Tag: spkt

WAH, Masuk Fakultas Kedokteran Unsrat Wajib Setor 140 Juta?

Kantor Rektorat Unsrat Manado

Kantor Rektorat Unsrat Manado

MANADO – Praktek yang tidak seharusnya dilakukan dilingkungan akademis, karena selain mencoreng reputasi institusi pendidikan juga membawa dampak buruk terhadap proses pembelajaran. Pasalnya, di kampu Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ada seorang oknum Pegawai Negeri Sipil di Universitas Sam Ratulangi berinisial AM alias Nita (40an) melakukan hal yang bisa dibilang tidak terpuji.

Dimana Nita yang adalah warga Kecamatan Mapanget diduga melakukan penipuan kepada salah satu calon mahasiswa untuk lolos dalam seleksi menjadi mahasiswa di Unsrat. Berdasarkan informasi yang didapatkan di SPKT Polresta Manado.

Korban bernama Jeffry Lengkong dalam laporannya mengaku telah ditipu oleh oknum PNS tersebut untuk meloloskan anaknya menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Gigi dengan membayar uang senilai Rp. 140 juta.

Namun kemudian, setelah aktivitas perkuliahan di Universitas Sam Ratulangi sudah dimulai, anak korban tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa di Fakultas tersebut. Tidak terima dengan hal itu, korban akhirnya memilih melaporkan oknum PNS di Unsrat itu ke Polresta Manado.

Ketika dikonfirmasi, Kasubag Humas Polresta Manado AKP Agus Marsidi membenarkan adanya laporan tersebut. ”Laporan telah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti,” kata Marsidi. (*/Redaksi)

Nasabah Star Up Datangi Polresta Manado Tuntut Herman Wenas

Sejumlah nasabah Star Up saat berada di kantor Polresta Manado (Foto Suluttoday.com)

Sejumlah nasabah Star Up saat berada di kantor Polresta Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Ratusan nasabah Star Up kembali mendatangi Polresta Manado dalam tujuan yang sama, para nasabah menuntut kepada Ketua Star Up Herman Wenas, agar mengembalikan seluruh uang yang diduga digelapkannya, Senin (13/06/2016).

Satu nasabah Novita Politon (38) warga Kelurahan Karombasan Selatan Lingkungan II Kecamatan Wanea kembali membuat laporan di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, laporan tersebut ditujukan kepada Tiara Ahmad Direktur Star Up.

Politon menjelaskan pada bulan april lalu pelaku mengajak korban untuk mengikuti kegiatan ini, korban pun akhirnya mengikuti kemauan dengan membayar kepada pelaku sebesar Rp.6.000.000, (enam juta rupiah) dan berjanji akan membayar bunga yang lebih besar pada bulan Juni 2016.

“Pada bulan yang disepakati pelaku tidak menepati janjinya, bahkan sampai pada hari ini uang yang dijanjikan tidak kunjung dicairkan,” tutur Novita.

Saat dikonfirmasi oleh Kapolresta Manado melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan sudah diterima dan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Marsidi. (Ghopal)

Warga Minut Diperkosa 6 Pria, Korban Mengaku Dijemput Seorang Teman

Terjadinya praktek pemerkosaan, ilustrasi (Foto Ist)

Terjadinya praktek pemerkosaan, ilustrasi (Foto Ist)

MANADO – Perkosaan masal terjadi di Kota Manado, kali ini dialami gadis Manado inisial N (16) Warga Kecamatan Kalawat Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulut, yang diduga diperkosa enam pria yang tak dikenal. Berdasarkan keterangan korban di hadapan Petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, sebelum kejadian korban dijemput seorang teman pria bernama VH alias Ven (20an) bersama keenam pria yang identitas tidak dikenali korban, Minggu (29/05/2016).

Kemudian dengan dengan menggunakan dua jenis sepeda motor, korban diajak kerumah duka di Kelurahan Perkamil, namun korban dan ketujuh pria tidak jadi menuju kerumah duka dan merubah arah ke terminal baru di Kampung Liwas Kelurahan Perkamil Manado untuk duduk nongkrong.

Kemudian, salah satu pria pulang kerumah dan saat nongkrong tersisa enam pria, disaat asik nongkrong korban diberikan minuman keras (miras) jenis captikus, awalnya korban menolak, namun karena dipaksa terus akhirnya korban pun ikut minum minuman tersebut, sekira satu jam berselang menkonsumsi miras korban pun mabuk sehingga kehilangan kesadaran dan saat korban sadar sudah berada di Puskesmas Kampung Liwas Kelurahan Perkamil.

Adanya kejadian tersebut, Tim Buser Anti Bandit Polsek Tikala langsung bergerak dan mencari ketujuh orang pelaku, akhirnya berhasil ditangkap empat orang yakni, MT (18), FLB (16), RW (20), VN (18) dan kemudian VH diamankan sebagai saksi. Ibu korban, Marlin (30an) berharap kiranya hukum bisa ditegakkan yang seadil-adilnya oleh pihak kepolisian.

“Sangat sakit hati dengan kejadian ini,” tutur Marlin.

Marlin mendesak, kiranya jika hukuman kabiri sudah diperlakukan, ia sangat bermohon kepada pelaku-pelaku bisa diberikan hukuman yang telah diberlakukan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Bapak Joko Widodo.

“Jika sudah diberlakukan hukuman kebiri, mohon di tindaklanjuti secara tegas,” harap ibu korban dengan muka berkaca-kaca. Kemudian, Polsek Tikala melimpahkan kasus dugaan perkosaan ke Mapolresta Manado.

Dari hasil pengembangan ada dua nama yang belum ditangkap, tidak tunggu lama Tim Buser Polresta Manado berhasil menangkap IL (20) dan OS (15). Kasubag Humas Polresta Manado AKP Agus Marsidi membenarkan adanya laporan tersebut

. “Ketujuh orang sedang diperiksa oleh Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama korban,” papar dia. (Ghopal Umasangaji)

Menyedihkan, Oknum Sopir di Manado Cabuli Anak Usia 7 Tahun

Ilustrasi mengecam kasus perkosaan (Foto Ist)

Ilustrasi mengecam kasus perkosaan (Foto Ist)

MANADO – Aksi pencabulan yang dilakukan oleh seorang sopir berinisial N alias Nov (20-an) warga Kecamatan Tikala terhadap anak dibawah umur, sebut saja Manis (7) warga Kecamatan Tikala pada Jumat (27/05/2016) kemarin sekitar pukul 13.30 Wita.

Berdasarkan keterangan orang tua korban di hadapan petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, saat itu anaknya sedang bermain di dalam kamar bersama adiknya, ketika nenek korban sedang menjemur pakaian dan entah ke mana, pelaku yang bertetanggaan dengan korban tiba-tiba masuk ke dalam kamar dan langsung menyuruh korban tidur.

Setelah korban tertidur pelaku serentak membuka paksa celana dalam dan langsung melakukan perbuatan bejatnya itu, setelah kejadian tersebut akhirnya diketahui oleh nenek korban karena bocah ini mengeluh sakit saat buang air besar, dan orang tua korban pun yang tidak terima dengan perbuatannya itu langsung melapor pelaku ke Polresta Manado, Sabtu (28/05/2016).

Sementara itu di konfirmasi kepada Kasubag Humas Polresta Manado AKP Agus Marsidi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan telah kami terima dan kasus ini sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan sementara korban sedang divisum”, tegas Marsidi. (Ghopal Umasangaji)

Warga Poli Teknik, Gunakan Sajam Aniaya Tulung

Korban saat memberikan laporan kepada petugas SPKT Polresta Manado (Foto Ist)

Korban saat memberikan laporan kepada petugas SPKT Polresta Manado (Foto Ist)

MANADO – Penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) yang dilakukan oleh Ica (20an) kepada Star K Tulung (24) warga Poli tekhnik tiga blok E No 3, tempat kejadiannya di depan gapura perum poli tekhnik indah, Selasa (19/04/2016). Korban (Star K Tulung) sangat keberatan dengan perbuatan pelaku yang telah menganiayanya dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis besih putih dengan ukuran panjang 60 (enam puluh) cm, lebar 3 (tiga) cm, ujung lancip dan salah satu sisi tajam, sehingga korban melaporkan kejadian tersebut di Mapolresta Manado.

Di hadapan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) menjelaskan awal kejadian tersebut terjadi ketika korban sedang mengendarai motor yang berlawanan arah dengan pelaku hampir bertabrakan, kemudian pelaku memaki korban dan menyuruh korban turun dari motor, setelah itu pelaku menyerang korban dengan cara membabi buta menggunakan pisau tersebut, dan korban sempat melawan sehingga pisau tersebut dapat dirampas oleh korban dari tangan pelaku.

Dan setelah itu pelaku langsung melarikan diri, akibat kejadian tersebut korban mengalami luka gores di tangan kiri dan kanan serta di kepala dan belakang. Saat dikonfirmasi kepada Kapolresta Manado Kombes Rio Permana melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi, membenarkan adanya penganiayaan yang menggunakan senjata tajam (sajam) tersebut.

“Pelakunya sementara dalam pencarian oleh anggota Kepolisian karena pelaku sudah melakukan keonaran dimana-mana,” ujar Marsidi. (Ghopal Umasangaji)

iklan1