Tag: ssk

Ketua PKS Manado: Kamis, SSK-SS Terima SK di DPP

SSK-SS (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Peta politik di Pilwako Manado 2020 akan semakin kencang tensinya. Pasalnya dari sejumlah nama bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali Kota Manado satu persatu mulai menerima Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai politik masing-masing. Konsekuensinya, jika terlambat maka ada bakal calon yang terancam kehilangan kesempatan mendapatkan dukungan untuk syarat pencalonan.

Minggu (26/7/2020), Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Manado, Abu Hasan Syafi’i, ST pada Suluttoday.com menyampaikan bahwa pihaknya ditengah konsolidasi yang intens mulai mengalami progres. Dimana pada Kamis (30/7/2020) DPP PKS akan menyerahkan SK kepada pasangan calon Wali Kota Manado, Ir. Sonya Selviana Kembuan (SSK) dan Syarifudin Saafa, ST.,MM (SS).

”Insya Allah hari Kamis, Minggu depan DPP PKS menyerahkan SK kepada SSK-SS sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. Capaian komunikasi yang dilakukan massif dalam beberapa bulan terakhir ini kita harapkan dapat terus berjalan dengan baik,” kata Hasan sapaan akrab Syafi’i.

Ketika ditanya kenapa PKS melirik sosok SSK, Hasan mengatakan telah melalui berbagai dialektika pertemuan dan kerja-kerja sosial guna mengasah serta menguji komitmen yang mulai terjalin cukup lama. Hasan menilai SSK merupakan potret politisi yang konsisten, berpihak pada kepentingan semua golongan masyarakat. Pandangan yang majemuk dan komunikasi SSK dinilai layak untuk didukung menjadi calon Wali Kota Manado.

SSK, Benny Mokalu dan SS (Foto Istimewa)

”Tentu kita punya kalkukasi dan penilaian terhadap Ibu SSK. Yang pasti bukan tanpa pertimbangan panjang. Figur seperti beliau dibutuhkan masyarakat Kota Manado, apalagi kemarin saat Koalisi Keumatan menggagas kegiatan sosial saat memerangi COVID-19, Ibu SSK tampil sebagai motor penggerak. Terlebih cara berpolitiknya yang mengedepankan etika akomodasi kepentingan, kesetaraan dan mengedepankan kemanusiaan yang kami nilai sangat berkaitan erat dengan visi besar PKS. Kemudian sejak awal Ibu SSK memang sudah berkomitmen mengambil figur muslim sebagai pasangan calon Wakil Wali Kota yang mendampingi dirinya,” ujar Hasan.

Untuk diketahui, melalui Troy Pomalingo, orang dekat SSK saat dimintai komentar terkait siapa saja yang akan dilibatkan sebagai tim pemenangan SSK-SS, dikatakannya bahwa ada nama Irjen (Pur) Benny Mokalu, mantan Kapolda Bali yang siap turun menjadi Ketua Tim pemenang SSK-SS dalam Pilwako Manado 2020. Benny Mokalu juga saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT MNC Kapital Indonesia Tbk.

(*/Bung Amas)

Ikhtiar Politik SSK dan Komitmen Bersama Umat Islam

Ir. Sonya Selviana Kembuan (Foto Istimewa)

Catatan Redaksi Suluttoday.com

Ir. SONYA SELVIANA KEMBUAN (SSK), politisi perempuan yang namanya santer dibicarakan akan bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado, Rabu 9 Desember 2020 mendatang tak setengah hati membangun komitmen. Perempuan kelahiran Manado yang berkiprah menjelajah dunia bisnis ini terpanggil harus mengabdi di daerah tempat dia tumbuh dewasa. Tak ayal, SSK yang telah membulatkan niat maju sebagai calon Wali Kota Manado itu melewati ragam tantangan karena keteguhannya mempertahankan calon Wakil Wali Kota yang akan mendampinginya.

Bagi SSK pentas Pilwako merupakan sarana untuk mengukuhkan kebersamaan. Itu sebabnya, perempuan vokal ini tetap ngotot mengambil keterwakilan umat Islam di Manado sebagai calon Wakil Wali Kota yang akan berduet dengannya di perhelatan Pilwako Manado. Beberapa nama telah dikantonginya, bujukan dan godaan datang untuk SSK mengganti nama-nama calon Wakil Wali Kota tidak digubrisnya. SSK memang dikenal tipikal sosok yang konsisten.

Diantara nama-nama calon pendamping SSK yang telah masuk dalam radar prioritas SSK yakni Syarifudin Saafa, ST.,MM (Ketua DPW PKS Sulawesi Utara), Enda Ungu yang memiliki nama lengkap Franco Wellyjat Medjaya Kusumah (musisi/artis, tokoh muda), Sultan Udin Musa, SH (politisi senior Partai Golkar) dan Drs. Ulyas Taha, M.Si (Ketua NU Sulawesi Utara). Kesungguhan SSK tersebut tentu mendatangkan penolakan bagi parpol tertentu yang menyiapkan kadernya untuk maju dan tidak masuk kualifikasi seperti yang disiapkan SSK. Ruang resistensinya tentu terlahir.

Menurut SSK fondasi pembangunan Kota Manado perlu digambarkan dalam komposisi koalisi yang berimbang. Seorang penganut agama Kristen Katolik yang taat itu begitu terbuka pikirannya dan siap meminang umat Islam salah satunya untuk menjadi calon Wakil Wali Kota Manado mendampingi dirinya. Berkaitan dengan konsolidasi mengamankan gerbong koalisi, SSK akrab-akrabnya berkomunikasi dengan pengurus PKS, Gerindra, Perindo, dan juga Partai Golkar. Bahkan terakhir, meski PAN telah mengeluarkan SK mendukung kandidat lain, SSK masih yakin akan merebut PAN.

Bukan ‘daun lemong’ gebrakan SSK merambah dunia bisnis dan kontraktor sampai di Luar Negeri. Pengalamannya tidak sedikit, ditambah lagi keberaniannya berkorban untuk membantu masyarakat Manado telah ditunjukkannya. Baik sebelum penyebaran Virus Corona sampai dengan saat meluasnya Virus Corona di Manado. Paket bantuan disalurkan SSK tanpa pilih kasih. Masyarakat yang beragama Kristen (Protestan dan Katolik), Islam, Hindu Buddha dan Konghucu dibantunya. Pokoknya seluruh masyarakat terdampak COVID-19 diberi bantuan SSK sesuai kebutuhan masing-masing.

SSK bersama Menteri Whisnutama (Foto Istimewa)

Kesulitan menjaga komitmen lalu dihadapkan dengan problem koalisi tak membuat SSK mundur selangkah pun. Sepertinya SSK getol melakukan operasi diam-diam terhadap sejumlah parpol yang punya kursi di DPRD Kota Manado. Politisi murah senyum itu yakin kalau dirinya akan didukung sejumlah parpol yang telah didekatinya. Hal itu bukan tanpa alasan, SSK membangun komitmen kemudian menjalankan komitmen tersebut. Apalagi sosok SSK sebagai seorang petarung politik, dia bukan pecundang, penghianat atau seperti politisi penjilat lainnya.

Ketika menemuai masyarakat SSK telah berjanji siap menghibahkan waktu dan tenaga untuk memajukan Kota Manado. Segudang pengalaman yang dimilikinya akan dikontribusikan bagi pembangunan masyarakat Manado. Menariknya lagi SSK dalam hal semangat membangun demokrasi sangat mewanti-wanti adanya politik propaganda, fitnah dan kampanye hitam. Menurutnya Pilwako Manado harus dijalani dengan keceriaan, berpolitik secara toleran dan lahirkan kerukunan di tengah masyarakat. Persatuan merupakan hal utama dalam proses politik. SSK menyebut lebih utama dari politik adalah kemanusiaan.

MOR, RS/AA, JPAR dan IMBA dalam Pusaran Pilwako Manado

MOR, RS, AA, JPAR dan IMBA (Foto Istimewa)

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di musim pandemi, 9 Desember 2020 akan berlangsung tensi politik yang sedikit berbeda. Selain anjuran pemerintah untuk tetap melakukan social distancing dan menghindari kerumunan, penyelenggara Pilkada pun bergerak tidak seramai dahulu. Kini segala tahapan dilakukan atas prinsip menjunjung tinggi protokol COVID-19. Pada entitas lain, loby-loby politik dan bargaining kepentingan tetaplah tumbuh.

Agenda demokrasi memang tidak pernah sunyi dalam konteksnya barter kepentingan dan adu kuat. Di Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado sejumlah nama mulai terpublikasi di media massa. Diantaranya, ada Mor Dominus Bastiaan (MOR), Jelyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR), Jimmy Rimba Rogi (IMBA) dan Richard Sualang (RS)/Andrei Angouw (AA). Masing-masing mereka tampil sebagai kontestan calon Wali Kota Manado, jika skema koalisi berjalan normal tak ada kejutan politik, maka pasangan calon Wali Kota Manado memungkinkan 4 (empat) pasang calon.

Walau pun dari sisi kekuatan bila dibedah, bisa menjadi relatif, debatebel dan saling klaim. Mor dikabarkan berpasangan dengan HJP (Hanny Joost Pajouw), meski belum memegang SK (Surat Keputusan) dari partai politik, MOR-HJP sudah optimis mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat. Tentu bukan tanpa alasan, mereka para politisi senior dan ada pula akademisi senior yang rekam jejaknya patut diperhitungkan.

JPAR yang santer dibicarakan telah berduet dengan Harley AB Mangindaan (HABM) mulai membentuk poros koalisi. JPAR-HABM mengidentifikasi diri secara politik bahwa akan didukung Partai NasDem sebagai saldo awal koalisi. Beberapa parpol lain sedang mereka garap. IMBA yang adalah mantan Wali Kota Manado ini dipasang-pasangkan dengan sejumlah bakal calon Wakil Wali Kota Manado, ada nama Boby Daud, dr. Makmun Djafara dari PAN. Ada pula nama Lily Binti dan Ruby Rumpesak yang digadang mendampingi IMBA.

Selanjutnya faksi politik yang diprediksi kuat adalah Andrei. Politisi pengusaha ini dinilai layak berpasangan dengan Richard Sualang, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado yang juga Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Andrei juga disebut-sebut sedang digodong bersama Asiano Gemmy Kawatu, birokrat senior yang kini menjabat posisi Asisten Administrasi Umum Pemprov Sulut. Politik memang punya logikanya sendiri, kadang dipandang tidak logis untuk kepentingan representasi kepentingan, tapi dalam kacamata politik dinilai sepadan dan layak, maka jadi logislah semua itu.

Relatifisme dalam politik memang begitu terbuka. Kemungkinan peta politik berubah atas hal-hal tertentu juga sering kita jumpai dalam pertempuran politik. Sebut saja salah satu contohnya, sosok Richard Sualang dinilai pantas menjadi calon Wali Kota Manado, tapi dalam kacamata perkawinan kepentingan bila tidak selaras, tidak seiring sejalan, maka kepantasan hanya akan menjadi harapan yang bercokol dalam pikiran.

Praktek di lapangan mengatakan lain. Itulah unik dan menjadi seni dalam politik, tidak semua hal ideal dalam amatan kita, ideal pula dalam kacamata politik. Politik juga soal dominasi dan daya tawar, politisi harus memiliki itu. Tidak sekedar kemampuan basis dukungan yang luas, ketersukaan publik, kepercayaan orang banyak terhadapnya. Lebih dari itu, politisi diminta untuk mampu mengkompromikan kepentingannya dengan kepentingan para pemburu kepentingan lainnya. Harus ada nilai jual, bukan sekedar modal sosial.

Diperkirakan terkait perang isu di Pilwako Manado kali ini juga ramai. Rebutan simpati dari konstituen pasti dilakukan masing-masing paslon kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. Jualan isu potensial adalah masih soal isu-isu klasik, seperti politik identitas. Kampanye politik materialisme, isu sektarian juga akan diselundupkan dalam kampanye-kampanye informal. Rumah ibadah tidak tergadai, tapi akan menjadi komoditi politik yang strategis.

Menerima atau tidak, kita sudah memasuki Pilkada yang mentradisikan media daring (virtual) sebagai sarana komunikasi publik. Kita mulai masuk di rimba gelap pertarungan isu di media sosial, sampai di ruang-ruang terbuka. Kampanye hitam (black campaign), hoax dan pembunuhan karakter (character assassination) menjadi santapan publik yang akan disodorkan masing-masing tim pemenang untuk melemahkan lawan tandingnya. MOR, JPAR, IMBA dan RS/AA merupakan potret generasi terbaik di yang akan bertarung dalam ruang demokrasi di Manado.

Dalam level kandidat, tentu isu-isu produktif yang dibangun dan dipelihara. Tema politik penuh kerukunan, kebersamaan, persaudaraan dan kemajuan yang dibicarakan. Sama-sama membawa gagasan besar (grand narasi) dalam pembangunan, tak mungkin mereka melepaskan ‘peluru hampa’ dalam pertarungan Pilwako Manado. Artinya, sumber daya telah disiapkan, visi dan misi mereka tentu berkualitas. Tidak asal-asalan, apalagi abal-abal.

Turun pada level tim pemenang yang menerapkan marketing politik, biasanya segala cara dan strategi politik dipakai. MOR, JPAR, IMBA dan RS/AA, merupakan pemimpin yang berfikir ke masa depan, orang-orang berhasil yang kini kita menjadikan mereka sebagai panutan dalam politik. Tidak mudah berada dalam capaian tersebut. Kita menahan diri dulu, menanti apa gerangan kejutan yang diberikan mereka dalam penentuan koalisi. Selamat menggelorakan demokrasi dengan isu-isu dan tema yang konstruktif.

Politik itu bicara soal keterwakilan. Tentu keterwakilan kepentingan kelompok, serta masyarakat pada umumnya. Deretan nama-nama itu akan memberi legacy tentang kelayakan mereka sebagai pemimpin rakyat, bukan pemimpin golongan agama tertentu. Memang politik representasi telah mengakar dalam pandangan hidup masyarakat kita, sehingga untuk kepentingan elektoral sukar rasanya dihindari jika ada masyarakat yang menentukan pilihannya berdasaran emosi tertentu.

Demokrasi kita telah memberi ruang itu, ruang kebebasan memilih. Masyarakat bebas menentukan calon pemimpinnya disaat Pemilu atau Pilkada. Kembali ke masyarakat apakah mereka mau mengedepankan kepentingan jangka pendek maupun yang jangka panjang. Karena proses sayembara memilih pemimpin untuk situasi Kota Manado saat ini adalah melalui instrument partai politik. Bagi jalur independen (non parpol) sudah selesai waktunya dalam proses pendaftaran. Sehingga parpol punya peran begitu besar dalam menyajikan pilihan-pilihan calon pemimpin kepada masyarakat.

Deretan nama lain yang muncul dan santer dibicarakan masyarakat untuk meramaikan bursa calon Wali Kota Manado, belakangan yakni Sonya Selviana Kembuan (SSK), Johanis Victor Mailangkay (JVM), Rio Permana Mandagi (RPM). Belum terhitung line up bakal calon Wakil Wali Kota Manado yang cukup banyak menampilkan politisi-politisi ternama di Manado. Panggung politik di tahun 2020 ini kita berharap lebih berkualitas lagi dibanding tahun tahun sebelumnya. Kita kompak mendorong edukasi politik dibangun, agar masyarakat tidak tersesat, tidak dibohongi para politisi yang tidak punya niat mulia membangun daerah dengan praktek politik penuh hasutan dan destruktif.

Pada segmentasi lain konstalasi politik di Manado dipastikan makin kompetitif dan penuh warna manakala IMBA berpeluang lolos menjadi kontestan di Pilwako Manado. Figur yang masih punya massa pendukung militan ini akan memaksimalkan kekuatan guna meraih kemenangan. Memang tantangan IMBA hanya satu, yakni peluang akan terjegal karena statusnya yang dalam tafsir hukum masih ada pro kontra.

Dukung SSK di Pilwako, DPC Perindo se-Kota Manado Solid

Pertemuan DPC Perindo Manado bersama SSK (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Beredarnya informasi soal pemberitaan dukungan DPD Perindo Kota Manado, maka DPC Perindo se-Kota Manado, Senin (13/7/2020) menggelar pertemuan dengan Ir. Sonya Selviana Kembuang (SSK), bakal calon Wali Kota Manado melalui Timnya. Pertemuan di Fair Play kawasan Kota Manado itu diawali dengan diskusi yang penuh keakraban.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perindo Kecamatan Tikala, Arther Supit bahwa pihaknya berkomitmen dan loyal terhadap keputusan yang dikeluarkan DPD Partai Perindo Kota Manado. Pihaknya dalam hal ini akan berjuang, mendorong serta memperkuat apa yang telah diusulkan DPD Perindo Manado. Arther menilai secara struktural dan hierarki kepartaian DPC patuh terhadap keputusan struktur diatasnya.

”Kami berbincang-bincang dan bertemu tim SSK ini untuk mencari solusi bersama. Soal posisi dan sikap, DPC Perindo berada dibawah DPD Perindo Manado, sehingga sangat tidak elok kita berseberangan dengan keputusan DPD Perindo Manado. Itu artinya kami bersepakat memperkuat rekomendasi yang dikeluarkan DPD Perindo Manado dalam hal usulan rekomendasi nama ke DPP Perindo. Kita solid menyuarakan aspirasi yang diperjuangkan DPD Perindo Manado,” ujar Arther.

Sementara itu, dari Tim SSK yang hadir adalah Meggi Lamia, Agus Ointoe dan sejumlah Tim lainnya menyampaikan pentingnya pertemuan tersebut dilakukan. Pihaknya optimis SSK akan melenggang mulus dalam kontestasi Pilwako Manado 9 Desember 2020. Hal tersebut dikatakan Meggi terkait pentingnya memelihara komunikasi dengan sejumlah partai politik.

”Tentunya pertemuan malam ini amat penting dilakukan. Kami ditugaskan Ibu SSK untuk bertemu dengan 11 DPC Perindo yang ada di Kota Manado. Puji Tuhan malam ini pertemuan berjalan lancar dan sudah kuorum, lebih dari setengah yang hadir dalam pertemuan ini. Lebih penting lagi mereka memberikan dukungan yang baik,” kata Meggi.

Sekedar diketahui, DPD Perindo Manado mengeluarkan dukungan untuk SSK yang diserahkan ke DPP Perindo. Selanjutnya, pertemuan DPC di Fair play Cafe, Senin (13/7/2020) malam ini dihadiri Ketua DPC Wenang, Renny Tamara. Ketua DPC Wanea Bung David, dan Tikala Arther Supit, hadir pula Ketua Paal Dua, Jefrie Tendean Tuminting Peggy Tangkowid Singkil Bunaken Mapanget Sario.

(*/Bung Amas)

Dalam Diam SSK Bergerak, Menuju Harapan Baru Manado

Ir. Sonya Selviana Kembuan (Foto Istimewa)

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

Politik menjadi alat perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Cita-cita besar itu sering kali terkikis atas praktek politisi yang terlalu mengutamakan sahwat politiknya. Mengejar kemewahan dunia, berlaku korup dan akhirnya menindas sesamanya. Menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan politik. Ir. Sonya Selviana Kembuan, bakal Calon Wali Kota Manado dikenal tak memperhitungkan lelahnya berjuang demi warga Manado.

Perempuan yang membangun karir sebagai pengusaha itu enggan mempolarisasi masyarakat. Dirinya hadir sebagai perekat, mengikat keakraban di tengah masyarakat dan tidak mau menjadi beban atau sampah peradaban. Bagi SSK, sapaan akrab Sonya dia berusaha menjadi makhluk sosial yang selalu menjadi pelopor dalam perubahan. SSK kini, dalam menyongsong pertarungan Pilwako Manado, Rabu 9 Desember 2020 selalu bergerak dinamis. Tidak terperangkap atau tertipu dengan nyiyir dan egoisme politik sektoral, dirinya hadir merangkul semua lapisan masyarakat. Terlebih partai politik, SSK melakukan komunikasi politik bermartabat dengan semua partai.

SSK bagai sedang melakukan ‘revolusi sunyi’, seperti tidak terpublikasi seluruh manuver dan komunikasi politiknya. Namun yang dilakukan diperhitungkan lawan politik. Dengan pendekatan yang penuh rasa hormat dan sikap santun membuat SSK disegani. Melalui prinsipnya yang mengedepankan etika politik menghantarkan dirinya ke level yang satu dua tingkat lebih maju ketimbang para politisi lainnya yang senang melempar satire. SSK seperti tidak khawatir dikhianati dalam perjuangan politik, hal itu terbukti dari ketulusannya berucap, blak-blakan dan kepolosannya menyampaikan pendapat.

Telah berkomunikasi intens dengan Partai Politik seperti PKS, Perindo, PAN, Gerindra, PDI Perjuangan dan juga NasDem tak membuat politisi perempuan ini jumawa. Malah SSK tetap mengambil sikap ‘menghindari’ percakapan publik yang berlebih. Menurut SSK politik adalah soal pengabdian, ketulusan bekerja memberi diri bagi banyak orang. Itu sebabnya, politisi yang terlahir dari keluarga sederhana itu menantang dikotomi dan dikriminasi dalam praktek politik. SSK menyebut politik mengakomodasi pemerataan, tak ada yang namanya distingsi dalam politik.

Derajat manusia bagi SSK ditentukan dari kepribadian, karakter dan kejujurannya yang ia simpulkan dalam istilah integritas politik. Kenapa penting integritas dalam berpolitik?, SSK dalam beberapa momentum bertukar pendapat menyampaikan perubahan sebagai sebuah keniscayaan memerlukan kepemimpinan yang kokoh berintegritas. Dari konsistensi sikap pemimpin menjaga, merawat integritas akan memobilisasi sebuah daerah atau negara menuju kemajuan yang berarti. Dengan pandangan tersebut, SSK lebih mengedepankan kepentingan masyarakat di atas segala kepentingan personal.

SSK bersama Bang Akbar Tanjung (Foto Istimewa)

Gerilya SSK dalam membentuk koalisi di Pilwako Manado, mesti tidak ramai tapi mulai terasa. Bersama tim, SSK melakukan ‘tendangan sudut’ (Corner kick) yang membuatan konsentrasi lawan berlahan buyar. Begitu percaya diri politisi PDI Perjuangan itu membangun kekuatan, bahkan mulai menentukan siapa rivalnya dalam Pilwako Manado 2020. SSK telah bulat bertarung sebagai calon Wali Kota Manado dengan mengusung skema koalisi yang majemuk. Keberagaman politik dan penghargaan terhadap kemajemukan akan dicontohkannya dalam memilih mitra koalisi yang tepat.

Gagasan besar SSK tentang ‘Harapan Baru Manado’ pun mulai didengungkan. Relawan dan simpatisannya telah membumikan itu dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti memberikan Bansos, turun bersama membantu masyarakat saat pandemi COVID-19. Edukasi politik dilakukan, SSK tidak sekedar memberikan kata-kata, melainakn mewujudnyatakannya dalam tindakan. SSK tidak main-main, bergerak dalam diam, namun memiliki sasaran yang jelas. Penetrasi politik dilakukan dengan santun, terarah, kemudian mengena. Hitungan SSK bersama timnya mulai mewarnai konstalasi politik Pilwako Manado.

iklan1