Tag: silangen

ASN Sulut Diingatkan Soal Penggunaan Medsos Yang Baik

Sekdaprov saat menyerahkan SK Kenaikan Pangkat dalam apel Korpri (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – ASN Sulawesi Utara diingatkan  dalam menghadapi perkembangan dunia yang serba modern dimana semua informasi dapat diakses dengan mudah lewat dunia digital. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen, SE MS mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey saat memimpin apel Kopri yang diikuti oleh seluruh ASN lingkup Pemprov Sulut di lapangan Kantor Gubernur (17/07/2018).

Dalam sambutan Gubernur Sekda menegaskan kepada seluruh ASN akan penggunaan media sosial yang baik. “Mari kita menggunakan media sosial seara bijaksana dan positif, serta menjadi pelopor dalam mencegah beredarnya berbagai berita bohong/hoax,” ujar Silangen.

Mantan Penjabat Bupati Minahasa Utara ini mengajak kepada semua ASN agar menjadikan medsos sebagai saran untuk penyebarluasan informasi Pemerintah Daerah.

“Gunakanlah sarana facebook, twitter, whatsapp dan youtube untuk memperlancar dan mendukung tugas kerja kita serta untuk mempublikasikan keberhasilan keberhasilan yang telah dicapai,” tegasnya.

Sekda juga mengingatkan kepada seluruh ASN lingkup Pemprov agar harus tampil sebagai sosok aparatur teladan yang profesional dan kapabel dengan terus meningkatkan kreatifitas, inovasi, motivasi dan disiplin.

Dalam apel Korpri tersebut Pemerintah Daerah menyerahkan SK kenaikan pangkat kepada dua pegawai negarah serta SK pemberhentian dengan hormat dengan mendapat hak pensiunan kepada lima pegawai negara. (Cat)

KPK dan Pemprov Ajak Pengusaha Sulut Cegah Korupsi

Silangen memuji aksi nyata KPK (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Sulawesi Utara yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Sulawesi Utara, Edwin Silangen membuka pertemuan Pencegahan Korupsi Sektor Swasta yang dirangkaikan dengan Pembentukan Komite Advokasi Daerah Antikorupsi di ruang F.J. Tumbelaka (05/07/2018).

Guna mengakselerasi pencegahan korupsi khususnya di sektor bisnis, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk Komite Advokasi Daerah di Provinsi Sulawesi Utara. KPK berupaya mengajak pemerintah daerah dan pengusaha swasta duduk bersama mencari solusi terhadap permasalahan permasalahan utama yang di Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Sekda mengapresiasi kepada komisi pemberantasan korupsi karena memiliki rencana aksi yang nyata sejak dua tahun lalu. Sejalan dengan itu, bagi pelaku usaha yang dibentuk dari Komite Advokasi Daerah Antikorupsi, Sekda menghimbau agar pembentukan ini bisa menjadi titik tolak bagi pencegahan korupsi.

“Pengalaman dimana-mana kejahatan ini tidak bisa berdiri sendiri selalu melibatkan lebih dari satu pihak” sahutnya.

Karena itu dalam kesempatan tersebut, Sekda mengingatkan bahwa ada dua titik rawan sebagaimana yang menjadi himbauan dari KPK yang harus diperhatikan.

“Titik rawan yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam yang berkaitan dengan proses perijinan dan proses pengadaan barang dan jasa,” tambahnya.

Sementara itu Satuan Satgas Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan Wilayah VIII, Tri Gamarefa dalam sambutanya menjelaskan bahwa kehadiran kali ini untuk mengundang kepada seluruh pelaku usaha serta mencegah dugaan-dugaan korupsi, melakukan supervisi serta monitoring.

“Pertemuan ini bertujuan melancarkan apa yang menjadi kesulitan bapak ibu di bidang dunia usaha, perijinan serta kesulitan di bagian eksekutif yudikatif” katanya.

Dalam kegiatan itu pula dilaksanakan penyerahan modul integritas bisnis dan board game dari pihak KPK kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulut. (Cat)

KPK RI Bahas Pencegahan Korupsi Sektor SDA di Sulut

Edwin Silangen SE MS saat sambutan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) melaksanakan rapat koordinasi pemberantasan korupsi terintegrasi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo di Ruang Rapat C. J. Rantung, Selasa (24/04/2018) pagi.

Pembahasan rapat kali ini difokuskan pada sektor Sumber Daya Alam (SDA) meliputi pertambangan, perkebunan, perikanan dan kelautan untuk mengoptimalkan penerimaan daerah Provinsi Sulut dan Gorontalo.

Sekretaris Daerah Propinsi Sulut, Edwin Silangen SE MS dalam sambutannya menerangkan bahwa pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) harus dilakukan secara optimal karena merupakan pendukung utama bagi masyarakat di berbagai aspek kehidupan dan menjadi modal dasar dalam pelaksanaan pembangunan daerah yang berkesinambungan.

Terkait pemanfaatkan potensi SDA di Sulut, Silangen menegaskan bahwa Pemprov Sulut selalu berperan aktif di dalamnya sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yang mengatur kewenangan Provinsi dalam pembinaan pengelolaan SDA.

Disamping itu, menurut Silangen, Pemprov Sulut juga telah menyederhanakan proses pelayanan perizinan pengelolaan SDA antara lain melalui pelimpahan kewenangan kepada Perangkat Daerah Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Dan melalui pendampingan dari pihak KPK, Silangen menegaskan bahwa Pemprov Sulut telah berupaya menggunakan teknologi informasi untuk mewujudkan proses perizinan yang sesuai aturan.

Sementara itu, Kepala Satgas III Unit Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK, Dian Patria mengatakan langkah konkrit dan pemformalan komitmen koordinasi dan supervisi pemberantasan korupsi terintegrasi sektor sumber daya alam di Indonesia merupakan suatu terobosan yang baru dapat digelar.

“SDA menjadi salah satu fokus pemantauan dengan melihat potensinya yang besar dan berpeluang terjadinya penyelewengan,” tuturnya.

Lanjut Patria, sejumlah permasalahan yang menjadi fokus KPK di sektor sumber daya alam diIndonesia meliputi korupsi penyalahgunaan wewenang, perizinan dan alih fungsi lahan baik di sektor pertambangan, perkebunan, kelautan dan perikanan.

“Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan rencana aksi yang nantinya bermuara pada penerapan sanksi bagi yang melanggar,” beber Patria.

Pertemuan itu turut dihadiri Inspektur Daerah Sulut Praseno Hadi, perwakilan Kanwil Bea Cukai Sulbagut, Kantor Imigrasi dan para pejabat dari Pemprov Sulut dan Gorontalo. (*/Cat)

Perkuat Kemandirian Pangan, Silangen Resmikan TTIC di Kota Manado

Edwin Silangen SE MS saat pemotongan pita (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dukungan bagi kedaulatan dan kemandirian pangan, Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara menghadirkan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Kota Manado. Kehadiran TTIC di daerah Pomorouw Kota Manado, Selasa (27/3/2018), diresmikan oleh Sekretaris Daerah, Edwin Silangen SE MS mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey SE (OD).

Silangen dalam sambutannya menekankan bahwa peran TTIC sangat penting dalam jaminan ketersediaan dan kontrol harga pangan. Silangen mengharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pembeli maupun masyarakat produsen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Daerah, Ir Sandra Moniaga MSi menjelaskan bahwa kehadiran TTIC merupakan program Kementerian Pertanian melalui Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUMP). Moniaga menegaskan yang dibangun untuk memerangi gejolak harga yang merugikan petani dan membangun ketahanan pangan di daerah dan nasional.

Gapoktan pun dapat langsung menjual hasil kebun langsung dengan harga yang disepakati bersama dan tentunya dibawah harga di pasar. Ditandaskan mantan Sekda Minut ini bahwa kehadiran TTIC merupakan upaya pemerintah memutuskan rantai distribusi yang panjang dan parahnya, kelompok tak ada keuntungan bagi petani.

TTIC berbentuk toko yang menyediakan beragam produk pertanian seperti beras dab, cabai selain itu ada gula pasir, tepung, telur dan daging ayam serta minyak goreng dengan harga yang sangat ramah alias murah bagi masyarakat. Informasi yang terangkum sampai November 2017 tahun lalu sudah terbangun 1800 TTI.

Tahun 2018 ditargetkan pemerintah bakal membuka 3000 TTI di daerah penyangga pasar dan 2019 menargetkan 5000 TTI di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Silangen yang didampingi menyerahkan bantuan dana kepada kelompok tani dan kelompok yang mendayagunakan lahan pekarangan.(Cat)

Silangen: Jangan Hambat Wanita Untuk Berkarya di KUKM

Sekprov Sulut Edwin Silangen saat sambutan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara mengoptimalkan peran perempuan bagi pembangunan daerah melalui Koperasi dan UKM (KUKM).

“Jangan hambat perempuan untuk berkarya di KUKM,” tegas Sekretaris Daerah Sulawesi Utara, Edwin Silangen SE MS saat membuka kegiatan rakor Pengarustamaan Gender bagi Pembina Koperasi dan UKM di salah satu hotel di Kota Manado Rabu (21/03/2018).

Silangen yang membawakan sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey SE mengatakan bahwa keadilan gender harus direspon dalam segala aktivitas pembangunan.

Bagi Silangen didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Utara, Ir Happy TR Korah MSi, melalui kesetaraan gender perkembangan KUKM di daerah dapat dipacu lagi guna menuntaskan kemiskinan.(Cat)

iklan1