Tag: reiner omyet ointoe

PSN Perisai Putih Sulut Gelar Buka Puasa bersama dan Rapat Persiapan Musprov

Bang Reiner Ointoe saat memimpin rapat (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Organisasi Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih Wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Senin (21/5/2018) menggelar rapat pembentukan panitia Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama bertempat di New Regal’s Coffee & Resto kawasan Megamas Kota Manado.

Rapat diarahkan langsung Ketua Wilayah PSN Perisai Putih Sulut, Reinet Omyet Ointoe dan dipandu Sekretrataris Wilayah Noho Poiyo, Ointoe menginstruksikan agar DPD melakukan konsolidasi jelang Muswil agar pelaksanaan Musprov dalam waktu dekat ini dapat berjalan sesuai aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

‘’Berdasarkan penyampaian Dewan Pengurus Pusat (DPP), maka diperlukan adanya Musprov segabagai bagian dari regenerasi organisasi. Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah PSN Perisai Putih Sulawesi Utara pada pertemuan kali ini akan memutuskan siapa yang menjadi panitia pelaksana dan panitia pengarah,’’ tutur Ointoe.

Rapat berlangsung di rumah kopi Regal Megamas (FOTO Suluttoday.com)

Lanjut Ointoe menyampaikan hasil rapat tersebut yakni menetapkan nama-nama sebagai berikut: Ketua panitia pelaksana Abu Hasan Syafi’i, Sekretaris Asri Rasjid, dan Bendahara Awin Halid. Kemudian, sebagai panitai pengarah, Ketua Noho Poiyo, Sekretaris Ramdan Maliki, anggota Amas Mahmud, Wahidin Magau, Syaiful Kasim.

Selain itu, Ointoe menitipkan catatan penting rapat bahwa perlu dikonsolidasikan lagi 9 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSN Perisai Putih se-Sulawesi Utara. Tidak hanya itu, bagi para calon Ketua Perisai Putih Sulut diwajibkan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai anggota organisasi ini. Syarat tersebut sebagai bagian prosedur dan tertib keanggotaan. (*/Redaksi)

Reiner: Pemaparan Dr Lusiana Terkait ‘Integritas’ Tubuh Perempuan Begitu Runut

Dr Lusiana Margareth Tijow dan buku karyanya (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Melalui bedah buku yang dilaksanakan, Jumat (22/12/2017), bertempat di Kedai Koffie Shaad, edisi spesial Hari Ibu, Dr Lusiana Margareth Tijow, SH.,MH sebagai penulis buku berjudul ‘Perlindungan Hukum Bagi Perempuan Korban Janji Kawin’ diberikan kesempatan untuk mengulas tentang tema: ‘Perempuan Menggugat Atas Integritas Tubuh Dirinya Tidak Terpenuhinya Janji Kawin’.

Dalam bedah buku yang dihadiri sejumlah aktivis pemuda, pegiat literasi, budayawan, cendekiawan yang ada di Kota Manado tersebut, Drs Reiner Omyet Ointoe selaku budayawan memberikan resensinya terhadap apa yang dipaparkan Dr Lusiana yang pada kesempatan tersebut tampil sebagai pembedah buku.

”Pemaparan Dr. Lusiana Margareth Tijow SH, MH sangat memberi perspektif yang baru bagi perlindungan hukum terkait “integritas” tubuh perempuan dalam aspek fisik-psikis. Problematik misogini dalam dominasi budaya patriarki akan membuka celah yang selama ini menjadi kabut dalam pelbagai kasus diskriminasi gender. Kekuatan pemikiran tentang kasus-kasus “kekerasan seksual” yang berbaju “janji kawin” menjadi pintu “legalitas” penghancuran “privatesphere” integrasi tubuh perempuan dlm pelbagai aspek yang melindunginya,” ujar Reiner.

Reiner yang juga penulis buku aktif itu juga menyentil bahwa tubuh perempuan dilindungi oleh undang-undang, sehingga dapat menghindarkan perempuan dari perbuatan-perbuatan kekerasan yang menyalahi HAM. Menurutnya Dr Lusiana begitu memahami betul apa yang diulasnya dalam beda buku tersebut.

”Memakai istilah Bergerian, “sacred canopy” yang saya plesetkan jadi “tudung suci” dalam tubuh perempuan memiliki fondasi hukum yang dapat membela dirinya dari penghancuran yang disengaja oleh dominasi budaya patriarki. Meski pikiran ini berangkat filsafat hukum positivisme — sebuah pandangan hukum yg lebih mengedepankan ide bukti-bukti dan uji material secara obyektif — ulasan Dr. Lusiana (cum laude S3) sangat jernih, runtut dan ideal untuk dipahami. Sebab, di lingkungan keluarga ipar kami, penghancuran “integritas tubuh perempuan dlm janji kawin” terjadi,” tutur Reiner juga diketahui sebagai salah satu pemilik perpustakaan pribadi terbesar di Sulawesi Utara ini.

Reiner Omyet Ointoe (Foto Suluttoday.com)

Lanjut disampaikannya, dilakukan oleh seorang lelaki dan hingga kini masih menyisakan trauma bagi perilaku perempuan korban yang jadi ponakan kami. Makasi atas pencerahannya dan kepada pakar IT Salahudin Olii MIT, kerelaan membawa Dr. Lusiana —- yang sedikit mengeluh kuatnya budaya dominasi patriarki dan diskriminasi gender di Gorontalo cukup menyulitkan ilmunya untuk dipraktekkan dgn banyaknya kasus-kasus terkait dengan ilmunya — ke kedai Shaad tempat aktivitas intelektual dengan SWTs dijadikan locus genius alternatif. Meski di ruang yang sangat terbatas, kesediaan tiap narasumber menjadi pemantik gairah belajar dan berilmu dari berbagai disiplin yang ada dan terus berkembang. Moga apresiasi ini menjadi “pahala” yang tak berkesudahan. (*/Amas)

REINER OINTOE Beberkan Kriteria Ormas yang Layak Menjadi Pioner

Drs Reiner Omyet Ointoe (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Memang kini bukan eranya generasi muda untuk saling berkompetisi saja, namun lebih dari itu harus melakukan perpaduan gerakan atau ‘menyatukan’ potensi dalam sebuah kombinasi gerakan yang solid. Untuk mengformulasi gerakan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berpihak pada rakyat dan mendorong adanya pembangunan, Drs Reiner Omyet Ointoe, budayawan dan aktivis senior yang hadir dalam Forum Diskusi Ormas, LSM dan Organisasi Kepemudaan memberikan sejumlah resep untuk itu.

Menurut Bung Reiner, Ormas perlu menjadi pioner (terdepan), untuk menuju pada gerakan tersebut maka diperlukan fondasi atau dasar-dasar gerakan yang kuat yakni pentingnya membangun karakter (character building). Sehingga demikian, bila kaum muda dan aktivis Ormas telah memegang teguh apa yang disebut character building, maka aktivitas Ormas untuk melakukan pembangunan di daerah ini tidak akan melenceng dan mengarah pada kekuatan pembangunan.

”Dalam bergerak hari ini, berbagai Ormas dan Organisasi Kepemudaan punya rumusan gerak yang sering kali berbeda. Namun, yang penting diperhatikan ialah character building, inilah yang menjadi fondasi untuk menguatkan orientasi pembangunan di daerah yang kita cintai ini. Apalagi, Ormas merupakan garda terdepan pembangunan, sehingga untuk menjadi pioner diperlukan penguatan karakter,” ujar Reiner saat tampil sebagai narasumber di Hotel Aston Manado, Rabu (22/11/2017).

Sekedar diketahui yang hadir dalam kegiatan ini diantaranya, Ketua LAKRI Sulawesi Utara, Moning Mamengko, S.IP, Sekretaris LMI Manado, Maxi Malonda, Sekretaris DPD KNPI Manado, Amas Mahmud, Ketua Umum HMI Cabang Manado, Ian Daulasi, pengurus GPII Sulawesi Utara, tokoh aktivis yang juga pengurus KNPI Sulawesi Utara, Djoko Sutrisno, Sekretaris HMI Cabang Manado, Nazar, serta para Lurah se-Kota Manado. (*/TimST)

Tokoh Islam Sulut Berkumpul di Lapangan Sparta Tikala

Panitia saat melakukan persiapan tadi malam (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Begitu luar biasanya nilai kemanusiaan, karena atas nama kemanusiaan sesama manusia dapat saling memerangi, menyakiti dan sebaliknya saling mengasihi, memberi solidaritas, memberi perhatian serta saling mendoakan untuk kebaikan. Hal itu, dirasakan umat Islam di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang ketika merespon insiden kekerasan kemanusiaan di Rohingya, mereka pun bersolidaritas untuk mengutuk tindakan dehumanisasi tersebut dengan membentuk Solidaritas Kemanusiaan Tragedi Rohingya.

Cara merespon yang dilakukan para umat Islam di Sulut begitu luar biasa, mereka bukan lagi melakukan unjuk rasa menyampaikan dukungan. Namun, lebih dari itu mengumpulkan bantuan, berdzikir dan melakukan doa bersama. Saat diwawancarai, Ketua Panitia Dzikir Akbar dan Doa Bersama untuk warga Rohingya, H. Lukman Wakid menyampaikan bahwa persiapan panitia sudah 99 %, Haji Lukman juga mengajak umat Islam Sulut agar bersama-sama hadir dalam acara akbar tersebut.

”Alhamdulillah semangat panitia begitu luar biasa, ini semua untuk kemanusiaan. Sampai tadi malam, kita berada di lokasi pelaksanaan kegiatan yakni di Lapangan Sparta Tikala. Kegiatan Dzikir dan Doa Bersama ini kita tunjukkan untuk warga Rohingya yang didzokimi, apapun itu semua agama mengutuk tindakan yang tidak manusiawi. Nah, kita memperkirakan yang hadir nantinya berkisar 5.000 (lima ribu) orang, panitia sudah rampung persiapannya, semoga tidak hujan dan proses Dzikir dan Doa Bersama berjalan lancar sesuai rencana,” ujar Haji Lukman yang juga adalah salah satu pemilik media terbesar di Sulawesi Utara tersebut didampingi Rolandy Thalib, selaku Sekretaris Panitia.

Undangan Dzikir Akbar dan Doa Bersama di Lapangan Sparta Tikala Manado (Foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, Haji Lukman menyampaikan bahwa para peserta Dzikir dan Doa Bersama dihimbau agar menggunakan atribut kemeja berwarna putih. Selain itu, aksi kemanusiaan yang akan dilaksanakan Sabtu (16/9/2017) pukul 18.30 itu dipimpin Ustad Yaser bin Salim Bahmid dan Ustad Abdurahman Mahrus.

Diantaranya para tokoh Islam Sulut yang hadir adalah Djafar Alkatiri (Mantan Ketua BPRMI, Ketua PPP Sulut dan mantan Anggota DPRD Sulut), Sultan Udin Musa (Pengurus SI Sulut dan mantan Ketua Komisi A DPRD Manado), Abid Takalamingan (Ketua SI Sulut, Ketua BAZNAS Sulut dan mantan Anggota DPRD Sulut), H. Rum Usulu (Plt Sekretaris Daerah Kota Manado), Reiner Omyet Ointoe (Budayawan Sulut), Syahrial Damopolii (Mantan Ketua DPRD Sulut), Syahrul Poli (Ketua PHBI Sulut), H. Amir Liputo (Ketua PHBI Manado dan Anggota DPRD Sulut), Hj Rukmina (Rektor IAIN Manado), H Ayub Albugis (Anggota DPRD Sulut), Taufiq Pasiak (Cendekiawan muslim Sulut, aktivis Muhammadiyah dan mantan Ketua BKPRMI Sulut), Ridwan Sawie (Tokoh Islam Sulut), Mahyudin Damis (Dosen FISIP Unsrat dan pengamat politik pemerintahan), Syarifudin Saafa (Anggota DPRD Manado dan Ketua PKS Sulut), Michael Towoliu (Ketua Tim Rajawali Manado), Fatma bin Syeck Abubakar (Anggota DPRD Manado), M. Sofyan (Plt Kadis Perhubungan Kota Manado).

Lukman Wakid, Sultan Udin Musa dan Syahrul Poli saat memastikan persiapan panitia di Lapangan Tikala (Foto Suluttoday.com)

Hadir pula Fahrudin Noh (Ketua BKPRMI Sulut dan Anggota KPU Sulut), Suaib Soleman (Pengurus Muhammadiyah Sulut dan mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulut), Ustad Faisal Sabaya, Ustad Rizal Kasim, Ustad Umar Maliki, Abeng Tubagus Elong (Pengurus KAHMI Sulut), Guntur Bilulu (Pengurus Syarikat Islam Sulut dan wartawan senior) H. Ihsan Wakid (Aktivis BKPRMI Sulut), Agus Ointoe (Pengurus Ansor Sulut), Hery Anwar (Ketua Wilayah GPI Sulut), Idham Malewa (Pengurus KAHMI Manado dan Wartawan senior), Hj. Hindun Al Hasni, H. Ulyas Taha (Kandepag Bitung), H. Azis Tegela (Ketua SI Sulut), Muardi Rahmola (Sekretaris BAZNAS Manado), H. Simon Latjengke (Ketua APPSI Manado), Comel Pakaya (Aktivis muda dan Sekretaris Askot PSI Manado), Iswadi Amali (Pengurus KNPI dan BKPRMI Sulut).

Selain itu, akan hadir juga Noho Poiyo (Danwil Brigade Masjid BKPRMI Sulut), Fadly Kasim (Ketua AMSI Sulut), Mazhbullah Ali (Sekretaris KNPI Sulut dan Ketua PPP Manado), Muzayyin Habibie (Pengurus Pemuda Muhammadiyah), Rusli Umar (Ketua GP Ansor Manado), Suryanto Muarif (Ketua BKPRMI Manado), Jefry Alibasya (Pengurus Pemuda Muhammadiyah Sulut), Sofian Makku (Pengurus KAHMI Manado), Budi Harold Rarumangkay (Wartawan senior), Rahmadian Polontalo (Pengurus KAHMI Manado dan Wartawan senior), Masri Ikoni (Ketua GPII Sulut dan wartawan), Amas Mahmud (Sekretaris DPD KNPI Manado dan juga wartawan), Suratman RM (Wartawan senior), Malik Suma (Sekretaris GPI Sulut dan pengurus PPP Manado), Saleh Nggiu (Pengurus KAHMI Manado dan wartawan senior), Alwan Rikun (Ketua Gema Mathlaul Anwar Sulut dan Sekretaris KA KAMMI Sulut), Ian Daulasi (Ketua Umum HMI Cabang Manado), Rivan Kalalo (Pengurus KNPI Sulut), Jafar Noh Idrus (Ketua PMII Cabang Manado), Maslan Rikun (Ketua KAMMI Daerah Kota Manado), dan sejumlah pimpinan Ormas lainnya juga ikut hadir. (*/TimST)

Matangkan Kongres Umat Islam, Tim 9 Rapat di Graha Pena

Kantor Graha Pena, ilustrasi pertemuan tim 9 (Foto Ist)

Kantor Graha Pena, ilustrasi pertemuan tim 9 (Foto Ist)

MANADO – Dalam rangka mengkongkritkan langkah umat Islam Kota Manado disaat momentum Pilwako Manado 2015 dan konsolidasi kepentingan keummatan, tim 9 yang ditugaskan menggelar Kongres Umat Islam Kota Manado, Minggu (14/6/2015) melakukan pertemuan evaluasi untuk mematangkan pelaksanaan Kongres Umat Islam (KUI) Manado ini.

Rapat kali ini dilaksanakan di Graha Pena, kantor Manado Post Kota Manado yang dipimpin langsung ketua panitia pelaksana (OC), Syarif Darea dan didimpingi juga ketua panitia penyelenggara (SC), Reiner Emyot Ointoe, serta sekretaris SC, Idham Malewa. Aif sapaan akrab Darea memaparkan soal beberapa rangkaian kegiatan jelang Kongres, hingga terlaksananya Kongres Umat Islam Manado ini berlangsung.

”Kita hari ini memastikan dan menargetkan bahwa kegiatan Kongres Umat Islam Manado yang dilaksanakan bulan Juli 2015 mendatang akan berjalan dengan sukses. Kongres menjadi ajang konsolidasi secara komprehensif terhadap umat Islam Kota Manado, agar tidak lagi terkooptasi dan tercerai-beraikan atas kepentingan sesaat, namun bisa dalam konsolidasi ini dapat didahulukan kepentingan umat. Sebelum Kongres berlangsung ada beberapa rangkaian acara seperti Launching Logo, jalan sehat, diskusi, Forum Group Disscusion (FGD) melibatkan akademisi muslim, politisi muslim, dan kalangan profesional, hingga melahirkan kesepakatan bulat tentang langkah umat Islam Kota Manado dalam Pilwako nantinya,” ujar Aif dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan yang dihadiri beberapa tim 9 seperti, Masri Ikoni, Sofyan Maku, Iswadi Amali itu dalam pemaparan Reiner Oitoe tentang seputar keterlibatan semua tokoh Islam dalam Kongres kali ini. Ointoe yang juga budayawan ini mengingatkan semua elit umat Islam Manado agar dapat memahami pentingnya Kongres ini dilaksanakan.

”Kita berharap sukses terlaksana Kongres ini, langkah yang dilakukan tim 9 menjadi acuan kita semua umat Islam di Manado bahwa keberagaman dan perbedaan pilihan politik bahkan adanya friksi merupakan hal biasa. Namun atasnama kepentingan umat, kepentingan pribadi perlu diabaikan dulu, mari kita kerjakan hal-hal penting untuk umat, Kongres ini selain bagian dari konsolidasi, kita berharap ada rekomendasi untuk perbaikan ekonomi dan terbukanya akses ke pemerintah, agar umat Islam Manado kedepan lebih solid,” ujar Reiner. (Amas Mahmud)

iklan1