Tag: smart city

Wawali MOR BASTIAAN: Jangan Ada Lagi Pala Pimpin Demo dan Main Politik

Wawali Mor Bastiaan melantik ratusan Kepala Lingkungan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Akhirnya para Kepala Lingkungan (Pala) secara resmi mulai melaksanakan tugas di wilayah kerjanya masing-masing. Pelantikan 504 Pala tersebut dilakukan Wakil Wali Kota (Wawali) Mor Dominus Bastiaan atas nama Wali Kota GS Vicky Lumentut, Jumat (19/1/2018) malam.

Dalam sambutannya, Wawali Mor mengingatkan tugas pokok dan fungsi Pala sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Dimana, kepala lingkungan memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan serta menyebarluaskan program Cerdas Pemkot Manado kepada masyarakat.

“Sebagai kepala lingkungan, saudara-saudara mempunyai tanggung jawab yang sangat penting dan strategis ditengah masyarakat. Karena, saudara harus melaksanakan program-program pemerintah Kota Manado serta menyampaikan kepada masyarakat,” ujar Wawali Mor, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado selaku Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Kepala Lingkungan Tahun 2018 Drs Rum Dj Usulu.

Lanjut Wawali Mor mengatakan pemerintah Kota Manado berharap para Kepala Lingkungan setelah dilantik dapat fokus melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggungjawab.

“Karena itu, saya dan pak Wali Kota berharap 504 kepala lingkungan yang dilantik saat ini bisa bekerja dengan tulus dan memiliki rasa tanggungjawab yang besar. Dan yang paling penting mampu melayani masyarakat dengan sebaik mungkin,” ujar Wawali Mor.

Mor menyampaikan bahwa semua Pala terpilih telah mengikuti seleksi dengan baik. Jadi mari bekerja bagi rakyat, peganglah kesempatan dan kepercayaan yang diberikan. Berbuatlah yang terbaik, sekarang waktunya 504 Pala bekerja dengan tulus dan kuat guna pembangunan dan kesejahtraan warga.

“Karena kalian Pala sudah masuk ke sistem Pemerintah Kota Manado. Jika anda baik dan bekerja baik, maka itu berarti merupakan wajah Pemkot Manado. Juga sebaliknya jika jelek, maka pasti yang kena dampaknya Pemerintah Kota Manado. Mampulah jadi terdepan dan terbaik di tengah masyarakat, loyal kepada Pimpinan yakni Pak Wali Kota. Jangan ada lagi Pala, pimpin demo dan ikut-ikutan berpolitik praktis. Tahun 2019 nanti tahun Politik, jangan pasang tarif dan berpolitik di tahun 2018 ini. Pahami tugas pokok kerja Pala, jangan ambil alih tugas pimpinan Lurah atau Camat,” kata Wawali Mor.

Kota Manado, tambah Wawali Mor, lagi gencar-gencarnya menjadi kota IT (Informasi Teknologi) yakni Smart City. Sehingga seorang Pala saat ini, harus jadi Pala Jaman Now yakni tahu dengan teknologi. Itu bukan pilihan, tapi sebagai kewajiban dan tuntutan jaman saat ini.

“Jaga terus integritas, wajah Pemkot Manado ada di tangan Pala. Jangan materialistis di masyarakat, stop lakukan pungli-pungli karena Pala itu di gaji. Lakukan tugas tanpa pamrih, meski itu dirasakan berat untuk punya komitmen melayani dengan tulus, tapi itu harus dilakukan. Jika tidak mampu dan sulit menjalankannya, silahkan minta mundur saat ini juga,” saran Wawali Mor meyakinkan.

Untuk diketahui, pelantikan Pala juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyatakat Drs Sammy Kaawoan, Sekretaris Pansel Drs Albert Wuysang, Para Camat dan Lurah. Suasana pelantikan yang bertempat Serbaguna Kantor Walikota Manado berlangsung tertib dan lancar. (*/TimST)

Boalemo Akan Menjadi Smart City Tahun 2022

Bupati saat menerima kunjungan kerja PT Nexia Indonesia (Foto Suluttoday.com)

GORONTALO, Suluttoday.com – Boalemo memiliki potensi yang sangat luar biasa jika dikelola dengan baik misalnya pariwisata, pertanian dan jasa jika dikelola dengan baik oleh SKPD, maka Boalemo akan lebih maju dan mampu bersaing secara global.

Potensi yang dimiliki tentunya tanggung jawab seluruh SKPD dan masyarakat sehingga Boalemo akan menjadi Smart City di tahun 2022 mendatang, walaupun masih banyak kelemahan yang dimiliki oleh masing-masing SKPD bukan berarti tak berinovasi, ujar Bupati kabupaten Boalemo Darwis Moridu ketika menerima kunjungan kerja PT. Nexia Indonesia pada Senin (9/10/2017).

“Kehadiran PT. Nexia Indonesia di kabupaten Boalemo provinsi Gorontalo akan membantu SKPD dalam hal memperbaiki sistem internet lewat satu pintu, walaupun SKPD telah memiliki sistem IT namun belum mampu mengelola data dengan sempurna sehingga untuk melengkapi kelemahan SKPD Boalemo perlu kerja sama dengan PT. Nexia Indonesia,” ujar Moridu.

  Lanjutnya lagi, untuk mewujudkan Boalemo menjadi Smart City tahun 2022 perlu kesiapan awal untuk menyempurnakan koneksi internet lewat pelayanan satu pintu, sehingga menuju Boalemo Smart City bisa terwujud. (Robby).

Wali Kota Manado dan Kapolda Sulut Kompak Turun Bersihkan Pantai Malalayang

Wali Kota Manado dan Kapolda Sulut saat melakukan bersih-bersih pantai (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com РKeseriusan pemerintah Kota Manado dalam mengembangkan sektor pariwisata khususnya wisata bawah laut, terus mendapat perhatian untuk pemeliharaan, pengembangan dan promosi. Sabtu (30/9/2017), Wali Kota DR Ir Godbless Sofcar Vicky Lumentut, SH.,MSi.,DEA mencanangkan lalu lintas bawah air serta bersih-bersih Bunaken dan Pantai Manado, di Pantai Malalayang, Kecamatan Malalayang.

Wali Kota yang akrab disapa GSVL ini dalam sambutannya mengatakan lalu lintas bawah laut membantu para divers serta wisatawan menjelajah Taman Laut Bunaken yang sangat terkenal di seluruh dunia. Disamping itu, gerakan bersih-bersih Bunaken dan Pantai Manado adalah bentuk dukungan masyarakat Kota Manado terhadap kelestarian Taman Laut Bunaken.

“Sungguh berbahagia karena hari ini tanggal 30 September 2017 disepakati sebagai pencanangan taman lalu lintas bawah air, juga gerakan bersih-bersih Bunaken, dan pantai Manado. Ini adalah bentuk dukungan kita semua bagi kelestarian Taman Laut Bunaken yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar GSVL.

GSVL menyampaikan kelestarian Taman Laut Bunaken juga ditunjukan para guru besar Perancis saat berada di Manado dalam rangka Manado Fiesta 2017. Menurut mereka, kata Wali Kota GSVL, Taman Laut Bunaken sangat indah dan menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan.

“Jadi harus disikapi oleh Pemerintah Kota agar masa depan Bunaken aman dan dapat dinikmati sampai anak cucu, karena sekarang ditemukan banyak sampah di sana,” tukas mereka, seperti dikutip Walikota GSVL. Hal senada juga disampaikan Konsulat Amerika Serikat yang datang memberikan masukan kepada Pemkot Manado dalam penataan lingkungan Smart City.

“Mari kita jaga dan pelihara Taman Laut Bunaken dan mari kita tata pengelolaannya lebih baik lagi kedepan,” tandas Walikota pilihan rakyat Manado itu. Lanjut dikatakan Wali Kota GSVL, dengan diterimanya penghargaan kota terbaik dan kota potensial infrastruktur belum lama ini, menjadi penyemangat bagi pemerintah dan masyarakat Kota Manado untuk menjaga kelestarian Taman Laut Bunaken.

“Kita patut berbangga karena bisa mendapatkan penghargaan dua kategori yaitu sebagai Kota terbaik, dan kota potensial kategori infrastruktrur, maka dari itu dengan dicanangkan lintas bawah air menjadi destinasi wisata baru bagi para penyelam di pantai Malalayang ada spot baru yang bisa dijual. Karena ini pencanangan gerakan, maka tidak berhenti pada hari ini, setiap hari Pemerintah dengan melibatkan masyarakat, dan pihak terkait akan selalu melakukan bersih-bersih, mulai dari pantai Malalayang sampai ke Bunaken,” tegasnya.

Salah satunya dengan mengaktifkan Komdas (Komunitas Daerah Aliran Sungai) yang disebar dari Malalayang sampai Tongkaina. “Kawasan itu harus dibersihkan setiap hari, juga akan dilakukan penegakan hukum bagi yang buang sampah sembarangan langsung ditindak, jikalau kedapatan tangkap tangan langsung didenda ataupun diadili. Mari ajak anak-anak kita mencintai lingkungan, bersihkan pantai Manado dan sungai-sungainya,” ujar Wali Kota GSVL.

Kapolda Sulut dan istri tercinta bersama Wali Kota GSVL (Foto Ist)

Wali Kota juga menyampaikan niatnya untuk mengajak anak-anak sekolah untuk ikut membersihkan sampah di pesisir pantai setiap minggu.,

“Kita akan ajak anak-anak sekolah agar setiap minggu mereka ke pantai untuk bersih-bersih mengangkat sampah. Sehingga diharapkan ide Coral Day di Indonesia dapat dimulai dari kota Manado,” tutur Wali Kota Manado dua periode ini.

Lain halnya yang disampaikan Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen. Pol. Drs. Bambang Waskito memuji keindahan Taman Laut Bunaken.

“Bunaken itu daya tarik luar biasa, kita harus bisa menyuguhkan laut yang indah dan penuh potensi. Saya berasal dari keluarga penyelam, saya bersama isteri sangat suka menyelam, saya suka bawa tas plastik dan angkat sampah yang dibawah laut, sangat disayangkan bawah laut kotor, jadi saya sangat mendukung penegakan hukum yang buang sampah dan mengotori laut. Jangan sampai laut kita tercemar dan coral kita rusak sehingga anak cucu kita tidak merasakan indahnya Taman Laut Bunaken. Saya pikir Tuhan menciptakan Manado dengan tersenyum. Banyak yang indah-indah disini,” ujar Waskito.

Lanjut Kapolda Sulut ini mengajak semua pihak untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak mengotori laut dan membuang sampah sembarangan. Ide buat jalur di bawah laut dengan mobil atau motor bekas dengan rambu-rambu lalu lintas sungguh bagus.

“Wali Kota Manado cerdas dan hebat, saya bergaul dengan Walikota Manado ide saya keluar,” tuturnya sambil tersenyum.

Setelah itu dilakukan penyerahan alat-alat pembuatan lalu lintas bawah air oleh Wali Kota Manado kepada para penyelam yang akan dibawa ke lokasi yang telan ditentukan untuk dipasang, kata Kapolda didampingi istri yang juga Ketua Bhayangkari Polda Sulut Ny Ruthy Bambang Waskito. Terpantau Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya bersama tim, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Manado Drs Rum Dj Usulu, para Asisten, Staf ahli, kepala Perangkat Daerah, Camat, Lurah, serta para pecinta Taman Laut Bunaken.(*/TimST)

Masuk Kategori Kota Cerdas Indonesia, Manado Dikunjungi Tim Penilai

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut ketika menerima tim penilai (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Bertempat di Ruang Cerdas command center (C3) kantor Walikota Manado, Senin (14/8/2017), Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota (Wawali) Manado, Mor Dominus Bastiaan didampingi Plt Sekretaris Daerah Kota Manado menerima kunjungan dari tim penilai Kota Cerdas Indonesia (RKCI) tahun 2017 yang juga diikuti Kota Manado.

Pasalnya, sekitar 93 kota seluruh Indonesia yang dinilai dan diseleksi sehingga tersisa 30 kota, salah satunya Kota Manado yang disambangi Tim Penilai dari ITB. Tim yang berkunjung mendapat sambutan positif dari pemerintah Kota Manado.

“Saya sangat mengapresiasi kepada RKCI yang melakukan pengukuran Kinerja pengelolaan Kota, khususnya kota Manado yang dianggap mampu lolos menjadi 30 besar. Karena dengan adanya RKCI yang mengenalkan ukuran kematangan kota Cerdas, menjadi pedoman kita dalam membangun layanan Kota Manado dan evaluasi berkelanjutan” ujar GSVL begitu Lumentut akrab disapa.

Lanjut Wali Kota menjelaskan gambaran umum program Smart City di Kota Manado kepada tim Penilai, dimana Manado sedang berbenah melakukan pengembangan, inovasi dalam berbagai aplikasi yang terangkum di 9 Smart Solution yaitu Qlue Manado, e-gol l, TauPang, si Tasya, lapor Manado, RICCA, si Gita, Kanal Resmi Pemerintah Kota Manado, dan Radio Komunikasi Gagak, ulas GSVL.

Sementara itu, menurut Wawali Manado as a smart city lewat C3 bertujuan untuk menyikapi permasalahan kota karena tujuan membangun Kota cerdas agar warga masyarakat Manado bisa hidup nyaman, bahagia, sejahtera lewat tata kelola Command center dan aplikasi didalamnya.

“Siap-siap Ada 13 PD yg menjadi objek kunjungan Lapangan dari Tim Penilai,” kata Wawali Mor.

Wawali juga menambahkan bahwa dirinya berharap agar Kota Manado sebagai smart city dapat menjadi contoh dan acuan kota-kota lain dalam implementasi cerdas Command center. (*/Mas)

Mudahkan ASN dan Tunjang Smart City, Pemkot Manado Gunakan Absen Finger Print

Penyerahan Absen Online Tahap pertama yang dilakukan Hennie Mantiri (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Berbagai inovasi dilakukan pemerintah Kota Manado (Pemkot), kemudian demi menunjang Kota Cerdas (Smart City), Pemkot Manado melalui Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) menggunakan Absen Online (e-absen) yaitu Finger Print. Hal tersebut sebagaimana disampaikan, Kepala BKDD Kota Manado, Corry Tendean seperti disampaikan Hennie Mantiri, Kepala Bidang (Kabid) Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan.

”Pemkot Manado akan resmi menggunakan absen Finger Print, tentunya kami berharap dengan diberlakukannya absen online ‘Finger Print’, PNS Pemkot Manado lebih meningkatkan kedisiplinannya, meningkatkan kinerja pelayanan publik, untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” ujar Mantiri, pada Suluttoday.com, Kamis (1/6/2017).

Absen online Finger Print, kata Mantiri sudah dilengkapi dengan aplikasi digital, selain berada di tiap Perangkat Daerah (PD), dan akan terkoneksi, juga akan memudahkan sistem kendali atau kontrol terhadap kehadiran para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Manado.

”Kita akan memberikan ke semua Perangkat Daerah, sementara itu, untuk penyaluran tahap pertama berjumlah 141 unit finger print ke sejumlah SKPD. Absen online itu juga telah dipagari berdasarkan aturan yang berlaku, apabila ada yang dengan sengaja merusak finger print tersebut dan menjadi error. Pasti ada sanksi yang menanti,” kata Mantiri menutup. (Amas)

iklan1