Tag: SKM.M

Wah, Hasil Penelitian Penyakit Hipertensi Tertinggi Di Kotabunan

Ketua/wakil ketua, dosen dan mahasiswa Stikes Muhammadiyah Manado foto bersama Asisten I Pemda Boltim (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Dari sekian kegiatan yang di lakukan oleh mahasiswa Stikes Muhammadiyah Manado Sulawesi Utara (Sulut) dalam PK/PKL selama 21 hari mulai dari penyuluhan tentang kesehatan, mengukur tekanan darah, sampai pada kegiatan baksos pengobatan gratis sesuai laporan yang paling menonjol adalah penyakit Hipertensi. Demikian disampaikan Ketua Stikes Muhammadiyah Manado Agus A. Laiya, SKM.M,Kes. Mengatakan,

“Selama melakukan kegiatan di lapangan, sesuai laporan dari seluruh mahasiswa di masing-masing Desa, dari beberapa masalah yang di dapat antara lain adalah tingginya hipertensi, selain itu adalah penyakit katarak dan keluhan masyarakat tentang penyakit lainnya.” Beber Laiya pada Penarikan Mahasiswa PK/PKL Terpadu Prodi S1 Keperawatan, D III Kebidanan, DIII Farmasi Stikes Muhammadiyah Manado Tahun 2016-2017. Rabu, (08/03/2017).

Kata dia, dari temuan itu mahasiswa telah melakukan pencegahan dengan melakukan sosialisasi mengenai pola hidup dan sehat.

“Karena tingginya Hipertensi maka di lakukannya pelatihan cara mengukur tekanan darah menggunakan tensi kepada kader kesehatan di masyarakat untuk mereka yang hipertensi, dengan cara ini kami meminta bagi setiap orang untuk kontrol apakah tekananan darahnya tinggi atau di bawah. Ini menunjukan bahwa mahasiswa Stikes sudah melakukan kegiatan mereka untuk masyarakat dan Insya Allah¬†¬† sangat bermanfaat bagi masyarakat Bolaang Mongondow Timur.” Ucapnya.

Selajutnya Laiya memaparkan kegiatan mahasiswa seminggu sebelum berakhir tugas PK/PKL telah melakukan Bhakti Sosial (Baksos) yang bertempat di lapangan Bogani Kecamatan Kotabunan. Seperti sunatan massal dengan jumlah 100 anak, pelayanan KB gratis kerjasama BKKBN, Pemeriksaan Mata Katarak dari 50 orang yang diperiksa ada 20 orang positif katarak, selanjutnya pemeriksaan secara umum dan perekam jantung alatnya kami bawa sendiri bersama tenaganya.

“Namun kami berharap kepada pemerintah daerah untuk yang katarak dapat di lakukan operasi katarak, baisanya itu gratis, dan langsung menghubungi balai pengobatan mata.” Lanjutnya.

Selain itu kami juga melakukan penyuluhan di setiap sekolah cara mencuci tangan yang baik dan benar.

“Selain di sekolah penyuluhan juga lakukam langsung kepada masyarakat tentang materi penyakit kanker payu dara.” Jelasnya.

Asisten I Pemda Boltim Amin Musa, SH.MH mewakili Bupati mengatakan Kegiatan PK/PKL di masing-masing Desa di Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang pertama kali adalah untuk mengabdikan ilmu pengetahuan, kemampuan dan intelektual ilmu yang sudah didapatkan.

“Tentu selama disini pasti banyak hal yang menarik, banyak kesan pesan yang Mahasiswa dapatkan. Apa lagi disaat Mahasiswa melakukan penyuluhan di masing-masing Desa di mana anda di tempatkan itu sangat menegangkan di situlah adik-adik itu membutuhkan keberanian karena adik-adik itu sebagai tamu-tamu di wilayah tersebut.

“Misalnya, bagaimana kondisi masyarakat yang ada di Desa di mana saudara-saudari di tempatkan, bagaimana respon dari mereka, tentu sangadi dan aparat harus mendengar melihat respon masyarakat karena nantinya hal itu menjadi bahan evaluasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) dalam rangka menerima kegiatan-kegiatan mahasiswa-mahasiswa.” Kata Amin Musa.

Lanjut Amin Musa menjelaskan, kami meyakini adik-adik yang penuh dengan keterbatasan yang ada, karena dalam praktek kerja lapangan seperti ini yang pertama adalah mensosialisakan hasil ilmu yang di dapat, dan kegiatan ini sangat di rasa manfaatnya dan mendasar.

“Tadi di laporkan salah satu penyakit yang menonjol adalah hipertensi. secara fakta bahwa masyarakat Boltim tingkat hipertensi sangat tinggi. Ini karena kita belum bisa menjaga pola makan yang baik maka terjadilah hipertensi.” Bebernya.

Ia menambahkan, dari sekian kegiatan yang di lakukan pengakajian selanjutnya sampai pada hasil identifikasi oleh Stikes Muhammadiyah Manado, kami berkesimpulan kalu masyarakat masih terinabobokan dengan makan instan. Tentu hal ini tidak terjadi lagi dalam kehidupan kita sehari-hari, karena resikonya sangat tinggi.

“Dari temuan-temuan yang dilaporkan oleh Stikses Muhammadiyah Manado ini kita terapkan dalam diri kita. Mari kita dari sekarang mulai membiasakan cara memanfaatkan halaman rumah untuk toga, pembuangan sampah belum terarah sampai pada gejala-gejala penyakit dapat menyerang tubuh kita. dari hasil temuan Mahasiswa dilapangan, tentu hal ini menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten.” Kata Amin Musa.
Ia menambahkan, mengucapkan terima kasih kepada Stikses Muhammadiyah Manado telah memilih daerah Boltim ini dikunjungi.

“Kami berharap kedepan Stikes Muhammadiyah Manado ini kembali menempatkan mahasiswa lagi di Daerah Boltim, pintu kami selalu terbuka untuk kalian.” Ujarnya, sembari menambahkan permohonan maaf apa bila selama di Boltim khususnya selama di Desa-Desa di Kecamatan Kotabunan ada tindakan masyarakat kami yang kurang berkenan di hati adik-adik mahasiswa dan para pembimbing kami dari pemerintah daerah mengucapkan permohonan maaf sedalam-dalamnya.

Acara ini di hadiri, Asisten I, Kepala Dinas Kesehatan, SKPD, Camat dan Sangadi se-kecamatan Kotabunan. (Rahman)

iklan1