Tag: Stendy S Rondonuwu

Komisi 1 Dekab Minut Sesali Tindakan Dinas Pendidikan

Stendy Rondonuwu (FOTO Suluttodayc.om)

MINUT, Suluttoday.com – Prestasi yang di torehkan Siswa yang membawa harum dunia Pendidikan di tanag Tonsea ternyata Kurang mendaparkan kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menuai pertanyaan dan kritikan.

Betapa tidak, dari sekian hasil capaian prestasi siswa, Pemkab Minut melalui Dinas Pendidikan dinilai terkesan tutup mata, enggan memberi dukungan, padahal para siswa sedianya membawa harum nama Kabupaten Minut. Lihat saja, Hillary Karenina Kandou, siswi SD di Sekolah MIS di Desa Kolongan Tetempangan Kecamatan Kalawat.

Hillary yang baru saja lulus Grade 1 Elementary di Manado Independet School, yang sudah menorehkan raihan prestasi seperi Best in civic, RME, IT, reading and most inquisitive, honor medal as the first rank in her grade (peringkat 1 dari seluruh kelas 1 di sekolah) dan Gold Winner untuk pertandingan matematika tingkat nasional.

Dan hebatnya lagi, pada tanggal 14 July 2018 nanti, Hillary bakal ikut lomba tingkat dunia di Yonsei University, Incheon Korea. Namun disesalkan, sepertinya prestasi yang membanggakan daerah ini tak tersentuh kepedulian Pemkab Minut. Orang tua Hillary, Hanny Kandou pun angkat bicara.

Menurutnya, sebagai orang tua bangga bisa menyekolahkan anaknya di Kabupaten Minahasa Utara sekaligus dapat berprestasi dan bakal membawa nama baik dunia pendidilan di Minahasa Utara. Hanya saja, disayangkan, Pemerintah seperti tak mau terlibat memberikan kemudahan kepada siswa.

”Kalau anak kami sekolahnya di Manado, sudah pasti dijamin dibantu fasilitasi kesiapan dan keberangkatannya ke Korea oleh Pemerintah Kota. Dan ini sudah kami tanyakan ke Dinas Pendidikan Kota Manado. Hal ini juga sebenarnya berlaku untuk kabupaten kota mana saja, termasuk Minut,” beber Hanny dengan nada kritis.

Para siswa berprestasi (FOTO Suluttoday.com)

”Kami bukan minta-minta. Kami orang tua mampu kok memberangkatkan anak kami ke Korea. Hanya saja, yang disayangkan kalau prestasi internasional semacam ini diraih siswa lain yang tidak mampu secara finansial. Lagi pula siapapun itu, pemerintah wajib membantu. Ini amanah aturan,” ungkap Hanny.

Terkait aspirasi warga ini, Ketua Komisi I DPRD Minut, Stendy S Rondonuwu menyayangkan sikap Pemkab Minut dan sekolah yang ada. Menurut Stendy, dengan pola sistem pendidikan Indonesia, dalam dunia pendidikan siapa saja wajib mendapatkan perhatian pemerintah, apalagi berprestasi, wajib dibantu.

Sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik Yang Memiliki Potensi Kecerdasan Dan/ Atau Bakat Istmewa, khususnya Bab VII Pasal 25 Ayat 5, jelas Pemerintah wajib menyiapkan dan memfasilitasi termasuk anggaran.

”Dinas Pendidikan jangan diam. Ini prestasi dan skalanya internasional. Ada kan dana hibah. Manfaatkan itu dan bantu siswa berprestasi apalagi ini sudah di level internasional,” sembur Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Lanjut Stendy, Komisi I bakal memanggil Dinas Pendidikan untuk meminta penjelasan terkait tanggung jawab Pemkab terhadap siswa berprestasi. Yang kurang memberikan kepedulian terhadap prestasi siswa.(Eman)

Tak Terima Gaji 4 Bulan, Guru THL Minut Mengadu ke DPRD

Anggota Komisi D DPRD Minut saat hearing (FOTO Ist)

MINUT, Suluttoday.com – Memang sangat menyedihkan Oemar Bakri tenaga pendidik khususnya yang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) atau honorer yang ada di Minahasa Utara (Minut) terabaikan.

Meski kabarnya telah tertata dalam APBD 2018 terkait tunjangan bulanan, namun hingga kini hak mereka memasuki triwulan kedua tak kunjung tiba di rekening mereka. Kepada wartawan, sejumlah guru THL mengeluh. Beban biaya hidup pun jadi persoalan. Pemerintah lewat Dinas Pendidikan dinilai kerap mengabaikan kepentingan mereka.

“Torang so kesulitan. Biaya ekonomi tinggi tali torang pe hak belum torang terima sampe sekarang so empat bulan (Januari, Februari, Maret, April red) memasuki lima bulan,” keluh sejumlah guru THL Minut yang enggan namanya ditulis.

Para guru THL berharap Pemkab Minut merespon dan meminta DPRD merespon keluhan mereka karena wakil rakyat menjadi tempat para guru honor ini bermohon diperjuangkan kepentingan mereka itu. Akan hal ini, Ketua Komisi I DPRD Minut Stendy S Rondonuwu SE meminta Pemkab Minut segeranya mencairkan hak guru THL.

“Hak guru jangan ditahan. Ini soal kehidupan mereka. Kami meminta Pemkab lewat Dinas terkait menjelaskan persoalan tertahannya realisasi honor THL,” ujar Rondonuwu.

Salah satu THL saat menyampaikan keluhannya (FOTO Ist)

Terkait ini, Plt Kepala Dinas Pendidikan Minut Alpret Pusungulaa yang dimintai konfirmasinya mengatakan masih akan mengecek soal anggaran honor THL mengingat dirinya yang masih baru menjabat sebagai Plt Kepala Dinas.

“Saya akan cek dulu. Saya masih baru. Pasti itu berproses,” jawabnya singkat belum lama ini.

Diketahui, pada penganggaran APBD-Perubahan 2017, ada sekitar 600-an guru THL yang dibiayai Pemkab per bulannya dan diharapkan bersabar.(Eman)

iklan1