Tag: richard henry sualang

Mantan Wagub Sulut Tutup Usia, Warga Nyiur Melambai Berduka

Almarhum Freddy Harry Sualang (Foto Ist)

Almarhum Freddy Harry Sualang (Foto Ist)

MANADO – Kesedihan dan duka menyelimuti keluarga besar Sualang di Sulawesi Utara (Sulut), pasalnya mantan Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, Freddy Harry Sualang tutup usia. Berdasarkan informasi Sualang dikabarkan meninggal pukul 06.00 Wita pagi tadi, banyak pihak ikut menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya politisi handal asal Sulawesi Utara ini.

Menurut Jim Robert Tindi, mantan aktivis 98 Sulawesi Utara selain menyampaikan rasa sedih atas meninggalnya Sualang juga menuturkan bahwa sosok Sualang merupakan publik figur yang memiliki keberanian luar biasa dalam menjalani karir politiknya. ”Freddy Sualang dimata saya adalah sosok pembaharu yang berani. Saya turun berduka, semasa hidup beliau dikenal sangat akrab dengan semua kalangan. Saya bangga pernah berjuang bersama beliau dalam memperjuangkan reformasi 1996-1998, semoga amal baik beliau dibalas yang Maha Kuasa, warga Nyiur Melambai (Sulut) tentu berduka,” ujar Tindi.

Hal yang sama juga disampaikan wartawan senior Sulawesi Utara, Daniel Tumiwang menurutnya perjuangan Sualang bagi warga Sulut akan dikenang sepanjang masa dan semua yang dilakukan almarhum bernilai amal dimata Tuhan. Ditambahkannya pula, Sualang tidak lain adalah tokoh politik.

”Tokoh Politik Sulut itu telah Pergi…. semoga semua Perjuanganmu Tidak akan Sia-sia……. Selamat jalan Bung Freddy Sualang,” kata Opa sapaan akrab Daniel yang dikenal sebagai wartawan KompasTV ini melalui akun Facebooknya.

Sementara itu dari pihak keluarga, Richard Henry Sualang anak dari almarhum HR Sualang mengungpakan dukanya melalui akun Facebook, sebagaimana yang di ikuti Suluttoday.com, Richard memohon maaf jika ada kesalahan yang diperbuat almarhum.

”Apa yang Tuhan Yesus buat baik adanya, Terpujilah nama Tuhan, pagi ini Telah menutup lembaran kehidupan ayah kami tercinta Freddy Harry Sualang dlm usia 64 thn, mohon dimaafkan segala kesalahan dimasa kehidupannya,” tutur Richard yang juga anggota DPRD Kota Manado ini. (Amas Mahmud)

Kopi Sore Pemuda Sulut, Benarkah Indonesia Tanpa Kita?

dr. Richard H. Sualang saat menyampaikan materi

dr. Richard H. Sualang saat menyampaikan materi

MANADO – Menyambut momentum Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2014) pengurus Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Wilayah Selawesi Utara (Sulut) bekerja sama dengan media online Suluttoday.Com menggelar Kopi Sore PEMUDA SULUT. Kali ini sepertinya agak berbeda tema yang diangkat, dan melibatkan para tokoh pemuda yang berkompeten.

Beberapa Narasumber yang tapil dalam acara yang bertema Indonesia Bekerja Tanpa KITA? Diantaranya, dr. Richard Hanry Sualang (anggota DPRD Kota Manado), Abid Takalamingan, S.Sos (politisi senior), Jemmy Asiku (unsur pengusaha muda), Boby Daud (mewakili pimpinan partai politik), Audy Carles Like (politisi sekaligus pengusaha muda), Djafar Alkatiri (pimpinan parpol dan politisi senior), dan beberapa anggota DPRD Manado lainnya yang dipandu langsung Syarif Darea, Plt Ketua Umum BKPRMI Sulut.

Dalam sesi pengantar, Abid Takalamingan menyentil terkait perlunya adanya kekuatan dan keseimbangan dijajaran pemerintahan guna mewujudkan kemajuan serta perubahan bagi bangsa Indonesia. Menurut mantan anggota DPRD Provinsi Sulut itu, Koalisi Merah Putih (KMP) perlu mengambil perannya sebagai oposisi yang aktif dalam rangka mengontrol kemajuan negara.

Suasana berlangsungnya dialog Pemuda Sulut di Jarod Manado

Suasana berlangsungnya dialog Pemuda Sulut di Jarod Manado

”Kita membutuhkan kontrol lembaga parlemen, begitu juga dengan proses kompetisi politik antara KMP dan KIH yang menurut saya tahapan untuk menyeimbangkannya perlu dimainkan. Artinya, biarlah KMP bertugas menjadi oposisi pemerintah agar produk kebijakan pemerintah yang masih perlu diperbaiki dapat dikoreksi KMP secera selektif dan objektif, karena dalam politik kelompok oposisi dan koalisi ini juga sangat dibutuhkan,” ujar Abid yang juga mantan Ketua DPW PKS Sulut ini.

Sementara itu, Richard Sualang selain sebagai anggota DPRD Manado dia juga dikenal sebagai Ketua DPC Partai penguasa yakni PDI Perjuangan Kota Manado. Saat menyampaikan pemaparannya Sualang menyampaikan bila saja disepakati adanya regulasi terkait Pilkada dipilih rakyat maka peluang para kalangan profesional menjadi pemerintah daerah sangat terbuka.

Warga kawasan Jarod antusias mengikuti dialog

Warga kawasan Jarod antusias mengikuti dialog

”Dengan semangat kepemudaan, mari kita bangkitkan gelora kaum muda untuk terus produktif melakukan pembangunan bangsa ini. Nah, kalau bagi saya jika dikaji menyangkut peluang dan tantangan Pilsung atau Pilkada melalui DPRD, yang lebih baik menurut saya adalah dilakukan Pilsung karena dengan mekanisme demikian para kalangan profesional, tidak hanya politisi yang memiliki peluang menjadi Kepala Daerah,” papar Sualang saat dialog yang digelar di Jalan Roda Manado tersebut.

Begitu pun dengan beberapa Narasumber lainnya, seperti Jemmy Asiku, Boby Daud, Djafar Alkatiri, dan Audy Lieke memberikan tanggapannya menyangkut momentum Hari Sumpah Pemuda untuk dijadikan sebagai refleksi gerakan kaum muda agar kedepan lebih maju dan berkembang. Kaum muda juga harus kreatif, dan mandiri serta dapat belajar berwirausaha. (Amas Mahmud)

iklan1