Tag: robby mottoh

Masuk Kerja Sama UC, RS Pancaran Kasih Manado Dikeluhkan Pasien

Kondisi ruangan Rumah Sakit Pencaran Kasih Manado yang kelihatan kumuh

Kondisi ruangan Rumah Sakit Pencaran Kasih Manado yang kelihatan kumuh

MANADO – Pelayanan kesehatan Gratis ole pemerintah Kota Manado melalui program Universal Coverage (UC) diakui sangat membantu masyarakat, terutama bagi masyarakat ekonomi lemah. Tak hanya itu, selain pengobatan Gratis masyarakat juga ternyata mengharapkan kenyamanan disaat mereka berada dan dilayani pihak Rumah Sakit (RS).

Minggu (14/12/2014), sepertinya beberapa pasien di RS Pancaran Kasih kurang merasa nyaman dengan kondisi RS yang menurut mereka sedikit mengabaikan aspek kebersihan. Hal tersebut disampaikan salah satu keluarga pasien yang dirawat di RS Pancaran Kasih, bagi mereka pihak RS tidak benar-benar memperhatikan kenyamanan para pasien.

”Kami keluarga yang datang mendampingi pasien juga merasa tidak nyaman, hal ini tentu sangat mengganggu kenyamanan pasien. Coba dipikir, kami yang sehat saja merasa kurang nyaman apalagi pasien, Rumah Sakit Pancaran Kasih seolah luput dari perhatian Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado. Lihat saja, toilet di RS ini yang kotor dan fasilitas lain yang kurang layak,” ujar sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.

Toilet di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado yang memprihatinkan

Toilet di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado yang memprihatinkan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, Robby R Mottoh saat dikonfirmasi terkait keberadaan RS Pancaran Kasih dalam kerja sama dengan pemerintah Kota Manado mengatakan kalau RS Pancaran Kasih juga masuk dalam kerja sama UC.

”Iya Rumah Sakit Pancaran Kasih juga masuk kerja sama dengan kami untuk program Universal Coverage. Kami juga berharap kerja sama ini dapat berlanjut sesuai MoU,” ujar Mottoh belum lama ini.

Berdasarkan pantauan Suluttoday.com air di kamar mandi dan toilet hanya ditampung dalam gayung kecil, kemudian beberapa botol akua terisi air diletakkan dalam toilet. Kebersihan Rumah Sakit juga kurang terpelihara, salah satu ruang rawat inap pasien juga terlihat gelap-gulita lantaran listrik tidak dinyalakan. Selain itu, fasilitas yang kurang memadai tersebut ikut memunculkan keprihatinan beberapa pasien yang akhirnya menjadi keluhan mereka. (Amas Mahmud)

Program UC “Gagal”, Permkot Manado Masih Berhutang ke RS

Kantor Walikota Manado...

Kantor Walikota Manado…

MANADO – Bebeberapa program yang dinilai menjadi implementasi janji politik, Dr. GS Vicky Lumentu Walikota Manado telah terwujud, bahkan berdasarkan informasi yang diperoleh Suluttoday.Com makin pedulinya Lumentut sang Walikota inipun “melanggar” janji politiknya.

Dari 8 program dan rencana aksi, Lumentut melakukan lebih dari itu. Namun, patut disadari tak semua program Lumentut terbebas dari masalah dan kendala dilapangan. Contoh salah satunya program yang dinggulkan pemerintah Kota Manado yakni, program Universal Coverage (UC) ternyata masih menyisahkan hutang di Rumah Sakit (RS).

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, Robby Mottoh. Menurut Mottoh di RS Prof. Kandouw masih terdapat tunggakan yang akan diselesaikan dalam waktu dekat, saat ditanya terkait tunggakan di RS lain Mottoh mengarahkan agar hal itu ditanyakan ke pihak BPJS.

“Iya memang masih ada tunggakan, namun akan dibayar Minggu ini menunggu APBD Perubahan yang baru diketuk. Kalau menyangkut Rumah Sakit lain, silahkan ditanyakan ke BPJS karena dibayar melalui mereka,” ucap Mottoh yang dikenal sebagai kerabat dekat Walikota Manado ini, Senin (1/12/2014).

Sementara itu saat dikonfirmasi pada pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota Manado, Ayatullah M.F Pomalingo selaku Humas mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan menyangkut pembayaran kerja sama antara pemerintah Kota Manado dan pihak Rumah Sakit dalam program UC. Menurutnya menyangkut hal tersebut telah menjadi kewenangan Dinas Kesehatan Kota Manado.

‘’Bukan lagi ke kami, karena untuk tahun 2014 BPJS tidak menangani lagi kerja sama antara pemerintah Kota Manado dan pihak Rumah Sakit untuk urusan Universal Coverage. Tahun 2013 memang pernah ada, kami tau itu telah menjadi tugas dan wewenang Dinas Kesehatan Kota Manado,’’ ujar Pamolingo pada Suluttoday.Com.

Sekedar diketahui, program Kesehatan Gratis (UC) bukanlah satu-satunya program yang hanya ada di Kota Manado, di daerah seperti Kota Tangerang ternyata juga diterapkan jauh sebelum pemerintah Kota Manado menerapkannya. (Amas Mahmud)

Hindari Penyakit Berbahaya, Dinkes Manado Ingatkan 3 M

Sosialisasi hindari DBD

Sosialisasi hindari DBD

MANADO – Terjadinya perubahan musim, Dinas Kesehatan Kota Manado kembali mengingatkan warga Kota Manado agar dapat hidup bersih. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat terhindar dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau penyakit Demam Berdarah.

Langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, Robby Mottoh ketika diwawancarai meminta masyarakat Kota Manado untuk menjaga 3 M. Lanjut dikatakan Mottoh jika masyarakat tidak memperhatikan anjuran dan himbauan pemerintah maka kemungkinan besar berbagai penyakit berbahaya akan mengancam kesehatan bahkan kehidupan masyarakat.

”Itu ada, bahwa penyakit Demam Berdarah mulai diderita warga Kota Manado. Kami ingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, kemudian yang paling penting adalah dalam menghadapi perubahan cuaca masyarakat perlu melakukan 3 M yakni Menguras bak, Menutup air ditong, dan Mengubur kaleng-kaleng besar yang menampung air. Kita terus menjaga agar tidak ada air yang tergenang dilingkungan yang akan menyebabkan gangguan kesehatan,” ujar Mottoh. (Amas Mahmud)

Hindari Keracunan Konsumen, Pemkot Manado Sidak Gabungan

Hi. Rum Usulu

Hi. Rum Usulu

MANADO – Guna memastikan Rumah Makan (RM) di Kota Manado benar-benar bersih dan menyajikan menu yang sehat pada pelanggan (konsumen) pemerintah Kota Manado, Selasa (4/11/2014) menggelar inspeksi mendadat (Sidak). Pelaksanaan Sidak yang dipimpin Asisten II pemerintah Kota Manado, Hi. Rum Usulu itu menyisir beberapa Rumah Makan, diantaranya di Aryaduta, Rumah Makan Asadri, serta beberapa Rumah Makan lainnya.

Usulu usai melakukan Sidak mengatakan poin penting dan menjadi catatan dari tim Sidak gabungan itu akan disampaikan pada Walikota dan Wakil Walikota Manado. Menurutnya masih terdapat kekurangan dalam hal kebersihan di sejumlah Rumah Makan yang dikunjungi tadi siang.

”Ada yang sudah baik, dimana pemilahan tempat sampah, air cuci piring, air minum, dan dampur relatif bersih. Tapi ada yang juga kita temuka di dapur dari salah satu Rumah Makan, ternyata Tikus berkeliaran, inilah yang juga menjadi perahtian. Tim akan memberikan bobot penilaian, kemudian diberikan peringatan atau rekomendasi, jika tidak diindahkan maka pemerintah Kota Manado bisa menutup Rumah Makan tersebut karena dinilai merugikan masyarakat,” ujar Usulu.

Tim Sidak gabungan saat berada disalah satu Rumah Makan

Tim Sidak gabungan saat berada disalah satu Rumah Makan

Terlihat dalam Sidak gabungan ini, Rum Usulu, didampingi Dante Tombeg Kadis Disperindag Manado, Rabby Motto Kadis Dinas Kesehatan Manado, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Manado, Herry Saptono, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Hendrik Waroka, Dinas Tenaga Kerja, Kasat Pol PP Manado, Xaverius Runtuwene, bersama Dinas Perikanan dan Kelautan. (Amas Mahmud)

Program Universal Coverage Jadi Magnet, Pemkot Manado Bakal Raih Ksatria Bakti Husada

Dr. GS Vicky Lumentut saat memimpin pertemuan (Foto Ist)

Dr. GS Vicky Lumentut saat memimpin pertemuan (Foto Ist)

MANADO – Optimalisa kinerja pemerintah Kota Manado disektor Kesehatan tak perlu lagi diragukan. Senin (6/10/2014), Tim penilai penerima penghargaan di bidang Kesehatan dari Kementrian Kesehatan mengunjungi Pemerintah Kota Manado. Kunjungan tersebut dalam rangka mengevaluasi dan melakukan pelaksanaan program kesehatan, di antaranya melalui pemberian penghargaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, dr. Robby Mottoh menjelaksan bahwa pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka verifikasi penilaian penghargaan. ”Tim dari Kemenkes mengagendakan bertemu dengan Pemerintah Kota Manado dalam rangka melakukan verifikasi penilaian penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada dan Ksatria Bakti Husada. Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada merupakan salah satu penghargaan yang diberikan dalam rangka menyukseskan Millenium Development Goals (MDG’s) tahun 2014, agar setiap kota dan kabupaten di Indonesia dapat bersinergi melaksanakan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” kata Mottoh.

Untuk diketahui, kunjungan Tim Verifikasi yang beranggotakan 15 orang tersebut dipimpin oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes RI, drg. Nurti Utami yang di awal pertemuan memberikan kesempatan kepada Walikota Manado, Dr. G.S. Vicky Lumentut untuk menyampaikan berbagai program pemerintahan, kemasyarakatan, dan pembangunan, terutama yang terkait dengan pembangunan di bidang kesehatan. Walikota GSVL, panggilan akrabnya, kemudian menjelaskan kondisi yang dialami saat bencana banjir bandang dan tanah longsor 15 Januari 2014 disusul penjelasan berbagai program unggulan Pemerintah secara gamblang yang merupakan kontrak politik saat mencalonkan diri dalam Pilkada 2010 lalu seperti PBL Mapalus, Open Government melalui e-SAKIP, e-Monev, e-Musrenbang, pemanfaatan TIK dalam koordinasi jajaran pemerintahan melalui Forum SKPD Online dan Media Center Online, penataan kebersihan dan infrastruktur kota, serta program pembangunan lainnya.

Ketika menjelaskan program unggulan Universal Coverage atau Jaminan Kesehatan Semesta, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini terlihat bersemangat menjelaskan juga menyangkut dengan janji politik dirinya bersama Wakil Walikota Manado sebelum terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota, yang hingga kini telah terealisasi.

”Salah satu poin dalam 8 kontrak politik saya dan Pak Harley Mangindaan, adalah meningkatkan pelayanan kesehatan dengan menyiapkan layanan puskesmas 24 jam dan asuransi kematian. Implementasinya adalah program Universal Coverage atau UC yang merupakan terobosan penting pemerintah untuk memfasilitasi seluruh warga Kota Manado yang belum mendapatkan jaminan kesehatan seperti Askes, Jamsostek, Jamkesda, dan jaminan kesehatan lainnya. UC diperuntukkan bagi seluruh warga Kota Manado yang memiliki KTP dan KK tanpa membedakan kesenjangan sosial antara kaya dan miskin. Fasilitas yang mereka dapatkan di antaranya layanan kamar setingkat kelas III. Bila berpindah atau naik ke kelas II atau kelas I, tentu tidak kami cover,” terang Lumentut.

Mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi Sulut ini menambahkan, sejak diberlakukan 1 Januari 2013 lalu sudah kurang lebih 258.000 warga yang dilayani dengan fasilitas UC, meski diakuinya masih terdapat berbagai kendala di lapangan. ”Tahun 2014 ini, UC tetap akan diberlakukan meski Pemerintah Pusat memprogramkan BPJS Bidang Kesehatan,” ujar Walikota.

Sementara itu, drg Nurti Utami menjelaskan, penghargaan Bhakti Husada terbagi dalam 3 kategori, yaitu Ksatria Bhakti Husada (penghargaan perseorangan yang diniliai berprestasi di dunia kesehatan), Manggala Karya Bhakti (penghargaan terhadap institusi yang berprestasi di dunia kesehatan), dan Mitra Bhakti Husada (penghargaan terhadap organisasi sosial hingga BUMN yang berprestasi).

”Walikota Manado, Bapak Dr. G.S. Vicky Lumentut masuk dalam nominator yang diusulkan oleh instansi terkait, dan secara tim kami telah melaksanakan seleksi administrasi, dan mulai hari ini akan melaksanakan verifikasi di Kota Manado hingga beberapa hari ke depan. Kami tentu berharap hasil verifikasi bisa diperoleh dalam waktu dekat karena deadline waktu penilaian dan verifikasi akan berlangsung hingga pertengahan Oktober ini, sementara penghargaan akan diserahkan pada Hari Kesehatan yang pada tanggal 12 November 2014 merupakan peringatan yang ke-50,” kata drg Utami. (**/Amas Mahmud)

iklan1