Tag: siau

Pemkab Sitaro Sambut Baik Kedatangan Bupati Fak-Fak

Sekda Sitaro bersama Bupati Fak-Fak (Foto Suluttoday.com)

Sekda Sitaro bersama Bupati Fak-Fak (Foto Suluttoday.com)

SIAU – Kedatangan Drs. Mohamad Uswanas M.Si, Bupati Fak-Fak Papua di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro) baik Pemerintah Sitaro. Bupati Uswanas dan rombongan ini guna ingin menimba rahasia keunggulan pala yang ada di Kabupaten dengan luas wilayah maritim yang begitu besar tersebut.

Atas nama Bupati Sitaro Tonny Supit, Adry Manengkey selaku Sekda menerima baik kedatangan Drs. Mohamad Uswanas M.Si. Bertempat di Hotel Jakarta Ulu Siau yang juga di hadiri oleh para legislator DPRD Sitaro,Manengkey berbincan-bincang akrab dengan Uswanas, perbincangan yang begitu akrab antara Uswanas dan Manengkey yaitu membahas mengenai pengembangan dan proteksi pala.

“Saya atas nama Pak Bupati Tonny Supit,menerima dengan tangan terbuka kedatangan tamu kita yaitu Bupati Fak-Fak, kami berbincang perihal pala karena Fak-Fak juga penghasil pala,” ungkap Manengkey kepada Suluttoday.com (15/4/2015).

Lanjut di katakannya bahwa Manengkey juga membagikan konsep yang di perlukan untuk pengembangan dan proteksi pala agar bisa di tindak lanjuti sampai ke pemerintah pusat.

“Saya juga membagikan konsep yang di perlukan untuk pengembangan dan proteksi pala agar bisa sampai ke pemerintah pusat,agar kita sebagai daerah penghasil pala bisa berkembang semakin baik,” tutupnya. (Vian).

Mau Makan Ikan Segar dan Murah, Silahkan ke Pasar Ulu Siau

Siasana pasar di Sitaro (Foto Suluttoday.com)

Suasana pasar di Sitaro (Foto Suluttoday.com)

SIAU – Jika sebelumnya dalam beberapa pemberitaan Suluttoday.com, beberapa waktu lalu bahwa barito dan sayur mayur di Sitaro mahal, lain halnya untuk ikan. Hasil laut ini di jual dengan harga yang lumayan miring, jika di bandingkan dengan harga yang ada di ibu kota provinsi yaitu Manado.

Ikan jenis Bobara untuk ukuran sedang hanya di bandrol dengan harga Rp.35.000, – rupiah. Menurut Vadi salah satu penjual ikan yang ada di pasar Ulu Siau ini, harga ikan terbilang cukup murah di karenakan letak geografis dari Sitaro yang di kelilingi oleh laut.

“Di sini kan daerah kepulauan, jadi nelayan selesai mencari ikan di laut langsung di bawah ke pasar dan di jual ke kami sebagai pedagang ikan, tidak melalui tangan ke tangan,” ungkap Vadi kepada suluttoday pagi tadi di pasar Ulu, Rabu (18/3/2015).

Sementara itu salah satu pembeli ikan yang dimintai tanggapan,senada dengan Vadi si penjual,Lenny ibu rumah tangga yang hampir seminggu sekali belanja di pasar membenarkan bahwa harga ikan di Siau memang terbilang cukup murah.

“Memang lumayan murah harga ikan di sini,mungkin kalo di manado ikan bobara seperti ini harga nya bisa 70 atau 80ribu rupiah,” ujar wanita berambut pendek ini. (Vian).

Seska Harapkan Media Massa Bisa Menjadi ”Jembatan”

Seska Kahiking S.sos,MSI (Foto Suluttoday.com)

Seska Kahiking S.sos,MSI (Foto Suluttoday.com)

SIAU – Menyambut dengan begitu ramah kedatangan wartawan suluttoday saat berkunjung ke ruang kerjanya, Seska Kahiking S.sos,MSI, Kabag Humas pemerintah Kabupaten Sitaro menyampaikan bahwa sebaiknya media menjadi penyambung aspirasi rakyat.

”Iya seharusnya media massa mengambil perannya menjadi jembatan atau perantara atas aspirasi serta keluhan yang disampaikan masyarakat kepada pemerintah,” ujar Seska.

Lanjut disampaikannya bahwa masyarakat Siau dan dirinya lebih khusus mengapresiasi apa yang dilakukan jurnalis ketika benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat kecil. “Saya sangat mengapresiasi kerja para kulit tintah,dan saya berharap media bisa menjadi jembatan penghubung antara masyarakat dan pemerintah,” tukas Seska yang pernah menjadi Lurah di Kota Manado 4 tahun di masa kepemimpinan Wempie Fredrik selaku Wali Kota Manado, tahun 2001-2005 kepada Suluttoday.com, Rabu (18/3/2015).

Dikatakan Seska, wanita penggemar kentang goreng ini bahwa sebaiknya media menjadi penengah antara masyarakat dan pemerintah, yang bisa menemukan satu solusi yang tepat jika ada pelayanan pemerintah yang mungkin masi di rasa kurang oleh masyarakat.

“Sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah,sekiranya media jika ada keluhan-keluhan mungkin oleh masyarakat kabupaten Sitaro,sekiranya mengkonfirmasikan dulu ke pemerintah atau isntansi terkait agar bisa di temukan solusinya,semua ini guna memajukan Kabupaten Sitaro yang kita cintai ini,” tambah Seska yang pernah juga menjadi dosen di perguruan swasta yang ada di Manado. (Vian).

iklan1