Tag: sekda manado

Buka Kegiatan Larwasda, LAKAT: Pengelolaan Keuangan Harus Berjalan Baik

Sekda Micler Lakat (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Di ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Jumat (23/11/2018), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Micler CS Lakat SH.,MH mewakili Wali Kota DR GS Vicky Lumentut, membuka kegiatan Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) tahun 2018.

Sekedar diketahui, kegiatan yang dilaksanakan Inspektorat Kota Manado tersebut bertujuan membantu memecahkan persoalan Perangkat Daerah di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam menyelesaikan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) yang direkomendasikan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).

”Kegiatan Larwasda ini, sebagai bentuk komitmen kita bersama dalam mewujudkan pemerintahan Kota Manado yang bersih dan berwibawa, terutama pengelolaan keuangan harus berjalan dengan baik serta keseriusan kita dalam menyelesaikan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan,” ujar Sekda Lakat.

Tindakan serius dari seluruh kepala Perangkat Daerah, kata Lakat karena mereka merupakan pejabat yang paling bertanggung jawab atas penyelesaian TLHP. Apalagi, jika TLHP tidak selesai sangat berpengaruh pada karir pejabat yang bersangkutan, meskipun sudah mengikuti assessment Jabatan Tinggi Pratama sebagai syarat sistem open bidding atau lelang jabatan terbuka Pemkot Manado.

Pembukaan Larwasda (FOTO Ist)

”Dengan adanya komitmen kita bersama sejak kita menerima hasil pemeriksaan tahun 2017 lalu, maka kita berkomitmen untuk melakukan perbaikan di tahun 2018 ini. Keseriusan menyelesaikan TLHP ini, tentunya berpengaruh pada seleksi lelang jabatan terbuka nanti, Karena, ada penilaian dari pimpinan pejabat mana yang mampu dan tidak, meskipun sudah ikut assessment,” ujar Sekda Lakat.

Dalam Larwasda tahun 2018, tambah Lakat, para kepala Perangkat Daerah serius dalam menyelesaikan TLHP. Tampak mendampingi Sekda Lakat, Asisten 3 Drs Frans Mawitjere, Kepala Inspektorat Kota Manado Drs Musa Hans Tinangon MSc, dan pimpinan perangkat daerah lainnya. (*/Redaksi)

Berminat Jadi Kepala Lingkungan di Manado, Ini Syaratnya

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut, Wakil Wali Kota Manado, Plt Sekda Manado, Rum Usulu, Inspektur serta Asisten (Foto Ist)

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut, Wakil Wali Kota Manado, Plt Sekda Manado, Rum Usulu, Inspektur serta Asisten (Foto Ist)

MANADO – Perekrutan Kepala Lingkungan (Pala) di jajaran pemerintahan Kota Manado sudah dimulai, hal tersebut diawali dengan tahapan pemasukan berkas (formulir), dan kriteria lainnya seperti disampaikan Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado, Drs. H. Rum Usulu yang menjabarkan bahwa berkas yang perlu disampaikan oleh warga Kota Manado yang berminat, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Surat Permohonan kepada Walikota Manado c.q. Camat
  2. Melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
  3. Melampirkan ijasah SLTA sederajat dan apabila di lingkungan tersebut tidak ada yang memiliki ijasah SLTA maka dapat diberikan dispensasi bagi calon yang berijasah setingkat di bawahnya.
  4. Melampirkan surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian
  5. Melampirkan surat keterangan berbadan sehat dari dokter
  6. Berusia serendah-rendahnya 30 tahun dan setinggi-tingginya 60 tahun sampai dengan saat seleksi atau per Januari 2017.
  7. Melampirkan surat pernyatan tidak/bukan pengurus partai politik, Pegawai Negeri, Pegawai Swasta, dan memiliki pekerjaan mengikat di tempat lain.

Adapun jadwal pelaksanaan seluruh tahapan rekrutmen Kepala Lingkungan memakan waktu 12 hari dengan pembagian Jadwal sebagai berikut :

16 – 18 Januari 2017, Pengumuman persyaratan calon kepala lingkungan

18 – 20 Januari 2017, Pendaftaran alon kepala lingkungan dibuka secara umum di tiap-tiap kecamatan di Kota Manado

23 Januari 2017, Seleksi berkas calon kepala lingkungan di masing-masing kecamatan

24 Januari 2017, Pengumuman Hasil kelengkapan berkas di masing-masing kecamatan selanjutnya diserahkan ke tim seleksi

25 – 26 Januari 2017, Pelaksanaan tes tertulis dan wawancara serentak di Gedung Serba Guna Pemkot Manado

30 Januari 2017, Pengumuman hasil akhir seleksi Para Kepala Lingkungan Terpilih oleh tim seleksi selanjutnya diserahkan kepada masing-masing kecamatan untuk diserahkan, diumumkan/ditempelkan pada papan pengumuman di setiap masing-masing kecamatan.

31 Januari 2017, Penyerahan Surat Keputusan kepada Kepala Lingkungan terpilih. (*/Amas)

Taufik Tumbelaka: Sekda Manado Itu Harus Cerdas

Taufik Tumbelaka saat memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

Taufik Tumbelaka saat memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Pembicaraan soal figur Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado tak bisa dipungkir ikut membentuk opini masyarakat, dimana saat terus berkembangnya isu yang konstruktif maupun dekonstruktif terhadap siapa Sekda yang akan mendampingi Dr GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan, selaku Wali Kota serta Wakil Wali Kota Manado untuk periode 2016-2021.

Menurut Taufik Tumbelaka, pengamat politik pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) peran Sekda begitu strategis dengan begitu tidaklah mudah tahapan menentukan Sekda. Selain melalui prosedur yang selektif, tugas Sekda juga akan memberi garansi terhadap suatu proses pembangunan di daerah, terutama kerja birokrasi.

”Fungsi Sekda itu seperti tanda tambah, dia ada di titik tengah dari tanda tambah itu. Maksudnya, keatas dia harus cerdas dan bisa memahami dengan bagus kemauan, keinginan serta harapan dari atasannya dalam hal ini Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Kesamping artinya harus bisa berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan mitra kerja seperti DPRD,” ujar Tumbelaka saat diwawancarai Suluttoday.com, Kamis (14/7/2016).

Ditambahkan Tumbelaka yang juga mantan aktivis mahasiswa UGM Yogyakarta ini bahwa Sekda berposisi seperti jantung birokrasi yang mestinya berjalan normal. Sehingga demikian, Tumbelaka mengingatkan tentang pentingnya Sekda memiliki kapabilitas, aksebilitas, kemudian personality.

”Kemudian, urusan kebawah bagi seorang Sekda adalah sebagai jantung birokrasi dan pemegang jabatan birokrat tertinggi maka seorang Sekda harus dapat mengatur, mengoordinasikan dan memimpin jajarannya agar roda pemerintahan serta target-target yang ditetapkan Pimpinan bisa sesuai harapan. Oleh karena itu, khusus seorang Sekda selain wajib dianggap kapabilitas (pantas dan layak) dan aksebilitas (kemampuan), harus punya nilai plus personality (kepribadian) yang kuat,” tutur Tumbelaka.

Untuk Sekda Manado, lanjut Tumbelaka memberi prediksi pada akhirnya akan mengerucut 3 figur, dimana 2 nama dari internal Pemkot Manado dan 1 dari Pemprov Sulut. Walaupun, kata Tumbelaka ada kemungkinan dari tempat lain namun probabilitasnya kecil. Selain itu, diduga nanti penentuan akhir siapa yang akan menjadi Sekda Manado, akan ada komunikasi antara DB 1 dan DB 1 A, ini dikarenakan antara lain salah satunya Manado merupakan Ibukota propinsi. (Amas)

Sendoh Bakal Tumbang, Usulu Kans Besar Jabat Sekda Manado

Ilustrasi kursi Sekretaris Daerah Kota Manado (Foto Ist)

Ilustrasi kursi Sekretaris Daerah Kota Manado (Foto Ist)

MANADO – Bakal ada rotasi posisi birokrasi di jajaran pemerintahan Kota Manado yang tidak lama lagi dilakukan mulai ramai diperbincangkan, salah satu posisi yang cukup dinantikan ada perubahan adalah keberadaan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado. Tentunya, Wali Kota Dr G.S Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota (Wawali) Manado Mor D Bastian, tak mau salah memilih orang yang dipercayakan menjabat Sekda.

Sejumlah nama yang mulai diangkat media massa dan memiliki kans besar dipercayakan sebagai Sekda Manado, menggantikan M.HF Sendoh yakni H. Rum Usulu yang menurut sejumlah kalangan pantas menjabat posisi tertinggi birokrasi di Kota Manado itu. Menurut Ridwan Yusuf, tokoh masyarakat Manado Utara menyampaikan Rum Usulu lebih tepat menjadi Sekda Manado

”Kalau mau dilihat dari sejumlah nama-nama yang muncul, sebagai birokrat senior Haji Rum Usulu sangat pantas menjadi Sekda Kota Manado. Ini tentu sangat beralasan, karena beliau birokrat senior kemdian alasan perimbangan jalannya kepemimpinan GSVL-MOR. Posisi Sekda Manado layak diisi birokrat yang memiliki jejang karir dari bawah,” tutur Kak Ai sapaan akrab Yusuf.

Ditempat terpisah, Muchsin Domili, tokoh muda Manado asal Wenang ini menilai pentingnya GSVL-MOR selektif mengusulkan nama-nama calon Sekda Manado kepada Gubernur Sulut. Agar ketika ditetapkan Gubernur tidak menjadi kendala kerja birokrasi di Manado kedepannya, tidak hanya itu komposisi struktur ‘pelangi’ menurut perlu diperhatikan.

”Urgen memang Pak Wali dan Wawali mengusulkan nama-nama Sekda Manado ini secara selektif, kami warga Manado tentu berharap kedepan Sekda tidak kemudian bekerja menghambat pekerjaan Wali Kota dan Wawli Manado. Sekda selain memiliki integritas, punya komitmen mengabdi, mau dan siap bersinergi dengan pemimpin Kota Manado, bukan menjadi benalu birokrasi. Nah, salah satu tokoh muslim seperti Haji Rum Usulu menurut saya layak dampingi GSVL-MOR,” ujar Onong sapaan akrab Muchsin saat diwawancarai Suluttoday.com, Jumat (17/6/2016). (Amas)

Haefrey Sendoh, Sekda Manado Ikut Disebut dalam Sidang MK

Ir. Haefrey Sendoh (Foto Ist)

Ir. Haefrey Sendoh (Foto Ist)

JAKARTA – Praktek yang dinilai melampawi batas kewajaran sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan, Haefrey Sendoh, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado. Dimana sebelumnya, atas sikap yang dinilai berlebihan tersebut Sendoh akhirnya dipolisikan organisasi Pemuda Pancasila Sulawesi Utara belum lama ini karena diduga terlibat bagi-bagi uang saat Pilkada Manado dengan Nomor STPLP/3163/XII/2015/Sulut/Resta Manado.

Hal inilah yang menjadi alasan kenapa Sendoh yang katanya birokrat berpengalaman dan profesional ini disebut dalam sidang sengketa hasil pemilihan Pilwako Manado di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (14/3/2016) pagi tadi. Saat membaca tanggapan atas gugatan Harley Mangindaan-Jemmy Asiku, paslon Nomor Urut 1 di Pilwako Manado, kuasa hukum pihak terkait, GS Vicky Lumentut-Mor D Bastiaan, paslon pemenang Pilwako Manado menyebut nama Haefrey Sendoh.

”Kami tidak berpotensi untuk melakukan rekayasa dalam proses di Pilkada Manado, dimana calon Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut semenjak tanggal 8 Desember 2016 tidak lagi menjabat Wali Kota Manado. Kemudian, sesudah itu ada juga mutasi pejabat eselon II, bahkan yang berpeluang melakukan itu adalah paslon lain. Termasuk, keterlibatan Sekretaris Daerah Kota Manado, Ir Haefrey Sendoh yang terlibat bagi-bagi duit pada masyarakat agar memilih calon Nomor Urut 1 di Pilwako Manado. Ini terbukti dari laporan salah satu Ormas ke pihak kepolisian Manado,” ungkap Utomo Karim, kuasa hukum pihak terkait (GSVL-MOR) saat membacakan eksepsi didepan Majelis Hakim MK. (Amas)

iklan1