Tag: senator djafar alkatiri

Senator Djafar Minta Menteri Desa Percepat Penyaluran Dana Desa

Ir. Hi. Djafar Alkatiri, M.PdI, Senator Dapil Sulawesi Utara (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Komite 1 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPR RI), Rabu (22/4/2020) menggelar Rapat Kerja bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia dengan agenda pembahasan regulasi dan implementasi kebijakan atas Desa selama Pandemi Virus Corona (COVID-19). Anggota DPD RI, Ir. Hi. Djafar Alkatiri, M.PdI, juga mengatakan pentingnya Menteri Desa meletakan standar syarat yang tepat.

Djafar mengatakan bahwa kurangi kriteria Desa sasaran penerima dana Desa. Sebab situasi saat ini tidak normal, masyarakat terjepit. Kemampuan masyarakat Desa terbatas dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. Kita sedang berada pada situasi bencana nasional adanya wabah Covid-19 dengan kebijakan negara menerapkan PSBB.

“Saat ini dana Desa baru tersalur ke desa sebesar 13 persen. Pemerintah segera selesaikan sinkronisasi data desa baik dari BPS, Kemendagri maupun data desa dari Kemendes sendiri. Agar tdk terjadi penerimaan ganda baik itu BLT, PKH, Bansos, bantuan lansia, dan bansos keluarga pra sejahtera,” ujar Djafar dalam rapat vitual tersebut.

Agar diketahui, rapat yang dilaksanakan melalui Video conference yang dihadiri Wakil Ketua Komite 1 DPD RI ini berjalan lancar. Rapat tersebut, Djafar menyampaikan beberapa perhatian pemikirannya tentang strategi penanggulangan Covid-19.

“Saya menyampaikan agar Pak Menteri tolong diperhatikan tentang kriteria tentang masyarakat pra sejahtera dalam mencukupkan kebutuhannya dalam tiap hari. Kalau dana Rp. 600.000 yang dikucurkan pemerintah. Paling lama untuk kebutuhan 2 minggu pemanfaatannya. Kemudian, harus segera bantuan ini disalurkan ke masyarakat,” kata Senator Djafar.

Sentor Djafar Alkatiri ketika memberikan masukan (Foto Suluttoday.com)

Beberapa keputusan yang diambil dalam rapat tersebut diantaranya; 1. Komite I DPD RI meminta Kemendes PDTT RI untuk menyederhanakan regulasi yang berkaitan dengan pemanfaatan Dana Desa untuk penanganan Covid-19 khususnya Permendesa PDTT Nomor 6 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2020 (business not as usual) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

2. Komite I DPD RI mendesak Pemerintah dalam hal ini Kementerian Desa PDTT RI untuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar melakukan percepatan penyaluran dan pencairan Dana Desa tahun 2020.

3. Komite I DPD RI meminta Kemendes PDTT RI untuk: A. Memastikan pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) tepat sasaran dengan melibatkan kelompok miskin, penganggur, setengah penganggur dan kelompok marjinal lainnya; B. memastikan pelaksanaan BLT agar tepat waktu dan tepat sasaran serta melibatkan pemangku kepentingan di Desa; C. memastikan kedua hal tersebut dilakukan melalui mekanisme musyawarah desa (musdes) sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

4. Komite I DPD RI dan Kemendes PDTT RI sepakat untuk mendorong kesepahaman antara Badan Pemeriksa Keuangan RI, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan RI, dan Inspektorat terkait pemanfaatan Dana Desa untuk Covid19. 5. Komite I DPD RI sepakat dengan Kemendes PDTT RI untuk saling bersinergi dalam rangka pelaksanaan program-program penanggulangan Covid19 di Desa.

(*/Bung Amas)

Pastikan Kesediaan Fasilitas, Senator Djafar Turlap di Rumah Sakit, Puskes dan Klinik

Senator Djafar membagikan masker di Rumah Sakit (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mencegah kesediaan dan kesiapan beroperasinya rumah sakit, Puskesmas Pembantu dan Klinik aktif melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19). Senator Hi. Djafar Alkatiri, M.Pd.I, melakukan agenda Turun dan Lapangan (Turlap) di beberapa lokasi yang ada di Kota Manado. Wakil Ketua Komite 1 DPD RI ini saat diwawancarai, Senin (6/4/2020), menyebutkan tugasnya selaku wakil rakyat di Senayan untuk ikut mencegah wabah Corona.

“Selaku anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, khususnya Dapil Sulawesi Utara saya bertanggung jawab mencegah Virus Corona. Beberapa hari ini saya turun langsung memonitor Rumah Sakit, Puskes Pembantu dan Klinik untuk memastikan intensitans mereka dalam memerangi Corona. Selain itu, kesiapan fasilitas juga saya cek,” kata Djafar.

Politisi yang juga pernah menjadi Ketua DPW BKPRMI Sulut itu mengajak stakeholder untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat guna bekerja secara kolosal mengantisipasi penyebaran Corona. Ketenangan masyarakat juga, tambah Djafar perlu dijamin pemerintah.

“Dalam menghadapi situasi bencana nasional yakni mewabahnya Corona kita mengharapkan kerja sama semua pihak. Saya juga mengajak masyarakat mari kita hidup sehat, dibeberapa titik Rumah Sakit dan Puskesmas juga sedang giat, mentaati perintah pemerintah pusat serta pemerintah daerah. Sembari kita mewaspadai Corona, saya menghimbau, sekaligus mengingatkan agar pemerintah benar-benar menjadi kenyamanan warganya. Jangan membuat rakyat panik,” ujar Djafar, mantan anggota DPRD Manado dan juga mantan anggota DPRD Provinsi Sulut ini.

Senator saat dikusi dengan tenaga medis (Foto Suluttoday.com)

Politisi yang pernah beberapa periode menjadi Ketua Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Sulut itu dalam kunjungan kali ini juga tak lupa memberi support kepada para tenaga medis. Bagi Senator Djafar di tengah tugas semua elemen rakyat memerangi Virus Corona, tenaga medis menjadi garda terdepannya.

Senator Hi. Djafar ketika memberi support kepada tenaga medis (Foto Suluttoday.com)

“Para tenaha medis juga perlu kita support. Karena pandemi Virus Corona ini menyerang siapa saja yang tidak mematuhi standar hidup sehat, mereka yang terjangkit. Itu sebabnya mari saling mengingatkan. Warga Sulut saya himbau agar sama-sama kita patuhi himbauan pemerintah. Posisi para tenaga medis menjadi pelopor dalam menjaga keselamatan rakyat saat ini disaat kita melawan Corona. Untuk itu saya juga mengingatkan mereka agar jaga kesehatan,” tutur Senator Djafar menutup.

(*/Bung Amas)

Antisipasi Kegaduhan, Senator Asal Sulut Minta Presiden Segera Buatkan PP

Senator Djafar Alkatiri (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mewabahnya Virus Corona memang membawa beragam dampak yang dirasakan masyarakat Indonesia. Tidak hanya cemas, takut dan kepanikan, bermunculan pula soal tafsir berbeda tentang Karantina Wilayah. Tentu tujuannya adalah agar mengamankan suatu wilayah sehingga tidak meluasnya penyebaran Corona.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI, Djafar Alkatiri, Selasa (31/3/2020) angkat bicara. Menurut Djafar perlunya dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait tafsir atas Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Jika itu dilakukan, akan dengan sendirinya meredam perdebatan.

“Bisa berujung ketidakpeecayaan publik pada pemerintah. Bentuk protes dan lain-lain jika dalam kondisi seperti itu UU tentang Karantina Kesehatan itu tidak didukung Peraturan Pemerintah. Atas alasan itu, saya mengusulkan Pak Presiden Ir. Joko Widodo segera mengeluarkan PP. Kita menghindari salah tafsir, dan bias lainnya,” kata Senator Djafar.

Wakil Ketua Komite 1 DPD RI itu mengaku bahwa saat ini terjadinya pengaduan dan keluhan masyarakat yang juga disampaikan kepada dirinya, terkait pembatasan sosial dan karantina wilayah. Disampaikannya pula bahwa harga menangani penyebaran Covid-19 begitu berarti, dan sepadan dengan pemerintah menjaga kenyamanan masyarakat.

Senator Djafar kunker dengan Kapolda Sulut (Foto Suluttoday.com)

“Ini semuanya saling terkait. Jika masyarakat dalam situasi panik, karena kondisi penerapan aturan yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, maka yang terjadi juga ketidaknyamanan bersama. Kita menginginkan penanganan Covid-19 tertib, tidak muncul resistensi atau pertanyaan-pertanyaan pesimisme dari masyarakat. Kita memerangi Covid-19 dengan mengajak masyarakat bersama, penuh kesadaraj dan edukasi,” ujar Djafar, Senator asal Sulawesi Utara (Sulut) ini tegas.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara mengharapkan agar Presiden secepatnya mengeluarkan PP guna memberi solusi atas cara kerja karantina wilayah. Bagi Senator Djafar, penanganan Covid-19 dilaksanakan secara terintegrasi, tidak sekedar menunaikan kewajiban tugas saja. Melainkan sisi kemanusiaan juga penting dipertimbangkan.

(*/Bung Amas)

Senator Djafar Gelar Sayembara Politik, Kumpulkan Kandidat Wawali Manado

Senator Djafar Alkatiri (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Bertempat di kediaman pribadinya, Maasing Lingkungan 3 Kecamatan Tuminting Kota Manado, Djafar Alkatiri anggota DPD RI menggundang para bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali Kota (Wawali) Manado, Jumat (3/1/2020). Bertepatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) SenatorbDjafar yang ke-50, momentum ini menjadi ajang silaturahmi bagi para politisi muslim Sulut.

Djafar dalam sambutannya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan. Utamanya para bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wawali Manado. Menurut Djafar yang juga Ketua Keluarga Besar PII Sulut ini Pilkada Serentak 2020 harus menjadi titik temu dan penyatuan bagi politisi muslim Sulut.

Tokoh masyarakat dan kandidat Wawali Manado (Foto Ist)

“Tentu ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada hadirin sekalian. Para politisi, pemuka agama, aktivis pemuda dan tokoh masyarakat Sulawesi Utara yang hadir dalam acara selamatan saya malam ini. Semoga Allah meridhoi segala usaha kita. Silaturahmi intens terus kita kembangkan. Pilkada 2020 harus membuat kita makih solid, ayo bersatu lakukan konsolidasi politik,” kata Alkatiri yang juga mantan anggota DPRD Sulut ini.

Tidak hanya itu, Senator asal Sulut yang dikenal vokal tersebut meminta para kandidat Wali Kota dan Wawali menyampaikan sepatah dua kata untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Wakil Ketua Komitr 1 DPD RI ini pun memberi panggung terbuka bagi para hadirin.

Para undangan (Foto Suluttoday.com)

“Mari kita memperkuat ukhuwah, jangan terpolarisasi karena politik. Malam ini juga saya mengundang para pengamat politik, akademisi, fiksiwan, dan para senior-senior untuk hadir. Jangan sia-siakan kesempatan politik di 2020 ini. Saya siap bersama, mewujudkan cita-cita politik umat Islam Sulut. Saya juga meminta para bakal calon Wali Kota dan Wawali Manado untuk menyapa masyarakat,” ujar mantan Ketua DPW BKPRMI Sulut ini menutup.

Suasana kebersamaan diacara Senator Djafar (Foto Suluttoday.com)

Sekedar diketahui melalui kesempatan ini, dr Taufiq Pasiak menyampaikan sikap mengurungkan diri maju sebagai calon Wali Kota Manado. Para bakal calon Wali Kota yang hadir dan menyampaikan sambutan adalah Machmud Turuis, Abid Takalamingan, Syarifudin Saafa, Irma Hunta, Irwan Pakaya alias Comel, Kaka Enda, Ulyas Taha dan Ayub Albugis. Para Ketua-Ketua Ormas juga ikut hadir, Mahyudin Damis selaku akademisi Unsrat, Reiner Ointoe Fiksiwan, sejumlah wartawan dan aktivis pemuda muslim Sulut juga hadir. Hadir juga ibu-ibu majelis taklim dan aktivis perempuan.

Seperti menggelar sayembara politik, Senator Djafar merekatkan persaudaraan bagi para tokoh-tokoh umat Islam Sulut. Sebelum sesi perayaan HUT, Senator Djafar juga mengunjungi dan berbagi kasih dengan anak-anak yatim di Panti Asuhan. (*/Redaksi)

Aktivis Muslim Sulut Lahirkan Maklumat Politik

Sesi pembukaan FGD (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Sepakat untuk menyatukan persepsi demi mewujudkan kebersamaan ditengah keberagaman pandanga serta afiliasi politik. Senin (25/11/2019), Aktivis Muslim Sulut (AMS) menggelar Focus Group Discussion dengan mengangkat tema: Pilwako Manado 2020; Peluang Tokoh Muslim. Kegiatan ini bertempat di Kantor DPD RI Sulawesi Utara (Sulut), Tikala Kota Manado.

Sejumlah narasumber dihadir, yakni anggota DPD RI asal Sulut H. Djafar Alkatiri, Ketua PAN Kota Manado Boby Daud, Ketua PPP Kota Manado Madzhabullah Ali, dan Ketua PKS Kota Manado Abu Hasan Syafi’i. Menurut Senator Djafar pentingnya penyatuan umat dilakukan untuk mengawal kepentingan bersama. Djafar menilai ada lompatan kemajuan yang muali terlihat dalam silaturahmi yang digagas AMS.

”Sejumlah konsep politik yang strategis telah kita telorkan. Dari pengalaman, kebutuhan umat, refleksi politik dan realitas jelang Pilwako Manado 2020, maka diperlukan persatuan. Hal ini dilakukan bukan sekedar mempertegas identitas politik kita, atau membuat politik kita menjadi konservatif. Melainkan upaya konsolidasi kepentingan bersama. Berbagai format yang tepat kita ambil, tujuannya adalah melahirkan kebersamaan. Gempuran politik pragmatis melalui politik transaksional ini menjadi ancaman nyata terhadap demokrasi, perlu strategi membendung itu,” ujar Djafar yang juga mantan Sekretaris Jenderal BKPRMI ini tegas.

Bang Reiner Ointoe saat memberikan pengantar diskusi (FOTO Suluttoday.com)

Sebelum masuk pada sesi pemaparan dari narasumber. Budayawan Sulut, Reiner Emyot Ointoe yang adalah tokoh AMS didaulat untuk menyampaikan beberapa pikiran penting. Menurut Reiner, untuk mengusung calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota muslim di Kota Manado diperlukan keseriusan. Harus gerak cepat, kerja kolektif dan bagaimana merekomendasikan figur yang siap lahir batin.

”Jangan lagi kita bicara soal peluang. Sebab, hal itu sebetulnya kita warga muslim Manado dan Sulut sudah mahfum. Kita punya segudang kemampuan dan potensi kepemimpinan. Yang utama iadalah persatuan. Niat dan kekompakan berjuang itulah yang utama. Ayo, untuk Pilwako Manado 2020 kita konsolidasikan kekuatan agar mengusung figur yang mapan. Sosok yang mampu secara konseptual, pengalaman, jejaring. Intinya, kalau berkolaborasi segala usaha yang positif akan dapat kita jawab bersama,” tutur Reiner.

Kebersamaan dan kegembiraan pada giat AMS (FOTO Suluttoday.com)

Sementara itu, tiga partai politik yang berbasis Islam yang hadir sepakat bahwa gerbong keumatan harus diselamatkan. Mereka bahkan berencana membuat sekretariat bersama (Sekber) untuk mengakomodir kepentingan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota muslim.

”Kami telah melakukan pertemuan intens soal persatuan umat ini. Walau tidak terekspos media massa, agenda Pilwako Manado menjadi titik start yang penting untuk meneguhkan kebersamaan. Kita harus menyatu, dan PKS, PPP bersama PAN kami sudah berencana membuat Sekber,” kata Hasan, Ketua PKS Manado.

Hal senada juga diperkuat Ichal, sapaan akrab Madzhabullah bahwa diperlukan komunikasi yang rutin antara tokoh-tokoh Islam, elemen ormas dan pimpinan partai politik. Politisi muda yang vokal itu mengajak agar semua pihak menurunkan ego sektoral demi kemajuan umat. Ichal menilai basis suara umat Islam di Manado tak dapat diabaikan dan perlu dikonsolidir.

Senator Djafar memberikan uraian peta politik dan apa yang harus dilakukan (FOTO Suluttoday.com)

”Kuncinya harus bersatu. Itu dulu, baru kita menjawab satu persatu kebutuhan umat. Kemudian, bila kita tidak melakukan konsolidasi, tidak melahirkan kesepakatan bersama di Pilwako Manado 2020 ini menjadi kegagalan besar. Artinya, diperlukan kolaborasi yang serius. Para tokoh, elemen strategis umat Islam dan pimpinan partai politik harus massif berkomunikasi, kita sudah punya satu kesepahaman yakni persatuan umat,” tutur Sekretaris Majelis Daerah KAHMI Kota Manado ini tegas.

Para tokoh yang hadir diantaranya Dr Taufiq Pasiak, bakal calon Wali Kota Manado. Faisal Salim, Kaka Enda, Abid Takalamingan yang masing-masing sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Manado. Mereka diberikan kesempatan bergiliran menyampaikan pokok-pokok pikiran. Secara garis besar ada titik temu yakni kebesaran hati untuk saling memberi support di Pilwako Manado 2020.

Ketua BKPRMI Manado membaca doa saat acara penutupan (FOTO Suluttoday.com)

Untuk diketahui, selaku Koordinator FGD adalah Muhammad Andi Roem Bongkang. Kegiatan yang dimoderatori Syafril Parasana ini dihadiri sejumlah tokoh parpol, tokoh aktivis pemuda, jurnalis, tokoh agama dan birokrat muslim. Kemudian, AMS dalam forum ini melahirkan maklumat politik. Yaitu bentuk pengumuman atau pemberitahuan tentang sesuatu yang berkaitan dengan hal politik di suatu wilayah. Dalam konteks Kota Manado ada titik kesepakatan yaitu dibangunnya gerakan kolaborasi.

Pertemuan berkala juga akan dilakukan dalam waktu dekat ini dan secara intens. Sampai melahirkan apa yang menjadi target konkrit umat Islam Kota Manado. Upaya mengkanalisasi gagasan besar dan tokoh-tokoh muslim yang akan bertarung di Pilwako Manado mulai mendapatkan gambaran nyata.(*/Amas)

iklan1