Tag: sehan landjar

Kampanye Terbuka PAN Manado, Ini Orasi Politik Bang Toyib

Bang Toyib saat berorasi diatas panggung (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Manado, Kamis (11/4/2019), menggelar Kampanye terbuka yang bertempat di Lapangan Ketang Baru. Acara berlangsung dari pukul 11.00 wita ini di hadiri para Calon Anggota Legislatif (Caleg) PAN baik tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi Dapil Kota Manado dan dan juga Caleg DPR RI dari dapil Sulawesi Utara (Sulut).

Selain di hadiri oleh Caleg-Caleg, acara kampanye terbuka yang di koordinir oleh Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kota Manado ini di hadiri langsung oleh Ketua DPW PAN Sulut, Sehan Landjar yang juga Sebagai Bupati Boltim serta Ketua DPD BM PAN Kota Manado.

Faisal Salim selaku Ketua DPD BM PAN Manado dalam orasi politik mengajak kepada pemuda dan pemuda Kota Manado yg mau memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara ini utk bergabung dg BM PAN. Saatnya pemuda pemudi berpolitik, politik yang santun, politik yang bersih dan politik yang bermartabat.

“Saya Mengajak pemuda dan pemudi Kota Manado yang mau memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara ini utk bergabung dg BM PAN. Saatnya pemuda/i berpolitik, politik yang santun, politik yang bersih dan politik yang bermartabat, Mengajak masyarakat untuk Memilih kader kader PAN, sekaligus mengawasi apabila mereka terpilih, jika baik maka dukung lah mereka, jika salah mari kita nasehati bersama2, maka BM PAN berada paling depan untuk meluruskan mereka para wakil rakyat yang salah jalan,” kata Bang Toyib sapaan akrab Faisal.

BM PAN akan mengawal amanah suara rakyat yang memilih para kader2 PAN dan tidak 1 suara pun yang akan diselewengkan kepada yang tidak berhak. Kata Faisal Lebih lanjut, Tokoh pemuda yang akrab di sapa dengan sebutan Bang Toyib dalam orasinya mengatakan bahwa tidak ada tempat untuk para pencuri suara di PAN.

Ribuan massa yang mengikuti kampanye (FOTO Suluttoday.com)

“Sebagai ‘anak kandung’ dari Reformasi, tidak ada tempat bagi para pencuri suara di PAN,” ujar Bang Toyib tegas.

Diakhir orasinya bang toyib mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mensukseskan pemilu 17 april nanti. “Pemilu 17 April sudah tidak lama, jadi marilah kita gunakan hak suara kita untuk memilih wakil rakyat yang amanah,” teriak Bang Toyib diatas panggung. (*/Redaksi)

STOP Urus DPW, Boby Daud Diminta Fokus Bangun DPD PAN Manado

Muzaqir Polo Boven, DPW PAN Sulut menerima dokumen Verfak dari KPU dan Boby Daud (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pernyataan tegas disampaikan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara (Sulut), Muzaqir Polo Boven terkait tanggapan Ketua DPD PAN Manado, Boby Daud terhadap polemik yang lahir di DPW PAN Sulut.

Senin (19/3/2018), Muzaqir saat ditemui secara gambang memberikan penjelasan batas kewenangan antara DPD, DPW dan DPP di internal PAN. Hal tersebut kata politisi PAN ini menjadi ukuran dan cerminan atas sejauh mana kader PAN mengetahui tentang konstitusi (AD/ART) partai, karena menurutnya Daud ‘kelewatan’ memberikan tanggapan.

”Kader PAN sejati itu mereka yang paham konstitusi partai dan tugas wewenangnya. Tidak sembarangan memberikan pernyataan, atau melakukan sesuatu yang bukan masuk kewenangannya. Nah, di PAN itu hierarkinya jelas. Ada DPP, DPW, DPD, sampai ke Tingkat Ranting, bila ada yang tidak paham lantas bersuara keras itu menggambarkan dia tak paham konstitusi partai. Biarkan urusan DPW PAN diselesaikan Saudaraku Sehan Landjar selaku Ketua,” tutur Bang Polo sapaan akrab Muzaqir yang didampingi sejumlah kader PAN.

Lanjut disampaikannya bahwa agar mampu menjaga geliat perkembangan PAN Kota Manado, maka Daud diminta fokus membangun PAN di Kota Manado. Soal dinamika DPW PAN Sulut biar menjadi domain DPW, apalagi adanya pembentukan tim 9 yang diberi amanah membentuk struktur bukan ‘melahirkan polemik’, sehingga tambahnya jangan diarahkan sehingga menjadi melenceng tugasnya.

”Ingat sekali lagi ini ranah DPW PAN Sulut, menjadi rancu nantinya bila dalam rapat-rapat kemudian yang hadir disitu adalah utusan DPD. Jangan membawa-bawa tim 9, karena rapat yang pernah dilakukan hanya kurang lebih dihadiri 2 atau 3 orang. Sebetulnya sederhana kita menghargai SK DPP PAN yang mana mengakui hanya ibu Felmy Pelleng itulah Sekretaris DPW PAN Sulut, bukan yang lain. Kemudian, kita lahirkan pula dinamika yang berkualitas dimana tiap tingkatan struktur pengurus menjalankan tugasnya masing-masing jangan tumpang tindih. Saran saya, stop urus DPW Boby Daud fokus saja bangun DPD PAN Manado. Janganlah kita memperlihatkan perlawanan terhadap perintah DPP,” tutur Bang Polo saat ditemui di salah satu rumah kopi di Manado. (*/Redaksi)

Wakili Sehan, Boby Daud Diduga Lecehkan SK DPP PAN

Boby Daud (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pernyataan tegas dan terkesan ngotot disampaikan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Manado, Boby Daud saat menanggapi adanya pemberitaan berjudul ”DPP Tegaskan Tak Ada Perubahan SK, DPW PAN Sulut Lakukan Pembohongan?”, menyebutkan bahwa penetapan Ayub Ali Albugis sebagai Sekretaris DPW PAN Sulawesi Utara (Sulut) telah sesuai prosedur.

”Tolong direkam, penetapan Pak Ayub Ali Albugis sebagai Sekretaris DPW PAN Sulut sudah berdasarkan aturan main. Hal tersebut dilalui dari berbagai proses, baik rapat maupun DPW menerima surat mosi tidak percaya dari bawah,” ujar Daud, Jumat (16/3/2018).

Saat ditanya soal Surat Keputusan DPP PAN, Daud mengaku belum ada. Walau begitu Daud terus memberikan penjelasan yang berkaitan dengan mekanimse internal PAN. Tak hanya itu, Daud yang menyebut telah diberikan wewenang dari Ketua DPW PAN Sulut, Sehan Landjar untuk mengklarifikasi berita itu mengatakan surat permohonan SK perubahan tengah diproses DPP PAN.

”SK DPP memang belum ada. Tapi semua sementara berproses, tahapan internal sudah kita lewati dan saya diberikan wewenang dari Ketua DPW PAN Sulut untuk memberikan penjelasan ini kepada media massa,” tukas Daud.

Untuk diketahui, Ketua DPP PAN Yandri Susanto yang juga mantan Sekretaris Jendral BM PAN ini menyampaikan bahwa SK DPW PAN Sulawesi Utara berlum dirubah. Kemudian, pada SK tersebut menerangkan Sekretaris DPW PAN Sulut adalah Felmy Pelleng, bukan Ayub Ali Albugis. Meski belum ada SK DPP, Daud tegaskan Ayub Sekretaris DPW PAN Sulut yang sah.

“Sampai saat ini belum ada perubahan SK DPW,” tutur Yandri yang juga Anggota Komisi III DPR RI ini. (*/Redaksi)

Tak Sepaham dengan SEHAN, Pengurus PAN Sulut Ramai-Ramai Mundur

Sehan Landjar dan Baso Affandi (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com –  Dinamika politik di Sulawesi Utara (Sulut) akhir-akhir ini menarik untuk disimak, selain tensi Pilkada yang meningkat juga terbaca peta koalisi dan adanya blok politik yang diprediksi terus meningkat. Sementara itu, resistensi di partai politik (Parpol) pun tak dapat diabaikan, hal tersebut mengakibatkan disharmoni politik. Sebut saja di internal Partai Amanat Nasional (PAN) Sulut yang dipimpin Sehan Landjar, SE.

Dimana DPW PAN Sulut sendiri, ditemui ada sejumlah pengurus PAN yang terang-terangan menunjukkan sikap ‘melawan’ karena tidak sejalan dengan Ketua DPW PAN Sulut. Alhasil, ramai-ramai pengurus PAN Sulut memutuskan untuk memundurkan diri, Sabtu (13/1/2018), Baso Affandi, SH Wakil Ketua DPW PAN Sulut, Ketua Komite Pemenangan Pemilu Wilayah PAN Sulut saat diwawancarai menyampaikan pengunduran dirinya dari pengurus.

”Iya, saya atas nama Baso Affandi, SH mundur dari Wakil Ketua DPW PAN Sulawesi Utara, jabatan Ketua KPPW dan Sekretaris Tim Pilkada PAN Sulut saya secara otomatis lepas, mundur sebagai kader PAN,” tegas Baso.

Jebolan HMI Cabang Manado ini saat ditanya apa alasannya sehingga memutuskan untuk memundurkan diri, dengan senyum khasnya Basso menyampaikan beberapa argumen kuat soal pentingnya kesamaan visi komitmen antara pemimpin Parpol dan pengurusnya. Bila itu tidak jalan, kata Basso maka langkah yang ditempuh merupakan alternatif terbaik.

”Alasan mundur karena tidak sepaham dengan model kepemimpinan Sehan Ladjar,” kata Baso.

Untuk diketahui tidak hanya Baso, ada sejumlah kader yang memiliki tugas secara struktural di PAN juga menunjukkan protesnya terhadap Sehan dengan rela melepaskan jabatannya. Diantaranya sebagaimana dirangkum media ini, adalah Irianti Mahadi, SH mundur dari jabatan Sekretaris KPPW PAN Sulut, begitu pula Sri Ade Ngali, SH melepaskan jabatan sebagai Wakil Sekretaris DPW PAN Sulut.

Ada juga Riva Tompodung, S.Sos, Wakil Bendahara PAN Sulut pun memundurkan diri. Selain itu, Ketua DPD PAN Kabupaten Minahasa Selatan, Greta Ngau pun dikabarkan telah memundurkan diri. Sampai berita ini dinaikkan, sejumlah kader PAN Sulut yang belum sempat ditemui, namun berdasarkan informasi mereka akan memundurkan diri bila Sehan masih konsisten dengan cara-cara memimpin partai seperti saat ini. (Amas)

Bupati Sehan Kritik Balai Jalan Nasional

Kondisi jalan nasional Buyat – Molobog yang rusak parah (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan Landjar, menyoroti kondisi jalan nasional Buyat –Molobog yang rusak dan memprihatinkan. Khususnya ruas jalan antara Desa Togid sampai Desa Motongkad. Kata bupati, kondisi jalan itu nyaris tidak bisa dilalui kendaraan.

“Seminggu belakangan ini kondisi jalan ini semakin membahayakan dan sangat mengganggu arus lalulintas. Bahkan, kebanyakan kendaraan tak bisa melanjutkan perjalananya karena jalan sudah tak bisa dilalui.” Katanya pada minggu (09/04/2017).

Ia mendesak agar Balai Jalan Nasioanal Sulawesi Utara (Sulut) segera melakukan penanggulangan kerusakan di jalan itu.

”Kami meminta Balai Jalan Sulut memperhatikan dan menseriusinya.” Tegas Eyang sapaan akrabnya.

Bupati dua periode itu menjelaskan, sejak 2012, ia sudah memberi masukan kepada Balai Jalan Sulut melalui Penanggunggung jawab pekerjaan waktu itu, agar khusus ruas jalan Buyat-Molobog di Desa Togid agar dipindah titikk koordinatnya. Kontur tanah di wilayah itu sangat labil, karena ada sungai di bawah jalan itu.

”Masukan saya tak ditanggapi (balai jalan). Malah perencanaan dan pelaksanaan proyek jalan itu pada posisi yang kurang tepat. Dan akibatnya apa yg dikhawatirkan justru terjadi.” Jelas Sehan.

Ia pun menyangkan pekerjaan jalan yang memakan anggaran yang sangat besar itu. Harusnya sejak awal  perencanaan dan analisisnya betul-betul matang. Apalagi  Pemkab Boltim sudah mengeluarkan biaya pembebasan lahan lebih dari Rp600 juta.

”Harusnya, masukan pemkab dan masyarakat jangan diabaikan. Karena kami di daerah yang lebih tahu tentang keberadaan jalan itu.” Kata Sehan. (Rahman)

iklan1