Tag: Sri Wahyumi Maria Manalip

Isu Liar Jelang Pilkada Talaud, Para Elit Mainkan Bola Panas

Sri Wahyumi Maria Manalip dan Jim R Tindi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tak menarik bila dalam politik isu liar tidak dihembuskan, saling sanjung saja, tanpa ada upaya saling sandera dan mengfitnah sesama rival politik, rupanya membuat dinamika politik kurang menarik, menurut ‘peselancar politik’. Hal tersebut mulai terasa tensinya di Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dimana jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, sejumlah calon Kepala Daerah yang memiliki kans besar untuk memenangkan kontestasi demokrasi mulai ‘dikeroyok’ dengan isu-isu yang tidak mengenakkan.

Menanggapi pemberitaan media massa akhir-akhir ini yang mengarah pada sosok Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) yang adalah Bupati Talaud, dimana berdasarkan informasi akan maju bertarung lagi pada periode keduanya, mendapat hantaman dari berbagai penjuru. Situasi tersebut membuat Jim R Tindi, aktivis muda Sulawesi Utara angkat bicara, menurut Tindi para tokoh masyarakat dan elit politik diharapkan agar sedikit menahan diri.

”Jelang Pilkada 2018 di Talaud Suhu politik maupun hubungan sosial semakin meninggi. Banyak isu Liar yg digiring oleh oknum tertentu untuk kepentingan politik, saya berharap agar Para tokoh dapat menahan diri bahkan tetap menjaga etika politik yg santun. Saya melihat bahwa para elite juga cenderung memainkan Bola liar agar mendapatkan Legitimasi untuk mengkriminalisasi orang tertentu,” ujar JRT sapaan akrab Tindi yang merupakan putra Asal Talaud ini.

JRT juga menambahkan terutama terkait ‘teguran’ Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE terhadap SWM agar tidak diolah kelompok-kelompok yang tidak sependapat dengan gerakan politik SWM untuk dibuat makin menjadi alot konstalasi politik di Talaud. Tidak hanya itu, JRT mengajak agar warga Talaud sama-sama menjaga kondusifitas yang ada di Talaud.

”Isu soal teguran Gubernur kepada Bupati Talaud seharusnya di letakkan pada porsi yg seharusnya, jangan ini hanya di jadikan alasan untuk mengganjal langkah Politik Sri Wahyumi Maria Manalip, sebagai Pembina politik Daerah seharusnya Gubernur mengambil bijak, dan bukan menggelindingkan issu seperti ini. Tolong jaga Talaud sbg beranda NKRI jangan rakyat yang sudah susah di recoki oleh pendidikan politik yang keliru,” tutur JRT menutup. (Amas)

SRI WAHYUMI MANALIP Sebuah Totalitas Membangun Perbatasan

Sri Wahyumi Maria Manalip (Foto Ist)

Catatan singkat saya ini tak semata sebuah pujian, namun lebih sebuah kekaguman atas satu semangat di tengah ‘keterbatasan’. Walau tentunya bagi sebagian orang pasti tak mengenakan di tengah kebisingan Tensi Jelang Pilkada yang meninggi. Saya tak peduli cemooh orang terhadap tulisan ini tapi sekurang-kurangnya saya dapat belajar memberi penghargaan bagi siapapun yg secara Totalitas memberi diri dalam membangun Negeri ini.

Sri Wahyumi Maria Manalip atau Cheche Manalip lebih di kenal dgn sebutan SWM adalah Salah satu sosok itu, saya hampir bingung saat semua orang (kandidat calon Bupati) ramai-ramai melakukan lobi maupun manufer untuk sebuah elektabilitas jelang Pilkada namun beliau seolah tak peduli bahwa Pilkada telah di depan mata. Dia masih sibuk dengan TOTALITAS pengabdiannya untuk Membangun Talaud. Tentunya dengan mengikuti Program IVLP, Kurang yg mengerti tentang apa yg di maksud dengan Program ini, untuk itu dapat saya uraikan secara singkat di sini.

“International Visitor Leadership Program” adalah program reguler yang diadakan oleh Biro Kebudayaan dan Pendidikan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Program pertukaran unggulan ini dibuat untuk membangun saling pengertian antara Amerika Serikat dan negara-negara lain, lewat kunjungan ke Amerika Serikat yang diwakili oleh orang-orang pilihan dari banyak negara.

Memasuki 70 tahun perjalanan program, tercatat lebih dari 320 alumni IVLP yang kemudian menjadi pemimpin negara (presiden ataupun perdana menteri), seperti Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri, Perdana Menteri Australia Julia Gillard, Presiden Turki Abdullah Gul, dan Presiden Prancis Nicholas Sarkozy.

Selama mengikuti program, peserta akan bertemu dengan pemimpin dan profesional di bidangnya, berdialog dengan komunitas dan instansi di Amerika, serta berinteraksi dengan masyarakat Amerika yang berpartisipasi dalam program citizen diplomat. Peserta program juga berkesempatan bermukim atau sekedar makan malam di rumah warga Amerika. Selain itu, masih banyak rangkaian program pengenalan budaya lain, baik lewat kunjungan ke obyek-obyek wisata maupun lewat pertunjukan seni dan pentas budaya. Merujuk ke profil IVLP, peserta program dipilih oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat lewat sebuah proses nominasi yang dilakukan di masing-masing negara.

Saya pikir setelah melihat apa yg dimaksud dengan Program di atas hanya satu yang saya ungkapkan buat SWM… Selamat berjuang, yang terbaik pasti tetap unggul……..

#MenangkanPancasila

 

Tulisan : Jim R Tindi
iklan1