Tag: Steven Kandouw

Bidik Pasar Internasional, Disnakertrans Pacu Peningkatan Produktifitas

Kegiatan peningkatan produtifitas (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Peluang besar telah terbuka luas di Pasar Internasional, untuk itu agar dapat bersaing Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) memacu produktifitas dengan sejumlah pelatihan. Salah satunya adalah Pelatihan Peningkatan Produktifitas yang digelar di aula instansi pemerintah tersebut Selasa (05/03/2019).

Kepala Disnakertrans Sulut, Ir Erny B Tumundo MSi yang membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa produktifitas harus menjadi budaya bagi masyarakat Sulawesi Utara untuk bisa bersaing dan tetap eksis di pasar internasional.

Lebih lanjut Tumundo menegaskan bahwa pihaknya menggandeng badan usaha swasta untuk memberikan pemahaman akan pentingnya produktifitas, sehingga hasil akhirnya dapat membentuk pekerja yang berkualitas serta mampu memberikan kontribusi bagi perusahaan maupun usahanya sendiri.

Tumundo menambahkan hasil yang pasti bisa dirasakan adalah peningkatan pendapatan serta kesejahteraan sesuai dengan tujuan Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan yang digegas oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw.(cat)

Sekali Lagi, Gubernur OLLY Apresiasi DPRD Sulut

Gubernur Sulut mendatangani Berita Acara (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Jumat (1/3/2019), Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey yang didampingi Wakil Gubernur Steven O. E. Kandouw menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dalam rangka Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (PROPEMPERDA) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2019, dan Penetapan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tentang Tata Tertib DPRD Provinsi Sulawesi Utara di Ruangan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulut.

Gubernur Olly menyampaikan dalam sambutannya bahwa menjadi satu kebanggaan karna hingga tiga tahun kepemimpinannya, segenap pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara tetap konsisten dalam menunjukkan eksistensi pemenuhan tugas, peran dan tanggung jawab untuk membangun Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara melalui rentetan kerja yang paripurna.

“Pimpinan dan segenap Anggota DPRD Provinsi  Sulawesi Utara telah mampu memparipurnakan penetapan dua agenda kerja bernilai konstruktif baik bagi internal institusi DPRD Provinsi Sulawesi Utara sendiri, maupun bagi dinamika pembangunan daerah kedepan,” ujar Gubernur Olly.

Melalui kesempatan tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan keputusan DPRD tentang PROPEMPERDA Provinsi Sulut tahun 2019 dan peraturan DPRD tentang tata tertib DPRD Prov. Sulut.

“Telah ditetapkannya PROPEMPERDA Tahun 2019 dan Peraturan tentang tata tertib DPRD agar dapat membawa progres terhadap pembangunan di daerah ini dan dapat meningkatkan kapasitas dan kinerja DPRD kedepan akan semakin optimal sehingga akan membawa Sulawesi Utara menjadi semakin hebat,” kata Gubernur Olly.

Untuk diketahui, yang hadir para anggota Forkopimda, Sekretaris Provinsi Sulut Edwin H. Silangen, MS, para pejabat Sipil, TNI dan Polri, serta seluruh pejabat struktural Pemprov Sulut. (*/Redaksi)

Tunjang Kompetensi Calon Naker, BLK Siapkan Puluhan Paket

Rahel Ruth Rotinsulu (FOTO Ist)

BITUNG, Suluttoday.com – UPTD Balai Pelatihan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara atau dikenal dengan BLK Bitung tahun 2019, menyiapkan sejumlah paket untuk menunjang kompetensi calon tenaga kerja (naker). Hal ini disampaikan oleh Kepala BLK Bitung, Rahel Ruth Rotinsulu SSTP MSi kepada media ini Kamis (28/02/2019) sore.

Rotinsulu menyatakan bahwa pihaknya menyiapkan 72 paket pelatihan dengan 50 program institusional dan 22 program MTU (mobile training unit). Dan diuraikan Rotinsulu total anggaran yang digelontorkan demi mendukung program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan melalui kualitas calon tenaga kerja adalah sebesar Rp 5.760 Miliar.

Ditandaskan mantan juru bicara Pemerintah Kota Cakalang ini bahwa peserta pelatihan di BLK Bitung nantinya wajib mengikuti program uji kompetensi dari LSP dimana yang lulus berhak mendapatkan sertifikat dari kemenaker RI melalui badan sertifikasi profesi (BNSP).

Hal ini tentunya akan semakin menambah nilai dari calon tenaga kerja saat melamar pekerjaan. Lebih lanjut ibu dua orang anak ini menambahkan bahwa Kamis (28/02/2019) siang telah dimulai program pelatihan berbasis kompetensi tahap I yang dibuka Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw.

Dimana untuk pelatihan berbasis kompetensi tahap I sebanyak 15 paket yakni pemeliharaan kendaraan ringan sistem konvensional, practical office advanced, perawatan mesin pendingin AC, service sepeda motor, penjahitan pakaian, operator cabinet making, pemasangan listrik bangunan sederhana, junior administrative assistant, pengelolaan administrasi perkantoran, juru las, pemasangan instalasi listrik otomasi, dan pengoperasian mesin bubut dan frais.(cat)

Tragedi Longsor di Bakan Bolmong Makan Korban, Pemprov Sulut Didesak Tindaki PETI

Evakuasi korban di Bakan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com Ironis, insiden yang tidak diharapkan kini terjadi di Kabupaten Bolaang Mangondouw (Bolmong), Selasa (26/2/2019). Dimana Bencana tanah longsor terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), tepatnya di Desa Bakan Kecamatan Lolayan, Bolmong memakan korban yakni tertimbunnya para penambang. Akibatnya, terajdi korban jiwa yang melibatkan 8 penambang.

Sebagai perusahaan tambang ilegal di Bolmong, PT JRBM terlibat mempertanggung jawab hal ini. Lahan yang ditambang secara ilegal adalah areal penggunaan lahan (APL). Menurut Direktur PT J Resources Asia Pasifik Tbk,  PSAB Edi Permadi, area longsor tidak masuk site operasi JRBM.

”Iya, wilayah yang dijadikan sebagai lokasi penambangan tanpa izin berada di wilayah konsesi PT JRBM. Namun lokasi longsor di luar di site operasi JRBM dan tanahnya masih milik perorangan,” tegas Edi, Kamis (28/2/2019).

Dirinya mengaku terpukul dengan korban longsor di lokasi PETI yang jauh dari area operasi. Bencana yang menimpa delapan warga sangat menyentuh mereka.

”Kami manajemen dan segenap PSAB menyampaikan turut berduka cita atas korban longsor di lokasi penambangan tanpa izin di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow,” ucap Edi yang juga menambahkan bahwa proses evakuasi ikut melibatkan tim Rescue dari PT JRBM anak usaha dari PSAB.

Dengan sepak terjang oknum pengusaha tambang. Diduga para oknum pengusaha PETI yang menjadi pemicu warga datang menambang area yang masuk di wilayah konsesi perusahaan. Sejak tahun 2016-2018, JRBM melaporkan aktivitas tambang ilegal kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Malah awal awal tahun 2019 sudah dilaporkan.

”Sudah beberapa kali penertiban penambangan tanpa izin, namun penambang tanpa izin kembali melakukan aktivitas penambangan pasca operasi penertiban tersebut,” tuturnya.

Tambah Edi, para penambang PETI menggunakan bahan kimia berbahaya seperti sianida dan merkuri. Limbah hasil penggunaan bahan kimia berbahaya tidak dikelola secara baik, sehingga mencemari lingkungan. Selain bahaya limbah, ancaman longsor setiap saat bisa terjadi.

”Kronologisnya, insiden terjadi pada hari Selasa malam bukan yang pertama, pada tanggal 4 Juni 2018 juga terjadi longsor dan 5 orang penambang tanpa izin meninggal dunia,” kata Edi.

Agar tidak terjadi dampak negatif, Edi meminta pemerintah supaya mengambil sikap tegas untuk menertibkan penambang tanpa izin tersebut. Pada Agustus 2018 silam, Polisi resmi menyatakan bahwa kawasan penambangan tanpa izin di Bakan  telah ditutup, tetapi ternyata masih ada aktivitas penambangan bahkan dalam jumlah besar.

”Pemerintah harus tegas untuk menertiban penambangan tanpa izin karena dampak terhadap keselamatan dan lingkungan sangat besar,” ujar Edi.

Situasi setelah insiden di Bakan (FOTO Ist)

Seperti diketahui, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw telah memutuskan untuk menindaki secara tegas operasi PETI Bakan. Sumber malapetaka situ akan ditertibkan. Karena menyangkut juga hajat hidup orang. Saat ini juga, Pemprov telah melakukan evaluasi untuk tindakan tegas yang bakal diambil dalam waktu dekat.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kini sedang menyiapkan solusi untuk itu. Iya, terhadap penertiban PETI Bakan tentunya. Hal ini harus dilakukan sesuai regulasi dan menjamin kesehatan dan keselamatan kerja. Yang pasti ada tindakan tegas untuk PETI Bakan. Bukan hanya PETI Bakan, tapi bagi PETI yang lain,” tutur Wagub Steven saat dihubungi wartawan via WhatsApp, Kamis (28/2/2019).

Ditempat terpisah, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Pemprov Sulut Franky Manumpil mengatakan, PETI Bakan bakal ditutup. Menurutnya, sesuai regulasi tambang yang tidak memiliki izin harus ditutup. Selain itu, upaya yang akan dilakukan Pemprov Sulut untuk PETI Bakan dan PETI yang lain diwilayah Nyiur Melambai akan dilakukan.

“Memang kalau kita menyesuaikan pada aturan, tambang ilegal harus ditutup. Ini yang akan kita lakukan untuk PETI Bakan. Sekarang ini kita sudah siapkan Satuan tugas (Satgas) untuk menindaki PETI Bakan. Dalam waktu dekat, inspektur tambang sudah akan lebih dulu turun untuk melakukan investigasi,” ucap Manumpil tegas.

Ia juga menegaskan, bila telah didapati hasil, maka Satgas akan ke lokasi untuk melakukan tindak lanjut. Dikatakannya lagi, pihaknya telah menyiapkan sanksi tegas untuk aktivitas PETI tersebut. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan polisi sudah berulang kali merazia dan menutup. (*/Redaksi)

Gandeng TP-PKK, Disnakertrans Pacu Terciptanya Wirausaha Baru

Penyematan tanda peserta oleh Wakil Ketua TP PKK Sulut (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Utara memacu terciptanya atau lahirnya wirausaha-wirausaha yang baru serta produktif. Untuk itu, Disnakertrans Sulut pun menggandeng Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Sulawesi Utara.

Melalui pelatihan wirausaha baru produktif seperti ditegaskan oleh Kepala Disnakertrans Sulawesi Utara, Ir Erny Tumundo MSi Selasa (26/02/2019) adalah penunjang kesejahteraan keluarga. Kegiatan selama 3 hari digedung TP PKK Sulut dan diikuti 40 peserta dengan materi merangkai bunga.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Sulut, Dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS yang membuka kegiatan mengatakan bahwa ini adalah peluang yang disiapkan pemerintah melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan untuk mengurangi angka pengangguran.

Lebih lanjut istri tercinta dari Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw menandaskan bahwa dengan pemanfaatan sumber daya lokal serta konsep produktifitas diharapkan peserta nantinya bisa mengembangkan wirusaha yang berkelanjutan yang akhirnya selain meningkatkan pendapatan keluarga juga dapat membantu pemerintah menurunkan angka pengangguran.(cat)

iklan1