Tag: saafa

Gunakan Dana Sendiri, Syarifudin Saafa Berbagi Bahan Pokok

Legislator Manado, Syarifudin Saafa saat berbagi bantuan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Program berbagi bahan pokok yang dilakukan Anggota DPRD Kota Manado, Syarifudin Saafa, ST.,MM, selama ini masih terus dilakukan. Walau dalam situasi sulit, penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Saafa tetap berbagi kasih dengan masyarakat. Pembagian bahan pokok dilakukan di Kecamatan Singkil, Mapanget, Tuminting, Malalayang dan sejumlah Kecamatan lainnya.

Menurut Saafa kegiatan semacam ini selalu dilakukannya di tahun-tahun sebelumnya. Bahan pokok yang dibagikan berupa ratusan paket bahan pokok, hampir tiap hari, Saafa bersama sejumlah tim relawannya bergiliran turun dari lorong ke lorong untuk membagikan bahan pokok tersebut. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Utara (Sulut) itu mengatakan dalam situasi wabah Covid-19 masyarakat harus diberikan perhatian serius untuk dibantu.

”Setiap hari, selama bulan Ramadhan memang saya melakukan kegiatan berbagi bahan pokok. Alhamdulillah, meski dalam kondisi Covid-19 perhatian saya kepada masyarakat untuk konteks ini tetap tidak terkurangi. Terdapat 1500 paket bantuan bahan pokok yang disalurkan. Saya dan tim, hampir tiap hari masuk keluar lorong untuk membagikan bantuan kepada masyarakat.,” ujar Saafa, anggota Komisi 2 DPRD Kota Manado ini, Minggu (17/5/2020).

Syarifudin Saafa saat berbagi (Foto Suluttoday.com)

Legislator Manado 3 periode ini menyebutkan bahwa dirinya menggelar safari untuk bertemu masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Saafa juga mengingatkan masyarakat yang diberikan bantuan bahan pokok untuk tetap konsisten menjalankan apa yang menjadi anjuran pemerintah. Kepedulian yang dilakukan Saafa bukan hanya terbatas pada wilayah tertentu saja, melainkan beberapa wilayah lainnya di Kota Manado.

Berlangsungnya penyaluran bantuan bahan pokok (Foto Suluttoday.com)

”Semua Kecamatan saya kunjungi dan bagikan bahan pokok. Ini dari dana pribadi. Kecamatan yang mendapat alokasi terbayak adalah di Dapil Singkil-Mapanget. Kemudian, saya juga tidak mau mengabaikan anjuran pemerintah. Pembagian dilakukan dengan menjaga jarak fisik dan menggunakan masker sebagai wujud dari menjalankan protok kesehatan yang disampaikan pemerintah,” kata Saafa yang juga Ketua DPW PKS Sulut ini.

(*/Bung Amas)

SAAFA: Masyarakat Terhimpit, Pemerintah Harus Bijaksana

Syarifudin Saafa, ST.,MM (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelarangan terhadap masyarakat yang berjualam Takjil Ramadhan dibeberapa lokasi di Kota Manado sedang massif dilakukan pemerintah. Tindakan tersebut dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) dengan alasan social distancing. Menghindari kerumunan masyarakat di tengah penyebaran pandemi Corona Virus (Covid-19). Kebijakan pemerintah tersebut dinilai menyusahkan masyarakat, disatu sisi. Masyarakat yang sedang berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi tidak boleh berjualan takjil.

Selasa (28/4/2020), bertempat di Wawonasa Kecamatan Singkil Kota Manado bentrok pun terjadi. Dimana Satuan Pol PP Manado yang melarang masyarakat agar tidak menjual kue (takjil) Ramadhan, mendapat penolakan. Alhasil, terlahirnya saling serang, kegaduhan antara kedua pihak terjadi. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kota Manado, Syarifudin Saafa, ST.,MM juga langsung turun lapangan dan meminta semua pihak menahan diri.

“Kita semua paham tentang kondisi saat ini. Bahwa di satu sisi ada virus covid-19 yang patut kita waspadai semua. Untuk konteks itu, maka kita semua seharusnya mengikuti protokol kesehatan,” kata Safa, wakil rakyat Dapil Singkil-Mapanget ini.

Bersama beberapa anggota DPRD Kota Manado lainnya, Saafa juga turun meninjau lokasi tersebut. Menurut Sekretaris Komisi 2 ini, masyarakat penjual takjil juga telah mengikuti protap yang ditetapkan pemerintah. Sehingga, bila ada hal yang hendak disampaikan pemerintah untuk dipatuhi lagi masyarakat dapat dilakukan dengan dialog dan cara-cara persuasif.

Dan saya lihat sebagian besar masyarakat sudah mengikutinya. Termasuk tidak berkerumun dan keluar rumah bila tidak perlu,” ujar Saafa, jebolan Universitas Sam Ratulangi Manado ini.

Tidak hanya itu, dari segi kebutuhan ekonomi masyarakat, Saafa menyampaikan keberpihakannya. Apa yang dilakukan para penjual takjil, dinilai Saafa sebagai langkah yang baik. Pelarangan yang dilakukan dikatakannya perlu dibicarakan lagi dalam situasi genting saat ini.

“Nah, saat ini juga masyarakat terhimpit secara ekonomi sehingga mereka memaksimalkan potensi mendapatkan sesuap nasi. Salah satu contohnya adalah berjualan kue,” tutur Saafa.

Selain itu, dalam konteks implementasi dan ketaatan aturan memant pemerintah memiliki kewajiban untuk mengatur masyarakatnya. Dalam situasi ekonomi masyarakat yang terus menurun, mestinya, tambah Saafa pemerintah melahirkan formulasi yang lebih realitis dengan kondisi masyarakat saat ini.

Lokasi yang sempat terjadi kekacauan Pol PP dan masyarakat (Foto Istimewa)

“Memang secara aturan, tidak diperbolehkan berjualan di trotoar. Tetapi pemerintah harus ada kebijakan terkait hal tersebut. Yang penting adalah penjual dan pembeli harus mengikuti protokol medis. Toh mereka berjualan hanya beberapa waktu saja,” kata Saafa.

Politisi vokal itu mengajak Wali Kota Manado agar menyikapi keadaan masyarakat saat ini secara bijak. Dimana keterhimpitan ekonomi dapat berakibat buruk terhadap kehidupan masyarakat. Saafa menyarankan agar warga diberi kesempatan berjualan dengan persyaratan tertentu yang diatur pemerintah.

“Warga yang berjualan diberikan kebijakan dengan persyaratan mengikuti protokol kesehatan dan tidak menggangu arus lalulintas. Pada sisi yang lain, satpol PP harus menunjukan jiwa kepamongannya sebagaimana nama mereka pamong praja dalam merespon keadaan di masyarakat,” tutur Saafa.

Menanggapi hal tersebut, Saafa yang juga politisi PKS ini tak lupa meminta masyarakat harus juga memperhatikan protokol kesehatan secara cermat. Agar kepentingan penertiban pemerintah dan kebutuhan masyarakat tidak saling bertentangan.

(*/Bung Amas)

Syarifudin Saafa Sebut PKS Belum Memutuskan Dukungan

Syarifudin Saafa (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Beredarnya isu terkait Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Manado tergabung dalam Koalisi Keumatan dan telah mempunyai dukungan ke figur tertentu, mendapat bantahan Ketua DPW PKS Sulawesi Utara (Sulut), Syarifudin Saafa, ST.,MM. Kamis (16/4/2020), Saafa menyampaikan bahwa secara resmi PKS belum mempunyai putusan dukungan calon Kepala Daerah di Pilkada 2020.

”PKS belum memutuskan kepada siapa dukungan diberikan Bahwa ada calon kandidat walikota yang memakai istilah koalisi keumatan, itu adalah dinamika arus bawah. Adapun terkait dengan keputusan kepada siapa dukungan diberikan sampai saat ini masih berproses,” ujar Saafa yang juga anggota DPRD Kota Manado ini.

Tidak hanya itu, Saafa memberikan ilustrasi terkait penundaan Pilkada yang seolah mengalamatkan tentang perubahan konstalasi politik di internal PKS sendiri. Lanjut Saafa memberikan semacam pencerahan berkaitan dengan logo PKS yang digunakan untuk kerja memerangi penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang menurutnya sebagai hal lumrah dalam berdemokrasi.

”Apalagi Pilkada ditunda menunggu perpu yang dikeluarkan oleh Presiden berkenaan dengan adanya kandidat yang membantu masyarakat dampak covid-19 dengan melibatkan logo partai. Hal itu merupakan kreativitas mereka dalam mendekati masyarakat. Dan kandidat lainnya yang sudah mendaftar dalam penjaringan sebagai bakal calon bisa juga melakukan hal yang sama,” kata Saafa tegas.

Baginya ruang-ruang aktualisasi demokrasi memang bersifat luas. Tidak monoton pada aktivitas yang sempit, sehingga dirinya memahami betul bahwasanya setiap politisi yang mau mengekspresikan cara kerjanya untuk masyarakat tidak boleh dibatasi. Kreatifitas tersebut dihormati PKS, sehingga terkait gerak Koalisi Keumatan tidak perlu dirubutkan.

”Ini kan cara berkreasi dalam mendekati masyarakat. Apalagi pada situasi dampak covid19 ini. Berkenaan dengan adanya kandidat yang membantu masyarakat dampak Covid-19 dengan melibatkan logo partai, hal itu merupakan kreativitas mereka dalam mendekati masyarakat. Dan kandidat lainnya yang sudah mendaftar dalam penjaringan sebagai bakal calon bisa juga melakukan hal yang sama. Ini kan cara berkreasi dalam mendekati masyarakat,” tutur Saafa.

Politisi vokal ini menilai apalagi pada situasi dampak covid19 ini. Saafa memberikan sinyal penting tentang keputusan PKS secara resmi memang belum dilakukan dan hal itu dikatakannya perlu diketahui publik. Termasuk posisi kader PKS yang secara tidak langsung dikatakannya begitu dimuliakan ketika menggunakan atribut-atribut PKS dalam melakukan sosialisasi diri.

”Tetapi yang patut digarisbawahi adalah sampai saat ini belum ada keputusan siapa yang akan diusung dalam pilkada mendatang. Apalagi ada tokoh internal partai yang mau berkontribusi maksimal dalam berkhidmat kepada masyarakat melalui jalur pengabdian eksekutif pada pilkada mendatang,” ucap Saafa menutup.

(*/Amas)

Tangani Corona, SYARIFUDIN SAAFA Ajak Pemerintah Perhatikan Nasib Wartawan

Syarifudin Saafa (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19), pemerintah Indonesia terus meningkatkan kerjanya menghentikan mata rantai penyebaran Virus Corona. Kini Presiden Ir. Joko Widodo telah metapkan status Indonesia tengah darurat bencana dan pemeritah menginstruksikan untuk dilakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut Anggota DPRD Kota Manado, Syarifudin Saafa, ST.,MM, Sabtu (4/4/2020), pemerintah Pusat hingga Daerah jangan alpa dalam penyelesaian Virus Corona. Baginya, nasib wartawan dalam konteks menekan, menghambat dan mengobati para pasien Corona penting dikelurakan kebijakan yang mengcover nasib wartawan.

“Iya publik tahu itu. Di tengah mewabahnya Corona masyarakat lagi panik, rekan-rekan wartawan menjalankan tugasnya. Bantu mereka alat pelindung diri dan fasilitas untuk menunjang kerja jurnalistik mereka. Wartawan juga dalam peliputan tetap mentaati anjuran pemerintah tentang pembatasan sosial berskala besar. Kerja jurnalis itu begitu mulia, pemerintah jangan sampai mengabaikan mereka. Dalam situasi dan kondisi sekarang dengan adanya pandemi virus Corona, wartawan juga tampil di depan memerangi Corona,” kata Saafa, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Manado ini.

Saafa yang juga Ketua DPW PKS Sulawesi Utara (Sulut) secara gamblang menjabarkan tentang lingkup kebijakan pemerintah yang tidak bersifat parsial. Baginya keberadaan jurnalis di tengah upaya mencegah dan memerangi Corona adalah bagian penting. Betapa tidak, giat pemerintah dalam mensosialisasikan kerjanya kepada masyarakat terkait protokol kesehatan dan pencegahan Virus Corona dijalankan wartawan dengan baik.

“Sisi edukasi dan keberpihakan pemerintah mencegah menyebarnya Corona yang dinantikan masyarakat. Khusus pada kebijakan yang mengakomodir kepentingan rekan-rekan wartawan kiranya perlu dilakukan pemerintah daerah. Pemerintah jangan sampai melupakan wartawan,, mereka dengan segala resiko masih memberitakan kerja kemanusiaan kita semua,” ujar Saafa, anggota DPRD Manado 3 periode ini.

Jebolan Unsrat Manado itu mengatakan, bantuan jaring pengaman sosial yang sedang dilakukan Pemerintah sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo, tidak hanya diberikan kepada warga terdampak Corona, namun juga bagi wartawan.

Disebutnya bahwa pemerintah tidak melupakan para kuli tinta (wartawan), sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang wajib diberi perhatian. Wujud kepedulian, kata Saafa seperti keberpihakan kebijakan anggaran. Legislator vokal ini menuturkan bahwa perusahaan-perusahaan yang ada di daerah hendaknya dapat dimaksimalkan membantu warga masyarakat dalam memerangi Corona.

“Pemerintah daerah harus peka juga terhadap kebutuhan warganya. Tanpa terkecuali, terutama dari kalangan¬† wartawan yang terdampak Corona,” tutur Saafa.

(*/Amas)

Terkait Virus Corona, Legislator Manado Ingatkan Pemerintah Perhatikan Hal Ini

Syarifudin Saafa (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Santer kita dengar ragam istilah bermunculan saat wabah Virus Corona mencuat di masyarakat, melahirkan ketidak paham tersendiri. Dengan target himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat, yang terjadi malah sebagian masyarakat kesulitan mencerna apa yang disampaikan tersebut.

Menanggapi hal itu, Jumat (27/3/2020), anggota DPRD Kota Manad0, Syarifudin Saafa, ST.,MM menyampaikan pandangannya. Menurut Saafa pemerintah dalam membuat himbauan harus “membumi” sesuai dengan pengetahuan masyarakat. Karena dengan bahasa ilmiah atau bahasa medis, kadang membuat masyarakat kebingungan.

“Istilah-istilah yang dipakai ilmiah atau yang dipakai pemerintah terkait dengan virus Corona covid 19 ini perlu dibahasakan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat setempat bahkan ada yang dipakai menggunakan bahasa daerah agar lebih mudah dimengerti oleh segenap lapisan masyarakat,” ujar Saafa, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Manado itu.

Legislator Manado yang dikenal vokal itu memberikan beberapa contoh cara sosialisasi dan ajakan yang tidak efektif dilakukan pemerintah. Itu sebabnya, Saafa menyarankan perlu dilakukan penyesuaian yang bersifat lokalitas sehingga masyarakat mudah mengerti apa yang menjadi tujuan pemerintah selaku pembuat himbauan, instruksi dan ajakan.

“Misalnya istilah Sosial Distancing, Physical Distancing, Self Carantine dan lain sebagainya, itu masyarakat sulit mengerti. Ini adalah tugas kehumasan pemerintah yang harus diperhatikan. Selain itu para jurnalis juga membantu juga. Termasuk mereka yang berpengaruh di sosial media,” kata Saafa menutup.

(*/Bung Amas)

iklan1