Tag: sindulang

Kapi Kapi dan Remas Al Fallah Sindulang 1 Gelar Dzikir Akbar

Spanduk pelaksanaan Dzikir Akbar (Foto Ist)

Spanduk pelaksanaan Dzikir Akbar (Foto Ist)

MANADO – Setelah sukses melaksanakan kegiatan Jalan Sehat Bersama yang dilakan belum lama ini dan dihadiri Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan, SE, kini Komunitas Pemuda Pemudi Indonesia (Kapi Kapi) menggandeng Remaja Masjid (Remas) Al Fallah Sindulang 1 Lingkungan IV Kecamatan Tuminting Kota Manado bakal menggelar kegiatan Dzikir Akbar.

Menurut Rolandy Thalib, SH selaku koordinator Kapi Kapi menyampaikan pada Suluttoday.com bahwa Dzikir Akbar yang rencananya akan dilaksanakan tesebut menghadirkan Haji Abdurahman Mahruz dan mengangkat tema ‘Aktualisasi dan Implementasi Nilai-Nilai Islam dalam Menyikapi Fenomena Akhir Zaman.

”Panitia sedang menyiapkan segala hal menyangkut dengan pelaksanaan kegiatan Dzikir Akbar ini. Di undang kepada seluruh umat Islam di Kota Manado untuk hadir dalam kegiatan ini, Insha Allah aari Sabtu 10 September 2016 jam 5.30 Wita Dzikir Akbar dilaksanakan. Pelaksananya adalah Komunitas Pemuda Pemudi Indonesia (Kapi Kapi) dan Remaja Masjid Al Fallah Sindulang 1 Lingkungan IV. Pemandu Dzikir Akbar yakni Haji Abdurahman Mahruz M.A. Atas Kehadirannya semoga bisa membawa berkah bagi kami,” ujar Rolandy yang juga pengurus KNPI Sulawesi Utara ini (*/Amas)

Junaidi Ditemukan Tewas, Warga Sindulang Satu Heboh

Mayat yang ditemukan

Mayat yang ditemukan

MANADO – Mayat yang ditemukan terapung dalam jala ikan, Selasa (9/02/2016), yang menemukan para nelayan yaitu, Frets Pietres (53), Josua Kasehung (47), Devan Sasundame (20), dan Carlos Pietres (14).

“Torang ada basoma dari jam 9 pas pulang batanam soma satu kali pas pe batanam kong torang dapa lia orang dalam soma, langaung kita sandiri lari pi pangge orang mo kase tau kalau ada mayat di dalam soma”. Tegas Josua sala satu nelayan yang maya tersebut.

Korban bernama Junaidi Takalalao (14) warga Kelurahan sindulang 1 (satu) Lingkungan 3 (tiga), Saat ditemukan sekitar pukul 02.15 wita, mayat yang diperkirakan telah meninggal baru beberapa jam saja.

Yang disampaikan oleh orang tua korban saat di wawancarai wartawan Suluttoday.com, korban menghilang paska pulang dari nonton perayaan tahun baru Imlek beserta keluarganya di kelurahan calaca kemarin.

“Kita so bilang pa dia (korban) abis makan nyanda usah mo kaluar lagi, lantaran so lala samua, mar dia (korban) bilang mau kaluar rabu-rabu, trus kita ada bilang kalau mo kaluar itu jang lupa nanti pulang tidur dirumah, mar dia (korban) pe jawaban di kita itu dia (korban) nyanda akan mo pulang,” ujar Ibunya sambil menetes air mata.

Warga setempat langsung menghubungi pihak Kepolisian dari Polsek Tuminting dan Polresta Manado untuk melakukan ola Tempat Kejadian Perkara (TKP). Demi meringankan penyelidikan korban langsung di bawah ke Rumah Sakit Prof. Kandou malalayang untuk melakukan otopsi. (M.Isnain Umsangaji)

KPPA Sulut Ingatkan Pembangunan Kota Libatkan Warga Pesisir

Rusli Umar ketika memimpin pertemuan (Foto Suluttoday.com)

Rusli Umar ketika memimpin pertemuan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kembali pengurus Komite Perjuangan Pembaharuan Agraria (KPPA) Sulawesi Utara (Sulut), bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAIN Manado melakukan konsolidasi terkait perjuangan mengadvokasi masyarakat Kota Manado.

Khususnya di beberapa Kelurahan Sindulang I, Sindulang II, Bitung Karangria, Maasing, dan Kelurahan Tumumpu Kota Manado, Kamis (5/3/2015) kemarin dalam konsolidasi yang dipimpin Rusli Umar selaku pengurus KPPA, berjalan sukses. Rusli saat diwawancarai menyampaikan beberapa hal terkait hasil yang disepakati dari konsolidasi tersebut.

Rapat konsolidasi yang kami lakukan membicarakan terkait dengan penolakan warga soal Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang akan dilaksanakan di sepanjang pesisisr pantai Utara Manado. – Rusli Umar, Ketua 1 KPPA Sulawesi Utara.

Lanjut ditambahkan Abeng sapaan akrab Rusli menegaskan bahwa warga¬†Manado Utara meminta agar konsep pembangunan pesisir Kota Manado harusnya bersifat koordinatif dan tidak merugikan masyarakat. ”Anehnya, selama ini pihak pemerintah Kota Manado, dan pemerintah Kecamatan juga tidak mau melibatkan masyarakat dalam perencanaan pembangunan pesisir Kota Manado. Inilah yang menjadi pertanyaan kami,” tegas Abeng pada Suluttoday.com.

Sekedar Diketahui Dalam Rapat tersebut menghasilkan beberapa point diantaranya:

1. Meminta pemerintah meninjau kembali berkaitan dgn RTBL karena dapat mengakibatkan ketimpangan terhadap kesejahteraan masyarakat.

2. Konsolidasi antar simpul masyarakat pesisir.

3. Menyusun rencana kerja dan rencana aksi untuk dijadikan bahan masukkan dan pertimbangan bagi pemerintah. (Amas Mahmud)

iklan1