Tag: rkud

Polemik Berlanjut, Parengkuan: Tak Ada Bank yang Sempurna

Sanny Parengkuan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Komisaris Utama Bank SulutGo (BSG), Sanny Parengkuan angkat bicara soal kekurangan pelayanan termasuk masalah anjungan tunai mandiri. ” Tak ada Bank yang sempurna!,”ujarnya Jumat (08/02/2019) kepada media ini.

Parengkuan mengatakan bahwa BSG baru keluar dari predikat Bank dalam pengawasan,jadi pengurus saat sedang membenahi segala sesuatu termasuk di dalamnya soal IT. Dengan tegas Parengkuan menegaskan bahwa di tengah kekurangan yang ada, sebenarnya dari 27 Bank Daerah yang dimiliki 34 Propinsi di Indonesia, BSG masuk dalam deretan Bank yang Baik.

“BSG masuk di deretan bank yang baik, bahkan telah menerima bermacam-maca Penghargaan,termasuk Komisaris Utama boleh di percayakan menjabat Ketua Forum Komunikasi Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia, makanya torang musti bangga, cinta torang Pe Bank,” tegasnya.

Terkait pemberitaan pemindahan Rekening Kas Utama Daerah (RKUD) pemerintah kabupaten/kota ke bank lain, mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Utara ini mengungkapkan bahwa bank yang dituju sebenarnya bukan kelasnya untuk bermain di RKUD.

“Untuk RKUD, BNI sudah bukan kelasnya, terlalu kecil apalagi mereka sudah disebut Bank Devisa, mainlah di kredit produktif bersama Bank-bank besar lain, semua Bank Daerah bisnis masih terbatas. Makanya kalau ada Bank-bank besar rebutan bisnis RKUD, patut dipertanyakan?”pungkas Parengkuan.(Cat)

Kontribusi Mitra di Bank Sulut-Go Paling Besar

Bupati James Sumendap (Foto Ist)

Bupati James Sumendap (Foto Ist)s

MITRA, Suluttoday.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) ternyata mempunyai kontribusi paling besar terhadap dana pihak ketiga (DPK) yang disimpan oleh Bank Sulut Gorontalo (Sulut-Go) dibandingkan para pemilik saham lainnya yang kebanyakan berasal dari Pemkab dan Pemkot di dua provinsi tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulut-Go yang dilaksanakan di Hotel Ibis Manado, Rabu (15/6/2016).

“Dari hasil rapat tadi ada penyampaian soal dana pihak ketiga dari pemerintah daerah. Dan hanya Mitra yang dananya penuh di Bank Sulut karena lainnya masih ada bank-bank lainnya,” kata Gubernur.

Sementara itu Bupati mengakui jika dana Pemkab Minahasa Tenggara memang hanya ditempatkan di ‘torang pe bank’ atau hanya satu Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

“Itu juga dalam rangka kita mendukung kinerja perbankan dari Bank Sulut-Go sendiri, karena biar bagaimana pun ini adalah bank kebanggaan rakyat Sulut dan Gorontalo,” kata Bupati.

Dirinya menuturkan komitmen dari Pemkab Minahasa Tenggara yang memberikan Dana Penyertaan Modal (DPM) ke Bank Sulut sebesar Rp200 miliar.

“Kita akan siapkan DPM ke Bank Sulut tahun Rp3 miliar nantinya akan dilakukan secara bertahap selama 15 tahun mendatang,” katanya.

Sementara itu terkait rapat tersebut menurut Bupati hasil RUPS memutuskan untuk melakukan pembatalan terkait hasil RUPS sebelumnya yang dilakukan pada Oktober tahun 2015.

“Proses penjaringan yang ditetapkan pada RUPS sebelumnya dibatalkan. Kemudian untuk proses penjaringan direksi akan diserahkan ke Komite Renumerasi dan Nominasi (KRN) dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan segala keputusan terkait yang diambil nantinya akan diserahkan ke Pemegang Saham Pengendali (PSP) yaitu Pemprov Sulut,” kata Bupati.

Dirinya menambahkan nantinya dalam proses penjaringan direksi akan dilakukan secara terbuka bagi siapa saja.
Terkait hal tersebut kata Bupati pihaknya sangat mendukung proses pengelolaan Bank Sulut-Go ke arah yang lebih baik.

“Jadi tidak ada istilah jatah-jatahan, semuanya harus benar-benar profesional dalam pengelolaan bank nantinya,” kata Sumendap.

Sumendap pun mengharapkan agar para pemegang saham maupun pihak yang berkepentingan agar mendukung untuk membawa Bank Sulut-Go makin lebih baik.

“Kita tentunya sama-sama mengharapkan agar bank ini lebih profesional dalam pelaksanaan kegiatan perbankan,” tandasnya. (Hum/Jemmy). k)

iklan1