Tag: SDM

Perlunya Standarisasi dan Keberpihakan kepada UKM

Standarisasi dan Keberpihakan kepada UKM serta Koperasi Perikanan, Sebuah Urgensi 

Bahtiar (Foto Suluttoday.com)

Bahtiar, Tenaga Ahli Anggota DPR RI Komisi IV Periode 2014-2019 dan Unsur Profesional Bidang Perikanan dan BUMN Perikanan

3 hari yang lalu seorang perempuan mengirimkan gambar konfirmasi soal transaksi penjualannya di shopee yang sejak tanggal 14 bulan Desember 2019 harusnya sudah dibayar tapi sampai saat ini belum ada konfirmasi pasti, saya tau dan paham bahwa layanan shopee pasti bagus tapi perlindungan dan kepastian transaksi untuk keluhan usaha perseorangan yang masuk kategori ukm belum mendapat perlindungan jelas.

Andai modal usaha yang sedikit tersebut tersendat dengan pembayaran tertunda maka sudah pasti akan menyebabkan masalah baru bagi pelaku usaha, modal kecil yang perlu diputar segera karena adanya permintaan langganan tertunda hanya karena keterlambatan pembayaran, tentu sangat merugikan ukm tersebut, pelanggannya pasti lari, sudah sedikit lari lagi. Ini hanya salah satu kasus kecil ukm/ person yang berjualan dengan mall online shope.

Pada tahun 2016 saya melakukan kunjungan ke kalimantan barat, murung raya, sampai ke Kabupetan Bengkayang, sulawesi tengah palu dan donggala mengecek potensi bisnis dan pengembangan koperasi dan ukm perikanan serta produk-produknya. Untuk koperasi ada beberapa masalah serius yang menyebabkan adanya koperasi sakit dan mati, tidak adanya pembinaan khusus bagi pengembangan koperasi dari sisi manajemen pengelolaan usaha, pemasaran maupun sdm terampil dalam pembukuan laporan, pendampingan dan adanya sengketa internal baik sengketa aset maupun lainnya.

Sementara untuk UKM produk-produknya masih banyak yang tidak terserap pasar baik karena pola pengemasan juga karena tidak adanya pengetahuan memadai membangun pasaran, kebanyakan ukm yang tidak laku produknya bukan karena tidak enak tapi karena tidak punya akses pemasaran dan pengetahuan memadai dalam manajemen pengelolaan. Arah Standarisasi UKM dan Koperasi Perikanan Koperasi dan ukm yang maju tidak sedikit karena memiliki SDm unggul dan pembinaan langsung dari ahlinya.

Pola pembinaan koperasi dan ukm kedepan perlu kebijakan pemerintah dalam melindungi apa saja bagian-bagian tersebut. Pertama, setiap koperasi perlu dilakukan standarisasi ketuanya agar dalam pelaksaan tugas dan kebijakan lembaga bisa terarah dan jelas. Kedua 2 orang ahli dalam koperasi perlu disiapkan 1 bagian laporan dan manajemen internal khususnya pembukuan, 1 lagi seorang yang memahami sistem pemberdayaan berorientasi bisnis ini untuk memiliki SDM ini perlu dilakukan standarisasi jika tidak koperasi akan banyak terbebani urusan internal.

Kedua dalam pengelolaan aset pemerintah perlu pengawasan dan penetapan agar aset_aset yang dimiliki koperasi tidak boleh dimiliki perseorangan cara terbaik menghindari konflik internal. Ketiga kehadiran pemerintah harus melakukan konsen pembinaan dan penataan koperasi berdasarkan klaster dan jenisnya, klaster a koperasi mati, klaster b koperasi sakit, koperasi sehat sehingga dalam proses pendampingan tidak salah terapi. Keempat, dalam pembuatan koperasi bagi perseorangan yang sudah mulai membangun usaha dan berjalan untuk dimudahkan dan didampingi berdasarkan standar.

Salah 1 contohnya, yaitu biaya notaris dalam 1 ukm bisa 1 juta atau lebih maka dengan adanya pendampingan dilakukan pendaftaran kolektif atau pemerintah menggratiskan akte dengan menunjuk Notaris khusus pendirian ukm. Kelima dari sisi pemasaran, ukm perlu membangun kerjasama dengan ukm lain serta memperlajari model ukm yang sudah sukses. Kerjasama yang saya maksudkan ukm jika menyewa tempat pemasaran di bandara akan kemahalan tapi jika kerjasama akan murah dan produk akan beragam menyebabkan konsumen tertarik.

Keenam perlindungan hukum dalam pelaksanaan kerjasama ukm dengan mall online seperti shopee dan lainnya agar pada praktek kerjasama ada kejelasan sehingga posisi ukm tidak menjadi imperior. Perlindungan ini perlu dilakukan untuk memberi sangsi kepada pelaku usaha yang tidak sehat dalam melakukan kemitraan. Tentu gambaran di atas tidak menjelaskan bahwa koperasi dan ukm kita tidak sehat, saya hanya mengambil sampel yang memang berkaitan orientasi tulisan, ada juga ukm dan Koperasi yang sehat dan mulai ekspor ikan. [**]

Kaunang: SDM Bidang HI Harus Profesional

Pelatihan keterampilan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara mengharapkan adanya sumber daya manusia (SDM) yang menangani masalah hubungan industrial (HI) yang profesional. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengawasan, Sandy Kaunang yang mewakili Kepala Disnakertrans Sulut, Erny Tumundo Senin (07/05/2018).

“SDM bidang HI harus profesional,” ujarnya saat membuka kegiatan pelatihan Ketrampilan Bernegosiasi dalam Hubungan Industrial di salah satu hotel di Kota Manado.

Menurut Kaunang melalui kegiatan ini diharapkan kemampuan bernegosiasi dalam hubungan industrial semakin baik sehingga mampu meminimalkan masalah yang kerap muncul di dunia kerja. Kaunang menegaskan kemampuan SDM yang ada di perusahaan dalam hal ini di bidang HRD harus bisa berkomunikasi dengan baik sehingga penyampaian keluhan dan penyelesaian perselisihan tidak menimbulkan konflik yang lebih besar dalam artian SDM di HRD harus mampu menjembatani antara pengusaha dan pekerja.(Cat)

Anita Wongkar Uji 78 Taekwondoin

Suasana ujian kenaikan tingkat di Buha Training Center (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Sebanyak 78 peserta taekwondo turut mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) DAN pada, Minggu (25/3/2018), di Buha Training Center, Manado. Ketua Panitia Jacky Waturandang mengatakan, peserta yang ikut berasal dari dojang-dojang atau klub taekwondo kabupaten kota se-Sulawesi Utara.

Menurutnya, kegiatan ini bagian dari peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Peserta sangat antusias mengikuti ujian.

”UKT ini mulai dari ujian DAN 1 sampai dengan DAN 4. Sebagai penguji yang memberikan ujian adalah Master Anita Wongkar dengan dua pendamping yakni, Sabeum HendraTololiu dan Sabeum Conny Najoan,” kata Jacky kepada Koran ini, Minggu (25/3/2018.

Dijelaskan, peserta yang berada di bawah naungan Taekwondo Indonesia (TI) Sulut ini sangat antusias, demi pengembangan dalam penyerapan ilmu taekwondo.

”Kegiatan ini juga untuk ujian tingkat Poomsae/DAN. Ini bentuk peningkatan ilmu beladiri taekwondo yang merupakan agenda resmi dari Pengprov TI Sulawesi Utara,’‘ tandasnya. (don).

Di Gorontalo, Penegakkan Perda Terkendala Belum Turunnya Pergub

Heriyanto Pakaya (Foto Suluttoday.com)

GORONTALO, Suluttoday.com – Kepala bidang Tibumtram Satpol. PP Provinsi gorontalo Heriyanto A.K. Pakaya, SH ketika ditemui diruang kerjanya menjelaskan tugas pokok dari Satpol PP itu adalah menegakkan peraturan daerah, dan ada sekitar 225 perda yang telah dilahirkan oleh pemerintah namun ada beberapa perda telah berjalan dan juga masih ada perda yang belum bisa dijalankan akibat belum ada peraturan gubernur (PERGUB) sehingga kami hanya bisa memaksimalkan apa yang sudah bisa ditegakkan.

Misalnya perda kawasan tanpa rokok dan perda miras yang harus ditegakkan dan ada sekitar 16 berkas kasus pelanggaran perda yang sedang diproses dan memiliki kekuatan hukum tetap, pada Kamis (16/03/2017).

Tentunya kendalanya masih banyak perda yang belum ditindak lanjuti dengan peraturan gubernur seharusnya dibaringi dengan pergub yang mengatur implementasi dari perda tersebut, kemudian sumberdaya manusia (SDM) dimana satpol pp sendiri hanya memiliki dua orang pegawai penyidik negeri sipil sehingga masih dirasa kurang.

Kemudian satpol pp terus melakukan pembenahan dalam melakukan tugas ditengah-tengah masyarakat sebab satpol pp bagi masyarakat adalah sangat menakutkan sehingga hal itu harus secepatnya dilakukan pembenahan dan juga minimnya penganggaran juga menyebabkan satpol pp tak bisa bergerak lebih banyak sehingga diharapkan kedepan ini bisa diperbaiki. (Robby).

Tumbelaka: ACE Sulut Siap Hadapi MEA

Seminar ACE Sulut resmi dibuka (Foto Romel)

Seminar ACE Sulut resmi dibuka (Foto Romel)

MANADO – Pengurus Assosiasi Chief Engineer (ACE) Sulawesi Utara (Sulut) terus berkomitmen mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sulut, terutama di bidang engineer, berbagai kegiatan yang telah dilakukan berupa pelatihan-pelatihan di masing-masing instansi seperti Hotel,Rumah Sakit dan perusahan-perusahan swasta yang memiliki gedung besar dan bertingkat di Sulut dan tergabung dalam ACE Sulut.

Hal ini disampaikan Ketua ACE Sulut, Agus Tumbelaka ST, kepada speednews-manado.com, usai Gathering,Seminar & 3” Annyversari ACE Sulut yang digelar di Swiss Bell Maleosan, Sabtu,(19/3/16).

Dikatakan Tumbelaka, saat ini ACE Sulut telah berusia 3 Tahun dan memiliki berbagai program-program kerja kedepan, dalam membantu pemerintah untuk percepatan pembangunan di Sulut. Dikatakannya, apalagi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, agar Sulut ini terlebih khusus di bidang engineer tidak dikuasai oleh para pekerja atau engineer dari luar.

”ACE Sulut siap hadapi pasar bebas MEA, untuk itu dibutuhkan para Chief Engineer yang handal dan professional, untuk bersaing di kanca pasar bebas MEA,” ujar Tumbelaka.

Tumbelaka juga berharap, agar dalam pelaksanaan Gathering dan Seminar saat ini boleh menambah wawasan bagi para Chief Engineer di Sulut.

”Semoga dengan pelaksanaan kegiatan ini, ACE Sulut bisa melahirkan inovasi serta terobosan baru dalam menghadapi tantangan pasar bebas asia. Juga berharap dengan kegiatan ini pula, boleh meningkatkan skill serta profesionalitas dari para Chief Engineer yang ada dalam ACE Sulut,” tandasnya.

Ditambahkannya, untuk bersaing di pasar bebas MEA, para engineer di Sulut diwajibkan memiliki sertifikat, agar mampu bersaing dengan para engineer dari negara-negara lain.

”Para Chief Engineer di Sulut kedepan diharapkan harus tersertifikasi, sehingga mampu untuk bersaing dengan Engineer lainnya yang masuk ke Negara Kita, agar para engineer di Sulut tidak tergeser oleh engineer dari luar negeri,” tutur Tumbelaka. (Amas)

iklan1