Tag: rs kandouw

Lahirkan Ketidaknyamanan, Warga Malalayang Kecam Pihak RS Prof Kandouw

Suasana pembakaran sampah di RS Kandouw (Foto Ist)

MANADO – Bertujuan memberi pelayanan dan kenyamanan kepada warga, khususnya para pasien malah berdampak seperti ini. Dimana, aksi yang dinilai menebar keresahan dilakukan pihak Rumah Sakit (RS) Prof Kandouw Malalayang akhir-akhir ini, dimana, meski beberapa kali warga masyarakat sekitar kompleks rumah sakit mengecam dan melarang keras adanya aksi pembakaran sampah limbah rumah sakit di waktu malam hari.

Namun itu tetap dilakukan pihak rumah sakit, sehingga warga masyarakat merasa dirugikan dengan adanya polusi udara yang berakibat gangguan kesehatan tersebut.

Hal ini seperti diutarakan Davidson Presly warga Malalayang, pihaknya sangat menyayangkan dan mengecam tindakan tak terpuji dari oknum-oknum pembakar sampah yang ada di rumah sakit andalan Kota Manado itu. Pasalnya, api yang tergolong besar tersebut.

Selain mengancam rumah penduduk akibat tiupan angin kencang, sehingga berakibat musibah kebakaran. Juga yang paling utama adalah dampak gangguan kesehatan, karena diduga kuat sampah yang dibakar itu merupakan hasil atau limbah pengobatan pasien.

“So brapa kali torang warga protes dan kecam adanya pembakaran sampah limbah rumah sakit ini, tapi dorang nyanda peduli dengan kesehatan warga sehingga berulang-kali melakukan aksi bakar-bakar sampah yang cukup banyak dan menggunung. Rumah sakit bukannya untuk menyembuhkan, malahan ini menambah masalah yakni penyakit di tengah-tengah masyarakat sekitar rumah sakit Malalayang,” beber Presly berang.

Sementara itu, Camat Malalayang Argo Sangkay ketika dihubungi, mengaku sangat menyesalkan aksi pembakaran sampah di kompleks rumah sakit itu.

“Selaku pemerintah di kecamatan, kami langsung datang ke lokasi saat ada laporan dan menegur sekaligus memerintahkan untuk mematikan api yang sedang dibakar. Dan karena ini sudah terjadi beberapa kali, maka kami secara lisan memberikan peringatan keras. Dan Senin besok, langsung mengirim surat teguran tertulis terakhir agar diketahui pihak dan pimpinan rumah sakit,” ujar Camat Sangkay.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Manado, Drs Johanis Waworuntu mengakui adanya kejadian pembakaran sampah yang mendapat komplain dari warga sekitar rumah sakit Prof Kandouw.

“Karena aksi bakar sampah itu dilakukan di lahan terbuka, dan membuat polusi udara apalagi diduga sampah yang dibakar adalah limbah B3 atau bahan beracun berbahaya. Maka pihaknya langsung menemui Kepala Instalasi Sanitasi RS Prof Kandouw yskbi pak Melki Mananohas cs, untuk segera memadamkan api itu. Dan langsung memberikan teguran keras, jika kemudian hari ada lagi komplain warga seputar bakar sampah dilokasi itu. Maka pihaknya akan membawa kasus itu ke jalur hukum karena semuanya ada aturan, yakni semua pihak harus bisa menjaga dan memelihara lingkungan sekitar guna kebersihan dan kesehatan masyarakat sendiri,” ungkap Waworuntu meyakinkan.

Untuk diketahui, saat dikonfirmasi media ini pihak RS Prof Kandouw Malalayang belum berhasil dimintai keterangannya.(*/Mas)

Melki Warga Malalayang: ”Dia Cuma Bilang Tolong Akang Pa Kita”

Ilustrasi kondisi rumah sakit (Foto Ist)

Ilustrasi kondisi rumah sakit (Foto Ist)

MANADO – Hendra (30-an) yang diketahui bekerja sebagai buruh di pasar Pinasungkulan Karombasan akhirnya tidak tertolong lagi dan meninggal, sebelum pria tersebut ditemukan warga yang sedang melihat korban merasakan kesakitan saat berada dilorong Tuminting Satu, Kelurahan Malalayang Satu Barat, Kecamatan Malalayang yang masih sempat dilarikan ke Rumah Sakit Prof Kandou, Rabu (22/6/2016).

Berdasarkan informasi, sebelumnya diketahui pria tersebut datang menemui lelaki Markus dan memohon untuk tinggal dirumahnya Markus, karena merasa ibah, Markus akhirnya mengijinkan pria itu tinggal dirumahnya. Entah dari mana pria tersebut ditemukan dijalan sedang merintih menahan sakit sambil meremas bagian dadanya.

Melihat kondisinya sangat butuh pertolongan, Melki dan ayahnya langsung mengangkat korban dan diletakan ditempat duduk, tidak tahu kenapa tiba-tiba korban mengeluarkan darah segar dari mulut.

“Dia cuma bilang tolong akang pa kita, saat korban duduk, tiba-tiba dia sokaluar darah dari mulut,” kata Melki.

Melihat keadaan tersebut, Melki langsung pergi memanggil Markus untuk membawa korban ke rumah sakit. “Di jalan Korban masih sempat bersuara menahan rasa sakit dibagian dada,” ungkap Markus.

Tiba di Rumah Sakit Prof Kandou, pria tersebut akhirnya merenggang nyawa saat dalam perjalanan dan jasadnya langsung dievakuasi keruang pemulasaran jenasah. Saat di konfirmasi Kapolsek Urban Malalayang, AKP I Made Sumadia, membenarkan adanya kejadian tersebut di wilayah malalayang.

“Sementara ini jenasah masih diruang pemulasaran dan belum ada keluarga yang mendatangi Rumah Sakit, kuat dugaan pria tersebut meninggal karena sakit,” ungkap Sumadia. (Ghopal)

Heboh, Warga Ranotana Weru Temukan Bayi di DAS Sario

Warga saat menemukan bay (Foto Ist)

Warga saat menemukan bay (Foto Ist)

MANADO – Warga kelurahan ranotana weru, kecamatan wanea, kota manado, digemparkan oleh penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki yang sudah membengkak di aliran DAS Sario yang berdekatan dengan pasar tradisional pinasungkulan, Rabu (30/3/2016).

Informasi yang dihimpun, awalnya sejumlah warga curiga dengan keberadaan bangkai yang dipenuhi lalat dan sampah itu, saat didekati ternyata bukan bangkai binatang tetapi sesosok bayi yang diperkirakan berumur dua hingga tiga hari. Tak lama berselang, anggota Polsek Wanea tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi jenazah bayi dan lari kan ke RSUP Prof RD Kandou malalayang.

Kapolsek Wanea Kompol H Gultom menyampaikan Anggota kami sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan saksi. “Saat ini orok bayi kita bawa ke rumah sakit untuk divisum,” ujar Kompol itu. (Ghopal Umasangaji)

Steven Dianiaya, Orang Tua Korban Langsung Polisikan Pelaku

Ilustrasi penganiayaan (Foto Ist)

Ilustrasi penganiayaan (Foto Ist)

MANADO – Penganiayaan terjadi di Kota Manado, kali ini memakan korban atas nama Steven Tumei (19) warga Desa Sea dua jaga 1 Kecamatan Pineleng, Senin (21/3/2016). Orang tua korban Benyamin Tumei (47) langsung melaporkan ke Mapolresta Manado karena merasa sangat keberatan dengan pelaku yang lebih dari satu orang yang belum di ketahui identitasnya melakukan tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) terhadap korban.

Saat didepan petugas kepolisian orang tua korban menjelaskan kronologis awal kejadiannya, dimana korban sedang tidur tanpa alasan yang jelas beberapa pelaku tersebut datang ke rumah korban, pelaku mengendarai sepeda motor dan ada juga yang mengendarai mobil langsung turun.

Kemudian masuk kedalam rumah dengan memegang senjata tajam (sajam) jenis pisau badik besih putih langsung menganiaya korban yang sedang tidur dengan cara menikam korban sebanyak beberapa kali, sehingga dengan kejadian tersebut korban mengalami luka tikam dibagian perut, paha kaki kiri dan paha kaki kanan.

Setelah kejadian tersebut korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Prof. Dr. Kandou, dan kini korban di opname. Saat di konfirmasi kepada Kapolresta Manado melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi membenarkan adanya laporan penganiyaan yang menggunakan senjata tajam tersebut.

“Sekarang tersangka dalam pencarian oleh anggota Resmob Polresta Manado dan akan diproses sesuai hukum serta ketentuan yang berlaku,” tegas Mursidi. (Ghopal Umasangaji)

Tragis, Alfrets Warga Malalayang Ditemukan Gantung Diri

Alfrets Pratasik saat gantung diri (Foto Suluttoday.com)

Alfrets Pratasik saat gantung diri (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Alfrets Pratasik (44) warga Lingkungan V Kelurahan Malalayang I ditemukan warga sudah gantung diri di rumahnya pada Jumat (19/02/2016). Keterangan dari saksi Daniel Takatilide (48). Saat itu dirinya mau pergi menimbah air di sebuah sumur terdekat dengan rumah korban, setelah sudah berjalan dekat dengan rumahnya tersebut, saksi (Daniel) melihat korban sudah tergantung tidak bernyawa dengan seutas tali yang melilit lehernya.

Ia pun serentak memanggil warga untuk menurunkan korban dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Prof. Dr. Kandou Malalayang. Ibu Korban Ema Wawoh (74) yang berada di Ruangan Jenazah, terlihat sangat terpukul dengan kematian anaknya itu, ibunya mengatakan sebelumnya Alfrets sempat meminta untuk menjaga kebunnya.

“Dia kasiang, sempat bilang kepada saya (Ibu korban) sudah dapa panggilan dari dia pe boss untuk pergi melaut dan meminta kami untuk menjaga kebun yang sudah hasil tanamannya,” ujar mantan Bidan Puskesmas Bahu itu.

Saudara korban Joudy Pratasik (48) mengatakan kalau sebelumnya Alfrets tidak terlihat depresi, korban menjalani kehidupannya dengan bertani dan sebagai tukang ojek.

“Waktu kemarin (18/2/2016) itu, dia seperti biasa, korban juga berkebun dan sering pergi melihat hasil tanaman jagungnya yang sudah hampir matang, dan korban juga tidak ada tanda-tanda depresi” kata Joudy.

Sementara itu, Kapolsek Malalayang Kompol. Joutje Fernatubun yang ditemui sejumlah wartawan di RS Kandou Malalayang mengatakan masih akan menyelidiki kematian korban atas permintaan keluarga.

“Dugaan sementara, korban murni bunuh diri tapi kami masih akan melakukan otopsi dan akan menyelidiki penyebab kematian korban,” tutur Joutje. (M. Isnain Umasangaji)

iklan1