Tag: Satpol PP

Satpol PP dan Pedagang Takjil

Katamsi Ginano (Foto Istimewa)

Manado, hari ini, dikejutkan aksi Satpol PP membubarkan pedagang takjil. Orang-orang kecil yang punya kesempatan meraih rezeki di Ramdhan—bulan penuh berkah. Setahun sekali, kurang dari sebulan penuh, kesempatan yang biasanya sempit, datang denga nagak lapang. Tapi Covid-19 mengancam dan Satpol PP tiba untuk menegakkan aturan (yang sesungguhnya serba longgar).

Pendek kata: demi tak disambar Corona, dan untuk keselamatan serta kemaslahatan bersama, pedagang takjil wajib bubar jalan. Saya ingin berdiri di tengah. Pedagang takjil sedang berikhtiar; Satpol PP mesti melaksanakan tugas. Dan mereka bertemu di titik yang tampaknya sulit dikompromikan. Lalu, orang banyak (kita yang kebanyakan sesungguhnya berjarak dengan fakta dan kejadiannya) kasak-kasuk memperbenturkan pro kontra.

Mendukung yang dianggap lemah; sembari mengutuk yang kuat dan dipersepsi sewenang-wenang. Tidak adakah jalan tengah? Di Peru, seorang ekonom, Namanya Hernando de Soto, dulu sekali membuat eksperimen. Di salah satu pasar, dia memberikan modal dan mengajari pedagang kecil manajemen dan ide-ide perbaikan ekonomi. Eksperimennya sukses.

Dibukukan dan menginspirasi (bahkan kemudian diterapkan lebih luar biasa) oleh praktisi semacam Muhammad Yunus dengan Grameen Bank-nya di Bangladesh. Apa konklusi de Soto? Singkatnya: Orang menjadi miskin atau tidak berdaya bukan karena kapitalisme atau sebab yang kaya terlampau kuat untuk digoyang. Musabab kemiskinan, simpul de Soto, karena tak ada jalan atau akses ke kapital yang mampet.

Dengan memberikan akses pada kapital, disertai pengajaran agar yang miskin mampu mengelola kapitalnya, kelapangan akan tiba dengan sendiri. Ketimbang mengutuk Satpol PP sembari main pahlawan-pahlawan mengumbar simpati di media sosial (dan utama grup WA), mengapa kita tidak lebih kreatif?.

(1) Mari kita rising fund untuk memberikan akses ke kapital (modal) ke pedagang takjil, agar mereka punya gerobak (misalnya) dan lalu di tata agar memenuhi ‘’standar, protokol, bahkan selera penguasa’’ menghadapi Covid-19—juga masa setelah itu yang bukan saja di Ramadhan. Sebagai awal, mengapa tidak BAZ mengucurkan kapital (dana sebagai modal) untuk para pedagang takjil itu?.

(2) Mari kita (bukankah aktivis Muslim di sini hebat-hebat dan pintar-pintar) mengajari mereka manajemen; termasuk manajemen krisis hingga di masa Covid-19 ini mereka mampu memenej usahanya agar survive. (3) Dan supaya tidak menjadi omong kosong sok pahlawan, saya akan memulai dengan komitmen ikut membantu. Tinggal siapa yang bersedia bergabung agar menjadi kelompok yang bersama-sama secara nyata mengambil tindakan. Bukankah satu lidi tidak berguna dibanding sekumpulan lidi yang minimal bisa dijadikan sapu.

 

Penulis Katamsi Ginano, tokoh masyarakat dan aktivis

Bidik ASN Mangkir, Satpol PP Sekaligus Amankan 3 Siswa Di Pasar Pondabo

Satpol PP amankan siswa di luar sekolah saat jam belajar berlangsung dan diberikan pembinaan (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sering berkeliaran tidak jelas disaat jam kerja. Hal ini diungkapkan Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Max Iswadi Mokodompit.

Menurutnya, operasi untuk menertibkan ASN yang sering keluar disaat jam kerja merupakan instruksi dari Bupati Sehan Landjar.

“Ini intruksi dari pak Bupati. Makanya, kami hanya menjalankan tugas.” Ungkapnya.

Mokodompit menambahkan, kegiatan penertiban terhadap ASN sudah berjalan beberapa kali dengan melakukan penjagaan beberapa titik, namun untuk sidak terhadap ASN yang malas berdiam dikantor baru dilakukan pada Selasa (21/03/2017).

“Ini akan rutin kita laksanakan kedepan. Target kita bukan hanya tapi juga siswa yang berkeliaran disaat jam belajar.”  Ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Pandapotan Hutauruk mengatakan, untuk operasi yang dilaksanakan bertujuan untuk merazia ASN yang berkeliaran, namun ketika melakukan penyisiran di beberapa lokasi tim Satpol PP menemukan sejumlah siswa yang berkeliaran.

“Tiga siswa berseragam sekolah diamankan dari pasar Pondabo, dan tujuh lainnya merupakan siswa praktek kerja yang kita amankan dari kawasan hutan kota.” Jelasnya.

Menurutnya, para siswa tersebut diamankan karena berada di lokasi yang sepi disaat jam belajar. Menurutnya, 3 siswa yang berseragam sekolah diamankan karena dicurigai melakukan aktivitas yang tidak baik.

“Yang berpakaian sekolah dua siswa laki-laki dan 1 perempuan kita amankan dari Pasar Pondabo. Kita amankan karena curiga masa jam sekolah, malah berada di lokasi sepi sambil merokok. Sama halnya dengan siswa PKL yang berkeliaran tidak jelas.” Ungkapnya. (Rahman).

iklan1