Tag: Steven O E Kandouw

Pemprop Sulut Seriusi Masalah Kawasan Transmigrasi

Rakor yang dilaksanakan Biro Kesra Setda Provinsi Sulut (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan kawasan transmigrasi tanpa merugikan salah satu pihak. Hal tersebut terangkum dalam rapat koordinasi pengembangan kawasan transmigrasi di salah satu hotel di Kota Manado Selasa (29/10/2019).

Kegiatan yang dihelat Biro Kesra Setdaprov Sulut ini dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ir Erny B Tumundo MSi mewakili Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven O E Kandouw. Dalam sambutannya Tumundo menegaskan bahwa pertemuan tersebut sangat penting membahas permasalahan di lapangan dan diharapkan bisa diperoleh pemecahan masalah.

Berlangsungnya kegiatan rapat koordinasi (FOTO Suluttoday.com)

Pertemuan yang turut dihadiri oleh Karo Kesra, Dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS, Ka Bappeda, DR R Toemanduk MM dan Direktur Jendral Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementrian Desa dan PDTT, Sigit Mustopa Nurdin SE, yang juga merupakan narasumber.

Lebih lanjut Tumundo mengatakan bahwa   peran serta peserta dalam menghasilkan rekomendasi positif demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.(cat)

Sulut Ciptakan Generasi Yang Sehat, Kuat Serta Cerdas

Wagub Sulut meninjau langsung proses Imunisasi MR (FOTO Suluttoday.com)

TONDANO, Suluttoday.com – Penyakit Campak dan Rubella mempunyai potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau mewabah kepada anak – anak. Untuk itu perlu ada perhatian yang serius dari semua pemangku kepentingan. 

Hal tersebut dikatakan langsung Wakil Gubernur Sulut Steven O E Kandouw yang didampingi Wakil Ketua TP PKK, dr Kartika Devi Kandouw -Tanos MARS saat membuka kegiatan Pencanangan Imunisasi Campak dan Rubella (MR), di SMP Negeri I Tondano, Minahasa, Rabu (01/08/2018). Menurutnya, sekarang ini harus diciptakan generasi yang sehat, kuat, cerdas dengan prasyarat antara lain kebal terhadap segala macam penyakit.

“Target nasional bebas 8 penyakit kita baru bebas 3 penyakit, seiring berjalan waktu pak presiden jokowi tambah lagi program yaitu imunisasi untuk campak dan rubella secara masif dan terstruktur, dari sabang sampai merauke karena penyakit ini berbahaya mengakibatkan kematian dan paling parah bisa menghasilkan generasi yang cacat,” kata Wagub.

Untuk itu Wagub berharap dengan adanya program imunisasi maka anak – anak sulut sebagai generasi penerus harus sehat dan menjadi tanggungjawab jawab bersama.

“Artinya, permasalahan ini tidak boleh terjadi dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencegahnya,” katanya.

Sembari mengingatkan kembali kepada seluruh orang tua bahwa imunisasi tidak ada efek samping. Kandouw juga mengatakan sebagaimana program bapak gubernur bahwa Sulawesi Utara harus sehat.

“Seluruh warga sulut harus sehat. Jaminan kesehatan harus dicover seluruh warga sulut. Saat ini BPJS baru mengcover 70 persen, dan daerah yang sudah 100 persen baru empat daerah. Jika Tuhan berkenan 2020 semua sudah tercover,” tutupnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jefry Korengkeng,, Pejabat Eselon 2 Pemprov Sulut dan Pejabat Eselon II Lingkup Kabupaten Minahasa serta unsur Forkopimda.(Cat)

Sulut Peringati Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat

Berlangsungnya pembukaan kegiatan (FOTO Ist)

LANGOWAN, Suluttoday.com – Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara memandang penting memperingati Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), karena Republik Indonesia dibentuk , dibangun dijaga karena gotong royong. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven O E Kandouw saat menghadiri pencanangan dan peringatan BBGRM tahun 2019 di Lapangan Schwarz Kota Langowan Kabupaten Minahasa Rabu (06/06/2018).

“Pentingnya gotong royong harus kita pupuk, jaga dan dilestarikan. Khusus di Sulut gotong royong ini menjadi nilai kepribadian yang paling dalam, di bagian selatan nyiur melambai ini gotong royong disebut moposat, bagian utara mapaluse dan di minahasa raya disebut mapalus semua itu tidak lain gotong royong,” ujar Wagub.

Lebih lanjut Kandouw mengatakan bahwa acara yang dihadiri juga oleh Ketua Tim Penggerak PKK Sulut, Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan dan Wakil Ketua TP- PKK, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS bukan acara seremonial semata melainkan adalah momentum untuk mengingatkan kepada kita bedanya kerja sendiri dan kerja gotong royong dalam segala aspek kehidupan dalam masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Sulut turut memberikan macam macam bantuan kepada kelompok tani dan kelompok nelayan, gelar pangan murah, bazar sembako, bakti sosial periksa gula darah, kolesterol dan asam urat gratis, penyerahan bansos untuk panti asuhan, kerja bakti, doorprize dan lain sebagainya. Pencanangan BBGRM ini dirangkaikan dengan lomba poco-poco antar Dharma Wanita dan TP-PKK se-Kabupaten Minahasa.

Turut hadir Ketua Dharma Wanita Sulut, Ny Ivone Lombok-Silangen , Kepala OJK Sulut, Pj Bupati Minahasa, Roy Mewoh dan Ketua Tim Penggerak PKK Minahasa, Pejabat Eselon 2 dilingkup Pemerintah Provinsi Sulut dan Minahasa.(Cat)

OD-SK Komitmen Turunkan Angka Kemiskinan

Wakil Gubernur Steven Kandouw ketika sambutan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Akselerasi penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Utara berhasil menekan angka kemiskinan hingga menjadi 7,90 persen pada akhir September 2017 dari sebelumnya sebesar 8,20 persen pada September 2016.

Pencapaian positif dan jauh di bawah angka kemiskinan nasional sebesar 10,12 persen itu mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan penanganan yang sistematik, terpadu dan menyeluruh dalam rangka mengurangi beban dan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat secara layak.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw pada rapat sinkronisasi data penduduk miskin kabupaten dan kota se Provinsi Sulawesi Utara di Ruang Rapat C.J. Rantung, Kamis (24/05/2018) pagi.

“Capaian ini tidak membuat kita merasa cukup, namun sebaliknya terus meningkatkan sinergitas dan kerja bersama kita, karena sangat disadari, kemiskinan hanya dapat diselesaikan dengan sinergitas dan sinkronisasi program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota serta stakeholder terkait,” katanya.

Disamping itu, Wagub Kandouw optimis, pencapaian yang telah ditorehkan itu akan semakin memperkuat komitmen semua pihak di Sulut untuk menanggulangi kemiskinan melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang digagas oleh Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw.

“Sehingga sasaran yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Utara 2016-2021 dapat tercapai,” tandasnya.

Lanjut Wagub Kandouw dalam sambutannya, melalui Program ODSK itu pula, Pemprov Sulut telah melakukan intervensi kebijakan, diantaranya kegiatan pemberian beasiswa miskin dan miskin berprestasi, bantuan jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang belum ter-cover dalam BPJS dan KIS, pembangunan dan rehabilitasi RTLH, dan berbagai program yang menyentuh langsung sebagai upaya nyata terukur dalam percepatan penanggulangan kemiskinan.

Untuk diketahui, salah satu syarat penerima semua bantuan sosial tersebut adanya data yang akurat. Oleh karena itu Wagub Kandouw mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota khususnya perangkat daerah terkait serta para Camat sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat melakukan verifikasi dan validasi data di daerah masing-masing guna mendapatkan data akurat, karena dari data akurat akan lahir kebijakan yang efektif.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Sulut melalui Kabid Pemerintahan Sosial dan Budaya Dra. Feibe Rondonuwu menerangkan bahwa penanganan kemiskinan yang tepat harus dimulai dari data yang akurat agar bentuk bantuan penanganan kemiskinan bagi masyarakat tepat sasaran dan mampu menekan angka kemiskinan.

Lanjut Rondonuwu, dari beberapa kabupaten dan kota yang dimonitoring langsung oleh Bappeda ternyata masih banyak masyarakat miskin yang belum masuk BDT dan sangat layak menerima bantuan beras, mendapatkan BPJS, RTLH dan program pemerintah lainnya namun tidak terdata sehingga sinkronisasi data ini sangat strategis dalam menentukan langkah pemerintah ke depan.

Adapun rapat tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan rapat sinkronisasi data penduduk miskin kabupaten dan kota se Provinsi Sulawesi Utara oleh seluruh perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Kegiatan itu turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang, perwakilan PT. Pos Indonesia, Perum Bulog, BPJS Kesehatan dan BPS Sulut.(*/Cat)

Kandouw Sebut Membaca Tingkatan Kualitas SDM

Wagub Steven O.E. Kandouw memberikan sambutan (FOTO Ist)

SITARO, Suluttoday.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven O.E. Kandouw mengatakan keberadaan sarana dan prasarana membaca, seperti perpustakaan, taman bacaan atau rumah baca sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Hal tersebut disampaikan Kandouw saat menghadiri road show perpustakaan tingkat Provinsi Sulut di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Sitaro, Rabu (23/05/2018).

“Arus informasi yang lengkap, akurat, aktual dan terpercaya melalui sarana dan prasarana membaca, seperti perpustakaan, taman bacaan atau rumah baca sangatlah diperlukan agar insan-insan pembangunan dapat menjadi penentu jalannya kehidupan bangsa dan negara ke depan,” katanya.

Menurut Kandouw yang di dampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Jani Lukas, pada masyarakat maju, membaca merupakan fenomena sosial yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas lainnya.

“Mereka sering memanfaatkan waktu luang dengan membaca dimanapun berada, bahkan ketika makanpun mereka masih menyempatkan membaca, artinya salah satu ciri hidup masyarakat maju adalah menjadi pembaca sepanjang hayat,” bebernya.

Wagub ketika foto bersama di Sitaro (FOTO Ist)

Oleh karena itu, Wagub Kandouw optimis masyarakat Sulut juga dapat memiliki kebiasaan membaca sebagai kegemaran dan kebutuhan sehari-hari.

“Sebagai langkah awal, maka kita harus terlebih dahulu menjadi contoh, dengan menjadikan membaca sebagai the way of life, sambil terus berupaya menggeser sebuah tradisi membaca yang hanya untuk kepentingan akademik. Selanjutnya, diperlukan sebagai langkah strategis lainnya, seperti melalui pelaksanaan kegiatan Road Show Perpustakaan  saat ini,” imbuhnya.

Untuk diketahui, kegiatan road show perpustakaan merupakan wahana untuk menyatukan persepsi dan memantapkan komitmen semua pihak dalam aspek pengembangan perpustakaan dan memasyarakatkan budaya membaca sehingga kedepan masyarakat semakin berpartisipasi aktif untuk memberdayakan perpustakaan.

Hal itu sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perwujudan visi pembangunan Sulut serta mampu memberikan sumbangsih terhadap pencapaian Nawa Cita pembangunan bangsa, menuju terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.(*/Cat)

iklan1