Tag: rolandy thalib

Mursjid Laija: Dinda Rolandy Thalib Layak Sekretaris KNPI Sulut

Muhammad Mursjid Laija (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mengalirnya dukungan terhadap Rolandy Thalib untuk menjadi Sekretaris DPD KNPI Sulawesi Utara (Sulut) menambah bergairahnya momentum Musda DPD KNPI Sulut yang tak lama lagi akan digelar. Satu persatu senior aktivis muda muslim Sulut angkat bicara. Menurut Muhammad Mursjid Laija, sosok Rolandy tepat diusung sebagai Sekretaris DPD KNPI Sulut.

”Nama Dinda Rolandy Thalib disebut-sebut akan diusung maju sebagai Sekretaris DPD KNPI Sulut, ini sangat tepat. Saya melihat figur muda yang satu ini sangat matang, punya banyak pengalaman berorganisasi. Teruji kemampuan berkomunikasi dengan siapa saja. Peran semacam ini yang dibutuhkan sebetulnya,” ujar Mursjid, Jumat (22/11/2019).

Mursjid menilai jangan asal-asal merekomendasi kader OKPI, tapi harus jelas. Tidak hanya itu, Mursjid juga berpesan agar Rolandy tetap menjaga sikap kritisnya. Kemudian memainkan peran strategis ketika menjadi Sekretaris DPD KNPI Sulut. Aktivis muda yang dikenal tegas dalam menyampaikan argumentasi itu, mengajak para pemuda Sulut bersatu mewujudkan kebersamaan.

Mursjid Laija bersama para aktivis muslim Sulut (FOTO Suluttoday.com)

”Kiprahnya sudah kita ketahui, Rolandy semenjak menjadi mahasiswa juga lulus dengan predikat Cum Laude. Telah malang melintang diberbagai organisasi. Pesan saya, Dinda Rolandy tetap konsisten menjaga sikap kritis agar keseimbangan dalam organisasi KNPI kelak ketika menjadi Sekretaris tetap terjaga. Ditengah ancaman terbelahnya pemuda, kita memerlukan figur-figur terbaik seperti Dinda Rolandy ini. Saya siap full memenangkannya,” tutur Mursjid, mantan Danwil Brigade BKPRMI Sulut ini tegas. (*/Redaksi)

Rolandy Layak Sekretaris KNPI Sulut, Mantan Ketua Badko HMI Suluttenggo Beri Support

Jifly Adam dan Rolandy Thalib (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Arus dukungan terhadap Rolandy Thalib, SH sebagai calon Sekretaris DPD KNPI Sulawesi Utara (Sulut) terus mengalir. Rabu (20/11/2019), mantan Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Suluttenggo, Jifly Adam, SH.,MH menyampaikan penilaiannya terhadap Rolandi. Menurut Jifly, sosok Rolandy sangat layak menjadi Sekretaris DPD KNPI Sulut.

”Sejak kuliah dan aktif di HMI saya juga kenal terhadap Bung Rolandy Thalib. Cukup dekat, beliau mempunyai pengalaman berorganisasi yang luas. Pergaulan terbuka, itu sebabnya bagi saya Rolandy layak menjadi Sekretaris DPD KNPI Sulut,” kata Jifly.

Tambah Kepala Pengadilan Marisa itu kepribadian Rolandy yang terbilang unik yakni mampu mencairkan suasana, pandai berdiplomasi dan menjadi penghubung membuat teman-temannya merasa nyaman bersamanya. Tidak hanya itu, peran komunikasi publik dan penyatuan dalam interaksi sosial juga dinilai akan mampu diperankan Rolandi.

”Bagi teman-teman aktivis di Manado, bahkan Sulawesi Utara siapa yang tidak kenal dengan sosok Rolandy?, cukup populer. Pergaulannya luas, tapi kritis dalam menyampaikan pandangan. Karena aktivis muda yang satu ini punya sepak terjang di organisasi yang mumpuni. Pernah menjabat Sekretaris Umum HMI Cabang Manado. Keaktifannya di BKPRMI, SI, organisasi kemasyarakatan lainnya membuat figur muda energik ini selalu dirindukan kehadirannya,” ujar Jifly saat diwawancarai Suluttoday.com. (*/Redaksi)

KIBAR Komplain Soal Lahan di Talaud, Ini Sikap Bank SulutGo

Pengurus LSM KIBAR saat mendatangi Bank SulutGo (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelayanan Bank Sulut-Gorontalo (SulutGo) dengan Slogan Torang Pe Bank, dan Tagline ‘Melayani adalah Komitmen Kami’, tentu diharapkan dapat memberikan yang terbaik bagi nasabahnya. Bahkan, secara umum bagi warga Sulut dan Gorontalo Bank Pembangunan Daerah ini perlu tampil yang terbaik. Senin (6/11/2017), berlokasi di kantor pusat Bank SulutGo puluhan warga yang tergabung dari LSM Gerakan Indonesia Bersih (KIBAR) bersama beberapa warga Talaud menyampaikan keberatan atas lahan yang ditempati Bank SulutGo Cabang Kabupaten Talaud.

Berdasarkan pemaparan KIBAR, pihaknya meminta kompensasi terkait lahan yang ditempati Bank SulutGo Cabang Talaud senilai Rp. 1,5 Miliar. Yang mana menurut mereka menyelesaikan konflik/sengketa jual beli tanah di Lirung-Talaud, yang saat ini dijadikan sebagai kantor cabang Bank SulutGo masih menyisahkan ‘persoalan’.

”Kita hadir disini karena berpegang pada putusan Mahkamah Agung (MA), kami meminta agar hak ahli waris sebesar Rp1,5 miliar dapat dibayarkan dari Bank SulutGo yang sudah menempati tanah di Lirung selama 10 tahun kepada ahli waris yang sah,” teriak Sekjend KIBAR, Retno Hesty Budi Utami.

Menanggapi tuntutan tersebut, Direktur Kepatuhan Bank SulutGo, Machmud Turuis, yang didampingi Devisi hukum Bank SulutGo, Daniel Rompas, Hanny Leihitu dan Rolandy Thalib menyampaikan bahwa tanah milik almarhum Tommy Riung, yang disengketakan itu sebenarnya sudah diselesaikan secara hukum. Di mana tanah tersebut untuk empat orang ahli waris yakni, Henny Riung, Ronny Riung, Benny Riung dan tje Riung, yang kemudian proses jual belinya sudah terlaksana.

”Kalau mau ganti rugi, kita Bank SulutGo mau ganti rugi kesiapa?, sementara dari 3 orang ahli waris sudah menikmatinya. Sementara satu orang, yakni Henny Riung belum menikmatinya karena meninggal. Sehingga anak-anaknya, yaitu Amelia, Sisilia dan Gery Dusauw yang menjadi penggantinya,” ujar Turuis.

Pihak Bank SulutGo saat melakukan mediasi (Foto Suluttoday.com)

Hal tersebut ditambahkan Rompas, yang menyampaikan secara detail terkait posisi hukum yang telah ditempuh Bank SulutGo, Rompas menyarankan pihak yang melakukan komplein atau keberatan atas putusan Pengadilan untuk menempuh jalur hukum.

”Dalam proses hukum selanjutnya menyatakan bahwa tergugat hanya dipercayakan untuk melunasi kredit almarhum Tommy Riung. Bukan untuk memiliki atau membelinya. Bahkan tergugat diminta untuk mengosongkan objek sengketa,” kata Daniel sembari menunjukan gambar silsilah keturusan dari para ahli waris.

Sehingga demikian, semua pihak diminta mematuhi putusan pengadilan. Dan yang berhak atas objek sengketa adalah Amelia, Sisilia dan Gery. Ditambahkannya lagi, putusan MA adalah menguatkan putusan Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri sebelumnya. (*/Amas)

Demi Kemanusiaan Ribuan Umat Islam Sulut Tumpah Ruah di Lapangan Sparta Tikala

Laporan Ketua Panitia, H. Lukman Wakid (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Bentuk protes secara damai atas kebrutalan pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya, di Rakhine State, Myanmar ditunjukkan ribuan umat Islam di Sulawesi Utara (Sulut), kali ini melalui Solidaritas Kemanusiaan Tragedi Rohingya para tokoh Islam Sulut dan pimpinan Organisasi Keagamaan Islam menggelar Dzikir Akbar dan Doa Bersama untuk warga Rohingya bertempat di Lapangan Sparta Tikala, Kelurahan Tikala Ares Kecamatan Tikala Kota Manado, Sabtu (16/9/2017) tadi malam.

Dalam sambutannya Ketua Panitia, H. Lukman Wakid menyampaikan pentingnya empati publik terhadap peristiwa kemanusiaan yang dialami warga Rohingya. Kegiatan tersebut, kata Lukman merupakan langkah konkrit umat Islam Sulut memperlihatkan solidaritasnya, tidak hanya itu Lukman pun berpesan agar pemerintah Indonesia terus mengulurkan tangan memberikan bantuan kepada para korban pembantaian sekaligus melawan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Rohingya.

Ribuan umat Islam Sulut saat dzikir dan doa bersama (Foto Suluttoday.com)

”Luar biasa, inilah komitmen kita bersama bahwa umat Islam di Sulawesi Utara dan Manado pada khususnya mengutuk tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingnya. Tindakan kekerasan yang tidak manusiawi dan menginjak-injang nilai kemanusiaan patut dihentikan, malam ini kita bersepakat atas nama solidaritas dan kepedulian sesama manusia Forum Solidaritas Kemanusiaan Tragedi Rohingya menggelar Dzikir Akbar dan Doa Bersama di Lapangan Sparta Tikala, Kota Manado. Kita mendoakan, sekaligus menggalang dana untuk membantu saudara-saudara kita di Rohingnya yang ditindas,” ujar Lukman Wakid.

Pembacaan resolusi yang disampaikan H. Djafar Alkatiri (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, H. Djafar Alkatiri tokoh Islam Sulawesi Utara ini dipercayakan membacakan Resolusi, dengan penuh semangat Alkatiri membacakan poin-poin Resolusi yang menerangkan terkait penghentian praktek pembantaian manusia atas manusia di muka bumi ini. Tak hanya itu, Alkatiri yang juga mantan Anggota DPRD Sulut mengecam tindakan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Rohingya.

”Kita mendesak pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas melalui diplomasi, dan menyampaikan ke PBB bahwa insiden kemanusiaan yang dialami etnis minoritas di Rohingya melanggar HAM, dan wajib dihentikan. Disisi lain, semangat yang luar biasa dari umat Islam Sulawesi Utara untuk mengirimkan doa, sekaligus berdzikir demi Rohingnya agar Allah SWT menguatkan mereka yang dalam kesusahan ini perlu diapresiasi. Sesungguhnya, yang dipraktekkan di Rohingya adalah genosida ini tak boleh dibiarkan, atas nama keadilan, hukum dan kemanusiaan kami mengutuk tragedi kemanusiaan di Rohingya,” tegas Alkatiri yang juga mantan Sekretaris Jenderal BKPRMI ini.

Plt Sekda Kota Manado, H. Rum Usulu bersama para tokoh Islam Sulut (Foto Suluttoday.com)

Masih ditempat Lapangan Sparta Tikala, sejumlah tokoh Islam Sulut dan pimpinan Ormas pun menandatangani Resolusi perdamaian diantaranya H. Rum Usulu, Ulyas Taha, Taufiq Pasiak, Rukmina Gonibala, Sultan Udin Musa, Ayub Ali Albugis, Mahyudin Damis, Amir Liputo, Muardi Rahmola, Hj Lutfia Alwi, M Sofyan, Saiful Bongso, Azis Tegela, Hj. Fatma bin Syech Abubakar, Yaser Bachmid, Syahrul Poli, Suaib Soleman, Ridwan Syawie, mereka bersepakat agar dihentikannya praktek kekerasan kemanusiaan di Rohingya saat ini.

Tertib ribuan umat Islam saat mengikuti dzikir dan doa bersama di Lapangan Sparta Tikala (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, menurut Rolandy Thalib selaku Sekretaris Panitia menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi seluruh Jamaah masjid yang hadir dalam acara bersama tersebut. Olan begitu pengurus KAHMI Manado ini akrab disapa menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa kemanusiaan yang terjadi dan dialami warga minoritas di Rohingya.

H. Djafar Alkatiri saat diwawancarai dan Ketua panitia bersama H. Mahyudin Damis, Ridwan Sawie, bendahara panitia (Foto Suluttoday.com)

”Syukur Alhamdulillah kegiatan Dzikir Akbar dan Doa Bersama di Lapangan Sparta Tikala malam ini berjalan sukses, inilah wujud kebersamaan kita yang harus dirajut terus. Atas nama kemanusiaan kita harus berus bersatu, kejatahan apapun bentuknya diatas dunia ini wajib dilawan, kami prihatin dengan insiden yang menimpa warga minoritas Rohingya,” kata Olan.

Sekretaris panitia, Rolandy Thalib saat bersama panitia lainnya (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui acar ini dimulai dengan Shalat Isya dan Shalat Ghaib berjamaah yang dipimpin KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Ketua MUI Sulut sebagai Imam, laporan panitia disampaikan H. Lukman Wakid, selaku Ketua. Selanjutnya pembacaan kalam ilahi oleh Qori Sulut, Rithon Igisani. Kemudian, Dzikir serta Doa Bersama yang dipimpin Ustad Yaser bin Salim Bahmid dan Ustad Abdurahman Mahrus, selain itu ada selingan pembacaan puisi untuk Rohingya yang dibacakan Ustad Faisal Sabaya, sementara yang membaca Resolusi yaitu H. Djafar Alkatiri, kegiatan yang baru pertama dilakukan di Sulut ini dihadiri ribuan umat Islam dan dihadiri Plt Sekretaris Daerah Kota Manado, H. Rum Usulu.

Panitia ketika menghitung dana yang terkumpul (Foto Suluttoday.com)

Begitu pun dengan dana yang terkumpul, menurut Bendahara Panitia Ridwan Syawie saat diwawancarai media ini menyampaikan bahwa dana tunai yang terkumpul pada acara tersebut berkisar puluhan juta rupiah. Belum terhitung dengan dana bantuan yang ditransfer melalui rekening yang dibuka resmi panitia, ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang bersedia bersedekah kepada warga Rohingya.

”Malam ini dana yang terkumpul saat penghitungan terakhir berjumlah Rp 61 juta, ini diluar dana yang ditransfer ke rekening. Memang panitia secara resmi membuka rekening atas nama ketua panitia dan bendahara. Tentunya, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada donatur yang dengan tulus dan iklas memberikan sumbangan ini kepada warga Rohingya melalui kami,” tutur Syawie. (Amas)

Wah, Praktisi Hukum Ingatkan Dirut PD Pasar Manado

Rolandy Thalib dan Ferry Keintjem (Foto Ist)

Rolandy: PD Pasar dan Pedagang Itu Mitra, Bukan Atasan Bawahan

MANADO – Soal tindakan tegas yang akan dilakukan Direktur Utama (Dirut) PD pasar Kota Manado, Ferry Keintjem, terutama berkaitan dengan rencana menyegel kios/toko milik Ayub Ali Albugis yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mendapat tanggapan luas. Menurut Rolandy Thalib, SH salah satu praktisi hukum yang menyebutkan pentingnya Peraturan Daerah (Perda) menyangkut pengelolaan perusahaan daerah diperhatikan Dirut PD Pasar Manado.

”Tidak ada lex spesialis dalam keputusan Dirut PD pasar Manado. Semua mengacu pada Perda, sebelum ada Perda baru tidak bisa menggunakan keputusan mengatasnamakan Dirut, karena PD pasar adalah perusahaan daerah yang berada dibawa kontrol secara akuntabel dan mapping area pemerintah daerah. Aturannya jelas dan tidak parsial,” ujar Thalib, Minggu (5/3/2017).

Ditambahkannya lagi bahwa dalam pengambilan kebijakan Dirut PD pasar Manado meski mempertimbangan kondisi dan juga kepentingan pedagang (penyewa) aset PD pasar. Tidak seharusnya monoton mengutamakan kepentingan PD pasar, lantas membuat masyarakat (pedagang) tidak diuntungkan.

”PD pasar bukan milik pribadi, sehingga seenaknya mau dinaikkan harga sewanya. Antara PD pasar dan pedagang adalah mitra dan bukan hubungan atasan bawahan, jadi harus ada kesepakatan bersama dalam sebuah perjanjian. Yang saya lihat kesepahaman dalam hal tatakelola aturan main PD pasar belum berjalan baik, bahkan ada petugas yang berperan saling menakut-nakuti pedagang,” papar Thalib yang juga mantan Sekretaris Umum HMI cabang Manado ini tegas.

Ditempat terpisah, Sofyan Makku, SH aktivis muda Kota Manado ikut memberikan komentarnya menyangkut dengan kondisi pemberitaan pasar tradisional yang tergolong ramai dimedia massa akhir-akhir ini. Sofyan menilai Dirut PD pasar Manado belum menjalankan konsep pengelolaan pasar yang komprehensif, sehingga dirinya menyarankan perlu dialog PD pasar dan stakeholder terkait dilakukan.

”Dirut kelihatan tidak punya konsep yang jelas terkait pasar tradisional di Manado. Padahal pasar-pasar penyumbang PAD yang signifikan, kemudian Dirut juga memiliki visi dan misi yang abstrak. Kalau mau tegas ya seharusnya Dirut mengajukan Ranperda, nanti di bahas dengan DPRD dan Wali Kota supaya jadi Perda yang benar-benar paripurna, sehingga semua bisa mengacu disitu, tidak lagi mengandalkan peraturan Direksi yang terkesan merugikan pedagang,” tutur Sofyan tegas, Sabtu (4/3/2017). (Amas)

iklan1