Tag: Rivo Malonda

Resmi, Suami Polwan Laporkan Akp Rivo Malonda

Penggalan surat tanda terima laporan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi/Pengaduan Nomor : STTLP/197.a/IV/2020/SPKT, Manado 29 April 2020, Rivo Malonda resmi dipolisikan. Selaku pelapor sebagaimana tercantum dalam Surat Tanda Terima Laporan, selaku pelapor Meirino Rainato Jandi Lontaan mengajukan laporan terkait pidana.

Saat menerima Surat Tanda Terima Laporan, Minggu (10/5/2020) diterangkan dalam surat tersebut bahwa Rivo Malonda dan Vivi Inria Liwutang dilaporkan atas dugaan tindakan tindak pidana perzinahan. Atas nama KA SPKT Polda Sulawesi Utara, KA Siaga 1, Jolly Runtu, SH.,MH pangkat Ajudan Komisaris Polisi NRP 73110359 menerangkan bawa pada Rabu 29 April 2020, pukul 15.00 Wita, telah datang ke SPKT Poda Sulut Meirino Rainato Jadi Lontaan untuk keperluan laporan tersebut.

Menanggpi hal itu, Tommy Turangan, SH, Ketua Umum AMTI meminta Kapolda Sulut untuk mengawasi proses hukum yang tengah berjalan. Tommy mewanti-wanti agar tidak terjadi praktek yang membawa kesan kesengajaan untuk diperlambat tahapan hukum lanjutan.

”AMTI meminta kepada Kapolda Sulawesi Utara agar segera turun tangan, memonitor laporan tersebut. Jangan ada kesan lamban, atau dihambat-hambat. Karena ini menyangkut hal yang sangat sensitif, yang begitu berpotensi merusak nama baik institusi Kepolisian. Laporan yang dilayangkan Meirino kami harap diporses tuntas, dan segera. Para terlapor harus diberikan efek jera,” tutur Tommy tegas.

(*/Bung Amas)

Setelah Bertemu Kapolda Sulut, GMKI Kawal Kasus Pemukulan Saat Demo

GMKI cabang Manado saat tatap muka dengan Kapolda Sulut (Foto Ist)

GMKI cabang Manado saat tatap muka dengan Kapolda Sulut (Foto Ist)

MANADO – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Manado mendatangi Markas Polisi Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) kedatangannya mereka disambut baik oleh Kapala Polisi Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara Brigjen Pol Wilmar Marpaung beserta seluruh Pejabat Utama, Kamis (2/6/2016).

Awalnya sempat terjadi ketegangan yang tinggi dari pihak GMKI dikarenakan hadirnya salah satu perwakilan dari Angggota DPRD Kota Manado Roy Maramis dalam pertemuan tersebut. Mereka semua menolak hadirnya perwakilan Anggota Dewan karena disebabkan kekecewaan mereka atas kejadian kemarin.

“Kami minta bapak keluar dari ruangan ini, karena ini pertemuan kami dengan Bapak Kapolda Sulut karena pertemuan bukan bentuk negosiasi kami dengan Anggota Dewan kota Manado,” ucap salah satu kader GMKI.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan Anggota Fraksi PKP itupun ikut permintaan dari kader-kader GMKI, dan tak menunggu lama dengan senang hati langsung keluar dari ruangan tersebut. Pertemuan langsung dilanjutkan, Kapolda Sulut dalam pengarahannya sangat menyayangkan apa yang terjadi kemarin, dirinya berharap  kita bisa saling introspeksi diri atas kejadian demi menciptkan Sulut kedepannya yang lebih baik.

“Saya tau mahasiswa di Manado, beda dengan mahasiswa di luar, saya berharapa hubungan dengan seluruh mahasiswa bisa terus terjaga, seperti semboyan kita Torang Samua Basudara,” tutur Marpaung.

Sementara itu, Ketua GMKI Cabang Manado Hizkia Sembel meminta Kapolresta Manado AKBP Suprayitno untuk dicopot dari jabatannya, dengan alasannya Kapolresta Manado tidak mampu menjaga keamanan saat demo GMKI yang berujung ricuh. Bahkan diduga ada oknum Anggota Polisi atau anak buah Kapolresta yang melakukan penganiayaan saat demo GMKI.

“Karena beliau baru beberapa bulan menjabat sebagai Kapolresta Manado tapi sudah terjadi pertumpahan darah di Kota Manado,” tegas Ketua GMKI dihadapan Kapolda Sulut.

Menurutnya, Kapolresta Manado tidak pantas memimpin keamanan di Kota Manado yang punya budaya yang baik, agama yang baik dan pluralisme yang baik, kedepan kalau dia masih menjabat sebagai Kapolresta Manado bisa saja akan terjadi pertumpahan darah yang lebih besar lagi di Kota Manado.

“Kami akan mengawal dan mengevaluasi apa yang sudah disampaikan ke Kapolda Sulut, jika ini tidak berjalan dengan baik kami akan turun dengan aksi yang lebih besar lagi,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan itu, Kapolda Sulut menegaskan, pihak Polda Sulut dan Polresta Manado harus introspeksi, serta GMKI bisa lagi disiplin dalam berorasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak inginkan.

“Mengenai kejadian kemarin, kita tegas siapa yang salah baik dari anggota Polri yang arogan akan ditindak, mahasiswa juga jika melakukan pengrusakan lakukan di proses sesuai hukum yang berlaku, tidak membeda-bedakan, tapi itu akan ada proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pembuktian-pembuktiannya,” terang dia.

Terkait dengan statment yang dikeluarkan Kapolres lewat Wakasad reskrim AKP Rivo Malonda, menyatakan anggota polisi tidak terlibat dalam pemukulan terhadap kader-kader GMKI. Kapolda menyampaikan, agar lebih berhati-hati memberikan pernyataan sebelum melihat hasil keseluruhan yang ada. “Kaji dulu, jangan cepat-cepat kasi pernyataan, Jelasnya. (Ghopal Umasangaji)

Polres Bitung Sergap Garong Ruko di Manado

Polisi saat mengamankan pencuri (Foto Suluttoday.com)

Polisi saat mengamankan pencuri (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Kepolisian Resort Bitung, menangkap 4 orang kawanan pencuri spesialis mini market, di belakang Gedung Juang, Kelurahan Wenang, Manado. Para taersangka membobol 10 TKP, di Bitung, Minahasa Utara dan Manado.

Tersangka yang disergap berinisial TT, JM, AT dan BM. Kapolres Bitung, AKBP Reindolf Unmehopa, didampingi Kasat Reskrim, AKP Rivo Malonda, menggelar jumpa pers di ruang gelar operasi pada Selasa, (20/10/2015).

”Tim Tarsius Polres Bitung terpaksa melumpuhkan 2 orang tersangka, TT dan JM karena melakukan perlawanan dan melarikan diri saat penyergapan,” kata Unmehopa.

Dari tersangka Polisi menyita barang bukti, linggis, gunting besi, obeng, untuk membobol ruko, serta puluhan bal rokok dan barang-barang lain. Menurut Kasat Reskrim, AKP Rivo Malonda, 10 TKP kawanan ini tersebar, 3 locus di Manado, 2 di Minut, dan 5 di Bitung.

”Untuk TKP di wilayah Polres lain, silahkan berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Bitung,” pungkas AKBP Reindolf Unmehopa. (Robby).

Ini Fakta Dugaan Pungli Penerimaan Siswa Baru di SMPN 1 Bitung

AKP Rivo Malonda (Foto Suluttoday.com)

AKP Rivo Malonda (Foto Suluttoday.com)

BITUNG – Menerimaan siswa baru diluar kuota SMP Negeri Satu Kota Bitung diduga sudah disetting dan berdasarkan pembayaran orang tua calon siswa. Itu terlihat dari daftar peringkat hasil tes masuk, sejumlah nama calon siswa yang di luar kuota memang sudah ditandai dengan stabilo warna hijau.

Bahkan, di samping nama-nama yang telah ditandai kendati peringkatnya tak masuk kuota tambahan, tampak tertera tulisan tangan nominal bayaran, yakni sebesar Rp500 ribu. Contohnya, nama calon siswa berada Ade Fitri Rongalaha di rangking 289 yang harusnya masih masuk tambahan kuota 100 siswa tidak diterima sekalipun hanya satu tingkat di luar kuota, 288.

Sedangkan nama Pramono Subiyanto Unus yang rangkingnya 503, justru diterima padahal sudah tak masuk rangking tambahan kuota. Penyebabnya, di samping nama Pramono sudah tertera nominal Rp500 ribu untuk jatah kursi tambahan.

”Itu adalah salah satu bukti Pungli yang kita pegang dan masih banyak bukti-bukti lain yang memang menguatkan jika pihak sekolah melakukan Pungli dalam penambahan kuota penerimaan siswa baru,” kata Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Rivo Malonda. (Robyantoro H. Hulopi).

iklan1