindak menggangu keutuhan bangsa. Nah, kami pemerintah Kota Manado sejauh ini melakukan tindakan mengendalian dan perhatian pada keamanan masyarakat, hal terpenting bagi masyarakat selain kesejahteraan adalah keamanan. Untuk cara mencegah tindakan Radikalisme adalah kembangkan dan munculkan berbagai kegiatan sosial yang sifatnya positif, serta bangkitkan rasa Nasionalisme,” ujar Solang.

Sementara itu, Jim Robet Tindi mengatakan Radikalisme itu penting, hanya saja ada pihak tertentu yang memanfaatkan dan menafsirkan secara keliru apa yang menjadi semangat Radikalisme. Paling penting bagi Tindi yakni pemerintah perlu berlaku adil bagi rakyatnya, terutama soal distribusi kesejahteraan.

”Arti dari Radikal atau Radikalisme sebenarnya perlu dan tidak berbahaya, karena Radikal itu bermakna kita mengetahui sesuatu hingga ke akar-akarnya. Dan itu berarti Radikalisme tidak ada masalah, hanya saja ada kelompok kepentngan yang memanfaatkan ini demi mengamankan kepentingan mereka, bagi saya yang penting saat ini adalah pemerintah berlaku adil pada rakyatnya. Janganlah, proses distribusi kesejahteraan dihambat,” tukas Tindi.

Begitupun yang disampaikan, DR Delmus Puneri Salim, bahwa generasi muda perlu memperbanyak pengetahuan tentang hal kebangsaan, wawasan kebangsaan baginya merupakan suatu hal yang juga utama dan perlu digelorakan rasa Nasionalisme. Ide-ide positif harus dimunculkan agar bisa menyatukan banyak orang.

Yang bertindak sebagai moderator kali ini adalah Sahrul Setiawan, yang juga Sekretaris JAROD. Terlihat yang hadir sejumlah aktivis mahasiswa se-Sulawesi Utara, Ketua JAROD, Amas Mahmud, serta pengurus JAROD lainnya. (M. Isnain Umasangaji)

Partai Idaman, Rhoma: Islam Bukan Seperti ISIS

Rhoma Irama (Foto Ist)

Rhoma Irama (Foto Ist)

JAKARTA – Rhoma Irama yang dikenal sebagai pedandut kondang, akhirnya resmi mendeklarasikan partai baru bernama Partai Islam Damai Aman atau Partai Idaman, Sabtu (11/7/2015). Partai ini menggunakan logo bergambar tangan membentuk lambang cinta.

Deklarasi digelar di sebuah restoran di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu sore. Dalam sambutan, Rhoma menjelaskan makna lambang dan tagline yang digunakan partainya.

“Makna lambang partai ini adalah love, love Indonesia. Love ini adalah bahasa Inggris yang sudah meng-Indonesia,” ujar Rhoma.

Baca: Rhoma Irama: “Love Indonesia” Lebih Populis, Lebih “Eye Catching” Gitu Loh…

Pimpinan grup band dangdut Soneta itu juga menyandingkan kata love setara dengan kata peace (damai) yang kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Dengan partai barunya ini, ia ingin membuktikan kepada dunia bahwa Islam tak mendukung gerakan radikal. Baca: Rhoma Irama Ingin Buktikan pada Dunia bahwa Islam Tidak Radikal.

“Karena di Indonesia ini mengalami islamofobia. Saya ingin mengeliminir stigma negatif di Indonesia itu bahwa Islam bukan seperti ISIS-lah, apa lah (yang menggunakan kekerasan),” kata Rhoma.

Acara deklarasi Partai Idaman ini masih berlangsung hingga pukul 17.30 WIB. Rhoma dan pendiri partai lain akan memberikan pernyataan pers di akhir acara.

Dalam acara tersebut, Rhoma mengundang sejumlah organisasi, yakni Akurat (Aliansi Kejujuran untuk Rakyat), Forum Ta-Mir Mushala Seluruh Indonesia, dan Forsa (Fans of Rhoma and Soneta).

Menangkal Tindakan Radikalisme, Pemerintah RI Blokir Sejumlah Situs

Gerakan ISIS (Foto Ist)

Gerakan ISIS, salah satu potret gerakan radikalisme (Foto Ist)

JAKARTA/MANADO – Dalam rangka menangkal masuknya gerakan radikalisme di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memerintahkan pemblokiran terhadap 19 situs yang dinilai radikal atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorrisme (BNPT).

“Kita telah minta penyedia layanan (ISP) untuk pemblokiran situs tersebut tadi pagi atas permintaan BNPT, situs tersebut dianalisis oleh BNPT dan dinilai oleh BNPT mengandung paham radikalisme dan meminta kepada kita untuk di blokir, kita proses kemudian,” kata Kepala Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu di Jakarta, Senin (30/3/2015).

Dia mengatakan, awalnya terdapat 26 situs yang diminta, namun dalam perkembangannya ternyata hanya terdapat 19. “Karena dua ternyata duplikasi, empat sudah hilang, dan satu tutup,” katanya.

Ismail mengatakan, pemblokiran kemungkinan membutuhkan waktu kerja dari ISP yang bersangkutan. Pihaknya memastikan akan terus melakukan pemblokiran terhadap konten-konten negatif. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk melaporkan apabila da situs-situs berkonten negatif, sehingga dapat langsung ditangani.

Seperti diberitakan, BNPT melalui surat nomor 149/K.BNPT/3/2015 meminta 19 situs diblokir karena dianggap sebagai situs penggerak paham radikalisme dan sebagai simpatisan radikalisme. (Rol/Amas)

Sejumlah 19 situs tersebut, di antaranya arrahmah.com, voa-islam.com,ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com,kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net, hidayatullah.com,salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com,muqawamah.com, lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, dandaulahislam.com.

iklan1