Tag: richard sualang

Lonceng Demokrasi Dibunyikan, PAHAM, MDB-HJP, Manado Hebat Saling Takluk

Rebutan kekuasaan, ilustrasi (Foto Istimewa)

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

Ritme politik memang sukar diprediksi. Berubahnya tak tergantung ruang dan waktu. Bahkan tiap saat bisa memungkinkan konstalasi politik itu berubah. Di Kota Manado, dalam momentum Pilkada Serentak, 9 Desember 2020 nuansa politik cukup bergairah. Tentu penyebabnya, selain pertarungan Pilwako nantinya akan didominasi kekuatan para politisi senior, juga karena resource politik yang akan bermain. Benturan kepentingan berupa bargaining tentu tidak lepas dari komunikasi-komunikasi politik yang terjalin.

Ada kompromi politik, ada pula konflik kepentingan (konflic of interest). Friksi dalam politik memang selalu ada, ia bagai satu koin mata uang yang kedua sisinya saling melengkapi. Umumnya kita mengenal friksi tersebut dengan istilah dinamika demokrasi. Saat dibuat simulasi, berdasarkan data sementara dari konstalasi Pilwako Manado, mulai teridentifikasi peta kekuatan gerbong politik, baik dari proses menggarap koalisi sampai menentukan rival. Politik memang mengenal yang namanya lompatan yang tak terduga (quantum political leap), hal itu sering kali sulit terdeteksi para ahli, pengamat dan lembaga survey kebanyakan.

Beragam slogan mulai diviralkan, tentu tujuannya sebagai pemberi tanda politik. Brand dan jargon politik diusung, sebagai bagian dari cara ‘menjual’ produk politik. Agar figur yang diperjuangkan dikenal masyarakat, popular, diketahui gagasan-gagasan perjuangannya, dan seterusnya kepentingan memudahkan kemenangan. Kaitan politik elektoral memang harus betul-betul dimanfaatkan para politisi, jangan kalah metode atau strategi. Termasuk membingkai diri agar dikenali publik. Sekarang sebagai pembuka, mulai ramai tarung singkatan dan jargon, diataranya MDB-HJP (Mor Dominus Bastiaan-Hanny Joost Pajouw) yang akrab diidentikkan dengan ‘Manado Diberkati dan Harapan Jadi Pasti’, PAHAM (Paula Amelia-Harley Alfredo Mangindaan).

Begitu pun dari PDI Perjuangan ada simbol atau slogan Hebat. Di Pilwako Manado kita mengenal istilah dengan insial RS (Richard Sualang), maju beRSama untuk Manado. AA (Andrei Angouw). IMBA ‘bale for Manado’ (Jimmy Rimba Rogi) yang dijagokan Partai Golkar. Setelahnya ada nama SSK (Sonya Selviana Kembuan) membawa semangat ‘Harapan Baru Manado’. Tentu para konsultan mereka akan berfikir keras untuk menarik perhatian masyarakat, mengatur kekuatan agar menang dalam pertarungan.

Pertarungan Pilwako Manado kali ini merupakan pertarungan sengit PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Demokrat dan Partai Golkar. Mereka secara institusi akan berusaha keras memenangkan kompetisi di Pilwako 2020 ini. Peluangnya hanya dua, bisa saling mengawinkan kepentingan dan bisa juga saling berebut kepentingan. Koalisi dan oposisi akan terjadi, maka cara tempur dilapangan ialah dengan berkompromi kepentingan atau berkonfrontasi. Dalam politik

Jika diperas lagi, maka akan muncul kurang lebih tiga pasangan calon di Pilwako Manado 2020. Berarti dari banyaknya partai politik, ada sebagian yang harus rela bergabung membentuk geng politik. Melakukan tawar-menawar kepentingan di dalam tubuh koalisi politik tertentu, begitu rumus kemenangannya. Tentu semua pengurus dan kader parpol tak mau ketinggal kesempatan dan melepas momentum politik ini lepas tanpa ada ‘keuntungan politik’ yang didapat.

Dari motivasi itu, dapat dipastikan perkawinan (koalisi) akan dibangun. Menang atau kalah itu urusan siasat politik masing-masing pihak yang berkompetisi, selain takdir Tuhan. Selain itu, kesiapan sumber daya perang juga menjadi trigger untuk meraih kemenangan politik. Komponen meraih menang itu tidak mudah, para kompetitor juga harus punya cadangan dan stok amunisi yang cukup agar kemenangan dapat diatur. Seperti kata Sun Tzu, ketika politisi yang memiliki kekuatan lebih dari musuh, tak mengapa menggempur musuhnya. Beda situasinya, jika ia berada pada posisi kekuatan seimbang, maka perlu ada trik pecah-belah kekuatan musuh.

Mengendalikan atau memobilisasi birokrasi bukan hal mudah. Hal ini memang menjadi barang mewah bagi para politisi, terutama modal mainannya petahana. Padahal disisi lain, birokrat itu sebagian besarnya masuk kategori pemilih rasional. Bukan kelompok massa mengambang (floating mass), artinya dari segi kemandirian menjatuhkan pilihan kepada figur yang mereka pilih begitu bebas bergantung pada mereka. Hanya saja ruang intrevensi terhadap mereka sering dilakukan, terutama birokrat karir yang memiliki jabatan struktural.

Terekam sampai detik ini, belum ada parpol yang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dukungan untuk calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. Isu yang berkeliaran di media massa juga menjadi bagian penting untuk para dilirik DPP parpol. Karena mengejar survey popularitas dan elektabilitas, mestinya para kandidat ramai-ramai bekerja memberi diri pada masyarakat. Sebab bagi lembaga survey benaran, yang dikonfirmasi adalah pada masyarakat. Kecuali lembaga survey abal-abal yang mengarang hasil surveynya.

Dari kecenderungan itu, mengharuskan kandidat bergegas menawarkan program, memperkenalkan ide-idenya kepada masyarakat. Berkontribusi merupakan salah satu sarana efektif agar publik figur itu diingat dan dikenal masyarakat. Semua skenario politik, anggap saja masih tahapan simulasi. Semua tahapan pembicaraan politik untuk Pilwako Manado kali ini belum final, masih bergulir. Sehingga menjadi penting mereka yang berkepentingan cermat membaca situasi yang ada.

Peluang menang ada di pundak MDBHJP, juga berada dan bersama PAHAM. Seperti itu pula peluang yang setara berada pada RS-AA, SSK dan IMBA. Terlebih situasi sekarang KPU belum membuka pendaftaran bagi parpol secara resmi untuk mendaftarkan calonnya masing-masing. Perebutan kepentingan yang dilakukan tentu untuk kepentingan bersama masyarakat. Jadi fatal, manakala dari para calon kurang jeli membaca kekuatan pasangannya untuk akad. Taaruf politik jangan dilewatkan para politisi, harus dioptimalkan agar tidak ‘cerai’ diperjalanan. Atau agar tidak kalah dalam pertarungan, tapi saling melengkapi kekuatan kelak.

Dalam politik kita juga mengenal percakapan tentang presis dan probabilitas terjadinya error. Berdasarkan pengalaman banyak pihak yang telah merancang matang strateginya, namun sering kali gagal dalam implementasinya. Para konseptor, konsultan dan tim kerja dalam Pilkada juga kadang menemukan kekalahan karena bekerja hanya dengan tujuan menggugurkan kewajibannya, tapi tidak menyatu, tidak punya rasa yang sama dengan kandidat yang diusungnya. Visi yang diperjuangkan kandidat tidak dimengerti orang-orang sekitar, juga memicu kegagalan dalam kerja politik.

Sebagai cermin politik, kompetisi di Pilwako Manado ini sering dipakai diksinya sebagai tarung kewibawaan dan harga diri politik. PDI Perjuangan santer disebut-sebut akan bertarung habis-habis untuk memenangkan Pilwako Manado. Dimana sebelumnya PDI Perjuangan telah memengkan Pilgub, tapi Manado jatuh di tangan Partai Demokrat saat itu. Target ‘Manado Hebat’ (istilah yang identik dengan PDI Perjuangan) harus diraih, tapi posisi bertahan GS Vicky Lumentut yang kini telah bergabung di Partai NasDem juga pengaruhnya tak bisa dikucilkan. GS Vicky Lumentut tentu akan mempertahankan ‘prestasi’ politiknya itu.

Begitu pula dengan Wakil Wali Kota Manado saat ini, Mor Dominus Bastiaan, kader terbaik dan loyal di Partai Demokrat. Juga pasti tidak tinggal diam, secara kelembagaan tiap parpol pasti punya obsesi untuk terus berkuasa. Artinya, keberadaan Mor tak boleh dinafikkan akan mendulang kekuatan dukungan luas di masyarakat. Varian kekuatan ini akan saling beririsan, muaranya sudah pasti pada perebutan kemenangan di Manado. Adu kuat diperlihatkan untuk menang di Pilwako Manado 2020.

RICHARD SUALANG: Wajib Protokol Kesehatan

dr. Richard Sualang (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Politisi yang sejak awal konsen memberi diri, mengingatkan dan menganjurkan masyarakat agar kompak mengikuti protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dialah dr. Richard Sualang. Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kota Manado itu, Senin (15/6/2020) saat memperingati Bulan Bung Karno dan Hari Lahirnya Pancasila, di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Manado, mengajak masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan.

”Saya mengingatkan masyarakat wajib protokol kesehatan. Kita masih menghadapi situasi pandemi saat ini. Darurat kesehatan menjadi tantangan aktivitas kita terutama di luar rumah. Ayo hidup sehat, tentukan jarak aman minimal 1 meter, rutin cuci tangan. Gunakan masker dan perhatikan juga bila mendatangi satu tempat, jika tempat tersebut kapasitas orang sudah 50%, maka sebaiknya keluar jangan masuk di tempat tersebut,” ujar Sualang, yang juga Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini, Selasa (16/6/2020), saat diwawancarai Suluttoday.com.

Berlangsungnya rapid tes gratis (Foto Istimewa)

Wakil Ketua DPRD Kota Manado periode 2014-2019 itu menyampaikan bahwa DPC PDI Perjuangan Manado dalam momentum Bulan Bung Karno menggelar berbagai kegiatan sosial. Diantaranya rapid tes gratis, lomba pidato virtual dan kampanye hidup sehat. Menurut Sualang, proses edukasi sangat diperlukan saat ini, agar masyarakat ramai-ramai dan secara sadar menerapkan pola hidup sehat.

”Beberapa kegiatan kita laksanakan. Semua yang direncanakan berjalan dengan baik. Masyarakat juga memang perlu diedukasi secara terus-menerus. Kita harus saling mengintkan untuk itu, karena kerinduan kita bersama adalah masyarakat itu sehat dan jauh dari penularan Covid-19,” kata Sualang.

Kompak DPC PDI Perjuangan Manado edukasi masyarakat (Foto Istimewa)

Untuk diketahui, kegiatan rapid tes gratis dilaksanakan DPC PDI Perjuangan Kota Manado, Senin (15/6/2020) berjalan sukses. Bahkan, sebelum momentum Bulan Bung Karno dan Hari Lahirnya Pancasila, DPC PDI Perjuangan Manado melakukan kegiatan berbagi bantuan sosial, melakukan penyemprotan disinfektan dan membagikan APD kepada masyarakat.

Giat yang dilaksanakan DPC PDI Perjuangan Kota Manado (Foto Istimewa)

(*/Bung Amas)

Nama SSK, Richard, Mor, Imba, Andrei Menguat di Pilwako Manado

Ir. Sonya Selviana Kembuan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Dari sejumlah nama bakal calon Wali Kota Manado yang mengkristal ternyata Ir. Sonya Selviana Kembuan (SSK) berada diantaranya. Berdasarkan data dan respon masyarakat Kota Manado, figur yang dinilai telah memiliki kejelasa untuk bertarung di Pilwako Manado, Rabu (9/12/2020) adalah SSK, Richard Sualang, Andrei Angouw, Jimmy Rimba Rogi (Imba) dan Mor Dominus Bastiaan.

Menurut Tommy, aktivis muda Sulawesi Utara (Sulut) Sabtu (13/6/2020) peluang SSK sangat terbuka untuk Pilwako Manado saat ini. Berbagai survei melansir popularitas dan elektabilitas SKK sebagai politisi perempuan, peduli terhadap masyarakat makin meningkat trennya. Tommy menilai sosok politisi yang satu ini juga telah aman dalam hal kendaraan partai politik.

”Kalau kita membaca sumber dari beberapa lembaga survei, nama Ibu Sonnya Selviana Kembuan termasuk masuk 3 besar. Untungnya lagi, beliau memiliki tren yang meningkat. Popularitas dan elektabilitasnya bagus. Didukung lagi dengan karakter beliau sebagai politisi petarung, yang juga rajin membantu masyarakat. Ini modal yang luar biasa. Bagi saya, Ibu SSK layak diperhitungkan. Tidak hanya itu, dari aspek dukungan partai politik dan koalisi, saya tahu betul bahwa beliau yang sebetulnya sudah aman. Gerilya politiknya cukup kuat,” ujar Tommy.

Tidak hanya itu, jebolan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu mengatakan jika SSK mengambil calon Wakil Wali Kota yang tepat, maka peluang dirinya meraih suara pemenang di Pilwako Manado sangat besar. Tambah Tommy yang mengaku bahwa sejauh ini survei berbagai lembaga baru melakukan simulasi acak untuk pasangan calon. Umumnya, mereka masih menggunakan survei ketokohan atau personal, belum ada pasangan calon.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh. Dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) menghendaki agar Boby Daud dimajukan sebagai calon Wakil Wali Kota Manado. Beberapa tokoh muslim juga menyodorkan nama Boby sebagai politisi yang dikenal sudah memiliki populeritas, sekaligus tak pernah memiliki seteru politik dengan politisi lainnya.

(*/Bung Amas)

Richard Sualang: Bersiap untuk New Normal

dr. Richard Sualang (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Rencana pemerintah untuk membuat kebijakan new normal atau kenormalan baru setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ramai diperbincangkan masyarakat. Menurut Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr. Richard Sualang masyarakat sudah harus bersiap-siap untuk situasi tersebut. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) ini menilai kebijakan pemerintah umumnya untuk kebaikan masyarakat.

”Masyarakat Sulawesi Utara, termasuk Kota Manado sudah harus bersiap untuk memasuki era ner normal. Kondisi dimana kenormalan baru, atau yang terkadang juga disebut kewajaran baru atau kelaziman baru sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk kebaikan masyarakat di tengah menghadapi Corona Virus 19 saat ini. Sudah tentu rencana tersebut akan positif bagi masyarakat,” ujar Sualang yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Manado periode 2014-2019 itu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado ini menyebutkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan produk kebijakan yang terbaik untuk masyarakat. Proses adaptasi masyarakat yang telah beberapa bulan ini menghadapi penyebaran Covid-19 perlu mendapat dukungan dari bawah. Politisi nasionalis ini mengatakan new normal menjadi pilihan yang harus diterima masyarakat.

”Apa yang tengah dipersiapkan pemerintah tentang new normal adalah sesuatu yang baik. Pemerintah telah mencari alternatif terbaik dan ragam pilihan terbaik lainnya, dan masyarakat harus mampu menyesuaikan dengan realitas seperti itu. New normal harus kita hadapi dengan semangat kebersamaan, pemerintah memerlukan dukungan semua pihak, terutama masyarakat dalam menyukseskan rencana tersebut. Sambil kita tetap hidup sehat, mengikuti protokol kesehatan. Menjalankan physical distancing, rajin mencuci tangan, gunakan masker ketika keluar dan menghindari kerumunan,” kata Sualang, saat diwawancarai Suluttoday.com, Jumat (29/5/2020).

Untuk diketahui, new normal juga identik dikaitkan dengan pembukaan sarana atau ruang publik, perkantoran, industri, sekolah, dan lain sebagainya. Hal ini agar masyarakat dapat beradaptasi dan beraktivitas seperti biasa meski pandemi Covid-19 belum usai.

(*/Bung Amas)

Legislator Sulut Tegaskan Penjual Takjil Tak Perlu Dilarang

dr. Richard Sualang, anggota DPRD Sulut (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Memastikan agar masyarakat Kota Manado tetap menjalankan anjuran pemerintah tentang kedisiplinan menjalankan protokol Corona Virus (Covid-19), dr Richard Sualang, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (4/5/2020), kembali mengingatkan masyarakat. Sualang meminta agar masyarakat untuk terus kompak mengikuti apa yang disampaikan pemerintah.

”Mari kita secara bersama-sama, saling mengingatkan untuk patuhi anjurang dan instruksi pemerintah tentang upaya memutus mata rantai penyeberan Covid-19. Selama imbauan pemerintah kita jalankan dengan penuh disiplin, saya yakin intensitas masyarakat yang positif Covid-19 akan menurun drastis. Jangan sedikit pun kita abaikan apa yang disampaikan pemerintah soal pembatasan sosial,” kata Sualang yang juga anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Sulut ini.

Legislator Sulut yang juga Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kota Manado itu menanggapi soal keluhan masyarakat baru-baru ini terkait adanya pelarangan atau pembongkaran lapak dagangan masyarakat yang berjualan takjil ramadhan. Menurut Sualang tidak perlu Satpol PP merang masyarakat yang tengah berjuang mencukupkan kebutuhan ekonominya. Penataan dan pengaturan menjadi prioritas tugas yang harus dijalankan pemerintah melalui Satpol PP.

”Prinsipnya tetap ikut protokol Covid-19, terutama physical distancing. Soal aktivitas tidak perlu dilarang, karena menjual makanan. Bagaimana pun juga kondisi ekonomi masyarakat Kota Manado saat ini sedang terpukul, goyah karena mereka kebanyakan stay di rumah. Sehingga ketika ada yang berjualan takjil dengan memperhatikan protokol Covid-19, mereka tidak perlu dibubarkan atau dibongkar lapaknya,” ujar Sualang yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Manado periode 2014-2019 ini tegas.

(*/Bung Amas)

iklan1