Tag: sandiaga uno

Makin Mantap, Kebijakan Anies-Sandi Masih Di jalan yang Benar

Anies-Sandi (Foto Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fadli Zon mengapresiasi berbagai kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil  Gubernur Sandiaga Uno selama memerintah Jakarta.

“Saya kira on the right track (di jalan yang benar) ya. Termasuk keberpihakannya kepada masyarakat kecil, kepada PKL, kami tunjukkan dan juga harapan beberapa masyarakat walaupun ini masih beberapa bulan saja,” ujar Fadli saat menghadiri acara pelantikan ketua DPW Ikatan Keluarga Minangkabau di Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018) yang dilansir dari Kompas.com.

Fadli juga sepakat dengan konsep penataan Pasar Tanah Abang Anies-Sandi meski dalam prosesnya diiringi dengan pro dan kontra dari sejumlah pihak.

“Saya sependapat dengan gubernur. Bahwa PKL kan mau berusaha, jadi yang ada sekarang ditata, ditertibkan, dan diberi ruang untuk berusaha. Jadi jangan hanya konglomerat yang kuat-kuat saja yang diberi usaha,” sebutnya.

Meski demikian, ia menyarankan Anies-Sandi untuk memperhatikan faktor lalu lintas di lokasi penertiban tersebut.

“Mungkin ditertibkan saja supaya jalanannya enggak macet. Saya kira terobosan (penataan Tanah Abang) yang dilakukan saat ini cukup bagus,” sebutnya.

Pemprov DKI Jakarta melakukan penataan kawasan Pasar Tanah Abang dengan menutup Jalan Jatibaru Raya di depan Stasiun Tanah Abang. Jalan sepanjang 400 meter itu ditutup agar pedagang kaki lima bisa berjualan di area tersebut.

Pemprov DKI juga menyediakan 372 tenda yang bisa didapatkan secara gratis tanpa pungutan retribusi.

Penataan itu telah dimulai sejak Jumat (22/12/2017) dan akan berlaku setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. (*/TimST)

Soal Jaminan Prabowo Tentang Pilkada Jakarta

Denny JA (Foto Ist)

Oleh Denny JA 

Politik terlalu penting jika direduksi hanya soal pergantian kekuasaan. Yang paling tinggi dan paling mulia dari politik seharusnya perjuangan nasib orang banyak. Akan diarahkan kemana nasib warga Jakarta? Pertanyaan ini yang saya bawa menuju Hambalang. Di minggu kedua bulan April itu, tepat jam 6.00 pagi saya berangkat dari rumah di Jakarta Selatan. Mulyadi rekan dari Gerindra mengabarkan saya ditunggu Prabowo jam 8.00 pagi di Hambalang. Kompleks tempat tinggal Prabowo di Hambalang sangat luas dan asri. Sangat terasa aura keindonesiaannya.

Dari sisi nama setiap bangunan, dan bentuk arsitekturalnya, terasa ini dihuni individu yang bangga dengan warisan terbaik bangsanya. Kami duduk bertiga saja di ruangan itu: Prabowo, saya dan Mulyadi. Dua asisten pribadinya menemani hidangan pagi. Tak terasa dua jam lebih kami berdiskusi soal banyak hal. Prabowo sempat bercerita pengalamannya menyaksikan pemilihan kepala desa di Hambalang. Karena tak semua bisa membaca, dua calon kepala desa yang bersaing diwakili gambar saja.

Calon yang satu diwakili gambar buah kelapa. Calon yang lain diwakili buah rambutan. Cerita Prabowo soal hubungannya dengan penduduk di desa itu sama lancarnya dengan opininya soal perkembangan terbaru ekonomi dunia ataupun profesionalitas ketentaraan. Ketika topik beralih soal pilkada Jakarta, terasa passion Prabowo lebih memuncak. Terutama ketika membahas hari pencoblosan yang kurang dua minggu lagi. Apa yang bisa dilakukan secara signifikan? Dua hari setelah itu, lahirlah video pidato Prabowo yang powerful.

Setidaknya ada enam point penting bagi pemilih Jakarta dari video Prabowo itu.

1) Tak ada kompromi bagi tegaknya Pancasila, UUD 45, dan NKRI di Jakarta. Itu harga mati. Saya, ujar Prabowo, akan menjadi orang pertama yang menurunkan Anies-Sandi jika mereka tak setia pada konstitusi. Anies dan Sandi ujar Prabowo karena diusung juga oleh Gerindra pasti mendukung keberagaman, Bhineka Tunggal Ika.

2) Namun, lanjut Prabowo, kebhinekaan di bawah Anies-Sandi akan lebih stabil dan aman. Jakarta nyaris terbelah jika seorang gubernur tak bisa menjaga omongannya sendiri. Apalagi jika omongan itu tidak sensitif terhadap agama dan keyakinan orang banyak. Di bawah Anies-Sandi Jakarta akan lebih stabil. Dunia usaha memerlukan Jakarta yang stabil. Pemerintah nasional membutuhkan Jakarta yang stabil.

3) Di bawah Anies-Sandi, kebhinekaan juga akan lebih kental dengan keadilan sosial. Ketimpangan ekonomi di Jakarta memprihatikan. Ini bukan hanya tak adil bagi yang miskin. Tapi juga bahaya bagi yang kaya: Politik akan rawan. Jakarta harus untuk semua. Pemimpin perlu lebih berempati kepada rakyat kecil. Jangan ada bahasa dari seorang gubernur yang terkesan arogan melecehkan mereka.

4) Yang baik dari gubernur lama akan dilanjutkan, bahkan ditingkatkan. Perang terhadap korupsi akan semakin dikobarkan. Pemerintahan justru maju dengan meneruskan dan mengembangkan pencapaian baik pemimpin sebelumnya.

5) TPS perlu dikawal. Jangan sampai kecurangan mengubah pilihan rakyat. Kita tak akan bermain curang. Tapi kita juga tak rela jika dicurangi.

6) Agama menggoreskan batin sangat dalam bagi penduduk Indonesia, termasuk pemilih Jakarta. Seorang pemikir boleh saja berjumpalitan dengan gagasannya sendiri. Namun seorang gubernur harus peka, menghormati dan peduli dengan keyakinan masyarakat yang dipimpinnya.

Sejak pemilu langsung pertama 2004, dan pilkada 2005, saya sudah berjumpa dan bicara pribadi hampir dengan semua tokoh penting. Saya sudah menangkan tiga kali pilpres, 31 kali pemilihan gubernur, dan 87 kali pemilihan walikota/bupati. Prabowo tergolong yang istimewa. Cepat sekali ia mengambil keputusan. Dan keputusannya langsung operasional diikuti jajaran di bawah.

Saya menyediakan waktu cukup panjang menemani team video untuk pernyataan Prabowo soal pilkada Jakarta. Namun penanggung jawab video menyatakan sudah selesai. Pidato cukup diambil sekali dan tak perlu diulang. Hasilnya langsung jadi dan bagus. Perjumpaan saya dengan Prabowo saat itu semakin menguatkan kesan. Ia pemimpin yang kuat, cerdas, cepat bergerak, dan memiliki core philosophy yang sudah dihayati soal kemana bangsa ini harus dibawa.

Dan lebih dari itu terasa penghormatannya yang mendalam bagi keberagaman umat beragama. Sekaligus juga terasa janji setianya pada Pancasila. Dalam WA di japri, Anies Baswedan juga menyenangi video itu. Isinya senada dengan sikap politiknya. Jakarta seperti itu yang ia inginkan. Dan memang Jakarta seperti itu yang mayoritas publik dambakan.(***)

Pilgub DKI Jakarta, Prabowo Temui SBY

Prabowo Subianto dan SBY (Foto Ist)

JAKARTA – Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan rencana koalisi antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat langsung di putaran dua ditangani oleh pimpinan Partai Prabowo Subianto. Saat ini Prabowo tengah menunggu kabar dari Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengadakan pertemuan keduanya.

“Pak Prabowo lagi menunggu waktu dari Pak SBY. Setelah jadwal memungkinkan akan dilakukan pertemuan,” ujar Sandiaga di Jakarta Timur, Senin (27/2/2017).

Lebih lanjut Sandiaga menuturkan, pertemuan dengan pimpinan partai lain langsung ditangani oleh para Sekjen dari Partai Gerindra dan PKS. Komunikasi koalisi Partai Gerindra dan PKS pun menjalin komunikasi yang baik dengan 3 parpol lainnya yakni PKB, PPP dan PAN.

“Dengan ketua parpol lain ditangani oleh Sekjen Gerindra dan Sekjen PKS. Sampai saat ini sudah berjalan,” ujar Sandiaga.

Lebih lanjut Sandiaga mengaku baik Partai Gerindra maupun PKS telah melihat peluang adanya sinergi yang terbangun dengan partai pendukung Agus Sylvi. Karenanya sesuai arahan Prabowo, PKS dan Gerindra memilih jemput bola untuk memenangkan pasangan Anies Sandi di putaran kedua 19 April mendatang.

“Kami diberi tahu oleh Pak Prabowo bahwa kita akan jemput bola. Kita akan inisiatif untuk menghubungi agar aspirasi (pendukung) Agus Sylvi bisa terwakili nanti,” ungkap Sandiaga.

Sandiaga memastikan di putaran kedua Anies Sandi bisa menghadirkan solusi untuk berbagai masalah yang dihadapi warga Jakarta. Juga bisa menarik perhatian pendukung Agus Sylvi untuk merapatkan barisan mendukung pasangan nomor urut 3.

“Pada putaran kedua Anies Sandi bisa hadirkan solusi bagi masalah dihadapi warga Jakarta dan menarik harapan pendukung Agus Sylvi,” pungkasnya. (*/ST)

Sandiaga Uno dari Mushala Hingga Beli CD di Pasar Malam

Sandiaga Uno (Foto Ist)

Sandiaga Uno (Foto Ist)

JAKARTA – Kali ini, Senin (31/10/2016), calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengunjungi warga Jalan Lempuk, di RW 13 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Sandiaga rupanya mampir di salah satu pedagang pakaian dalam, lalu membelinya.

Mulanya, Sandiaga tiba di lokasi itu dalam rangkaian kunjungannya, sekitar pukul 19.00 WIB. Tiba di lokasi, Sandiaga menyempatkan diri untuk shalat di sebuah mushala.

Dari situ ia meneruskan berjalan kaki sekaligus menyapa warga. Kedatangan rombongan Sandiaga mengundang perhatian warga. Ada yang ingin melihat, meminta foto bareng, bersalaman, atau sekadar menyapa.

Sandiaga menghampiri sejumlah warga yang sedang duduk di pinggir jalan atau depan rumah. Suasana jalan sedikit gelap, maklum tidak terlihat adanya lampu penerangan jalan yang menyala.

Pengawalan untuk cawagub DKI yang diusung Partai Gerindra dan PKS itu terlihat ditambah, dengan hadirnya aparat polisi setempat dan seorang anggota TNI. Meski begitu, aparat tidak ada yang menahan keinginan warga yang mau berinteraksi dengan Sandiaga.

Politikus Partai Gerindra itu juga leluasa menyapa warga. Hanya, pengawal dan tim relawannya membantu membuka jalan saat suasana penuh warga. Perjalanan Sandiaga kemudian mengarah ke sebuah pasar malam.

Sampai di sana, suasana pasar dadakan yang digelar di jalan kecil itu menjadi riuh warga yang mengerubuti Sandiaga. Ia menyapa dan meladeni warga termasuk pedagang pasar malam itu.

“Gimana Bu dagangannya,” tanya Sandiaga, kepada seorang pedagang, di lokasi Senin malam. “Alhamdulilah, Pak,” ujar seorang ibu pedagang.

Dalam kunjungan di sana, Sandiaga hanya berjalan sekitar setengah perjalanan, lalu kembali ke arah pos RW. Dalam perjalanan pulang itulah Sandiaga dibujuk untuk beli Celana Dalam (CD) oleh seorang penjual pakaian. Sandiaga akhirnya mau dan membeli sebuah celana dalam.

“(Pilih yang) Barcelona,” ujar Sandiaga menunjukkan ke warga.

Aksinya itu membuat ibu-ibu yang ada di sekitar Sandiaga tertawa geli. Pasalnya, Sandiaga sempat mengukur celana dalam itu di badan dan kepalanya. Ia kemudian membeli satu dan meminta seorang timnya membayar ke pedagang tersebut.

“Enggak apa-apa, celana dalam lagi basah,” canda Sandiaga, kepada awak media. (*/Faruk)

Safari di Masjid, Anies-Sandi: Kami Ingin Jakarta Maju dan Warga Bahagia

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Foto Ist)

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Foto Ist)

JAKARTA – Visi yang luar biasa, pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Anies BaswedanSandiaga Uno, kembali melakukan safari politik. Minggu (16/10/2016), Anies-Sandi menyambangi Masjid As-Syafi’iyah di Tebet, Jakarta Selatan untuk bersilaturahmi dengan para Jamaah.

Anies dan Sandiaga hadir di lokasi didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik, dan sekretaris tim kampanye Anies-Sandiaga, Syarif. Warga yang sudah berkumpul di lokasi langsung menyambut kedatangan Anies-Sandiaga.

Dalam sambutannya, Anies menyampaikan hal yang akan dia lakukan jika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Anies berjanji memberikan pendidikan, kesehatan, dan perekonomian yang setara kepada warga Ibu Kota.

“Kami bukan saja ingin memajukan kota, tapi kami ingin kota maju, tapi warganya bahagia. Memimpin bukan memimpin kota tapi warga di kota,” kata Anies di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu siang.

Ditambahkan Anies, hal itu dilakukan karena melihat ketimpangan ekonomi dan kehidupan yang terjadi saat ini di Ibu Kota. Anies juga mengajak warga memilih bakal calon gubernur-wakil gubernur berdasarkan program yang ditawarkan.

“Di bulan Februari, mari pastikan kita pilih gubernur bukan semata-mata karena kita pilih orangnya tapi mengubah nasib Jakarta lima tahun ke depan,” ujar Anies.

Warga yang hadir juga menyampaikan harapannya kepada Anies-Sandiaga jika terpilih menjadi pemimpin Jakarta.

“Kami berharap agar gubernur terpilih nantinya memperjuangkan keadilan sosial, ekonomi, politik, pemberdayaan kaum duafa, dan jangan korupsi. Mudah-mudahan Pak Anies yang menjawab ini,” kata seorang warga saat dilansir Kompas.com. (*/Ikhy)

iklan1