Tag: rml

AMTI Nilai RML – Harum Pasangan Paripurna For Minsel

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

AMURANG – Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang tak lama lagi dilaksanakan mulai mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Menurut Tommy Turangan SH, tokoh muda Minahasa Selatan bahwa ada beberapa figur calon Bupati dan Wakil Bupati Minsel yang layak diusung masyarakat.

Turangan menyebutkan sosok Ramoy Markus Luntingan (RML) dan Ir Harits Andre Umboh M.Si (Harum) merupakan dua figur yang layak memimpin daerah Minsel. Aktivis LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) itu menilai selain tipe pemimpin yang memiliki pengalaman memimpin Minsel dan sosok politisi yang berpengalaman.

”Kami menilai sosok Ramoy Markus Luntungan dan Ir Harits Andre Umboh M.Si memiliki potensi luar biasa dalam memimpin Kabupaten Minsel. Kedua figur ini serasi jika dipasangkan menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Minsel, dimana RML telah berpengalaman menjadi Kepala Daerah, kemudian Harum yang adalah memiliki pengalaman menjadi mantan anggota DPRD Kabupaten Minsel. Kami yakin Minsel akan lebih maju kalau masyarakat memilih mereka bedua,” ujar Turangan yang merupakan Ketua Umum AMTI ini.

Tak hanya itu, Turangan juga menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak salah memilih pemimpin Minsel kedepannya. ”Kondisi Minsel hari ini sudah bisa kita lihat sendiri perkembangannya, sehingga jika kita mengaharapkan Minsel maju kedepan lebih baik lagi, maka harusnya masyarakat tidak salah memilih figur pimpin kedepannya,” tukas Tommy menutup. (Amas Mahmud)

Fenomena Pecah Kongsi, Ferry Liando: Adanya Koalisi ‘Salah Tempat’

Dr Ferry Daud Liando S.IP,M.Si (Foto Ist)

Dr Ferry Daud Liando S.IP,M.Si (Foto Ist)

MANADO – Berdasarkan data dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  bahwa hampir 95 persen pasangan kepala daerah dan wakil pecah kongsi atau konflik. Hal tersebut menuai tanggapan para akademisi dan pengamat politik Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (14/4/2015), Dr Ferry Daud Liando S.IP,M.Si salah satunya akademisi fenomena ‘pecah kongsi’ terjadi karena terbangunnya koalisi yang sesaat.

”Besarnya Prosentase pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang konflik di Indonesia termasuk Sulut disebabkan karena adanya koalisi yang dibangun hanya atas dasar memperkuat dukungan politik pada saat pemilihan kepala daerah semata . Koalisi tidak dibangun atas dasar yang menjadi tujuan utama yaitu stabilitas pemerintahan. Akibatnya stabilitas pemerintahan tidak bertahan lama,” ucap Liando pada Suluttoday.com.

Ferry yang dikenal sebagai jebolan doktor muda ini bahkan memberikan gambaran atas beberapa fakta pecah kongsi koalisi kepada derah di Sulawesi Utara yang tengah dan sudah pernah terjadi. ”Di Sulut hampir semua daerah mengalami itu. Mulai dari retaknya hubungan Gubernur SHS dengan Sualang, Hanny dgn lahindo di Bitung, RML dan Tuela di Minsel, Djelantik dan Tatong di Kotamobagu, Vreeke dengan Sajow di Minahasa, sajow dan Ivan di Minahasa, Vicky dan Ai di Manado, Tonny dengan kuera di Sitaro, Sehan Lanjar dengan Meidy Lensun di Boltim, Epe dengan Watilangkow di Tomohon, Telly dgn jermia di Mitra dan lain-lain,” papar Liando tegas.

Menurutnya untuk konteks ke-Indonesia-an yang menganut negara demokrasi mestinya koalisi yang dibangun kepala daerah didasarkan atas semangat menjaga stabilitas pemerintah, bukan sekedar berkoalisi dalam memperkuat basis dukungan semata.

”Bagi negara demokrasi, idealnya koalisi di bentuk dalam rangka stabilitas pemerintahan bukan koalisi di bangun hanya dalam rangka memperkuat basis dukungan. Selama ini koalisi yang terbangun dilakukan oleh gabungan dua parpol atau lebih, gabungan-gabungan etnik yang berbeda atau gabungan-gabungan kelompok keagamaan yang berbeda. Akibatnya terjadi gesekan sedikit, langsung terlibat konflik. Kedua, tidak adanya ketegasan soal pembagian kewenangan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam UU pemerintahan daerah sehingga keduanya saling menyerobot kewenangan,” ujar Liando yang juga pengajar di FISPOL Unsrat Manado ini.

Lanjut Liando menyampaikan bahwa yang ketiga, tererlalu dominannya kepala daerah dalam pengambilan keputusan di satu sisi dan di sisi lain tidak adanya kesadaran dari wakil kepala daerah tentang posisinya sebagai wakil kepla daerah yang kebanyakan sering menyamakan posisinya dengan kepala daerah. Dasarnya adalah sama-sama berjuang dan berkorban pada saat Pilkada, sehingga ada keinginan untuk menyama ratakan antara kepala daerah dan wakil dalam setiap pembagian “kue” atau sederajat dalam pengambilan keputusan.prinsip wakil kepala daerah ini sering bertolak belakang dengan prinsip kepala daerah yang bersikap bahwa kepla daerah yang harus lebih dominan. Ke-empat Kuat image bahwa menjadi wakil kepala daerah adalah semata sebagai sarana mempopularitaslan diri. Ketika populer, sang wakil kepla daerah tak segan2 menantang kepala daerahnya pada Pilkada berikutnya. (Amas Mahmud)

Bersama Istri, Wawali Ai Mangindaan Hadiri Pelepasan Almarhum Lefran

Dr Harley AB Mangindaan saat berada di rumah duka (Foto Ist)

Dr Harley AB Mangindaan saat berada di rumah duka (Foto Ist)

MANADO – Dr Harley AB Mangindaan, Wakil Wali Kota (Wawali) Manado bersama istri Seyla Kudati menghadiri pelepasan Almarhum Lefran Fredik Lambey (68) Ranotana Weru lingkungan 6 Selasa (10/2/2015) siang. Almarhum diketahui adalah orang tua mantu Santy Luntungan.

Wawali dalam sambutan menjelaskan, kedatangan di rumah duka tidak ada maksud lain selain menghaturkan duka mendalam apalagi Sandy adalah teman akrabnya. “Atas nama keluarga Mangindaan-Kudati menghaturkan dukacita. Semua proses Tuhan yang berikan, Tuhan yang memberikan kesempurnaan. Untuk itu mari kita berbuat baik karena Tuhan berikan janji yang baik dengan kita ada niat yang baik, saya yakin perbuatan baik akan terlihat dan terasa kepada sesama,” ungkap Wawali.

Ditegaskan Wawali, apa yang telah diberikan almarhum semasa hidup menjadi contoh. Itu adalah kebanggan dan mari kita angkat terus kebanggaan itu. “Saya berpesan, jangan tinggalkan keluarga yang berduka mari kita saling menjaga dan motivasi baik dalam duka dan suka,” kunci Ai Mangindaan sapaan akrab Wawali Manado.

Dalam pekabungan duka ampak terlihat mantan Bupati Minsel Santi Luntungan dan kerabat serta ratusan pelayat. (**/Amas Mahmud)

iklan1