Tag: shs

LEGASI, IKON & PERSONALITAS

Reiner Ointoe bersama mantan Gubernur Sulut dan mantan Rektor Unsrat (Foto Ist)

Oleh : Reiner Ointoe, Fiksiwan

Tak banyak orang di uzur usia dikaruniai begitu banyak anugrah yang penuh makna. Seperti yang dialami oleh Profesor Morrie Schwarz ketika di ujung umurnya mencapai lebih dari 70 tahun divonis akan mati dengan penyakit ALS (amyotrophic lateral sclerosis) atau Lou Gehrig yang ganas dan menyerang sistem saraf hingga surut tubuhnya tak berdaya.

Morrie profesor sosiologi kondang dari universitas Brandeis kota Waltham Massachusetts pada tiap selasa di akhir tahun 90-an didatangi mantan mahasiswanya, Mitch Albom, untuk meminta menguliahinya ilmu kehidupan yang paling aktual dan fundamental soal makna hidup. Mengingat di usia uzur dan penyakit yg akan segera membuat ia wafat. Tapi, soal penuaan dan kematian, Morrie punya pesan:

“Mitch, kita tahu penuaan itu tidak hanya berarti pelapukan, tetapi juga pertumbuhan. Penuaan tidak hanya bermakna negatif, bahwa kita akan mati, tetapi juga makna positif, bahwa kita mengerti kenyataan bahwa kita akan mati, dan karena itu kita berusaha untuk hidup dengan cara lebih baik.”

Begitu pesannya, yabg dituliskan Mitch dalam bukunya yang menjadi sangat populer: Tuesdays With Morrie (1997). Demikian pula makna hidup yang bisa saya petik dari seorang cukup lanjut usia, tapi masih menorehkan prestasi-prestasi kehidupan dengan catatan yang tiada habisnya untuk dikeruk. Dalam satu hal, personalitas orang ini yang sangat dikenal dengan sapaan SHS nama lengkapnya Sinyo Harry Sarundajang, memiliki legasi (warisan) yang masih terus ia oretkan pada lintas generasi yang hingga kini terus dirawatnya dengqn penuh kesahajaan dan sangat berkesan.

MacNelly & Wolverton menyebutnya sebagai judul bukunya: Reinventing of Knowledge (Merawat Ilmu Kehidupan) sepanjang masa. Sebagai apresiasi saya, sudah lebih dari 25 tahun atau sepertiga kehidupan SHS (kini Duta Besar Filipina) yang baru saja membebaskan sandera dari cengkraman gerakan banditisme internasional Abu Sayab, perkenalan saya diawali dengan menukiskan biografi hidup yang hampir tiga periode menjadi Walikota Bitung pertama secara definitif.

Buku karya Sarundajang (Foto Ist)

Pun di kampung halamannya, Kawangkoan, daerah yang pernah dikunjungi Gubernur Batavia, Christian Pahud pada abad ke-18, dan dipuji sebagai negeri yang “indah dan ramah” seperti dicatat oleh Graafland dalam bukunya: Minahasa (1869). Legasi itu, tidak sekedar artefak sebagai ikon spiritual seperti patung Jesus Kristus setinggi 30 meter — menurut beliau “diinspirasi lewat mimpinya bertemu Jesus” — dan berada di puncak gunung Emung. Dari atasnya, kita bisa memandang seantero kota Kawangkoan yang dikenal dengan kacang dan biapongnya.

Selain itu, di Kinali, di keluasan halaman rumahnya yang asri, tegak sebuah gedung yang menampung kurang 41.000 judul buku dalam pelbagai disiplin ilmu pengetahuan denga jumlah eksemplar kurang lebih 100.000. Sembari merenungkan usia dan undangannya, saya pun terus diingatkan oleh impresi dan empati kehidupannya yang sarat dengan makna hidup sebagai sebuah diktat kuliah tak pernah bosan membacanya. Happy Birthday Mr. Ambassador. You are the real our Professor. You are also the living gift thats the special one we own all the lifetime.

Spirit Natal, GSVL-MOR Pimpin Rombongan Lakukan Safari

Wali Kota GSVL melakukan safari Natal dan menggendong cucu tersayang (Foto Ist)

Wali Kota GSVL melakukan safari Natal dan menggendong cucu tersayang (Foto Ist)

MANADO – Merayakan Hari Natal tahun 2016, Minggu (25/12/2016), Wali Kota Manado Dr G.S Vicky Lumentut bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Mor Dominus Bastiaan SE memimpin rombongan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melaksanakan Safari Natal di rumah kediaman Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE, di Desa Kolongan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut),

Setibanya rombongan di rumah Keluarga Dondokambey Tamuntuan, rombongan Pemkot Manado langsung berjabat tangan dan memberi ucapan Selamat Natal kepada Gubernur OD sapaan akrab Olly didampingi istri Ny Ritha Dondokambey Tamuntuan.

“Sebagai Wali Kota atas nama masyarakat Kota Manado saya menyampaikan selamat merayakan Hari Natal buat Pak Gubernur Olly Dondokambey dan keluarga Dondokambey Tamuntuan. Semoga damai Natal akan memberi kekuatan bagi Pak Gubernur dalam menjalankan pemerintahan di Provinsi Sulawesi Utara,” ucap Wali Kota yang diusung Partai Demokrat ini.

GSVL dan Mor didampingi Plt Sekretaris Daerah Kota Manado saat melakukan safari Natal (Foto Ist)

GSVL dan Mor didampingi Plt Sekretaris Daerah Kota Manado saat melakukan safari Natal (Foto Ist)

Setelah mengunjungi rumah Gubernur OD, rombongan kemudian melanjutkan Safari ke rumah dinas Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulut Richardo Sitinjak, SH.,MH di jalan Pumorouw, Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala. Kemudian ke rumah dinas Wakil Gubernur Drs Steven O Kandouw serta Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Edwin Silangen, SE.,MSi.

Selanjutnya, Wali Kota yang akrab disapa GSVL ini tidak lupa menyambangi rumah kediaman mantan Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) di Kelurahan Winangun, Kecamatan Malalayang. Usai Safari Natal, Wali Kota GSVL didampingi isteri Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene, MS.,DEA dan anak-anak serta cucu menggelar open house menerima ucapan selamat dari Muspida, para pejabat, tokoh agama serta masyarakat umum di rumah dinas Wali Kota Manado, kawasan Bumi Beringin Manado.(*/Amas)

Silalahi: ”Dewan Pers Bukan Tuhan…..”

Gubernur Sulawesi Utara ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Gubernur Sulawesi Utara ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Melalui kesempatan tatap muka dengan para jurnalis di Sulawesi Utara (Sulut) pada acara Sarasehan Pers Daerah, Kamis (3/11/2016) di Manado. Jimmy Silalahi, salah satu anggota Dewan Pers pada sesi dialog dengan wartawan di Novotel Manado mengaku perlunya Dewan Pers bekerja keras menguatkan peran media digital di Indonesia yang memiliki dampak signifikan terhadap pembangunan nasional.

”Perkembangan media cyber atau media digital (online) sangat pesat, sehingga pentingnya Dewan Pers selain mengawasi implementasi daripada aturan-aturan pers serta kode etik jurnalistik agar dijalankan dengan baik oleh wartawan, juga bertugas meningatkan kompetensi jurnalis itu sendiri,” ujar Silalahi.

Saat menjawab pertanyaan wartawan yang begitu beragam, Silalahi menyampaikan bahwa rancangan program dan seluruh kerja-kerja Dewan Pers di periode 2016-2019 sedang dijalankan dengan konsisten. Silalahi berharap para jurnalis di Sulawesi Utara terus memiliki kepedulian terhadap peningkatan kompetensi jurnalistik.

”Kita perlu menjaga kode etik jurnalis, undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers layak dijalankan secara benar. Disisi lain, Dewan Pers bukanlah Tuhan yang selalu tidak pernah salah dan tau segalanya. Untuk itu, Dewan Pers menghimbau juga kepada wartawan di Sulut untuk sama-sama menjalankan aturan pers dan kode etik jurnalistik, kita akan intens meningkatkan kompetensi wartawan, bagi wartawan yang belum ikut uji kompetensi silahkan ikut,” ucap Silalahi, Kamis (3/11/2016) belum lama ini.

Untuk diketahui, sembilan anggota Dewan Pers diantaranya; Yosep Adi Prasetyoikut (Ketua), Hendry Chaeruddin Bangun, Nezar Patria, Ratna Komala, Ahmad Djauhar, Jimmy Silalahi, Reva Deddy Utama, Wahyudi, dan Sinyo Harry Sarundajang ikut hadir bersama dalam kegiatan ini. (Amas)

Dewan Pers Sukses Laksanakan Sarasehan Pers Daerah di Sulut

Sambutan Ketua Dewan Pers (Foto Suluttoday.com)

Sambutan Ketua Dewan Pers (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Mengangkat tema: ”Tantangan Pers Daerah di Era Digitalisasi”, Dewan Pers sukses menggelar Sarasehan Pers, Kamis (3/11/2016) bertempat di Novotel Manado. Kegiatan ini dibuka secara resmi Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE dan dihadiri Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.

Gubernur Olly dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pers yang memberikan keseriusan dalam memajukan sumber daya para wartawan di daerah ini. Menurut Olly dirinya berkomitmen mendukung sepenuhnya upaya Dewan Pers dalam melakukan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Sulut.

”Terima kasih atas kehadiran dan perhatian Dewan Pers yang ditunjukkan melalui Sarasehan ini. Saya juga berharap para wartawan di daerah ini seluruhnya berkompeten, sehingga tidak kesulitan dalam menjalankan tugas. Tentunya pemerintah daerah Sulawesi Utara mendukung sepenuhnya kegiatan Dewan Pers, terutama untuk uji kompetensi jurnalis agar dilakukan,” kata Gubernur Olly sekaligus membuka Sarasehan secara resmi.

Kehadiran Dewan Pers kali ini diterima langsung Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Utara (Sulut), Amanda Komaling, dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, Joseph Ikanubun. Melalui sesi dialog Dewan Pers memaparkan perhatian khusus terhadap perkembangan media online (digital) di Sulawesi Utara.

”Perkembangan media cyber atau media online begitu pesat secara nasional, termasuk di Sulawesi Utara sendiri. Sehingga dengan menjamurnya media online ini mengharuskan para jurnalis benar-benar tau tugas dan fungsinya sebagai jurnalis yang berkompeten yang menjalankan Undang-Undang Pers serta etika jurnalis, hal ini menjadi fokus kita agar kemudian jurnalis di daerah ini benar-benar profesional menjalanlan tugas jurnalistik,” ujar Prasetyo.

Gubernur Sulawesi Utara ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Gubernur Sulawesi Utara ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Komisioner Dewan Pers lainnya yakni Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang notabenenya adalah mantan Gubernur Sulut mengingatkan para jurnalis agar tidak mengabaikan pemberitaan yang sifatnya berimbang, selektif, netral dan tidak tendensius bersifat menyerang atau diskriminatif terhadap kelompok masyarakat tertentu.

Untuk diketahui kegiatan ini dihadiri sejumlah pemilik media online, wartawan TV, wartawan Radio, wartawan media online, wartawan surat kabar harian, akademisi, pihak Humas Polda Sulut, serta juga dihadiri Ketua PWI Sulut, hadir juga Wali Kota Bitung, dan sejumlah Kepala Bagian Humas Protokol pemerintah Kabupaten/Kota. (Amas)

Rhamdani Paparkan Kiprah Ansor dan Sebut SHS Tokoh Rekonsiliasi

S

Suasana pembukaan Muswil GP Ansor Sulut di MCC (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Dengan mengusung tema ‘Mengawal Pluralisme, Melawan Radikalisme dan Menumbuhkan Nasionalisme’, Musyawarah Wilayah (Muswil) XI Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara (Sulut) yang dilaksanakan di Manado Convention Center (MCC), Rabu (23/12/2015) kemarin begitu ‘menggelegar’ dan menghadirkan ribuan kader Ansor serta Banser Sulut.

Selaku Ketua GP Ansor Sulut, Benny Rhamdani tak hanya menyentil terkait tema Muswil, namun lebihnya juga pria yang akrab disapa Brani ini menyampaikan rasa kagumnya kepada sosok Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS), mantan Gubernur Sulut yang pada kesempatan itu hadir bersama para pejabat daerah lainnya. Brani memaparkan bahwa GP Ansor sejauh itu terus mengambil bagian dalam proses menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa.

”Selama kurang lebih 10 tahun atau 2 periode saya memimpin GP Ansor Sulut, termasuk kami tidak diam dengan segala dinamika yang ada di daerah ini. GP Ansor merupakan Ormas yang sangat dialektis, sangat dinamik dan bahkan romantik. Itu yang menjadi catatan penting kami. Dalam kesempatan ini hadir banyak tokoh hebat, termasuk diantaranya Pak Dr SH Sarundajang yang merupakan pemimpin berhasil di daerah ini,” ujar Brani dalam sambutannya.

Lanjut ditambahkan Brani memuji bahwa kontribusi seorang Sarundajang terhadap generasi dan politisi yang telah terorbitkan di Sulawesi Utara tidaklah sendikit. Diakuinya, selama 10 tahun itu juga terjalin persahabatan pertemanan bahkan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulut yang saat itu di pimpin seseorang yang berasal dari Kawangkoan, seorang guru kerukunan, bapak kedisiplinan dan tokoh kemajukan yaitu Dr Sarundajang.

”Banyak nasehat, pendidikan, pengetahuan yang di ajarkan pada kami. Pak SBY pernah turun untuk menanganinya, Pak Jusuf Kalla juga pernah ditugaskan negara untuk menanganinya. Tapi mereka berdua kembali ke Jakarta dengan tangan kosong dan kegagalan, hanya seorang SH Sarundajang yang mampu mewujudkan rekonsiliasi seperti ini,” ujar Brani. (Amas)

iklan1