Tag: Rusmin Hasan

RUSMIN: Membumikan Pancasila sebagai Platform Gerakan

Rusmin Hasan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Merefleksikan Hari Pancasila 1 Juni 2020, Rusmin Hasan, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cababang Tondano mengatakan bahwa kaum muda punya ambisi besar mengembalikan kampus sebagai panggung pergerakan. Seperti dulu, kampus penuh riuh rendah diskusi, pentas budaya, mimbar bebas, nonton film, hingga beradu ketajaman buah pikiran di majalah kampus memang.

Sejak neoliberalisme merambah kampus, panggung gerakan pelan-pelan meredup. Selain karena faktor internal gerakan mahasiswa yang gagal mengantisipasi perkembangan baru, khususnya neoliberalisme, dengan metode dan teknik-teknik pengorganisiran yang baru. Juga karena dampak langsung dari neoliberalisme itu sendiri, dengan disiplin ala pasarnya, yang membersihkan kampus dari aktivisme politik dan pikiran-pikiran radikal-progressif. Menghadapi situasi itu, saya secara pribadi berharap gerakan ”Menangkan Pancasila” ini bisa memberi semangat baru bagi pergerakan mahasiswa.

”Setidaknya ini bisa menjadi platform bersama gerakan Mahasiswa, dan pemuda,” ujar aktivis HMI Cabang Tondano, Rusmin Hasan.

Menurut Rusmin yang juga selaku mahasiswa Universitas Negeri Manado ini, salah satu persoalan yang semakin mendisorientasi gerakan mahasiswa yang sekarang ini adalah ketiadaan platform bersama. Dirinya berharap, isu menangkan Pancasila bisa diterima sebagai platform bersama. Apalagi, seiring dengan menguatnya politik sektarian, kampus dan banyak organisasi Mahasiswa yang menggaungkan Pancasila.

”Hanya saja, mereka bicara Pancasila untuk merawat keragaman, tetapi abai terhadap persoalan kemiskinan dan ketimpangan yang menjadi lahan subur bangkitnya politik sektarian itu,” kata Rusmin menutup.

(*/Rahmat)

Ketegangan Masyarakat Indonesia Ditengah Mewabahnya Covid-19

Rustam Hasan (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Rusmin Hasan
Aktivis HmI Cabang Tondano

Masyarakat internasional dekade ini, dikagetkan dengan wacana Virus Corona secara tren topik publik global. Berbagai diskursus ilmiah semua elemen dan kebijakan negara untuk melawan penyebaran Covid-19. Dari farian-farian langkka dilakukkan akan tetapi belum mampu menjawab tantangan psikologi masyarakat pada umunya. Akan tetapi perluh dibaca lebih mendalam bahwa ada tantangan serta skenario dibalik peristiwa tersebut yakni; perang dagang dan militer secara perpektif Geo-Ekonomi Global serta Geostrategi yang mengungat dikanca global (Edward Luttward).

Kalau kita kembali membaca peta global ada perang biologis (Biological Warfare). Dan perang dagang 10 yang diluncurkan Amerika Seringkat tahun terakhir ini, antara China dan Amerika dikarenakan amerika melemahnya nilai Donar di Zaman Donald Trum sehingga ia ingin membalas dendam terhadap china sekaligus dilanjudkan terhadap huawei yang mau menguasai jaringan 5 G. Saat ini, China secara kekuatan politik telah mengusainya.

Donald Trun ingin 2 kali menjadi Commander In Cheif Amerikad, amerika menjadikan Covid-19 ini adalah “War Tool” (Alat Perang) selanjudnya untuk melindungi tumpah darah Indonesia.

Posisi Indonesia sebagai kawasan Srategis letak Asia Tenggara secara letak Geografis diantara dua benua, yaitu Benua Asia dan Australia antara kawasan Asia Timur (Terutama China dan Jepang) dan kawasan Asia selatan (terutama india) serta terletak diantara dua samudera yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik sehingga menjadi keunikan bagi negara-negara maju untuk melakukan ekpansi dan dominasi politik,ekonomi serta perang dagang terhadap potensi Sumber Daya Alam Indonesia. Terbukti dengan hadirkan ketegangan publik terhadap Covid- 19 adalah skenario perang besar yang dimainkan oleh Amerika dan China terhadap Perang Geo-Ekonomi Global.

Sehingga berplikasi terhadap potret Ekonomi nasional berpacuh terhadap Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN 2020-2024), bahwa indonesia menghadapi ketidak pastian perkembangan perekonomian Dunia. Diperkirahkan Ekonomi Nasional akan cenderung menurun diantaranya; batu bara, minyak kelapa, sawit seiring dengan beralihnya permintaan dunia keproduksi yang lain. Adapun resiko ketidak pastian lainnya, yang perlu diantisipasi antara lain adalah perang secara Geo-Ekonmi Global antara China, Amerika dan kawasan eropa selepas krisis Ekonomi 1998.

Dari pertarung Geo-Ekonmi Global antara China, Amerika secara Biologis dan Militer diatas berplikasi terhadap ketidak pastian ekonomi Nasional, Rata-rata pertumbuhan Ekonomi Indonesia, hanya kisaran 5,3% Pertahun. Bahkan dalam empat Tahun terakhir ini, pertumbuhan ekonomi indonesia sulit bagi bangsa kita untuk dapat naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi atau mengejar ketertinggalan pendapatan perkapita negara.

Maka melihat kondisi potret ekonomi nasional kita saat ini, penulis diakhir narasi ini, mengajak kepada semua elemen, untuk jangan pesimis dengan kondisi Indonesia saat ini. Pemimpin indonesia harus menjadi garda terdepan yakni mentri kesehatan dan mentri sosial dan presiden Indonesia untuk membangkit kembali ekonomi nasional kita dari keterpurukan serta ketimpangan sosial lain dengan menangkan konsepsi Bung Karno dalam bukunya : (Dibawa Bendera Revolusi) yakni konsepsi Trisakti sebagai wahana untuk membangun kekuatan ekonomi, politik serta sosial budaya sebagai negara yang besar.

Serta semua lemen bagi itu generasi Muda untuk ikut andil dalam memikirkan serta memberikan solusi kontruktif atau pembangun sebagai ihtiar untuk membangun Indonesia baru dengan kekuatan Ekonomi Terbesar Dunia serta menyongsong Peluangan Indonesia Emas ditahun-tahun kedepan berkisaran Tahun 2030-2045 sebagai langka maju membangun peradaban Indonesia baru dengan kekuatan Kemandirian Pendidikan, Politik, Kemandirian Ekonomi serta sosial Budaya untuk mengembali Indentitas Bangsa yang Besar.

WARKOP DAN CINTA

(Refleksi Filsafat Cinta, Humanisme serta Gerakan)

Rusmin Hasan (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Rusmin Hasan
Aktivis HMI Cabang Tondano

Diskursus dimasa era digital menjadi sala satu yang sangat menarik, ketika dilekatkan pada wacana warung kopi dan cinta. Dikarenakan warkop bukan hanya sekadar tempat, Akan tetapi menyimpan makna filosofis, penyatuan Cinta, humanisme dan gerakan sebagai wahana membangun episentrum kaum intelektual untuk mendestribusikan gagasan-gagasan progresif untuk penyatuan ide untuk perubahan bangsa. Meminjam bahasa dari Najib Mahmud dalam bukunya: KARNEK CAFFE.

Ia mengatakan bahwa Warkop adalah tempatnya aktivis melenial untuk menciptakan revolusi bangsa ini, tak kala pentingnya juga, apabila diisi dengan wacana Cinta, Humanise serta gerakan sebagai episentrum aktivis melenial memahami realitas sosial dan melebur bersama barisan rakyat kecil.
Zaman sekarang ini, kita dihadapkan pada tantangan Era revolusi Industri, sehingga membutuhkan format gerakan baru yang harus dibangun oleh generasi melenial, sehingga identitas intelektual tak mereduksi kegagalan paradigma kritis. Ruang-ruangan publik harus diisi dengan dialektika baik itu, Warkop, asrama, sekretariat aktivis melenial sehingga aktivis melenial mampu beradaptasi dengan tantangan zaman yang kompleksitas dengan jargon-jarkon isu yang dimainkan negara untuk mematikan daya kritis, serta kreatif kita.

Hanya dengan cinta kita akan memahami hakikat perjuangan, dikarenakan cinta pula sebagai titik balik peradaban generasi untuk melebur dengan rakyat kecil, sebagaimana ulasan Bung Karno dalam bukunya “SARINAH”. Bahwa aku belajar mencintai rakyat kecil dengan esensi Cinta yang diajarkan oleh Ibu Pengasuhnya. Sebab hakikat hidup dan kehidupan adalah Cinta olehnya itu, untuk memahami esensi perjuangan Progresif Revolusioner maka selamilah makna filosofis dari kata Cinta tersebut.

Punjak tertinggi dari kearifan, kebijaksaan seorang intelektual berada pada subtansi relasi antara Cinta, Humanisme serta Nilai Kemanusiaan untuk mendidik rakyat kecil, bukan tunduk pada penguasa. Seorang manusia tidak dikatakan intelektual cendekia apabila yang tidak dapat tampil sebagai garda terdepan dalam melihat ketimpangan sosial, ekspolitasi rakyat kecil serta kebodohan umat manusia.

Narasi sederhana ini, penulis persembahakan kepada kawan-kawan aktivis melenial untuk memahami warkop sebagai sentral episentrumen masa depan indonesia serta Cinta sebagai wahana membangun spirit generasi melenial untuk melindungi rakyat kecil serta tampil sebagai agen-agen perubahan buat Umat dan Bangsa. Dalam menyilami drama dinamika sosial memahami peta revolusi bangsa ini.

IPMHT Kota Manado Gelar Diskusi ”Perempuan Masa Depan”

Foto bersama usai dialog (Foto Rusmin Hasan)

MANADO, Suluttoday.com – Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IPMHT) Kota Manado menggelar Diskusi Keperempuanan untuk memperingati Hari Perempuan Dunia yang Jatuh tepat, tanggal 8 Maret 2020.

Dalam Catatan Sejarah, Sejarah Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day bermula dari aksi unjuk rasa kaum wanita di New York yang digalang oleh Partai Sosialis Amerika pada 1909. Kegiatan diskusi Bacarita Perempuan Masa Depan dengan Tema: ”Berpikir Setara, Bertindak Bersama Towars Independen Women,s” di pandu Sari Nur Aisa, selaku moderatir. Aisa juga adalah Kabid Perempuan IPMHT Manado. Bertindak selaku narasumber, Faradila Bachmid, Duta Baca Sulut yang juga aktivis Literasi Sulut.

Acara mulai di buka tepat pada jam 2:32 wita, dengan sebuah puisi yang di bacakan Vidya Akandji, mantum Kohati Manado 2017-2018. Menurut Salamuddin Kifli; Kegiatan ini bertujuan Untuk memberikan Ruang bagi Perempuan Agar Perempuan tidak hanya menjadi penonton dalam setiap perubahan jaman, Salamudin yang juga menjabat sebagai Ketua Umum IPMHT meneruskan dengan mengatakan bahwa.

Di Era Hari ini perempuan Sudah Harus Tampil di berbagai Sektor dan Aktif dalam Gerakan-Gerakan perjuangan untuk menunjang Pembangunan Bangsa, Diskusi tersebut turut mengundang Paguyuban Maluku Utara yang ada di Kota Manado Seperti, HIPMA Halteng Sulut, Asrama Ranasuri, Fomakati Manado, MAHKOTA Manado, HPMS cabang Sulut, dan HIPMA Halsel sulut. Menurut Faradila Bachmid, jika Perempuan mengetahui potensi dirinya maka dia akan tau bagaimana dia harus berkarir. dalam diskusi beliau juga banyak berbagi dengan peserta bagaimana pengalaman -pengalaman yang sudah di lalui hingga detik ini.

Terlepas dari itu semua Faradila juga menyampaikan kepada peserta agar tidak malas-malas dalam membaca buku, berorganisasi dan berkarya sesuai bidangnya masing-masing. Pramdoya perna menulis sebuah buku tentang perempuan dengan judul ”Perempuan Dalam Cengkraman Militer”, dengan sangat miris Pram menggambarkan bahwa perempuan-perempuan pada saat itu hanya di pandang sebagai pemuas birahi para lelaki dan kondisi mereka pada saat itu persis sama seperti perempuan Penghibur yang hidup dalam Klub malam ataupun rumah-rumah Prostitusi hari ini.

Dengan gaganya Pram menginginkan agar perempuan hari ini, sudah harus bangun dari setiap keterpurukan yang di labelkan kepada mereka selama ini oleh kaum lelaki, bahwa perempuan kerjanya hanya Dapur, Sumur dan Kasur. Jika kita melihat kondisi perempuan hari ini, jelas memang perempuan masih sangat jauh dari yang mereka harapkan selama ini untuk menjadi Perempuan Hebat yang di Inginkan oleh diri mereka, setidaknya Kaca mata laki-laki sudah harus di rubah dengan perkembangan perkembangan yang telah ada saat ini.

Dunia perempuan hari ini sudah memang harus di rubah terutama sudut pandang Orang Tua, dan lingkungan tapi yang terpenting dan paling utama adalah perempuan harus bangkit dan mengenal sejauh mana potensi yang tersimpan dalam dirinya agar ketika mereka mau untuk bangkit untuk menjadi manusia yang tidak lagi di pandang reme dimata orang lain, mereka bisa melakukannya dengan kemandirian yang mereka miliki sendiri terlepas dari orang lain yang nanti akan membantu mereka untuk menemukan jatih diri mereka.

Perempuan dimasa jaman Komunal Primitif memang menjadi manuusia yang sama kedudukanya dengan kaum laki-laki, tapi setelah berkembangnya jaman terutama jaman peralihan dari masa komunal kedalam tahap perkembangan Pertanian menujuh Zaman perbudakan, pada saat itulah perempuan mulai mendapatkan peran kedua dan lelaki selalu menjadi yang utama dalam setiap bidang apapun, hal tersebut kini masih terus bertahan dan dikembangkan oleh beberapa kelompok manusia yang masih selalu memandang lemah posisi perempuan.

Di Amerika perempuan saat ini sudah sangat bebas dalam berkarya sesuai dengan minat dan potensi yang di miliki, gerakan perempuan di yakini memang di pelopori oleh perempuan-perempuan Sosialis yang hebat di sana. di indonesia sendiri kita mengenal perempuan hebat seperti RA Kartini dengan karyanya Habis gelap terbitlah terang, dan hari ini kita bisa mengenal banyak perempuan hebat seperti Megawati Soekarno Putri yang perna menjabat sebagai mantan presiden Indonesia ke- 4, juga hari ini telah ada banyak perempuan hebat contohnya di sulut sendiri adalah Yunda Faradila Bachmid yang kini hadir untuk menjadi Narasumber pada pertemuan diskusi IPMHT dalam Rangka memperingati hari perempuan Dunia.

Sekarang sudah banyak perempuan hebat sehingga dengan akses yang terbuka luar ini perempuan bisa dengan mudah berkarir di dalam bidangnya masing-masing, saya ingat dulu di jaman Orde lama (ORLA) Soe Hok Gie perna mengatakan bahwa jika perempuan tidak bangkit maka perempuan akan selalu di bawah ketiak laki-laki. (*/Min)

FORMASI Sulut Gelar Diskusi Bahas Omnibus Law

Suasana berlangsungnya diskusi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Forum Mahasiswa (FORMASI ) kali ini memanfaatkan kesempatan untuk membaahas soal Omnibus Law. Rabu, (25/2/2020), pukul 18 : 30 Wita bertempat di kedai Kopi Nats dilaksanakannya kegiatan dengan tema : Bacarita Omnibus Law. Kordinator Forum Mahasiswa, Faujan Konoras Moti, mengatakan bahwa kegiatan ini juga sebagai titik temu dan penyatuan gagasan kaum muda sebagai kaum intelektual terdidik.

”Tentu hajatan diskusi kali ini menjadi bagian dari ajang silaturahim intelektual serta tekonsiliasi gagasan seluruh mahasiswa Maluku Utara yang berstudi diSulawesi Utara pada khususnya dan pada umumnya mahasiswa Sulawesi Utara terkait dengan wacana dekade ini, yang menggagetkan Publik baik itu, Socity, akademisi, praktisi lingkungan terkait dengan RUU Omnibus Law yang dekat-dekat ini akan disahkan oleh DPR RI pada sidang pekan lalu,” kata Konoras.

Dalam diskusi interaktif tersebut dihadarisi juga beberapa pagyuban Maluku Utara yang ada disulawesi utara diantara; IPMHT Kota Manado, Fomakati Manado, Mahkota manado, HIPMA- Halteng Sulut, HPMS-Sulut, PMHU Sulut, Fammoray. Diskusi berjalan dengan lancar dan afektif. Konoras menyebutkan dalam hasil diskusi interaktif tersebut ada beberapa Rekomendasi  yang dihasilkan.

Kompak, FORMASI setelah digelarnya diskusi (Foto Suluttoday.com)

”Diantara rekomendasi itu adalah, kami mendesak pemerintah dan DPR RI Pusat agar perluh kembali melihat secara jelih & mendalam terkait dengan rancangan RUU Omnibus Law sebab menurut kami ada beberapa RUU yang akan disahkan merugikan masyarakat akar rumput. Harapan kami dari Forum Mahasiswa (FORMASI) Bahwa Silaturahim gagasan seperti ini. Harus dilestarikan dikalangan Mahasiswa Maluku Utara yang berstudi disulawesi Utara pada khususnya dan pada umumnya untuk semua Mahasiswa sulawesi utara serta kalangan aktivis untuk tambil sebagai episentrum gagasan progresif untuk melindungan kepentingan nasional yang pro rakyat kecil,” ujar Konoras saat diwawancarai Suluttoday.com. (*/Rusmin)

iklan1